cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBM) PADA KOMPETENSI DASAR PEMANGKASAN RAMBUT DESAIN DI SMKN 3 KEDIRI SAKTI PRATIWI, EKA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11519

Abstract

Abstrak: Pembelajaran berdasarkan masalah melatih siswa dapat memecahkan masalah ketika melakukan praktik khususnya pada Kompetensi Dasar Pemangkasan Rambut Desain yang membutuhkan penyelidikan awal untuk menentukan desain pemangkasan yang diharapkan hasil belajar siswa dapat memenuhi KKM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tentang 1) keterlaksanaan sintaks model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) 2) aktivitas siswa selama proses belajar dengan PBM 3) hasil belajar siswa baik kognitif maupun psikomotorik setelah belajar dengan PBM 4) respon siswa selama proses belajar dengan PBM. Jenis penelitian ini adalah pre experimental design dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah siswa Tata Kecantikan Rambut kelas XI SMKN 3 Kediri yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji-t statistik dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan sintaks PBM pada aspek kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan akhir, pengelolaan pembelajaran dan pengamatan suasana kelas terlaksana dengan kriteria sangat baik 2) aktivitas siswa selama proses pembelajaran Pemangkasan Rambut Desain menggunakan PBM secara keseluruhan dapat dikategorikan sangat baik 3) hasil belajar siswa pre test kognitif dengan nilai rata-rata 62,90, sedangkan post test kognitif 86,27. Hasil belajar siswa pre test psikomotorik nilai rata-rata siswa 70,27 dan post test psikomotorik 85,80. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara hasil belajar siswa sebelum dan setelah menerapkan PBM 4) respon siswa dengan penerapan PBM rata-rata secara keseluruhan sebesar 92,2% dengan kriteria sangat kuat/sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan model pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) terhadap hasil belajar siswa Tata Kecantikan Rambut Kelas XI di SMKN 3 Kediri. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pemangkasan Rambut Desain Abstract: Learning by problem can train students to solve problems when doing practice especially for Basic Competence Hair Trimming Design initial investigation to determine the design trimming is expected outcomes of student learning can meet the KKM. The purpose of this study was to determine 1) enforceability Problem Based Instruction (PBM) syntax 2) Activity of students during the learning process with PBM 3) students learning outcomes both cognitive and psychomotor after studying with PBM 4) student response during the learning process with PBM. This research is a pre experimental design with one-group pretest-posttest design study. The subjects were students Hairstyling Class XI of SMKN 3 Kediri by the number of 30 students. Data collection technique using observation, tests and questionnaires. Data were analyzed using t-test statistics and percentages. The results showed that 1) enforceability syntax PBM in the preliminary aspect, core, anding the management of learning and observation of classroom atmosphere with the criteria very well done 2) Activity of students during the learning process Hair Trimming Design use PBM as a whole can be categorized as very well 3) the results of pretest students cognitive learning with an average value of 62,90 while cognitive posttest students 86,27. Student learning outcomes psychomotor pretest average value of students 70,27 and posttest psychomotor 85,80. Statistics test result also showed that there were significant differences between student learning outcomes before and after applying the PBM 4) student response to the application of PBM overall average of 92,2% with a very strong criteria/very worthy. Based on the results of this study concluded that there is an increasing Problem Based Instruction (PBM) to the student learning outcomes Hairstyling Class XI of SMKN 3 Kediri. Keywords: Problem Based Instruction, Hair Trimming Design
BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA TATA RIAS DAN PROSESI UPACARA PERKAWINAN BALI AGUNG DI BALI DELIA WULANSARI, PT
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11520

Abstract

Abstrak: Bali mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara perkawinannya. Perkawinan di Bali dipengaruhi oleh sistem kasta, yaitu : Brahmana, Ksatrya, Waisya, dan Sudra. Sistem kasta ini menyebabkan ketidaksetaraan status sosial di masyarakat dan berdampak pada tata upacara dan tata rias pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna tata rias pengantin Bali Agung Putri, dan (2) mendeskripsikan prosesi upacara perkawinan Bali Agung dan maknanya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi yaitu cross check hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah : (1) bentuk, fungsi, dan makna tata rias pengantin Bali Agung Putri, yang terdiri dari tata rias wajah yaitu : hiasan dahi srinatha, alis melengkung, mata, hidung, dan bibir dirias dengan cantik. Penataan rambut dengan pusungan, hiasan rambut samping atau semi, serta asesoris sebagai ciri khas Bali Agung yaitu : petites, Gelung Agung dan Garuda mungkur, serta asesoris lainnya sebagai pelengkap. Tata busana mengenakan tapih, wastra perada, cerik perada, dan sabuk perada. Keseluruhan maknanya menandakan kedewasaan pengantin baik fisik maupun rohani, telah berani melepaskan diri dari orang tua, mempunyai hak dan kewajiban yang baru, dan ketika telah siap menjalankan kehidupan baru maka harus dapat lebih menata dirinya, dan (2) bentuk, fungsi, dan makna prosesi upacara yaitu : (a) lamaran /marerasan, (b) pengambilan dan mekalan-kalan, (c) mesakapan, (d) resepsi, setiap tahapan upacara memiliki makna khusus yang secara keseluruhan lebih menekankan pada bagaimana cara pengantin menjalankan rumah tangga yang baik yang berlandaskan ajaran Dharma atau kebaikan. Kata kunci : Tata Rias pengantin Bali Agung putri, Makna, Prosesi, Perkawinan. Abstract: Bali has its own tradition in wedding ceremonial procession. In Bali, wedding affected by caste system, they are: Brahmana, Ksatrya, Waisya, and Sudra. This caste system leads social status is unequal and affecting on ceremonial procession and wedding make up. This research aimed to: (1) describe configuration, function, and meaning of Bali Agung Putri wedding make up, and (2) describe ceremonial procession of Bali Agung wedding and it meant. Type of this research is descriptive qualitative with data collection methods are interview, observation, and documentation. Process to obtaining data validity conducted by triangulation method that is cross checking the interview result, observation, and documentation. Result of this research are: (1) configuration, function, and meaning of Bali Agung Putri wedding make up which composed of face make up, that are: srinatha forehead ornament, curved eyebrows, eyes, nose, and lips make up beautifully. Hair styling with pusungan, side hair ornament or semi, and accessories as characteristic of Bali Agung, those are: petitis, gelung agung, and garuda mungkur, also many accessories as complement. The wedding bridal is using tapih, wastra perada, cerik perada, and perada belt. The whole meaning indicates bride maturity physically and spiritually, dare to be apart from the parent, have a new right and responsibility, and when already to take a new live then must be able to organize himself more. (2) Configuration, function, and meaning of ceremonial procession are: (a) propose / marerasan, (b) taking and mekalan-kalan, (c) mesakapan, (d) reception. Every stages of ceremonial has particular meaning in which totally is more emphasize on how the bride to undertake good home life according to the Dharma or goodness. Keywords : Bali Agung Putri wedding make up, meaning, procession, marriage
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MERIAS WAJAH PANGGUNG PADA SISWA TUNARUNGU di SMA LB-B KARYA MULIA SURABAYA PRAHARA CINTAMI, RINDY
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11522

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui keterlaksanaan sintaks pengelolaan model pembelajaran langsung pada materi keterampilan merias wajah panggung, 2) aktivitas siswa, 3) hasil belajar siswa, 4) respon siswa. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research dengan 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa keterampilan merias di SMA LB-B Karya Mulia Surabaya sejumlah 5 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, angket dan tes hasil belajar serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Keterlaksanaan sintaks pembelajaran langsung pada siklus I diperoleh rata-rata 3,47 (baik), sedangkan pada siklus II 3,87 (baik sekali). Aktivitas siswa mencapai rata-rata 81,25% pada siklus I, sedangkan pada siklus II seluruh aktivitas rata-rata mencapai 100% (sangat aktif). Hasil belajar siswa pada siklus I secara individu 3 siswa mendapatkan &le;75 dan klasikal bahwa 70,2% dinyatakan Tidak Tuntas, sedangkan pada siklus II secara individu seluruh siswa memperoleh nilai nilai &ge;75, secara klasikal sebesar 100% siswa dinyatakan Tuntas. Hasil respon siswa pada siklus I mencapai rata-rata 90% dan siklus II 93,3%(sangat positif). Berdasarkan hasil penelitian bahwa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II pada keterlaksanaan sintaks pembelajaran langsung meningkat 0,4, aktivitas siswa meningkat 19,74%, hasil belajar siswa meningkat 29,8%, respon siswa meningkat 3,3%. Kata Kunci: Keterlaksanaan Sintaks, Aktivitas, Respon dan Hasil Belajar Siswa. Abstract: This research aimed: 1) to know realization of syntax implementation of direct instruction model on subject of stage makeup skill, 2) student activity, 3) student learning achievement, 4) student response. Type of this research included in Classroom Action Research with two cycles. Research subject are student of makeup skills classroom in SMA LB-B Karya Mulia Surabaya as many 5 students. Data collected through observation, questionnaire, and learning test, also analyzed descriptively. Research yield shows that: realization of direct instruction syntax at cycle I obtained mean 3.47 (good), while at cycle II 3.87 (excellent). Student activity achieved mean 81.25% at cycle I, while at cycle II total activity achieved mean 100% (very active). Student learning achievement at cycle I individually of 3 students obtained <75 and classically 70.2% stated Uncompleted, while at cycle II individually of all students obtained score >75, and classically 100% student stated Completed. Student response yield at cycle I achieved mean 90% and cycle II 93.3% (very positive). Based on research yield, occurred improvement from cycle I to cycle II on realization of direct instruction syntax as 0.4 point, student activity improved 19.74%, student learning achievement improved 29.8%, student response improved 3.3%. Keywords: syntax realization, student activity, response and learning achievement.
KETERAMPILAN PENATAAN SANGGUL BAGIAN DEPAN (FRONT STYLE) YANG BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SMK NEGERI 2 BOYOLANGU TULUNGAGUNG PUSPITASARI, RISKA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11523

Abstract

Abstrak: Berdasarkan observasi awal dengan guru mata pelajaran penataan sanggul up style, masih banyak siswa yang kurang mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan/diaplikasikan pada situasi baru. Teknik yang digunakan dalam mengajar, guru biasaya menggunakan model pembelajaran langsung. Menurut keterangan yang diperoleh dari beberapa siswa bahwa mereka sering bosan dan jenuh dalam memperhatikan dan membaca penjelasan yang hanya menggunakan model itu saja. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperiment, dengan menggunakan rancangan penelitian One-Group Ptretest-Posttest Desaign. Data yang diperoleh adalah keterlaksanaan sintaks PBM, aktivitas siswa, hasil belajar dan respon siswa terhadap PBM. Berdasarkan hasil analisis data, keterlaksanaan sintaks pembelajaran dan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar menggunakan model PBM memperoleh rata-rata 3,77 dan 3,8 degan kriteria sangat baik, hasil belajar siswa menunjukkan terdapat pengaruh antara pretest dan posttest pada PBM yaitu dengan rata-rata pretest 61,96 sedangkan nilai rata-rata posttest 85,41. Hasil akhir yang diperoleh adalah terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah dilakukan PBM. Respon siswa terhadap model PBM memperoleh rata-rata sangat baik atau sangat antusias. Kata Kunci: PBM, front style, hasil belajar Abstract: Based on early observations with teachers of subjects up bun style Setup, there are many students who are less able to connect between what they learn with how the knowledge will be used/applied in new situation. echniques used in teaching, teachers typically use direct instructional model. According to information obtained from some students that they are often bored and tired of the attention and read the explanation that only use the model alone. This type of research is the study of Pre experiment, using a study design One-Group Ptretest-posttest Desaign.. The data obtained is the execute syntax PBM, student activities, learning outcomes and student response to the PBM. Based on the results of data analysis, feasibility study syntax and student activity during the learning process using a model PBM receives an average of 3.77 and 3.8 degan very good criteria, student learning outcomes showed that there were between pretest and posttest effect on PBM is the mean average pretest 61.96 while the average value of 85.41 posttest. The final result obtained is that there is an increase in learning outcomes before and after the PBM. Students' response to the model PBM receives an average of excellent or very enthusiastic. Keywords: PBM, front style, learning outcomes
KETERAMPILAN MERONCE MELATI MELALUI PELATIHAN DI SMK NEGERI 1 SOOKO MOJOKERTO YULIANA RAHAYU PUTRI, SISCA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n02.11705

Abstract

Abstrak: Pelatihan keterampilan meronce melati pengantin Solo Putri Modifikasi diberikan dikelas XI tata kecantikan rambut SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto untuk menambah keterampilan peserta dan digunakan untuk bekal kerja. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengelolaan pelatihan, 2) mengetahui aktivitas peserta, 3) hasil keterampilan meronce melati pengantin Solo Putri Modifikasi, 4) mengetahui respon peserta. Jenis penelitian adalah pre eksperimen, menggunakan desain penelitian Pre test and Post test Group. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Tata Kecantikan Rambut SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto yang berjumlah 30 peserta. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan tes kinerja dengan melibatkan 6 observer. Analisis data penelitian menggunakan uji-t dengan menggunakan bantuan program SPSS 22 dengan taraf signifikan 5% (probabilitas> 0,05). Pengelolaan pelatihan meronce melati pengantin Solo Putri Modifikasi mendapat rata-rata penilaian 3,8 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan meronce melati pengantin Solo Putri modifikasi mencapai 98% dengan kriteria sangat baik. Hasil pretest 1,67 dan posttest 3,4. Nilai statistik uji t sebesar 33.717, nilai probabilitas (0,000). Dapat disimpulkan bahwa nilai pretest dan posttest berbeda secara signifikan. Respon peserta menyatakan 100% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci : keterampilan, pengantin Solo Putri Modifikasi, dan meronce melati Abstract: Training skill of jasmine threading of Solo Putri wedding modification is given in class room XI Hair Styling in SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto to improve trainee skill and used as knowledge of working. The aims of this research are: 1) to know trainer activity, 2) to know trainee activity, 3) result skill of jasmine threading of Solo Putri wedding modification, 4) to know trainee response. Research type is pre-experiment, using research design Pre-test and Post-test Group. Subject of this research are student of classroom XI Hair Styling in SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto as many 30 trainee. Data collecting method used observation, questionnaire, and performance test by involving 6 observers. Research data analysis using t-test assisted with SPSS 22 program with significance 5% (probability >0.05). Management training of jasmine threading of Solo Putri wedding modification obtained mean 3.8 with criteria very good. The trainee activity of jasmine threading of Solo Putri wedding modification achieved 98% with criteria very good. Result of pre-test 1.67 and post-test 3.4. Statistic score of t-test is 33.717, probability (0.000). It can be concluded that the pretest and posttest differ significantly. Trainee response stated 100% with criteria very good. Keywords: skill, Solo Putri wedding modification, and jasmine threading
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PENATAAN SANGGUL SIMPOLONG TATTONG PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PENATAAN SANGGUL DAERAH BAGI SISWA TATA KECANTIKAN RAMBUT DORA M D, SEPTIANA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n03.12485

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan modul ajar penataan sanggul simpolong tattong pada kompetensi dasar penataan sanggul daerah yang dikembangkan, keterlaksanaan pembelajaran langsung menggunakan modul, hasil belajar siswa setelah menggunakan modul, dan respon siswa terhadap modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dengan sasaran penelitian yaitu pengembangan modul dengan model pembelajaran langsung untuk SMK kelas XI semester 4, dan sasaran uji coba adalah siswa SMK Negeri 2, Magetan rumpun Tata Kecantikan sejumlah 20 siswa.Pengembangan modul ini divalidasi oleh 3 validator ahli yang terdiri dari 2 dosen tata rias dan 1 guru bidang studi tata kecantikan SMK. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi perangkat yang dikembangkan, modul ajar, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan perhitungan presentase dan kemudian diartikan dengan kriteria interpretasi secara kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa: 1) umtukvalidasi modul rata-rata mendapat skor (86,61%) dengan kategori sangat baikmeliputiaspekkarakteristik, isi, bahasa, ilustrasi, format, perwajahan atau cover, dan tata krama; 2) hasilketerlaksanaanmodulpadakompetensidasarmelakukanpenataanSanggulSimpolongTattongdenganmenggunakanmodul ajar yang dikembangkanmemperolehskor (97%);3)hasil belajar kognitif siswa sejumlah (100%) siswa tuntas dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata97,45. Untuk hasil belajar psikomotor siswa sejumlah (100%) siswa tuntas dengan nilai rata-rata 86; 4) respon siswa terhadap modul ajar yang dikembangkan88,54% merespon positif terhadap modul yang telah dikembangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul ajar penataan sanggul simpolong tattong pada kompetensi dasar melakukan penataan sanggul daerah bagi siswa tata kecantikan rambutlayak untuk dikembangkan. Kata kunci : Pengembangan Modul Ajar, Penataan Sanggul Simpolong tattong, Model Pembelajaran Langsung, Model Pengembangan 4-D Abstract: The purpose of this study was to determine the feasibility of structuring bun simpolong teaching module on basic competence arrangement tattong bun developed area, keterlaksanaan direct instruction using the module, student learning outcomes after using the modules, and students' response to modules developed. This research is the development of the use of 4-D models developed by Thiagarajan, with the goal of research is the development of modules with direct instructional model for vocational classes XI 4th ??semester, and target testing are students of SMK Negeri 2, Magetan clumps Tata Beauty amount of 20 students , The development of this module is validated by 3 validator experts consisting of two lecturers cosmetology and first teachers of SMK beauty procedures. The instrument used was a device developed validation sheets, the module teaching, observation sheets keterlaksanaan learning, achievement test and student questionnaire responses. Data analysis using percentage calculation and then interpreted with qualitative interpretation criteria. The results showed that: 1) validation module umtuk average scored (86.61%) with a very good category include aspects of the characteristics, content, language, illustrations, format, typographical arrangement or cover, and manners; 2) results of feasibility modules on the basis of competence to the arrangement of the bun Simpolong Tattong by using a teaching module that was developed to obtain a score (97%); 3) the results of students' cognitive learning a number of (100%) students completed the study with an average value of 97.45. For some students psychomotor learning outcomes (100%) students completed with an average value of 86; 4) theresponse of students to the teaching modules developed by 88.54% responded positively to the modules that have been developed. It can be concluded that the teaching module arrangement simpolong tattong bun on the basis of competence to the arrangement of the area for students bun hairstyling to develop. Keywords: Development of The Teaching Module, Making Simpolong TattongofBun, DirectLearning Model, 4-D Model Development
PELATIHAN MERIAS WAJAH PESTA BAGI IBU-IBU PKK DI DUSUN KETIDUR MOJOKERTO DWI VN, KARTIKA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n03.12487

Abstract

Abstrak: Tata rias merupakan ilmu yang mempelajari tentang seni mempercantik diri sendiri maupun orang lain dengan menggunakan kosmetik. Tujuannya adalah untuk menutupi atau menyamarkan bagian-bagian wajah yang kurang sempurna dengan bayangan gelap serta untuk menonjolkan bagian-bagian yang sempurna dengan mengunakan warna terang. Berpenampilan menarik merupakan keinginan setiap orang, suatu penampilan meliputi kesehatan keseluruhan yaitu keadaan jasmani, cara berpakaian, cara merawat dan merias diri dari ujung rambut sampai ujung kaki dan kecantikan batin. Penelitian ini bertujuan:1) Untuk mengetahui pengelolaan pelatihan merias wajah pesta pada ibu-ibu PKK warga Dusun Ketidur Mojokerto, 2) Untuk mengetahui aktivitas peserta pada pelatihan tata rias wajah pesta pada ibu-ibu PKK warga Dusun Ketidur Mojokerto, 3) Untuk mengetahui hasil merias wajah pesta pada ibu-ibu PKK warga Dusun Ketidur Mojokerto, 4) Untuk mengetahui respon ibu-ibu PKK warga Dusun Ketidur Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan metode desain eksperiment semu dengan jenis pendekatan one shot case study, yaitu mengambil data utama dari hasil post test, sedangkan data sekunder diambil dari dokumentasi foto dan angket. Hasil penelitian adalah: (1) Keterlaksanaan pengelolaan pelatihan mendapatkan skor 3,4 dan dikategorikan sangat baik. (2) Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan skor 3 dan dikategorikan baik. (3) Hasil merias wajah pesta mendapatkan skor 7,63 dan dikategorikan baik. (4) respon peserta pelatihan mendapatkan skor 100% dan dikategorikan sangat baik. Kata kunci : tata rias wajah pesta, keterlaksanaan, aktivitas, hasil, respon Abstract: Cosmetology is a science studied about the art of beautifying our self of other people by using cosmetic. The purpose is to cover up or camouflage face areas where the perfect yet using dark shadow and accentuate the perfect areas using bright color. Has an attractive appearance is everyone wishes, appearance including total healthy that are physical condition, dress manner, how to treatment and self makeup from top to toe, and inner beauty. This research aimed to describe: 1) management of training for members of PKK resident of Dusun Ketidur Mojokerto, 2) to know the trainee activity along training of party makeup for members of PKK resident of Dusun Ketidur Mojokerto, 3) to know the result of party makeup on members of PKK Dusun Ketidur Mojokerto, 4) to know the response members of PKK Dusun Ketidur Mojokerto. Type of this research is quasi-experimental by using method of One Shot Case Study, which is obtained primary data from post test result, while secondary data obtained from documentation and questionnaire. Research yields are: 1) the realization of training management obtained score 3.4 and categorized excellent. 2) Trainee activity obtained score 3 and categorized good. 3) Result of face makeup obtained score 7.63 and categorized good. 4) Trainee response obtained score 100% and categorized excellent. Keywords: party makeup, realization, activity, result, response
PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID DALAM TUTORIAL TATA RIAS KOREKSI MATA SIPIT SEPTARIA PRIBADI, IRENE
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n03.12488

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi berbasis Android dalam tutorial tata rias koreksi mata sipit yang layak untuk digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian research and development (R&D), yang terdiri dari 8 tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk dan produk. Membuat Aplikasi berbasis Android dalam Tutorial Tata Rias Koreksi mata sipit dilakukan dengan cara mengolah data pada power point(.ppt), kemudian dijadikan .apk dengan menggunakan program i-Spring, Andaired dan Air-SDk. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil validasi kelayakan aplikasi oleh 2 dosen ahli multimedia Unesa adalah 89,5%, hasil validasi kelayakan media oleh 3 dosen ahli tata rias Unesa adalah 88,7%. Dari hasil penelitian respon yaitu mahasiswa S1 Pendidikan tata rias Unesa angkatan 2014 mendapat nilai rata-rata sebesar 83,1%, sehingga dari hasil analisis yang didapatkan dari pengembangan aplikasi berbasis Android dalam tutorial tata rias koreksi mata sipit layak untuk digunakan dengan kategori baik atau sangat baik Kata kunci: Aplikasi Berbasis Android, Tata Rias Koreksi Mata Sipit Abstract: This study aims to produce applications based on Android mobile phone of the decent makeup tutorial correction slanted eyes. This research was conducted by using a research model of research and development (R & D), which consists of 8 stages, namely potential and problems, data collection, product design, validation design, design revision, product testing, product revision and product. To make application of slanted eye makeup correction tutorial based on android mobile phone process data in powerpoint, then covert powerpoint data (.ppt) to apk using program program i-Spring, Andaired andAir-SDk. The results showed the average value of the results of the feasibility validation of applications by two expert lecturers multimedia Unesa was 89.5%, the results of the feasibility validation by three expert lecturers makeup Unesa was 88.7%. the feasibility responce student S1 Cosmetology Education of Surabaya 2014 scored an average of 83.1%, resulting from the analysis results obtained from the development Application Of slanted eye makeup correction tutorial based on Android mobile phone. Application based on Android mobile phone for slanted eye makeup correction feasible to be used with good or excellent category. Keywords: Applications Based On Android Mobile Phone, Makeup Correction slanted eyes.
PERBANDINGAN PEMBUATAN EFEK LUKA BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN DASAR GELATIN CRYSTAL GEL DAN WAX PADA RIAS KARAKTER SEPTIANINGTYAS, AHADYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n03.12489

Abstract

Abstrak: Tata rias karakter cenderung bersifat dekoratif dan medianya tidak terbatas pada area wajah, tetapi mencakup keseluruhan tampilan. Tata rias efek luka merupakan tata rias yang membentuk luka yang umumnya menggunakan bahan kosmetik wax. Gelatin crystal gel adalah suatu bahan yang dapat digunakan sebagai pembuatan efek luka bakar karena sebagian sifatnya terdapat kesamaan dengan wax yaitu dapat berubah secara reversible dari bentuk gel, membengkak atau mengembang dalam air dan mengeras jika dibiarkan dalam suhu ruangan. Untuk itu gelatin crystal gel dan wax bisa digunakan untuk membuat efek luka bakar pada rias karakter. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perbandingan hasil pembuatan efek luka bakar antara bahan kosmetik gelatin crystal gel dengan wax pada pembuatan efek luka bakar; 2) untuk mengetahui perbandingan respon terhadap hasil efek luka bakar antara bahan kosmetik gelatin crystal gel dengan wax. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Variable bebas, yaitu penggunaan bahan kosmetik gelatin crystal gel dan wax . Variable terikat, yaitu 1) hasil penerapan pembuatan efek luka bakar antara bahan kosmetik gelatin crystal gel dengan wak-lilin dilihat dari proses pengaplikasian, kesesuaian dengan objek, efek penggunaan, efisiensi waktu pengerjaan, tingkat ketertarikan observer, dan 2)Respon terhadap hasil efek luka bakar yang meliputi warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, daya lekat, kesesuaian dengan desain luka bakar, dan kilau hasil riasan. Variabel kontrol yaitu model,perias, waktu pengerjaan dan teknik pengerjaan . Uji perbandingan hasil penerapan antara gelatin crystal gel dan wax pada pembuatan efek luka bakar, dan respon terhadap hasil efek luka bakar dianalisis dengan menggunakan T-test independent dengan program SPSS. Hasil uji statistik T-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pembuatan efek luka bakar antara menggunakan gelatin crystal gel dan wax. Derajat kebebasan sebesar 0,05dan signifikannya sebesar 0,000 taraf nyata yang digunakan adalah 0,05 (5%), maka HO ditolak. Kata kunci : tata rias karakter, gelatin crystal gel, dan wax Abstract: Character makeup tends to be decoratively and its media is not limited on face area, but including whole of body. The injury effect makeup is an effort to make artificial wound that generally using wax cosmetics gelatin crystal gel is material which can be used to make burn effect because its partial properties is similar with wax, that is able to change reversible from gel phage, swells or expands in the water and solidify in room temperature. Therefore gelatins crystal gel and wax both can be used to make burn effect on character makeup. The aims of this research are: 1) to know the comparison result of burn effect between cosmetic gelatin crystal gel and wax on the making of burn effect; 2) to know the comparison of response toward the result of burn effect between cosmetic gelatin crystal gel and wax. This research is experimental research with independent variable is the use of cosmetics material gelatin crystal gel and wax. Dependent variables are 1) the application result of making burn effect between cosmetic gelatin crystal gel and wax viewed from application process, similarity with the object, the use effect, working time efficiency, the interest of observers, and 2) response toward result of burn effect including color, elasticity, texture, durability, adhesiveness, similarity with burn, and shiny of makeup result. Control variables are model, beautician, working time and treatment technique. The comparison test result of burn effect between gelatin crystal gel and wax on the making of burn effect, and response toward result of burn effect analyzed using independent t-test with SPSS program. Result of t-test statistic shows that there are difference result of making burn effect between using gelatin crystal gel and wax. Degree of freedom is 0.05 and significance 0.000, evidence level used is 0.05(5%), then Ho rejected. Keywords: character makeup, gelatin crystal gel, and wax
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL TEKNIK MASSAGE PADA PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT (CREAMBATH) BERBASIS ANDROID MOBILE PHONE NURMAWATI, YESIE
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n03.12490

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil pengembangan video tutorial teknik massage pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) berbasis android mobile phone, mengetahui hasil hasil uji coba pengguna dan mengetahui respon pengguna menggunakan video tutorial teknik massage pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) berbasis android mobile phone. Metode penelitian ini menggunakan Research and Develoapment (R&D). Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar penelaah media, uji coba dan angket respon yang di berikan kepada 10 pengguna Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengembangan video tutorial teknik massage pada perawatan kulit kepala dan rambut (creambath) berbasis android mobile phone yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan mendapatakn skor rata-rata 4,8. Hasil uji coba dinyatakan sangat baik dan mendapatkan skor rata-rata 4,53. Respon pengguna dinyatakan baik dan mendapatkan skor rata-rata 4,44. Kata kunci: Video Tutorial, Teknik Massage, Android. . Abstract: The aims of this research are to know the result of tutorial video development of massage techniques on the scalp and hair care (creambath) based on android mobile phone, knowing the test result of users and knowing users response to tutorial video development of massage techniques on the scalp and hair care (creambath) based on android mobile phone. This research method is Research and Development (R&D). Data were collected by using reviewer sheet media, test results and questionnaire responses, given to 10 users. The results show that format for development of tutorial video of massage techniques on the scalp and hair care (creambath) based on android mobile phone revealed to be very feasible, and got an average score 4.8. The test results of users is excellent, in terms of learning outcomes test sheet result data obtained an average score for 4.53. Users response expressed good in terms of sheet questionnaire responses obtained an average score for 4.44. Keywords: Video Tutorial, Technique Massage, Android

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue