cover
Contact Name
Reza Muttaqin
Contact Email
jinsight42@gmail.com
Phone
+62852-9624-2141
Journal Mail Official
kopiko@ynam.or.id
Editorial Address
Jl. Medan - Banda Aceh KM. 1,5 Dusun Mns Lupee Desa Batee Iliek, Kecamatan Samalanga Kab. Bireuen, Aceh | Kode POS: 24264
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Insight Journal
ISSN : -     EISSN : 30906482     DOI : -
Insight Journal adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian konseptual di bidang ilmu komunikasi, psikologi, dan konseling. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah akademik bagi para peneliti, praktisi, pendidik, dan mahasiswa dalam mengembangkan teori dan praktik yang berlandaskan pada pendekatan ilmiah, kontekstual, dan humanistik.
Articles 17 Documents
Peran Nilai Tsiqah dalam Konseling Moral untuk Membangun Budaya Antikorupsi Fatimah; Ridara, Rina; Umairah, Hidayah; Zahrina; Niar
Insight Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The value of tsiqah is a fundamental concept in the classical Islamic scholarly tradition, particularly in the science of hadith, which emphasizes the credibility, honesty, and integrity of narrators. In the modern social context, this value holds significant relevance as a moral principle that can be actualized to address various crises of public trust, including the widespread issue of corruption. This study aims to examine the meaning, relevance, and role of tsiqah in moral counseling as a means of shaping anti-corruption character in both individuals and institutions. The research method employed is qualitative-descriptive with a literature study approach that reviews classical and contemporary sources, including hadith collections, academic works, and relevant scientific journals. Data were analyzed using content analysis techniques to explore the values of tsiqah, its role in fostering integrity, and its application in moral counseling processes focused on preventing corruption. The findings indicate that tsiqah is not merely a scholarly principle but also an ethical foundation capable of building moral awareness, strengthening integrity-based leadership, and promoting social behavior free from corruption. Through moral counseling grounded in the value of tsiqah, individuals can be guided to develop self-awareness, social responsibility, and a commitment to honesty. This study concludes that the actualization of tsiqah in moral counseling is an ethical and contextual strategy to foster a sustainable anti-corruption culture in modern society.
Pengaruh Komunikasi Dakwah terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat Miftahuddin, Miftahuddin
Insight Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi dakwah merupakan salah satu sarana utama dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan serta membentuk pola perilaku masyarakat. Dalam praktiknya, efektivitas komunikasi dakwah tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh strategi penyampaian, media yang digunakan, serta kemampuan da’i dalam memahami audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi dakwah terhadap perubahan perilaku masyarakat dengan menyoroti metode komunikasi yang paling efektif, faktor pendukung keberhasilan dakwah, serta relevansinya terhadap tantangan sosial modern. Metode kajian yang digunakan adalah library research, yaitu penelitian berbasis pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang efektif bersifat persuasif, kontekstual, dan mampu menyentuh aspek emosional audiens sehingga berdampak positif pada pola pikir dan perilaku masyarakat. Selain itu, penggunaan media digital terbukti memperluas jangkauan pesan dakwah dan meningkatkan tingkat penerimaan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi dakwah tidak hanya menjadi instrumen penyebaran ajaran agama, tetapi juga berperan sebagai penggerak transformasi sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan strategi komunikasi dakwah yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
Podcast peHTem: Inovasi Jurnalisme Digital Alternatif Bagi Masyarakat Informasi Sari, Indah Rastika; Rezeki, Wahyu
Insight Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Podcast merupakan jurnalisme alternatif yang menjadi respons terhadap kebutuhan akan informasi yang cepat, interaktif, dan mudah diakses dalam situasi saat ini. Penelitian ini meneliti bagaimana podcast, sebagai media baru dengan pendekatan lebih inovatif dan interaktif, dapat menawarkan perspektif jurnalistik yang berbeda dibandingkan dengan media konvensional. Melalui teknik produksi dan analisis konten yang digunakan, penelitian ini mengungkapkan bahwa podcast tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menciptakan ruang untuk diskusi yang lebih luas . Audiens dapat menyampaikan komentar melalui youtube yang merupakan platform yang digunakan sebagai media penyampaian. Hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa podcast merupakan alternatif strategis dalam konteks jurnalisme digital saat ini karena mampu meningkatkan literasi media serta memperluas akses terhadap informasi. Inovasi ini juga membuka peluang untuk pengembangan jurnalisme yang lebih responsif terhadap perubahan sosial dan teknologi.
Strategi Komunikasi Persuasif Pendamping Sosial PKH dalam Mewujudkan Kemandirian Masyarakat Miftahuddin, Miftahuddin
Insight Journal Vol. 1 No. 4 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian masyarakat, khususnya dalam konteks Program Keluarga Harapan (PKH). Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa sebagian besar penelitian tentang PKH lebih menekankan pada aspek bantuan material, sementara peran komunikasi pendamping sosial masih kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana strategi komunikasi persuasif pendamping sosial PKH berkontribusi dalam membentuk kesadaran, mengubah pola pikir, serta mengarahkan penerima manfaat menuju kemandirian. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan menganalisis berbagai literatur, artikel ilmiah, buku, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan komunikasi persuasif, pendamping sosial, dan kemandirian masyarakat. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menekankan pada pencarian kesenjangan kajian, sintesis temuan literatur, dan interpretasi terhadap peran komunikasi persuasif dalam konteks PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif pendamping sosial PKH mampu memengaruhi perilaku dan kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang konsisten, empatik, dan menggunakan bahasa yang sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi persuasif bukan sekadar alat penyampaian informasi, melainkan instrumen perubahan sosial yang efektif. Kesimpulan dari kajian ini adalah strategi komunikasi persuasif terbukti berperan dalam mengurangi ketergantungan penerima manfaat terhadap bantuan, sekaligus mendorong lahirnya kemandirian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengisian kesenjangan kajian tentang peran komunikasi persuasif dalam program sosial, sekaligus memperkaya teori komunikasi pembangunan dan praktik pemberdayaan masyarakat.
Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Dinul Islam Di Tengah Tantangan Zaman Modern Muzakkir, Muzakkir
Insight Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda merupakan aset strategis umat Islam dalam menjaga, mengembangkan, dan mewujudkan nilai-nilai Dinul Islam di tengah dinamika globalisasi dan modernisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pemuda dalam mengaktualisasikan ajaran Islam dalam kehidupan sosial, pendidikan, dakwah, dan pembangunan peradaban. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran sentral sebagai agen perubahan (agent of change), penjaga moral umat, dan penggerak transformasi sosial berbasis nilai-nilai Islam.
Pernikahan Usia Dini dalam Budaya Melayu: Kajian Psikologis dan Sosial terhadap Remaja Indra; Aniq, Muhammad Farid
Insight Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan usia dini masih menjadi praktik yang cukup prevalen dalam masyarakat Melayu akibat kuatnya pengaruh adat, nilai budaya, serta tekanan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan budaya Melayu terhadap praktik pernikahan usia dini, faktor-faktor yang mendasarinya, serta dampak yang ditimbulkannya bagi kehidupan remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus di salah satu komunitas Melayu di Provinsi Riau, data diperoleh melalui wawancara mendalam, FGD, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini umumnya dipandang sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga dan menjalankan adat leluhur, meskipun secara hukum dan kesehatan praktik ini memiliki risiko signifikan. Faktor pendorongnya meliputi tekanan adat, kekhawatiran terhadap pergaulan bebas, perjodohan keluarga, rendahnya pendidikan, serta motif ekonomi. Dampak yang muncul mencakup risiko kesehatan reproduksi, ketidaksiapan mental, putus sekolah, ketergantungan ekonomi, serta tingginya potensi KDRT. Temuan ini menegaskan perlunya harmonisasi antara nilai budaya Melayu dengan kebijakan modern dan pendekatan edukatif guna melindungi hak dan masa depan generasi muda.
Pendekatan Kepala Madrasah Dalam Penyelesaian Konflik Antar Guru Di MAS Ummul Ayman Samalanga Mujiburrahman, Mujiburrahman
Insight Journal Vol. 1 No. 4 (2025): Insight Journal
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik antar guru merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi pendidikan, termasuk di lingkungan madrasah (Handoko, 1992; Wahyudi, 2008). Perbedaan latar belakang pendidikan, persepsi profesional, kepentingan tugas, serta pola komunikasi yang kurang efektif sering kali memicu munculnya konflik horizontal antar guru. Apabila konflik tersebut tidak dikelola secara tepat, dampaknya dapat merusak iklim kerja, menurunkan kinerja guru, serta berimplikasi pada kualitas proses pembelajaran. Dalam konteks madrasah, konflik tidak hanya berdimensi organisatoris, tetapi juga menyentuh aspek etika dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi lembaga. Oleh karena itu, peran kepala madrasah memiliki posisi strategis dalam mengelola dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk konflik antar guru serta pendekatan kepala madrasah dalam penyelesaian konflik di MAS Ummul Ayman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antar guru di MAS Ummul Ayman umumnya dipicu oleh perbedaan pendapat, komunikasi yang kurang terbuka, pembagian tugas yang dipersepsikan tidak adil, serta faktor personal. Kepala madrasah menerapkan pendekatan musyawarah, mediasi persuasif, dan kompromi sebagai strategi utama penyelesaian konflik. Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam menurunkan eskalasi konflik dan menjaga keharmonisan hubungan kerja antar guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi manajemen konflik kepala madrasah dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai etika dan profesionalisme dalam kepemimpinan pendidikan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17