cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
PERSEPSI SISWA SMKN 6 SURABAYA TERHADAP PROFESI TERAPIS SpA YUNITA, RITA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10321

Abstract

Abstrak: SpA (soluse per aqua) adalah perawatan kesehatan menggunakan sarana air. Perawatan SpA dilakukan oleh spa terapis. SpA terapis adalah seseorang yang telah memiliki kompetensi pada tingkat kualifikasi tertentu sesuai kategori pelayanan SpA, dan mempunyai kewenangan untuk menjalankan profesinya. Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan melampirkan pesan. Tenaga terapis SpA sangat dibutuhkan oleh industri SpA juga bisa menjadi indikasi bahwa profesi ini mempunyai masa depan yang cukup cerah. Hampir 80% lulusan SMKN 6 Surabaya tersalur keperusahaan yang sesuai dengan keahlian siswa.Karena pada dasarnya siswa SMK memiliki ketrampilan kemampuan untuk siap kerja. Untuk itu penulis ingin mengetahui persepsi siswa terhadap terapis SpA, serta pilihan siswa yang memilih akan menjadi terapis SpA setelah lulus. Penelitian ini dilakukan penelitian deskriptif yang dilakukan melalui pengumpulan data dari lapangan yang didapat melalui penyebaran angket tertutup pada responden. Subyek penelitian didalam penelitian ini adalah tentang profesi terapis SpA. Sedangkan obyek dari penelitian ini adalah siswa SMKN 6 Surabaya, Jumlah keseluruhan responden yang diteliti berjumlah ±67 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif presentase.Berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut : Profesi terapis SpA adalah profesi yang baik sesuai dengan kodrat ketentuan wanita tidak melanggar norma yang ada karena terapis SpA pada hakekatnya telah bersertifikasi dan teruji kompetensi sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) menurut kementrian pendidikan nasional indonesia. Siswa SMKN 6 Surabaya terutama jurusan kecantikan kulit setelah lulus lebih tertarik menjadi seorang tenaga terapis SpA karena ditinjau dari sisi gaji pendapatan yang cukup menjanjikan. Kata kunci: Persepsi, Profesi, terapis SpA Abstract: SpA (Soluse per Aqua) is a health treatment by using medium of water. SpA treatment is performed by therapist. SpA therapist is person who has competence in certain qualification as SpA services category, and has authority to perform their profession. Perception is the experience of object, occurrence or relations obtained by concludes information and enclosing message. SpA therapist is required much by SpA industry, it become indication that this profession has bright future. Almost 80% alumnus of SMKN 6 Surabaya worked at company corresponding to their competence.Basically, student of Vocational School have skill of working. Therefore researcher wants to know student perception toward SpA therapist profession, and student choice who will become SpA therapist after graduate.This research is descriptive research that conducted through data collection in field which obtained by spreading Closed Questionnaire for respondents. Research subject in this research was about SpA therapist profession, while the objects of this research were student of SMKN 6 Surabaya. Total respondents observed were 67 respondents. Data analysis technique used in this research was percentage descriptive analysis.Based on the obtained data results the following: SpA therapist profession is a good profession according to women nature that not violate existing norms, because SpA therapist essentially has certified and tested their competence according to KKNI and SKKNI according to National Education Ministry of Indonesia. Students of SMKN 6 Surabaya, especially Skin Beautician Department, are interest to become SpA therapist after graduate because the salary is high. Keywords: perception, profession, SpA therapist
PENGUASAAN KEMAMPUAN MERAWAT KULIT WAJAH BERJERAWAT MELALUI PELATIHAN DENGAN JOB SHEET PADA SISWI SMA MUHAMMADIYAH 1 BLITAR LESTARINING TITI, SURTI
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10322

