cover
Contact Name
Yudha Adi Pradana
Contact Email
moj@ub.ac.id
Phone
+6281285130860
Journal Mail Official
moj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. JA Suprapto No. 2 Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 31094147     EISSN : 31094139     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
MOJ (Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal) is a peer-reviewed and open access journal that provides timely information for physicians and scientists concerned with diseases of the head and neck. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. We place a high priority on strong study designs that accurately identify etiologies, evaluate diagnostic strategies, and distinguish among treatment options and outcomes. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include: Otology Rhinology Allergy and immunology Laryngology Bronchoesophagology Speech science Swallowing disorder Facial plastic surgery Head and neck surgery Sleep medicine Pediatric otolaryngology Geriatric otolaryngology Oncology Neurotology Audiology Auditory and vestibular neuroscience Salivary Gland Skull base surgery Community Ear, Nose and Throat Craniofacial pathology
Articles 42 Documents
Komplikasi Pneumotoraks pada Prosedur Trakeostomi Nilamsari, Dwi Ayu; Surjotomo, Hendradi
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Trakeostomi adalah prosedur bedah untuk membuka jalan napas melalui dinding anterior trakea. Prosedur ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, baik akut seperti perdarahan dan pneumotoraks, maupun kronis seperti infeksi luka dan fistula. Pneumotoraks merupakan komplikasi serius yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Abstrak pada bagian ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan harus terstruktur. Tujuan: untuk melaporkan dan mendiskusikan kasus komplikasi pneumotoraks pasca trakeostomi, sebagai upaya pencegahan morbiditas dan mortalitas akibat prosedur ini.  Laporan kasus: Diketahui seorang pria 51 tahun dengan obstruksi jalan napas menjalani trakeostomi emergensi. Pasca prosedur muncul gejala emfisema subkutan dan pneumotoraks bilateral. Dilakukan pemasangan selang dada dengan hasil perbaikan dalam tiga hari. Telaah pustaka dilakukan pada Januari–Februari 2023 menggunakan kata kunci "Trakeostomi" DAN "Komplikasi Trakeostomi" DAN "Pneumotoraks". " melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Dipilih 11 literatur yang relevan dari 10 tahun terakhir. Hasil: Pneumotoraks sebagai komplikasi trakeostomi emergensi memiliki insiden lebih tinggi dibandingkan trakeostomi elektif. Keadaan darurat dan kondisi pasien yang cemas meningkatkan risiko komplikasi. Penanganan meliputi deteksi dini melalui pemeriksaan radiologi dan penanganan dengan selang dada. Kesimpulan: Pneumotoraks merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi pasca trakeostomi, terutama pada prosedur emergensi. Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas lebih lanjut. Pemahaman terhadap risiko ini penting dalam merencanakan dan melakukan trakeostomi dengan aman.
MUKOPIOKEL SINUS PARANASAL Fatimatuzzahra, Fitri; Maharani, Iriana
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mukokel merupakan lesi pseudocystic, ekspansif yang tumbuh lambat. Mukokel  berisi kista dengan epitel pseudokolumnar. Gejala umum mukokel meliputi obstruksi hidung, gangguan pada pergerakan bola mata, proptosis, gangguan visus, diplopia dan nyeri kepala. Tujuan: Laporan ini menyajikan satu kasus mukopiokel sinus paranasal dengan perluasan orbita. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada Desember 2023-Februari 2024 dengan kata kunci "Mucocele in Paranasal Sinus"DAN"Mucopyocele" DAN "FESS". Dalam database Pubmed Medline, Science Direct dan Google Scholar, diperoleh 15 literatur yang kemudian disaring dalam bentuk publikasi dari 10 tahun terakhir, relevansi dengan topik, serta naskah lengkap yang tersedia. Hasil: Kasus ini merupakan kasus mukopiokel sinus paranasal perluasan orbita. Tatalaksana dengan Bedah Sinus Endoskopik Fungsional. Didapatkan kantong berisi nanah yang mendesak sinus etmoid anterior dan posterior, dilakukan marsupialisasi parsial. Setelah operasi, tidak ditemukan adanya keluhan hidung dan mata pada pasien. Kesimpulan: Mukokel merupakan lesi non neoplasma yang tumbuh berisi kista dengan epitel kolumnar dan bersifat jinak. Tatalaksana mukopiokel pada kasus ini dilakukan dengan pendekatan bedah sinus endoskopik fungsional dengan keuntungan minimal invasive, perdarahan minimal, tidak ada bekas luka dan penyembuhan lebih cepat.