cover
Contact Name
Abdul Rahman Ramadhan
Contact Email
abdulrahmanramadhan95@gmail.com
Phone
+6285162544800
Journal Mail Official
muamalahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Perum. Griya Permata Buana B-03 Kec. Kaliwates, Kab. Jember, Jawa Timur 68132
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah
Published by Syamilah Publishing
ISSN : 31093752     EISSN : 31091563     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah (E-ISSN 3109-1563 | P-ISSN 3109-3752) merupakan jurnal ilmiah nasional yang terbit secara berkala 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Mei dan November sejak tahun 2024. Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah diterbitkan dan dikelola secara independen oleh SYAMILAH PUBLISHING yang berada di bawah naungan PT. SYAMILAH LITERASI ISLAMI dan didedikasikan sebagai media publikasi karya akademik terbaik para peneliti dari kalangan akademisi dan praktisi. Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah menempatkan isu-isu seputar Ekonomi Islam, Filantropi serta Perbankan Syariah sebagai fokus kajian akademis . Artikel yang dipublikasikan Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah ditulis menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab. Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah telah terindeks di berbagai platform indeks artikel ilmiah seperti Google Scholar, dan lain-lain.
Articles 40 Documents
Analysis of Poverty Levels and Economic Growth in Indonesia From An Islamic Perspective Dini Syafa'ati; Hendri Hermawan Adinugraha
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty represents a multifaceted social issue that has long garnered governmental attention across nations, influenced by factors such as sluggish economic growth, inadequate incomes, limited educational attainment, and escalating unemployment rates. Economic growth is an economic activity that can increase people's income over a certain period of time. Economic growth is not only concentrated on the sale of goods and services but remains focused on the development of high-quality human resources for secular and ukhrawi purposes. This study endeavors to scrutinize poverty and economic growth levels in Indonesia through an Islamic lens. Employing a quantitative methodology, the research draws upon secondary data sourced from diverse outlets including journals, articles, books, research reports, and other written materials. The discoveries uncover that financial development applies negligible impact on destitution levels in Indonesia. Therefore economic growth must be able to reach the poor in a way that governments carry out development that focuses on income distribution.
Optimizing Waqf Literacy Through Digital Media: Optimalisasi Literasi Wakaf Melalui Media Digital Anggita Nurcahyani; Syaeful Bahri; Efi Syarifudin
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat literasi wakaf yang rendah. Penting untuk mengatasi masalah ketidaktahuan publik tentang administrasi wakaf yang efektif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital sebagai media untuk meningkatkan literasi wakaf masyarakat Indonesia. Metode kualitatif digunakan dengan menggunakan studi kepustakaan mengumpulkan sumber referensi dari buku, artikel ilmiah, laporan riset, dan berbagai karya tulis lainnya. Mengapa literasi wakaf begitu penting? Sebab memiliki pengaruh yang besar bagi pembangunan sosial dan ekonomi. Wakaf memiliki peran yang penting bagi kehidupam publik. Pemahaman masyarakat tentang wakaf akan mempengaruhi keputusan mereka untuk berwakaf sehingga akan memberikan kebermanfaatan untuk banyak pihak. Perkembangan zaman yang semakin modern menuntut lembaga wakaf untuk mensosialisasikan wakaf lebih kreatif. Sarana yang tepat digunakan untuk meningkatkan literasi wakaf masyarakat yaitu memanfaatkan media digital. Kebiasaan masyarakat berinteraksi secara online menjadi peluang untuk menyebarkan konten informatif tentang wakaf lebih luas terutama pada generasi usia produktif. Lembaga wakaf memiliki tanggungjawab mencapai target penghimpunan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan ajaran Islam.
Analysis of Business Feasibility Study in Terms of Market and Marketing Aspects at Al Barokah Food Stall Bangkalan: Analisis Studi Kelayakan Bisnis Ditinjau dari Aspek Pasar dan Pemasaran pada Kedai Al Barokah Food Bangkalan Abdur Rohman; Jannatul Rohaini
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah kedai Al-Barokah Food di kabupaten bangkalan memenuhi kriteria kelayakan standar bisnis dari sudut pandang pasar dan pemasaran dan apakah kedai tersebut memenuhi syarat untuk beroperasi sehingga layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berarti bahwa peneliti menemukan pengetahuan atau teori tentang penelitian selama periode waktu tertentu dengan jenis penelitian empiris yang dilakukan dilapangan dengan objek penelitian difokuskan pada kedai al barokah food bangkalan. Data yang terkumpul dalam penelitian diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi pada narasumber yakni pemilik kedai dan konsumen kedai barokah food. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis makanan kedai al barokah food layak ditinjau dari pasar dan pemasaran karena promosi dilakukan secara langsung yaitu dari lisan ke lisan dan melalui platform media sosial seperti whatsapp. Strategi pemasaran yang sukses untuk produk dengan standar kualitas tinggi dan dapat diakses semua golongan karena harga yang terjangkau, Serta luasnya pendistribusian diberbagai daerah pakong dan sekitarnya.
The Influence of Family Motivation, Knowledge of Profit Sharing Ratio, and Level of Faith on Interest in Working in Islamic Financial Institutions Ari Sarwo, Ari Sarwo; Sri Rahayu Indah Azhary; Indah Safitri
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 2 No 1 (2025): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam in Indonesia is the majority religion, where the economy is very diverse and plural. This is because Indonesia is dominated by Islamic financial institutions, all societal norms refer to Islamic values, especially the value of muamalah. The Financial Services Authority in Indonesia has provided a report on the development of Indonesian sharia finance as a form of responsibility to encourage the development of a sharia-based financial industry through the compilation of complete and detailed information about the progress of how the Islamic financial industry and the factors that can influence it every year. This study explores the impact of the influence of family motivation, knowledge, profit-sharing ratio and level of faith on career interests in Islamic institutions. The sample used is students of the faculty of economics, the type of research used is quantitative research using primary data types. The results of this study are: family motivation affects work interest, while knowledge of profit sharing ratio and level of faith does not affect student work interest. The next suggestion for researchers is to add samples and focus more on students concentrating on Islamic accounting.
Analysis of Environmental Aspects of Durable Madura Food From the Perspective of Sharia Business Feasibility Study: Analisis Aspek Lingkungan pada Awet Madura Food dalam Perspektif Studi Kelayakan Bisnis Syariah Fatonah; Abdur Rohman
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek lingkungan pada Awet Madura Food dalam perspektif SKB syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan secara kualitatif, dengan mengambil obyek penelitian pada Awet Madura Food. Pengumpulan data alam penelitian ini diperoleh dari wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkip). Bentuk lain dari data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman vidio dari Awet Madura Food. Hasil analisis kelayakan bisnis dari aspek lingkungan dikatakan layak yaitu produk yang telah memiliki merek, nama yang menarik, sudah tersertifikasi halal, BPOM, dan menciptakan kemasan. Harga yang terjangkau, lokasi yang strategis dan kemudian distribusi, serta promosi yang menarik.
The Role of Istishna Financing in Improving the MSME Economy: Peran Pembiayaan Istishna dalam Meningkatkan Perekonomian UMKM Silvy Kodrun Nada
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran pembiayaan Istishna dalam meningkatkan perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari perspektif lembaga keuangan syariah di Indonesia. Pembiayaan Istishna adalah skema jual beli dalam keuangan syariah yang memungkinkan UMKM memperoleh dana tanpa harus menyediakan jaminan yang sulit dipenuhi, berbeda dengan pembiayaan konvensional. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai mekanisme, manfaat, dan tantangan pembiayaan Istishna. Temuan menunjukkan bahwa pembiayaan ini memberikan fleksibilitas dalam pembayaran dan dukungan manajerial dari lembaga keuangan syariah, membantu UMKM mengatasi keterbatasan finansial dan operasional. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang Istishna dan kompleksitas administrasi menghambat implementasinya. Strategi yang dianjurkan meliputi peningkatan edukasi dan sosialisasi, digitalisasi proses penilaian, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Artikel ini berkontribusi pada literatur keuangan syariah dan menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengoptimalkan pembiayaan Istishna dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi nasional.
Prospects for Islamic Financial Institutions in Indonesia: A SWOT Analysis at Baitul Maal Wat Tamwil Capem Labeng Branch: Prospek Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia: Analisis SWOT di Baitul Maal Wat Tamwil Capem Cabang Labeng Linda Maulidia
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga keuangan tersendiri merupakan suatu usaha yang setiap kegiatannya berkaitan mengenia uang, seperti menghimpun dana atau uang , kemudian penyaluran dan atau jasa-jasa keuangan yang lainnya. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan mikro yang berbasis pada prinsip keuangan syariah. BMT memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian umat Islam dengan memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Analisis SWOT adalah teknik perencanaan strategis yang menilai kekuatan, kelemahan , peluang, dan ancaman yang terkait dengan proyek atau usaha perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan SWOT sebagai alat analisis, penelitian dilaksanakan di BMT CAPEM Cabang Labeng. Sumber data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian kekuatan dari BMT capem cabang labeng yaitu memiliki reputasi yang solid di lingkungan sekitar. Dengan menyediakan layanan yang ramah dan disesuaikan. Kelemahan dari BMT CAPEM Cabang Labeng salah satunya yaitu pihak nasabah ,bahwasannya pihak nasabah ini tidak taat prosedur dan untuk somasi nasabah yang belum lunas yaitu pemberitahuan 1 bulan tagihan 3x, peringatan 3x, penyitaan. Untuk peluagnya di BMT tersebut ekspansi ekonomi di kawasan Socah. Dan terakhir bahaya atau ancaman dari BMT tersebut yaitu kemungkinan bahwa klien akan menemukan penawaran yang lebih menarik dari lembaga keuangan konvensional. BMT CAPEM Cabang Labeng juga berada dalam bahaya karena tidak semua yang menjadi nasabah di BMT tersebut bertanggung jawab kewajibannya , maka BMT CAPEM Cabang Labeng harus berhati hati.
Fund Collection Products with Mudarabah Agreements in Sharia Financial Institutions: Produk Penghimpun Dana dengan Akad Mudarabah di dalam Lembaga Keuangan Syari’ah Erniwati
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mudarabah agreement is one of the important financial instruments in sharia financial institutions, which functions as an alternative to the conventional usury-based banking system. This contract involves collaboration between capital providers and business managers, where profits are shared according to the agreement. This research uses a qualitative approach by analyzing various sources, including scientific journals and related literature. Data was collected through a literature study that explores the arguments of the Al-Qur'an, hadith, and relevant rules of mu'amalah fiqh. The aim of this research is to understand in depth the definition, conditions and pillars of mudarabah contracts, as well as how they are implemented in institutions. Islamic finance. This research also aims to compare the practice of mudarabah contracts in sharia financial institutions with similar transactions outside these institutions. The results of the research show that mudarabah contracts have clear terms and conditions, including capital which must be in the form of money and an agreement regarding profit sharing. The implementation of this agreement in financial products such as savings, deposits and working capital financing in sharia banks has proven effective in improving community welfare. Mudarabah contracts not only provide an alternative for people who avoid usury, but also contribute to sharia-based economic growth.
Financing Products in Islamic Financial Institutions Based on Istishna Agreements: Produk Pembiayaan pada Lembaga Keuangan Syariah Berbasis  Akad Istishna Auliya Octavia
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad Istishna pada Perbankan Syariah Indonesia apakah penerapan pembiayaan yang diterapkan oleh bank syariah di Indonesia telah memenuhi persyaratan pada standar Syariah yang sudah diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 6, Standar Akuntansi Syariah Nomor 104. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan paradikma yang digunakan interpretative dan pendekatan studi kasus dimana peneliti melakukan eksplorasi dalam kehidupan nyata. Adapun pengumpulan data berupa wawancara, observasi serta dokumentasi, sedangkan analisis yang dilakukan adalah analisis fenomenologi Interpretatif (IPA). Riset ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan secara keseluruhan serta mengintrepresentasikan fenomena dengan berusaha mengungkapkan makna dari pengalaman seseorang serta makna dari sesuatu yang dialami oleh seseorang yang tergantung dari bagaimana orang tersebut berhubungan dengan sesuatu.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam parktiknya ada Sebagian objek yang menyimpang dari paradigma transaksi jual beli, karena adanya perubahan harga yang tidak bisa diprediksi. Pembiayaan berbasis akad Istishna yang dilakukan oleh salah satu bank syariah guna mewakili semua jenis transaksi yang ada dalam bank syariah di Indonesia.
Implementation of Maqashid Syari’ah as a Guideline for Formulating Islamic Economic Transformation: Implementasi Maqashid Syari’ah sebagai Pedoman Perumusan Transformasi Ekonomi Syariah Abdul Rahman Ramadhan
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the understanding of the role of maqashid syari’ah in formulating public policies that support the transformation of the Islamic economy. This research will also identify the challenges faced in the implementation of maqashid syari’ah principles in the context of an evolving economy. Islamic economics has grown and developed rapidly in recent decades in response to the needs of the Muslim community for an economic system that is in accordance with Islamic principles. Maqashid syari’ah is a set of ethical principles that summarize the main objectives of Islamic law. These principles include the protection of religion, soul, offspring, mind and property. This research is qualitative research. Data collection in this research uses literature study. The data used in this research comes from secondary data in the form of books, scientific articles and official websites that have information relevant to research topics such as maqashid syari’ah and Islamic economics. The results of this study show that the integration of maqashid syari’ah in public policy has great potential to achieve economic justice, fair income distribution, and protection of individual rights. Despite facing complex obstacles such as lack of understanding and coordination, countries that implement these principles tend to have better and more inclusive economic performance. The principles of maqashid syari’ah that safeguard human religion, intellect, soul, offspring, and property can provide alternative solutions to address contemporary economic issues in order to achieve sustainable economic growth.

Page 2 of 4 | Total Record : 40