Abstract

Abstrak: Pelatihan adalah pendidikan yang menambah pengetahuan dan keterampilan yang belum diperoleh di dalam pendidikan formal. Pelatihan dilakukan dengan waktu yang relatif singkat dan sistematis serta lebih mengutamakan praktek daripada teori. Salah satu institusi pendid ikan adalah SMA Muhammadiyah 1 Blitar, dimana siswinya adalah remaja dengan banyak permasalahan tentang keadaan kulit wajah. Sekolah tersebut belum pernah mengadakan pelatihan keterampilan merawat kulit wajah. Keterampilan yang akan dilatih adalah keterampilan merawat kulit wajah berjerawat dengan menggunakan job sheet sebagai perangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) pengelolaan pelatihan, 2)aktivitas peseta, 3) hasil merawat kulit wajah berjerawat, 4) respon peserta. Jenis penelitian adalah pre eksperimen dan menggunakan desain penelitian one shot case study. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket terhadap 30 peserta pelatihan yang diamati oleh 3 observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pengelolaan pelatihan merawat kulit wajah berjerawat dapat berjalan dengan baik dengan perolehan nilai rata- rata 3,76 (baik sekali). (2) Aktifitas peserta pelatihan merawat kulit wajah berjerawat mendapat kategori sangat baik dengan persentase 92,78% (3) Hasil pelatihan merawat kulit wajah berjerawat memperoleh kriteria baik sebanyak 77% dan baik sekali sebanyak 23% untuk nilai pengetahuan, dan memperoleh kriteria baik sekali sebanyak 100% untuk nilai praktek. (4) Respon peserta terhadap pelatihan merawat kulit wajah berjerawat tergolong sangat baik dengan mendapatkan rata- rata persentase mencapai 94,76%. Kata kunci :Pelatihan, Merawat Kulit Wajah Berjerawat, Job Sheet. The Mastering Skill Of Acne Face Skin Treatment Through Training With Job Sheet On Student Of SMA Muhammadiyah 1 Blitar Abstract: Training is an education which increasing knowledge and skill that obtained yet in formal education. Training is conducted in relatively short time and systematic also prior the practices than theory. One of education institution is SMA Muhammadiyah 1 Blitar, where the students are teenager with many problems about skin face. Mentioned school was never conducted yet training skill of skin face treatment. Skill will be trained is about acne skin face treatment by using job sheet as instrument. The aims of this research were to know: 1) training management, 2) trainee activity, 3) result of acne skin face treatment, 4) trainee response. Research type was pre-experimental and using design One Shot Case Study. Data collecting method used were observation and questionnaire for 30 trainees which observed by 3 observers. Data analysis technique used was descriptive quantitative. Based on research result, obtained conclusion that: (1) management of acne skin face treatment training was well conducted with mean 3.76 (very good). (2) Trainee activity of acne skin face training obtained very good category with percentage 92.78%. (3) Result of acne skin face training obtained good criteria as much as 77% and very good criteria 23% for cognitive score, and obtained very good criteria as much as 100% for psychomotor score.(4) Trainee response on training of acne skin face treatment categorized very good with mean percentage achieved 94.76%. Keywords: Training, acne face skin treatment, job sheet
PENGARUH PROPORSI PATI BENGKUANG DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP SIFAT FISIK DAN JUMLAH MIKROBA BEDAK DINGIN INKA KHARISMA DIANZY, RATU
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10323

Abstract

Abstrak: Bedak dingin adalah bedak yang terdiri dari campuran pati dan bahan pengharum, berfungsi mendinginkan kulit akibat paparan sinar matahari. Sediaan bedak dingin digunakan secara turun temurun hingga saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui pengaruh proporsi pati bengkuang dan tepung kacang hijau terhadap sifat fisik bedak dingin yang meliputi aroma, warna, tekstur, homogenitas, dan daya lekat. 2) untuk mengetahui jumlah mikroba bedak dingin. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain satu faktor, variabel bebas yaitu pati bengkuang dan tepung kacang hijau dengan proporsi berbeda (2:7), (7:2), (1:1). Variabel terikat adalah sifat fisik bedak dingin. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji organoleptik yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dengan bantuan program SPSS menggunakan uji anava tunggal, dan uji lanjut Duncan.Uji mikroba menggunakan uji angka lempeng total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proprosi pati bengkuang dan tepung kacang hijau berpengaruh terhadap sifat fisik bedak dingin meliputi warna, tekstur, homogenitas, dan daya lekat, namun tidak berpengaruh terhadap aroma. Produk X1 (1:1) lebih berwarna kuning daripada X2 dan X3. Produk X3 lebih halus daripada produk X1 dan X2. Produk X3 lebih homogen daripada produk X1 dan X2. Produk X3 lebih lekat daripada produk X1 dan X2. Sedangkan aroma ketiga produk adalah sama. Hasil uji mikroba menunjukkan pada hari ke-0 sampai dengan hari ke-3 berturut-turut produk X3 sejumlah 1,6x10 koloni; 2,0x10 koloni; 2,3x10 koloni. Hal tersebut masih dalam kategori aman karena masih di bawah jumlah standar maksimum mikroba (105). Kata kunci : bedak dingin; pati bengkuang; tepung kacang hijau Abstract: Cold powder is the powder which consist of a mixture of starch and deodorizers, it serves to cool the skin caused by sunlight. The cold powder used hereditary until now. The purpose of research such as : 1) to know proportion effect of starch yam bean and mung bean flour against the physical properties of cold powder made from rice flour, 2) to know the amount of microbe on cold powder. The research is experimental research with one factorial design,independent variable is a mixture of yam bean starch and mung bean flour with different proportions (2:7), (1:1), (7:2). The collection of data through observation method using organoleptic physical properties by 30 observers. Physical properties test were analyzed with the SPSS program using One Way Anova and Duncan advanced test. The microbial test using ALT. The result of research is showing proportion effect of yam bean starch and mung bean flour against physical properties to color criteria, texture criteria, homogeneity criteria, and skin adhesion criteria. But not showing proportion effection to smell criteria. The color criteria showing that X1 (1:1) product is more yellow than X2 (2:7) and X3 (7:2) product. The texture criteria showing that X3 product is more smooth than X1 and X2 product. The homogenity criteria showing that X3product is more homogen than X1and X2 product. The skin adhesive criteria showing that X3 product is more adhesive than X1and X2 product. The ALT test result from day zero to day three in room temperature for X3 product is 1,6x10 colony;2,0x10 colony; 2,3x10 colony. Therefore its products is safe, because under standart of maximum quantity of microbial (105). Keywords : Cold powder; yam bean starch; mung bean flour
PENGARUH TINGKAT KOMPOSISI BUBUK BIJI PEPAYA DAN BUBUK KULIT MANGGIS TERHADAP HASIL PEWARNAAN RAMBUT BERUBAN RIZEKI, CHOIRUL
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10324

Abstract

Abstrak: Pewarnaan rambut beruban, merupakan tindakan mengubah warna rambut untuk menutupi rambut putih atau uban, sesuai dengan warna yang diinginkan. Pewarnaan rambut dapat menggunakan bahan alami atau nabati, diantaranya dari biji-bijian dan kulit buah. Biji pepaya mengandung glucoside cacarindan karpain yang menghasilkan zat warna hitam, sedangkan kulit manggis mengandung tanin yang menghasilkan zat warna kuning. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bubuk biji pepaya dan kulit manggis terhadap kilau rambut, kerataan warna, ketajaman warna dan kesukaan panelis dan mengetahui hasil warna terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen dan mempunyai 3 variabel yaitu : (1) Variabel bebas, adalah komposisi bubuk biji pepaya dan bubuk kulit manggis komposisi yang digunakan adalah X1 (3:5), X2 (4:4), X3 (5:3), X4 (6:2), X5 (7:1). (2) Variabel terikat dalam penelitian adalah hasil pewarnaan rambut beruban (putih) yang dilihat dari segi fisik seperti kilau, kerataan, ketajaman warna dan kesukaan panelis. (3) Variabel kontrol, rambut uban/putih hasil bleaching sampai level 9, dengan panjang 10cm, baking soda untuk penguat warna. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui lima orang pengamat ahli(dosen tata rias). Ada 20 sampel yang harus diobservasi. Sampel tersebuat berasal dari masing-masing komposisi yang dibuat empat kali. Analisis datanya menggunakan uji anava tunggal. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh komposisi bubuk biji pepaya dan bubuk kulit terhadap hasil pewarnaan rambut beruban. Komposisi X5 terdiri dari 7gr bubuk biji pepaya : 1 gr bubuk kulit manggis, mendapatkan hasil terbaik untuk kilau dan keratan warna. Komposisi X4 terdiri dari 6gr bubuk biji pepaya : 2gr bubuk kulit manggis, mendapatkan hasil terbaik untuk ketajaman warna dan kesukaan panelis. Komposisi X4 merupakan hasil yang sesuai dengan dikehendaki dalam penelitian ini yaitu hitam kecoklatan. Kata kunci: komposisi bubuk biji pepaya dan bubuk kulit manggis, hasil pewarnaan rambut beruban Abstract: Grizzled hair Coloration is action alters hair colour to close over white hair or grizzle, in accordance with desired colour. Hair Coloration can use materials experiences of or vegetation, for example from cereal and fruit skin. Papaw Seed contains glucoside cacarindan karpain that produce black colour substance, whereas mangosteen skin contains tanin that produce yellow colour substance. Research Target is to know influence of seed powder composition papaw and mangosteen skin to hair glint, colour horizone, colour durability and panelist hobby and know best colour result. Research Type is experiment and have 3 variables that is : (1) Free Variable, is composition of papaw seed powder and powder of composition mangosteen skin that used [by] are X1 (3:5), X2 (4:4), X3 (5:3), X4 (6:2), X5 (7:1). (2) Variable is bound in research is grizzled result of hair coloration (white) that seen from physical facet like glint, horizone, colour durability and panelist hobby. (3) Control Variable, grizzle hair/white result bleaching till level 9, with length 10cm, baking soda for colour lasing. Data collecting used observation method pass by five people of expert observer(lecturer arranges rias). There are 20 sampels that must diobservasi. Sampel tersebuat indigenous to each composition that made four times. Its data Analysis uses test single anava. Research Result shows there is influence of seed powder composition papaw and skin powder to grizzled result of hair coloration. Composition X5 consist of 7gr powder of papaw seed : 1 gr powder of mangosteen skin, get best result for glint and colour counterfoil. Composition X4 consist of 6gr powder of papaw seed : 2gr powder of mangosteen skin, get best result for colour durability and panelist hobby. Composition X4 is result matching with desired in this research that is black kecoklatan. Keyword: composition of papaw seed powder and powder of mangosteen skin, grizzled result of hair coloration.
PENGARUH PENGGUNAAN SHADING DAN SUDUT PENGABILAN GAMBAR TERHADAP FOTO HITAM PUTIH PADA BENTUK WAJAH PERSEGI KHOLIFAH,
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10325

Abstract

Abstrak: Shading merupakan teknik tata rias wajah korektif, warna gelap akan kelihatan menyempit atau kurang menonjol. Aplikasi shading ada dua yaitu: shading dalam menggunakan foundation dan shading luar menggunakan blush on. Untuk menciptakan tata rias wajah korektif yang baik dan untuk mengetahui penggunaan shading dan sudut pengambilan gambar yang lebih baik maka diperlukan tata rias wajah foto hitam putih karena foto hitam putih mempermudah menganalisa gelap dan terang dalam sebuah foto atau riasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan shading dan sudutpengambilan gambarterhadap hasil foto hitam putih pada bentuk wajah persegi, Jenis penelitian ini adalah eksperiment. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Data hasil penelitian yang diperoleh meliputi penggunaan shading dan sudut pengambilan gambar terhadap hasil foto hitam putih pada bentuk wajah persegi. Pada aspek kejelasan shading tampilan yang mempunyai nilai tertinggi adalah kejelasan shading pada bagian rahang pada bentuk wajah persegi yaitu 3,6 pada penggunaan shading dalam dan sudut pengambilan gambar 0o. untuk kejelasan shading pada bagian hidung dengan nilai tertinggi 3,76 pada penggunaan shading dalam dan sudut pengambilan gambarl 0o. untuk kejelasan shading pada bagian tulang pipi dengan nilai tertinggi 3,64 pada penggunaan shading dalam dan sudut pengambilan foto sudut 0o. untuk kejelasan shading pada bagian pelipis dengan nilai tertinggi 3,28 pada penggunaan shading dalam dan sudut pengambilan gambar 0o. kejelasan makeup pada hasil foto hitam putih dengan nilai tertinggi 3,76 pada penggunaan shading dalam dan sudut pengambilan gambar 0o. tingkat kesukaan dengan nilai tertinggi 3,80 pada penggunaan shading dalam sudut pengambilan foto horizontal 0o. Kata kunci : teknik aplikasi shading, foto hitam putih, sudut pengambilan gambar, koreksi bentuk wajah persegi The Effect Of Using Shading And Shooting Angle Toward The Outcome Of Black And White Picture On Square Face Abstract: Shading is a corrective make up technique. The dark color will be seen narrow or less stand out. There are two shading applications: inner shading by using foundation and outer shading by using blush on. To create good corrective makeup and to know the use of better shading and shooting angle, then required makeup of black and white picture because it ease to analyze the dark and bright in a picture or makeup. The aim of this research was to know the effect of using shading and shooting angle toward the outcome of black and white picture on square face. Type of this research was experimental. Data collecting method used was observation. The highest performance is shading clarity at jaw area on square face that was 3.6 on the use of inner shading and shooting angle 00. For shading clarity at nose area, the highest score was 3.76 on the use of inner shading and shooting angle 0o. For shading clarity at cheekbone area, the highest score was 3.64 on the use of inner shading and shooting angle 00. For shading clarity at temple area, the highest score was 3.28 on the use of inner shading and shooting angle 00. Makeup clarity on the outcome of black and white picture with highest score was 3.76 on the use of inner shading and shooting angle 00. The highest preference level was 3.90 on the use of inner shading with shooting angle horizontal 00. Keywords: shading application technique, black and white picture, shooting angle, square face correction.
PEMANFAATAN LIMBAH RAMBUT SEBAGAI AKSESORIS HAIR PIECE UNTUK PENATAAN SANGGUL MODERN LEONI PUTRI, VIKA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10327

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) keserasian hasil jadi bentuk aksesoris hair piece pada penataan sanggul modern dan (2) hasil jadi aksesoris hair piece pada penataan sanggul modern yang terbaik ditinjau dari aspek keserasian bahan, bentuk, ukuran dan warna. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian sebanyak oleh 30 observer. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa keserasian hasil jadi bentuk aksesoris hair piece pada bentuk penataan sanggul modern mendapatkan kategori penilaian sangat baik, yaitu: (1) (a.) keserasian bahan adalah aksesoris hair piece daun pada penataan sanggul top style (b.) keserasian bentuk aksesoris hair piece bunga pada penataan sanggul asimetris (c.) keserasian ukuran aksesoris hair piece kipas pada penataan sanggul simetris (d.) keserasian warna aksesoris hair piece daun pada penataan sanggul top style. (2) Keserasian hasil jadi aksesoris hair piece daun pada penataan sanggul top style dengan kategori sangat baik. Kata kunci: aksesoris hair piece dan penataan sanggul modern Abstract: The Aim of this research were to know : (1) the suitability of hair piece accessories shape at modern bun styling and (2) the best outcome of hair piece accessories at modern bun styling viewed from the aspects of material suitability, shape, size, and color. Research type was descriptive quantitative. Research subject were 30 observers. Data analysis technique was using descriptive statistic with percentage. Research yield obtained that the suitability of hair piece accessories shape on modern bun styling achieved good category, that are: (1) (a.) material suitability was on leaf shaped hair piece accessories at top style bun (b.) shape suitability was on flower shaped hair piece accessories at asymmetric bun styling (c.) size suitability was on hand fan shaped hair piece accessories at symmetric bun styling (d) color suitability was on leaf shaped hair piece accessories at top style bun. (2) The suitability of leaf shaped hair piece accessories at top style bun was in very good category. Keyword: hair piece accessories and modern bun styling
PENERAPAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA HASIL BELAJAR TATA RIAS FANTASI DI SMKN 1 BUDURAN SIDOARJO MARETYA, AISKA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10328

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan sintaks pengajaran langsung, 2) aktivitas siswa, 3) hasil belajar dan, 4) respon siswa. Jenis penelitian adalah Pre Eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian One Shot Case Study. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Kecantikan Rambut SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo sebanyak 37 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif berupa mean dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Keterlaksanaan sintaks model pengajaran langsung mencapai rata-rata (3-4) dalam kriteria baik sampai sangat baik mulai dari fase 1-5. 2) Aktivitas siswa mencapai rata-rata 92,34% - 94,59% dalam kriteria baik sampai sangat baik,. 3) Hasil belajar ranah kognitif sebanyak 94.5% memperoleh nilai ≥ 75, sedangkan sebanyak 5,5% siswa memperoleh nilai ≤ 75, sedangkan secara klasikal 94,5% siswa dinyatakan Tuntas. Hasil psikomotor sebanyak 91,8% siswa memperoleh nilai ≥ 75 dan 8,2% siswa memperoleh nilai ≤ 75, sedangkan secara klasikal 91,8% siswa dinyatakan Tuntas. 4) Respon siswa sebesar 99.2% sangat setuju dengan menggunakan model pengajaran langsung. Berdasarkan hasil penelitian bahwa keterlaksanaan sintaks pengajaran langsung kriteria baik, aktivitas siswa 94,59% dengan kriteria sangat baik, hasil belajar siswa secara klasikal 89,1% dan dinyatakan tuntas. Kata Kunci : Model Pengajaran Langsung, Hasil Belajar Tata Rias Fantasi. Abstract: This study to purpose : 1) Implemented the syntax of direct instruction, 2) the student’s activities, 3) the learning result and, 4) the student's response. This type of research is to use the Pre Experimental study by One Shot Case Study design of research. Subjects were students of class XI Beauty Hair SMKN 1 Buduran Sidoarjo many as 37 students. Methods for data collection used observation, tests and questionnaires. The data were analyzed using descriptive form of mean and percentage.The results of research showed: 1) Implemented the syntax direct instruction model achieved an average (3-4) in good to very good criteria ranging from phases 1-5. 2) The student’s activity reached an average of 92.34% - 94.59% in good to very good criteria. 3) The results of cognitive learning 94.5% gain value ≥ 75, while 5.5% of students gained value ≤ 75, while 94.5% of students classically expressed Completed. Psychomotor results 91.8% of students received grades ≥ 75 and 8.2% of students gained value ≤ 75, while 91.8% of students classically expressed Completed. 4) The response of 99.2% of students strongly agree with the direct teaching model.Based on the results of feasibility studies that both criteria syntax direct instruction, student activities 94.59% with very good criteria, student learning result in classical 89.1% and declared complete. Keywords : Models Direct Instruction, The Learning Result of Fantasi Makeup.
PENGGUNAAN FACE PAINTING DENGAN TEKNIK MANUAL DAN AIRBRUSH SEBAGAI MAKE UP FOTO PRE WEDDING AYU RETNANINGTYAS, ENDITA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10331

Abstract

Abstrak: Face painting sebagai make up dalam foto pre wedding dapat dilakukan dengan banyak cara, diantaranya yaitu dengan teknik airbrush Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil face painting menggunakan teknik manual, hasil face painting dengan teknik airbrush dan perbedaan face painting antara teknik manual dan airbrush sebagai alternatif make up dalam foto pre wedding. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, bentuk wajah yang digunakan adalah wajah persegi dan memiliki jenis kulit normal. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji chi-square. Aspek yang dinilai dalam observasi penelitian ini adalah hasil jadi face painting yang dilihat dari kesesuaian dengan bentuk wajah model, kerataan, kehalusan, ketajaman warna, daya lekat dan tingkat kesukaan observer dari kedua teknik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari 6 aspek, yaitu kesesuaian dengan bentuk wajah model, kerataan, kehalusan, ketajaman warna, daya lekat dan tingkat kesukaan observer. Teknik airbrush menghasilkan make up yang lebih baik dibandingkan dengan teknik manual meskipun proses pengerjaan lebih lama karena hanya menggunakan satu pena. Jadi dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil face painting antara teknik manual dan airbrush sebagai make up dalam foto pre wedding. Kata kunci : face painting, teknik manual, teknik airbrush Abstract: Face painting as make up in pre wedding photography can be implemented with many methods, especially with manual and airbrush technique. The purpose of this research is to know the face painting result using manual technique, face painting result with airbrush technique and the difference of face painting in manual and airbrush technique as make up alternative in pre wedding photography. This descriptive research is using square face shape with normal skin type, and the method of observation is statically analyze using chi square. The assement of aspect depend on face painting result according to suitability of face shape, equality of spreading, smoothness, color sharpness, stickiness and the like and unlike of observer to the techniques.The result indicated that significantly different from all aspects, suitability of face shape, equality of spreading, smoothness, color sharpness, stickiness and the like and unlike of observer to the techniques. Therefore can be concluded that the technique using airbrush is better than manual, although it needed longer time because using one pen only. Keywords: facepainting, manual technique, airbrush technique
PELATIHAN TATA RIAS WAJAH PANGGUNG UNTUK MEMBEKALI SKILL ANAK JALANAN DI RUMAH SINGGAH SAVE STREET CHILD SURABAYA TRY WANDARI, CHINTIA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10333

Abstract

Abstrak: Rumah singgah Save Street Child Surabaya merupakan gerakan yang lebih fokus membantu anak-anak jalanan di Surabaya. Komunitas tersebut memiliki pagelaran seni yang menunjukkan kemampuan bakat yang dimiliki anak jalanan. Untuk menunjang penampilan dalam pementasan diperlukan pelatihan tata rias wajah panggung. Pelatihan tata rias wajah panggung adalah kegiatan pemberian pengalaman berupa latihan keterampilan kepada seseorang tentang tata rias wajah panggung yang dipakai untuk kesempatan pementasan atau pertunjukan di atas panggung sesuai tujuan pertunjukan. Fungsi pelatihan tata rias wajah panggung dapat membantu peserta dalam merias wajah dalam pementasan, memberikan pengetahuan dan membekali skill anak jalanan tentang tata rias wajah panggung di dunia kerja seperti di salon kecantikan/sanggar rias. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas peserta pelatihan, mengetahui hasil belajar peserta pelatihan tata rias wajah panggung dan mengetahui respon anak jalanan setelah mengikuti pelatihan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas peserta pelatihan, penilaian hasil belajar peserta dan angket respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Analisis data menggunakan analisis rata-rata (mean) untuk observasi aktivitas peserta pelatihan dan analisis deskriptif persentase untuk hasil belajar peserta dan respon peserta pelatihan tata rias wajah panggung. Hasil penelitian didapatkan data sebagai berikut yaitu: 1) aktivitas peserta pelatihan mencapai kategori sangat baik dengan mendapat nilai rata-rata 3.36 dan sesuai dengan prosedur yang direncanakan, 2) hasil belajar peserta tata rias wajah panggung secara keseluruhan (klasikal) untuk ranah kognitif ketuntasan klasikal mencapai 75% ≤ 85% yang berarti tidak tuntas, ranah psikomotorik ketuntasan klasikal mencapai 87.5% ≥ 85% yang berarti tuntas, 3) hasil respon peserta pelatihan yang terdiri dari 10 aspek, terdapat 2 aspek yang mendapat nilai 68.75% dan 81.25 % dengan kategori baik dan 8 aspek mendapat nilai 100% dengan kategori sangat baik sehingga menunjukkan respon sangat baik. Kata kunci : Pelatihan Tata Rias Wajah Panggung, Skill Anak Jalanan. Abstract: House Shelter Save Street Child Surabaya is a movement which focus more in helping the street kids in Surabaya. The community owns an art gallery that showcase the talents by a street child. To support the appearance of the staging required training of stage makeup. Training of Stage make-up is a provided activity which consists of training skills for a person about stage make-up used for stage opportunities or shows as what suitable for the stage shows. The function of training of stage makeup can help participants makeup in staging, providing the knowledge and to equip skill street child about stage makeup in the world of work as a beauty salon / studio makeup. The purpose of this study was to determine the activity of the trainee, the results and the response by a street child after enrolling for the training. This research is a descriptive research. Data compilation technique using trainee activity observation sheet, assesssment result study trainee and questionnare response trainee towards the implementation of the training. Data analysis use analysis of average (mean) for the observation of trainee activity and percentage of descriptive analysis for learning outcomes and response trainee stage makeup. The results showed the following data: 1) the activities of the trainees achieve very good category to have an average value of 3.36 and the fit with the planned procedure, 2) learning outcomes of stage makeup as a whole (classical) for cognitive classical completeness reaches 75% ≤ 85%, which means incomplete, classical completeness psychomotor domains reached 87.5% ≥ 85%, which means complete, 3) the results of trainee responses consisting of 10 aspects, there are two aspects which scored 68.75% and 81.25% by category good and 8 aspect gets a value of 100% with a very good category that showed a very good response. Keywords : Training Of Stage Make-Up, Skill Street Child
PELATIHAN CORRECTIVE MAKE UP DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MERIAS WAJAH KOREKTIF PADA TIM CHEERLEADERS DI SMAN 1 SURABAYA YOSIMEIDA, DHIENY
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n01.10335

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pengelolaan pelatihan corrective make up, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil riasan wajah tim cheerleaders sesudah dilakukan pelatihan, 4) respon peserta pada pelatihan corrective make up. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Subyek penelitian 30 anggota tim cheerleders SMAN 1 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes kinerja, dan angket. Metode analisis menggunakan rata-rata untuk pengelolaan pelatihan dan aktivitas peserta, hasil pelatihan menggunakan uji t dan respon peserta menggunakan persentase. Pengelolaan pelatihan corrective make up memperoleh penilaian dalam kategori baik sekali. Aktifitas peserta pelatihan memperoleh penilaian dengan kategori baik. Data hasil corrective make up dari nilai pretest dan posttest menunjukkan perbedaan yang signifikan dan peningkatan setelah dilakukannya pelatihan corrective make up dengan metode demonstrasi dengan panduan hand out. Hasil akhir yang diterima menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan merias wajah corrective make up sesudah dilakukan pelatihan pada tim cheerleaders di SMAN 1 Surabaya. Respon peserta terhadap pelatihan corrective make up menunjukkan presentase rata-rata sebesar 100% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pelatihan, Corrective Make Up. Abstract: The purpose of this research is to find out about: 1) the execute of corrective make up training, 2) the activities of training participant, 3) the yield of cheerleader team corrective make up after the training was done, 4) participant respon about corrective make up training. This research is a pra-experiment research using pre-test and post-test group design as a research plan. The subject of this research is 30 cheerleaders team members of SMAN 1 Surabaya. The collecting data method that used in this research is observating method, assignment test, and questionnaire. Analysis method using average was used to find out about training execute and participant activites. Ttest was used to find out about the training result, and presentation was usend to find out about participant respond. corrective make up training execute was get score in very good category. The activity of traning members was got score in good category. The data result of corrective make up from the score of pretest and posttest shows significancy differences and upgrading after the corrective make up training was done with hand out in demonstration method. The final result shows there’s a upgrading of do make up with corrective make up skill after executed to the cheerleaders team in SMAN 1 Surabaya. The respond of the participant about corrective make up training shows mean presentation in the amount 100% in very good criteria. Keywords: Training, Corrective Make up

Page 10 of 73 | Total Record : 730


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue