cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
KAJIAN DAN PERWUJUDAN TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL PUTRI TRENGGALEK YULIANI, RINA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10571

Abstract

Abstrak: Pernikahan adalah hak setiap manusia dewasa baik laki-laki dan perempuan yang telah memenuhi syarat untuk menikah, pernikahan tidak akan terlepas dari unsur-unsur yang melatarbelakangi kebudayaan dari adat istiadat, khususnya adat pernikahan di Jawa. Prosesi pernikahan adat Jawa di mulai dari peningsetan (lamaran), acara temu atau kepanggih dan lain-lain sampai ke acara resepsi. Di setiap daerah memiliki ciri khas tata rias pengantin sendiri, seperti Surabaya tata rias pengantin Pegon, Bojonegoro tata rias pengantin kebesaran, Blitar tata rias pengantin krisnayana, dan Trenggalek tata rias pengantin putri Trenggalek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta menggunakan instrument berupa lembar observasi, pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pengantin tradisional putri Trenggalek banyak mendapatkan pengaruh dari kerajaan yang pernah menguasai yaitu kesultanan mataram, dan juga menunjukan beberapa komponen yang terdapat pada tata rias pengantin putri Trenggalekdari ujung kapala hingga ujung kaki. Tata rias wajah pengantin perempuan putri Trenggalek meliputi paes sindu siam yaitu riasan pada dahi yang memiliki sapitan kembar yang diisi dengan pidih warna hitam dan dihiasa dengan payet warna kuning pada bagian tepi.Menggunakan urna yang dibuat dari daun sirih yang dibentuk genjang. Penataan rambut menggunakan sanggul ukel tekuk dan aksesoris sanggul berupa cunduk mentul srengenge, sisir gajahan, pengasih kantil kembar dengan mawar merah. Busana dan aksesoris tubuh pengantin putri Trenggalek (perempuan) meliputi kebaya bludru, dan menggunakan jarit motif semen romo bledhak/ gringsing motif sumur emas, tindik/suweng gembung, kalung mardjan, kalung roce melari, tiba dada, bros melati, peniti kodok mengkrong, gelan untir-untir, ali-ali kemanten,ali-ali ulan-ulan, ali-ali sanggapuran selop/ cripu. Kata Kunci : Tata Rias Pengantin Putri Trenggalek Abstract: Wedding is right of each people, men and women, who meets requirement of marry. Wedding will not apart from elements culture backgrounds tradition, especially Javanese wedding tradition. Wedding procession of Javanese tradition started from peningsetan (propose), ceremonial of temu or kepanggih and others until reception. Every local have specific manner of wedding make up, such as Pegon in Surabaya, Pengantin Kebesaran in Bojonegoro, Krisnayana in Blitar, and Putri Trenggalek in Trenggalek. Research approach used is descriptive qualitative. Data collecting procedure used method of interview, observation, and documentation, also using instrument in form of observation sheet and interview guidance. Research yield shows that traditional wedding make up of Putri Trenggalek had many influences from kingdoms which ever commands, it was Sultanate of Mataram, and shows some components founds on wedding make up of Putri Trenggalek from the top to toe. Wedding make up of Putri Trenggalek including paes sindu siam, it is make up on forehead which has twin sapitan filled with black pidih and decorated with yellow sequin at the edge. Using urna which made of betel leaf shaped rhomboid. Hair styling used ukel tekuk bun and bun accessories are cunduk mentul sregenge, gajahan comb, pengasih kantil kembar with red rose. Costume and bodice accessories of Putri Trenggalek bride including velvet kebaya, and using jarik with motif semen romo bledhak, gringsing, and sumur emas, piercing/suweng gembung, mardjan necklace, roce melati necklace, tiba dada, jasmine brooch, kodok mongkrong pin, gelan untir-untir, bride rings, ulan-ulan rings, sanggapuran ring, slipper/cripu. Keywords: wedding make up of Putri Trenggalek
KETERAMPILAN MEMBUAT HAIR ORNAMENT MELALUI PELATIHAN BAGI REMAJA DI PANTI ASUHAN KHADIJAH 1 SURABAYA MAHMUDAH, YULI
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10572

Abstract

Abstrak: Keterampilan membuat bermacam-macam hair ornament dapat diperoleh melalui pelatihan. Hair ornament yang akan dibuat terdiri dari 5 desain yang berupa jepit, bando dan sirkam dengan masing-masing peserta membuat satu desain yang dipilihnya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pelatih, aktivitas peserta, hasil keterampilan membuat hair ornament dan respon peserta terhadap pelatihan. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen, dengan rancangan penelitian One Shot Case Study. Pengamatan dilakukan oleh 8 observer untuk mengetahui aktivitas pelatih, aktivitas peserta, hasil keterampilan membuat hair ornament dan respon peserta. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu 1) metode observasi digunakan untuk mengamati aktivitas pelatih, aktivitas peserta serta hasil keterampilan membuat hair ornament. 2) metode angket untuk mengetahui respon peserta terhadap pelatihan. Hasil keterampilan membuat 5 desain hair ornament, untuk desain 4 memperoleh rata-rata tertinggi (78,8) kriteria baik, berturut-turut untuk desain 1 (72,9) kriteria baik, desain 2 (67,8) kriteria cukup baik, desain 5 (66,7) kriteria cukup baik, sedangkan rata-rata terendah pada desain 3 (65) kriteria cukup baik. Kata Kunci : Pelatihan, Membuat Hair Ornament Abstract: Skill of creating various hair ornaments can be obtained through training. Hair ornament will be made consisted of 5 designs in form of hairpin, headband, and hair comb by means each trainee made one design chosen. This training aimed to know trainer activity, trainee activity, product of skill to create hair ornament, and trainee response toward training. Type of this research was pre experimental, with research design One Shot Case Study. The observation performed by 8 observers to know trainer activity, trainee activity, product of skill to create hair ornament, and trainee response. Data collecting method used were 1) observation method used to observe trainer activity, trainee activity and product of skill to create hair ornament, 2) questionnaire method to know trainee response toward training. Result of creating 5 hair ornament designs, for design 4 obtained highest mean (78.8) with good criteria. Design 1 (72.9) with good criteria, design 2 (67.8) with good enough criteria, design 5 (66.7) with good enough criteria, while the lowest mean was on design 3 (65) with good enough criteria. Keywords: training, creating hair ornament
PENGGUNAAN BATU BASALT SEBAGAI HOT STONE MASSAGE DALAM BODYSPA DI WOMAN & WOMAN SPA DAN PUTRI KEDATON SPA EKO PUTRIANA, MEGAWATI
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10573

Abstract

Abstrak: Cara menjaga kesehatan tubuh, pikiran, serta jiwa secara maksimal ada bermacam-macam, salah satunya adalah dengan melakukan perawatan badan atau solus per aqua (spa). Inti dari perawatan spa adalah memperoleh ketenangan pikiran, tubuh, serta jiwa secara maksimal.Ada bermacam-macam jenis spa dengan berbagai macam metode yang juga berbeda-beda, salah satunya adalah hot stone massage spa.Hot stone massage merupakan perawatan hydroterapi dengan pemijatan menggunakan batu untuk relaksasi mendalam dan dapat juga sebagai pengobatan. Batu yang digunakan sebagai hot stone spa adalah batu basalt, termasuk dalam jenis batuan beku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang (1) bentuk, ukuran, dan jumlah batu basalt yang digunakan sebagai hot stone massage spa. (2) prosedur penggunaan batu basalt untuk hot stone massage spa di Women & Women Spa dan Putri Kedaton Spa. (3) tanggapan konsumen setelah melakukan hot stone massage spa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui obsefrvasi dan wawancara menggunakan instrument berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk, ukuran, dan jumlah batu basalt yang digunakan sebagai hot stone massage spa ialah batu basalt yang sudah dibentuk menjadi berbagai macam tipe, prosedur penggunaan batu basalt sebagai hot stone massage spa pada kedua salon spa tersebut berbeda, dan perawatan ini dianggap sebagai tindakan menjaga kesehatan oleh konsumen. Kata kunci: Batu basalt, Hot stone massage. Abstract: There’s so many method to keep the body, mind, and soul in maximal healthiness, one of them is with doing body treatment or spa. The point of spa treatment is to get a composure of mind, body, and soul maximally. There’s so many type of spa with many difference methods, and hot stone massage spa is one of spa method.Hot stone massage is a hydrotherapy wich is using a stone to run massage activity to reach the deep relax and also as a healing treatment. The stones that used as a hot stone massage spa is basalt stone, basalt is one of an extrusive rocks type. The aim of this research is to find out about (1) the shapes, sizes, and numbers of basalt stones that used as a hot stone massage spa. (2) the using of basalt stones procedure as hot stone massage spa in Women & Women Spa and Putri Kedaton Spa. (3) the customers conceptions after having a hot stone massage spa experience.The research method of this research is descriptive qualitative. Datas was collected from observation and interviews using observation sheet and interviews directive as an instrument. The result of this research, indicate that the shapes, sizes, and numbers of basalt stones that used as a hot stone massage spa is a basalt stones wich is shapped in many types. There’s a differences of the using of basalt stones procedure as hot stone massage spa between Women & Women Spa and Putri Kedaton Spa. The custumers believed that this treatment is a kind of healhness maintain measurement. Key Word: Basalt stone, Hot stone massage.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG PISANG DAN KAOLIN PADA SIFAT ORGANOLEPTIK MASKER WAJAH KHODIJAH, SITI
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10574

Abstract

Abstrak: Masker wajah merupakan kosmetik yang digunakan pada tahapan terakhir dalam tindakan perawatan wajah, yang bekerja secara mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Masker wajah terdiri atas campuran bahan dasar, bahan aktif dan bahan pelengkap lain. Pada penelitan ini, campuran tepung pisang dan kaolin digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan masker wajah. Hal ini karena tepung pisang mengandung berbagai vitamin dan hormon melatonine yang berfungsi sebagai antioksidan dan memperlambat proses penuaan dini serta menjaga hidup agar lebih awet muda. Kaolin mempunyai daya kerja yang lebih aktif pada saat proses pengelupasan kulit dan sebagai antimikroba yang dapat mencegah timbulnya jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) proporsi terbaik masker wajah tepung pisang dan kaolin pada warna, tekstur, aroma, dan daya lekat 2) pengaruh interaksi tepung pisang dan kaolin pada sifat organoleptik masker wajah yang meliputi warna, tekstur, aroma, dan daya lekat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Data sifat organoleptik produk masker wajah seperti warna, tekstur, aroma, dan daya lekat dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi terhadap 30 panelis. Teknik analisis data yang digunakan uji anova tunggal dan uji lanjut duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proporsi tepung pisang dan kaolin (30%:70%) merupakan produk masker wajah terbaik dengan kriteria warna coklat keputihan, tekstur halus, beraroma khas pisang, dan apabila digunakan terasa lekat dan kencang. 2) terdapat pengaruh interaksi proporsi tepung pisang dan kaolin pada sifat organoleptik masker wajah yang meliputi warna, tekstur, aroma, dan daya lekat. Hal ini ditunjukkan oleh hasil warna dengan P=0,00 (<0,05) dan F-hitung 97,474, Tekstur dengan P=0,00 (<0,05) dan F-hitung 10,906, aroma dengan P=0,00 (<0,05) dan F-hitung 105,034, daya lekat dengan P=0,00 (<0,05) dan F-hitung 94,179. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa masker wajah terbaik terdapat pada proporsi tepung pisang dan kaolin 30 persen : 70 persen berpengaruh pada sifat fisik warna, tekstur, aroma, dan daya lekat masker wajah. Kata kunci : Masker wajah, tepung pisang, kaolin. Abstract: Face mask is a cosmetic which is widely used in the last step of a face treatment. That works intensively to take off the dead layer of a skin. Face mask consists of the combination between basic material, actived material, and other exipients. In this research, the combination of banana&rsquo;s flour and caolin is used as basic material in making face mask. It&rsquo;s caused that banana&rsquo;s consists of some vitamins and melatonine hormone that works as antioksidant, antiaging, and keep life feels always young. Caolin is a major ingredients in a proccess of taking off the dead layer of the skin and it also has antimicrobial activity that could prevent an acne. The aim of this research were to know 1) the best proportion of combination between banana&rsquo;s flour and caolin as the main ingredients in making face mask. This will be showed in color, texture, fragrance, and adhesive ability. 2) the effect of interaction between banana&rsquo;s flour and caolin in organoleptic of face mask, such as color, texture, fragrance, and adhesive ability. This research was an experimental. The method was observation, which is organoleptic test in 30 respondens. It use single anova test, and duncan test. The result showed that 1) the proportion between banana&rsquo;s flour and caolin is (30%:70%), it is the best combination of face mask. It has brown white color, soft texture, banana&rsquo;s fragrance and when it used will be sticky and tight. 2) interaction between banana&rsquo;s flour and caolin has effect in the organoleptic of a face mask, such as color, texture, fragrance and adhesive ability. This is showed that the color in P=0,00 (<0,05) and Fcalculation97,474, texture in P=0,00 (<0,05) and Fcalculation10,906, fragrance in P=0,00 (<0,05) and Fcalculation 105,034, and adhesive ability in P=0,00 (<0,05) and Fcalculation94,179. From that analysis, it can be conclude that the best proportion of banana&rsquo;s flour and caolin in making face mask is (30%:70%) has effect in interaction of organoleptic such as color, texture, fragrance, and adhesive ability. Keywords : Face mask, banana&rsquo;s flour, caolin.
PENGARUH PERBANDINGAN EKSTRAK BIJI LABU KUNING DAN EKSTRAK KULIT MANGGIS TERHADAP HASIL JADI HAND BODY LOTION TRI HARJIATI, MAYA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10747

Abstract

Abstrak: Hand and body lotion diformulasikan untuk melindungi kelembaban kulit, mempertahankan kadar air dalam kulit sehingga kelembaban dan kesehatan kulit tetap terjaga. Kandungan ekstrak biji labu kuning bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Sedangkan xanthone yang terkandung pada ekstrak kulit manggis merupakan sumber antioksidan yang bermanfaat untuk kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan ekstrak biji labu kuning dan ekstrak kulit manggis terhadap hasil jadi hand and body lotion yang meliputi tekstur, kekentalan, daya serap dan kesukaan serta masa simpan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbandingan ekstrak biji labu kuning dengan ekstrak kulit manggis yang terdiri dari perbandingan 30:0, 20:10, 15:15, 10:20, dan 0:30. Variabel terikat adalah sifat organoleptik yang meliputi tekstur, kekentalan, daya serap pada kulit, kesukaan dan masa simpan hand and body lotion terbaik. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis dan uji mikrobiologi untuk mengetahui masa simpan. Data dianalisis menggunakan anava tunggal dengan bantuan program SPSS dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh perbandingan ekstrak biji labu kuning dan ekstrak kulit manggis terhadap hasil jadi hand and body lotion. Perbandingan ekstrak biji labu kuning dan ekstrak kulit manggis dengan komposisi 10:20 menghasilkan tekstur sangat halus dengan skor 3,70. Perbandingan 10 gram ekstrak biji labu kuning dan 20 gram ekstrak kulit manggis menghasilkan hand and body lotion yang agak kental dengan skor 3,87. Daya serap terbaik pada perbandingan 10 gram biji labu kuning dan 20 gram kulit manggis dengan skor 3,77. Hasil jadi hand and body lotion yang memperoleh kesukaan terbaik yakni pada perbandingan 10:20 dengan skor 3,70. Berdasarkan hasil perhitungan uji mikroba pada hasil jadi hand and body lotion terbaik memiliki masa simpan hingga 6,5 minggu dengan suhu penyimpanan 280C atau pada suhu ruangan. Kata kunci : Hand and body lotion, ekstrak kulit manggis, ekstrak biji labu kuning Abstract: Hand and body lotion is formulated to protect skin moisture, retain moisture in the skin so that moisture and maintain skin health. The content of pumpkin seed extract is beneficial for maintaining healthy skin. While xanthones contained in mangosteen peel extract is a source of antioxidants that are beneficial for the skin. The purpose of this study to determine the effect comparison pumpkin seed extract and extract of mangosteen peel on the results so hand and body lotion that includes texture, viscosity, absorption and preferences as well as shelf life. This research is experimental. The independent variable in this study is a comparison of pumpkin seed extract with mangosteen peel extract which consists of a comparison of 30: 0, 20:10, 15:15, 10:20, and 0:30. The dependent variable is the organoleptic properties include texture, viscosity, absorption in the skin, preferences and shelf life of hand and body lotion best. The collection of data by the method of observations made by 30 panelists and microbiological tests to determine the shelf life. Data were analyzed using one way ANOVA with SPSS followed by Duncan test. The result of this study is that there is the influence of comparison pumpkin seed extract and extract of mangosteen peel on the results so hand and body lotion. Comparison of pumpkin seed extract and extract of mangosteen peel with a 10:20 composition produces a very smooth texture with a score of 3.70. Comparison of 10 grams of pumpkin seed extract and 20 grams of mangosteen peel extract produces hand and body lotion that is rather thick with a score of 3.87. Best absorptive capacity in comparison pumpkin seeds 10 grams and 20 grams of mangosteen peel with a score of 3.77. Results so hand and body lotion that obtain the best joy in 10:20 ratio with a score of 3.70. Based on calculations of microbial test results so the best hand and body lotion has a shelf life Keywords: Hand and body lotion, mangosteen peel extract, pumpkin seed extract.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK TATA KECANTIKAN RAMBUT DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) SANITA TRENGGALEK AYU PUTRI P, CITRA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10748

Abstract

Abstrak: Motivasi merupakan suatu usaha yang menjadi pendorong tingkah laku seseorang ke dalam bentuk aktifitas nyata dengan motif tertentu guna memenuhi kebutuhan. Untuk dapat berprestasi dengan baik peserta didik maka peserta didik harus memiliki motivasi yang terarah baik dari lingkungan sekolah, teman, maupun orang tua. Faktor yang mempengaruhi peserta didik dalam prestasi belajar tata kecantikan rambut disebabkan beberapa hal yaitu minat dan cita-cita peserta didik yang tinggi. Prestasi belajar itu sendiri merupakan suatu hasil belajar yang diberikan pada peserta didik setelah melaksankan tes tulis dan teori. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Motivasi 2) Prestasi belajar 3) Bagaimana hubungan motivasi dengan prestasi belajar peserta didik di LKP Sanita Trenggalek. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi. Subjek penelitian sebanyak 31 peserta didik tata kecantikan rambut di LKP Sanita Trenggalek dan pengambilan data menggunakan metode angket dan tes. Sedangkan untuk pengolahan data dianalisis dengan Product Moment Correlation dari Pearson dan untuk uji validitas dan reliabilitas penelitian memakai rumus Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan korelasi Pearson. Berdasarkan analisa penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Pada variabel motivasi belajar, 100% peserta didik dengan motivasi kategori baik. 2)Sedangkan pada variabel prestasi belajar peserta didik terdapat nilai minimum 69 dan maksimum 90 dengan nilai rata-rata 80,11 dan 3) Adanya hubungan positive antara motivasi dengan prestasi belajar. Kata Kunci : Motivasi,Peserta Didik,Tata Kecantikan Rambut, Prestasi Belajar Abstract: Motivation is any efforts which become stimulus of people behavior into real activity with certain motive to meet the necessity. In order to obtain good achievement then learner must be have directed motivation from school environment, colleague, or parents. Factors affecting learner in learning achievement of hair styling caused by several things, those are interest and purposes of learner. Learning achievement itself is a result of learning which is given to learner after performing writing test and theoretical. The aims of this research are to know: 1) motivation, 2) learning achievement, 3) how the correlation of motivation and learning achievement of learner in LKP Sanita Trenggalek. Research design used is correlation research. The subjects are 31 learner of hair styling in LKP Sanita Trenggalek and data collection method used questionnaire method and test. To processing data, it analyzed with Pearson Product Moment Correlation, while for validity test and research reliability used formula Alpha Cronbach. Data analysis used Pearson correlation. Based on research analysis, obtained result following: 1) at variable of learning motivation, 100% learner motivation are in good category, 2) at variable learning achievement, the minimum score is 69 and maximum is 90 with mean 80.11, and 3) there are positive correlation of motivation and learning achievement. Keywords: motivation, learner, hair styling, learning achievement
PENGARUH PROPORSI PATI BENGKUANG DAN TEPUNG KENTANG TERHADAP HASIL JADI MASKER UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH FLEK HITAM BEKAS JERAWAT PUTRI CITRA KARTIKA SAR, NOVRIA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10763

Abstract

Abstrak: Jerawat seringkali timbul pada kulit berminyak dan kotor. sehingga wajah terlihat berminyak dan lengket. Jerawat juga meninggalkan bekas pada wajah yaitu bintik-bintik (flek) hitam. Masker kulit wajah merupakan salah satu jenis kosmetika tradisional yang dapat digunakan sebagai perawatan wajah untuk mempertahankan kesehatan kulit wajah. Bengkuang dan kentang merupakan jenis umbi-umbian yang dapat diolah secara tradisional dan memiliki banyak manfaat untuk membantu mengurangi flek hitam bekas jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh proporsi pati bengkuang dan tepung kentang terhadap hasil jadi masker untuk perawatan kulit wajah flek hitam bekas jerawat dinilai dari sifat fisik (meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat) dan kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu proporsi pati bengkuang dan tepung kentang dengan perbandingan 35 g:15 g; 25 g:25 g, dan 20 g:30 g. Variabel terikat yaitu hasil jadi masker meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat dan kesukaan panelis. Sedangkan variabel kontrol yaitu waktu pembuatan masker wajah, larutan Natrium Bisulfat sebesar 10 g, persiapan alat dan bahan pembuatan masker wajah. Berdasarkan hasil uji anava tunggal, terdapat pengaruh perbedaan proporsi pati bengkuang dan tepung kentang terhadap hasil jadi masker, ditunjukkan oleh hasil aroma dengan P=0,00 (<0,05)dan F hitung 92.749 warna P=0,00 (<0,05) F hitung 54.544, tekstur P=0,00 (<0,05) F hitung 18.803, daya lekat P = 0,00 (<0,05) F hitung 69.427 dan kesukaan panelis P=0,00 (<0,05) F hitung 18.923 Dari hasil analisis disimpulkan bahwa hasil masker wajah terbaik pada X3 yaitu proporsi 20gram pati bengkuang dan 30gram tepung kentang dengan kriteria aroma tepung kentang yang kuat, warna kuning muda, tekstur halus, cukup lekat, dan disukai panelis. Kesimpulanya bahwa masker yang terbuat dari proporsi pati bengkuang dan tepung kentang berpengaruh terhadap hasil jadi masker untuk perawatan kulit wajah flek hitam bekas jerawat. Saran perlu ditambahkan bahan lain atau aroma lain yang lebih disukai panelis Kata Kunci : Masker untuk Flek hitam bekas jerawat, Pati Bengkuang, Tepung Kentang. Abstract: Acne makes face look oily and sticky. Besides that, acne also leaving acne scars on face in form of black spots. Face masker is one of traditional cosmetics which can be used as face treatment to maintenance healthy of skin face. Jicama and potato is variety of tubers which can be processed traditionally and have many advantages to help decreases black spot as acne scars. This research aimed to know if there is effect proportion of jicama starch and potatoes flour toward the outcome of face masker for black spot-face treatment as acne scars assessed from physical properties (including aroma, color, texture, adhesiveness) and panelist preference. This research used experimental research method. Variables used are independent variable that is proportion of jicama starch and potatoes flour, 35g : 15g; 25g : 25g; and 20g : 30g. The dependent variable is the outcome of masker, including aroma, color, texture, adhesiveness, and panelist preference. While control variables are face masker production, Natrium Bisulfat solution 10 g, ingredient and equipment to produce face masker. Based on One Way Anava test, there are effect proportion of jicama starch and potatoes flour toward the outcome of masker, showed by result of aroma with P=0.00 (<0.05) and Fcalculation&shy; 92.749, color p=0.00 (<0.05) Fcalculation 54.544, texture P=0.00 (<0.05) Fcalculation 18.803, adhesiveness P=0.00 (<0.05) Fcalculation 69.427 and panelist preference P=0.00 (<0.05) Fcalculation 18.923. From the analysis result concluded that the best outcome of face masker is on X3 that is proportion 20 grams jicama starch and 30 grams potatoes flour with criteria strong potatoes aroma, light yellow color, smooth texture, enough adhesiveness, and preferred by panelist. The conclusion is masker made of jicama starch and potatoes flour proportion affected on the outcome of masker for black spot-face treatment as acne scars. As suggestion, it is required to add other ingredient or other aroma which more preferred by panelist. Keywords: masker for black spot as acne scars, jicama starch, potatoes flour
PENGARUH JUMLAH EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBICUS SABDARIFFA LYNN) SEBAGAI BAHAN PEWARNA TERHADAP HASIL ORGANOLEPTIK LIPSTICK KLAUDIA, HEPI
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10833

Abstract

Abstrak: Lipstick merupakan produk kosmetik yang berfungsi sebagai pelembab dan pewarna bibir agar terlihat lebih menarik, Lipstick dibuat dengan tambahan ekstrak bunga rosella sebagai bahan pewarna alami lipstick. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ektrak bunga rosella terhadap hasil organoleptik lipstick yang meliputi warna, aroma dan daya lekat. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah ekstrak bunga rosella sebagai bahan pewarna alami lipstick dengan proporsi ekstrak 27 gram (L1), 32 gram (L2) dan 37 gram (L3). Variabel terikat adalah sifat organoleptik lipstick yang meliputi warna, aroma dan daya lekat. Pengumpulan data dengan metode observasi dilakukan oleh 30 orang panelis, data di analisis menggunakan manova dengan bantuan SPSS versi 20. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella sebagai bahan pewarna, terhadap hasil jadi lipstick yang meliputi warna, aroma dan daya lekat. dari keseluruhan hasil uji organoleptik meliputi warna, aroma, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis mempunyai nilai tertinggi pada lipstick dengan penambahan ekstrak bunga rosella 37 gram (L1) karena berwarna merah, beraoma strawberry sangat kuat dan mempunyai daya lekat yang dirasa lekat Kata Kunci: sediaan lipstick, ekstrak bunga rosella, sifat organoleptik. Abstract: Lipstick is a cosmetic product which used as moisturizer and lips coloring in order to look interesting. Lipstick made with addition of rosella flower extract as natural tint material of lipstick. The aims of this research are to know the effect of rosella flower extract addition toward the organoleptic result of lipstick including color, aroma, and adhesiveness. Type of this research is experimental. The independent variable in this research is number of rosella flower extract as natural lipstick tint with proportion 27 gram (L1), 32 gram (L2), and 37 gram (L3). The dependent variable is the organoleptic characteristic of lipstick including color, aroma, and adhesiveness. Data collected with observation method conducted by 30 panelists. Data analyzed using anova with the help of SPSS program version 20. From result of the research could be concluded that there are effect of rosella flower extract addition as tint material toward lipstick product including color, aroma, and adhesiveness. From the whole organoleptic test result including color, aroma, adhesiveness, and preference of panelists has highest score on lipstick with addition rosella flower extract 37 gram (L1), because has red color, very strong strawberry aroma and has good adhesiveness. Keywords: lipstick preparation, rosella flower extract, organoleptick characteristic
PENGARUH PERBANDINGAN EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK LULUR BEKATUL UMAROH, ASWIN
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11504

Abstract

Abstrak: Lulur bekatul sebagai kosmetik perawatan kulit berguna untuk mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit yang kusam. Bahan dasar lulur terdiri dari bekatul, tepung beras dan kunyit. Bekatul bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan menjaga elastisitas kulit. Tepung beras bermanfaat untuk mencerahkan dan sebagai abrasiver. Kunyit bermanfaaat untuk anti inflamasi dan pewarna alami. Bahan tambahan ekstrak kulit buah kakao bermanfaat sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Ekstrak kulit buah jeruk nipis bermanfaat untuk mencerahkan, mengontrol minyak dan melembutkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan ekstrak kulit buah kakao dan ekstrak kulit buah jeruk nipis terhadap sifat organoleptik meliputi tekstur, aroma, warna, kekentalan, daya lekat dan kesukaan, hasil lulur bekatul terbaik serta masa simpan lulur bekatul. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbandingan ekstrak kulit buah kakao dan ekstrak kulit buah jeruk nipis yang terdiri dari perbandingan 1:5, 2:4, 3:3, 4:2 dan 5:1. Variabel terikat adalah penilaian sifat organoleptik yang diukur meliputi tekstur, aroma, warna, kekentalan, daya lekat dan kesukaan serta masa simpan lulur bekatul. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Dan dilakukan uji mikrobiologi untuk mengetahui masa simpan. Data dianalisis menggunakan anava tunggal dengan bantuan progam SPSS dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh perbandingan ekstrak kulit buah kakao dan ekstrak kulit buah jeruk nipis terhadap sifat organoleptik lulur bekatul. Hasil uji organoleptik terbaik lulur bekatul pada perbandingan 4:2, (40% ekstrak kulit buah kakao dan 20% ekstrak kulit buah jeruk nipis) yang menghasilkan tekstur cukup kasar dengan skor 3,76. Aroma yang dihasilkan adalah cukup tajam dengan skor 3,63. Warna yang dihasilkan kuning kecoklatan dengan skor 3,66. Kekentalan yang dihasilkan agak kental dengan skor 3,53. Daya lekat yang dihasilkan sangat lekat dengan skor 3,57. Tingkat kesukaan lulur bekatul dengan kriteria sangat suka memperoleh skor 3,63. Berdasarkan hasil uji mikrobiologi lulur bekatul memiliki masa simpan 4-6 minggu pada suhu 200C dan masa simpan 2-3 minggu pada suhu 280C. Kata kunci: lulur bekatul, ekstrak kulit buah kakao, ekstrak kulit buah jeruk nipis Abstract: Rice bran scrub as skin care cosmetics useful to remove dead skin cells and brighten dull skin. The basic ingredients scrub consists of bran, rice flour and turmeric. Useful bran to prevent premature aging and maintain skin elasticity. Rice flour useful to brighten and as abrasiver. Turmeric bermanfaaat for anti-inflammatory and natural dyes. Additional materials cocoa fruit peel extract useful for antioxidants counteract free radicals. Lemon rind extract useful to enlighten, to control oil and soften. The purpose of this study to determine the effect comparison cocoa fruit peel extract and lemon peel extract to the organoleptic properties include texture, aroma, color, viscosity, adhesion and preferences, the results scrubs best bran and bran scrubs shelf life. This research is experimental. The independent variable in this study is a comparison of the cocoa fruit peel extract and lemon peel extract which consists of a ratio of 1: 5, 2: 4, 3: 3, 4: 2 and 5: 1. The dependent variable is measured assessment organoleptic properties include texture, aroma, color, viscosity, adhesion and preferences as well as the shelf life of scrubs bran. The collection of data by the method of observation that do leh 30 panelists and microbiological tests to determine the shelf life. Data were analyzed using ANOVA single with the help of SPSS program and followed by Duncan test. The result of this study is that there is the influence of the fruit peel extract ratio cocoa and lemon peel extract to scrub the organoleptic properties of rice bran. The best organoleptic test results scrubs bran at a ratio of 4: 2, 40% cacao fruit peel extract and 20% extract of lemon rind texture is quite rough with a score of 3.76. The resulting scent is quite sharp with a score of 3.63. The resulting brownish yellow color with a score of 3.66. Produced a rather thick consistency score of 3.53. Adhesion produced very closely with a score of 3.57. Scrub bran obtain preference level criteria love with a score of 3.63. Based on the results of microbiological tests scrubs bran has a shelf life of 4-6 weeks at a temperature of 200C and a shelf life of 2-3 weeks at a temperature of 280C. Keywords: scrubs rice bran, cocoa cod extract, lemon cod extract
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK RIMPANG KENCUR PADA TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK LULUR TRADISIONAL ARBARINI, ATIKH
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11507

Abstract

Abstrak: Ekstrak rimpang kencur dan tepung beras merupakan bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik lulur tradisional. Kosmetik lulur berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, mencerahkan kulit serta menghaluskan kulit dan mencegah penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui hasil jadi lulur tradisional yang dilihat dari aroma, warna, tekstur, dan daya lekat. (2) mengetahui hasil jadi lulur tradisional yang paling disukai dari sifat fisik kosmetik tradisional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan penambahan ekstrak rimpang kencur pada tepung beras dengan perbandingan (6g:50g), (4g:50g), dan (2g:50g). penelitian ini memiliki tiga variabel yaitu: (1) Variabel bebas yaitu jumlah penambahan ekstrak rimpang kencur. (2) Variabel terikat yaitu sifat fisik lulur tradisional yang dilihat dari aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan tingkat kesukaan panelis. (3) Variabel kontrol yaitu waktu proses pembuatan lulur tradisional, peralatan yang digunakan pada pembuatan lulur tradisional harus dalam keadaan bersih, baik dan tidak rusak, penggunaan tepung beras dengan komposisi yang sama rata 50g dan penambahan air 40 ml. Berdasarkan hasil uji anova tunggal, terdapat pengaruh penambahan ekstrak rimpang kencur pada tepung beras terhadap sifat fisik kosmetik lulur tradisional dilihat dari aroma, warna, tekstur, dan kesukaan panelis, namun tidak berpengaruh terhadap sifat fisik daya lekat. Hasil kosmetik lulur tradisional yang disukai oleh panelis terdapat pada X2 (4g : 50g) dengan kriteria beraroma kencur cukup tajam, berwarna kuning muda, tekstur cukup kasar, dan cukup lekat dikulit. Kata Kunci : Ekstrak Rimpang Kencur, Tepung Beras, Lulur Tradisional. Abstract: Rhizome extract kencur and rice flour the materials used to make traditional herbal cosmetic. Traditional scrubs cosmetics serves to remove dead skin cells , brighten the skin and smoothes the skin and prevent aging . This research aims to 1 ) know the results so traditional scrubs on the physical properties cosmetics are seen from the aroma , color , texture , and adhesion . 2 ) know the results so traditional srubs most preferred of the physical properties of traditional cosmetics . This study is an experimental research with the addition kencur rhizome extract on rice flour with comparison ( 6g:50g ) , ( 4g:50g ) , and ( 2g:50g ) . This study has three variables: (1) The independent variable is the number of additional rhizome extract kencur. (2) The dependent variable is the physical nature of traditional scrubs seen from the aroma , color , texture , adhesion , and the level of preference panel . (3) The Control variables that time the process of making traditional scrubs , equipment used in the manufacture of traditional scrubs must be clean , good and not damaged , use rice flour with the same average composition 50g and the addition of 40ml water. Based on the results of a single ANOVA test , there are significant additions rhizome extract kencur on rice flour to the physical properties of traditional scrubs cosmetics views of aroma , color , texture , and a panelist, But there is no effect on the physical properties of adhesion . The results of traditional scrubs cosmetics favored by the panelists found in X2 ( 4g : 50g ) the criteria scented sharp , bright yellow , the texture is quite rough ,and quite sticky skin. Keywords : Rhizome Extract Kencur, Rice Flour , Traditional Scrub .

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue