cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019)" : 12 Documents clear
“Manajemen Pendidikan Desain Dengan Menggunakan Penerapan A Whole New Mind Dan Tpdc (Total Product Design Concept) Untuk Generasi 4.0” Richo,, Yosef; Martono, Siswo
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.073 KB)

Abstract

Abstrak. Pola pendidikan pada dunia kreatif terutama desain pada era industri 4.0 membutuhkan tingkat aplikasi yang lebih karena tantangan dan tuntutan lebih kompleks, dimana pendidikan harus dapat berinteraksi antara kongnitif, afektif, teknologi dan sosial. Untuk itu diperlukan manajemen pendidikan pada dunia desain yang dapat melibatkan kolaborasi peran dari kemampuan otak kanan dan otak kiri, konsep A Whole New Mind dimana unsur tersebut adalah: Desain, Cerita, Simfoni, Arti, Empati dan Bermain adalah dirasa cocok untuk menjawab tantangan tersebut. Sedangkan konsep Total Product Design Concept (TPDC) dianggap sesuai diterapkan untuk dasar arah desain dimana unsur Fungsional, Estetis dan maksud dari desain dapat memaksimalkan hasil dari konsep pendidikan berbasis A Whole New Mind, hasil desain yang diperoleh dari mahasiswa atau siswa didik terbukti berkorelasi dengan kualitas karya dan lebih semangatnya mahasiswa dalam proses berlajar mengajar. Kombinasi proses A Whole New Mind dan TPDC diharapkan sesuai dengan pola pendidikan di era industry 4.0 dimana siswa dapat diberikan rangsangan agar lebih semangat dalam menerapkan pembelajaran. Kata kunci: Manajemen Pendidikan, Desain, TPDC, A Whole New Mind. ABSTRACT Abstract. The pattern of education in the creative world, especially design in the industrial era 4.0 requires more levels of application because of the challenges and demands that are more complexs, where education must be able to interact between the positive, affective, technological and social. For this reason, management education is needed in the design world that can involve collaboration of the roles of the ability of the right brain and left brain. The concept of A Whole New Mind where the elements are: Design, Story, Symphony, Meaning, Empathy and Play are deemed suitable to answer the challenge. While the Total Product Design Concept (TPDC) concept is considered suitable to be applied to the basic direction of the design where the functional, aesthetic and intentional elements of the design can maximize the results of the A Whole New Mind based education concept, the design results obtained from students or students are proven to be correlated with quality works and more enthusiasm of students in the process of teaching and learning. The combination of the process of A Whole New Mind and TPDC is expected to be in accordance with the pattern of education in the industrial era 4.0 where students can be given stimuli to be more enthusiastic in implementing learning. Keywords: Management Education, Design, TPDC, A Whole New Mind.
Petrified Wood : Karakteristik dan Aplikasinya dalam Bidang Desain Produk Andreani,, Aninda Putri; Prasetya, Rahmawan Dwi
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.751 KB)

Abstract

Petrified wood atau lebih dikenal dengan istilah fosil kayu memiliki banyak varietas warna dengan keindahan luar biasa dan menakjubkan dari warna yang dimunculkan. Warna-warna tersebut dihasilkan dari kayu-kayu dalam proses penimbunan jutaan tahun, bahan utama kayu dimana adalah berbahan organik yang telah berubah menjadi silikat, seperti batu agate atau biasa dikenal batu akik, jasper dan opal. Keberadaan batu fosil kayu ini tersebar di wilayah-wilayah dengan hutan ratusan mil luasnya yang keberadaanya termasuk di Arizona, Nevada, Oregon, Madagaskar, Indonesia dan Brasil. Ketersediaan akan fosil kayu yang melimpah menyebabkan terciptanya sebuah industri kreatif yang mengolah khusus fosil kayu diubah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Pada industri kreatif tersebut pengolahan fosil kayu dijadikan sebuah furnitur atau dekorasi rumah, dibuat dari bongkahan utuh fosil kayu yang berukuran besar dan digabungkan dengan material lain seperti logam, dan resin. Kata kunci : petrified wood, fosil kayu ABSTRACT Petrified wood, better known as wood fossils, have many colors with extraordinary and amazing beauty from the colors that appear on it. Those colors are naturally produced from woods in the process of millions of years of stockpiling, the main substance of wood made from organic which has been turned into silicates, such as carnelian stone or commonly called agate, jasper and opal. The existence of these fossil stones is spread in areas with forests that are vast in miles including in Arizona, Nevada, Oregon, Madagascar, Indonesia and Brazil. Abundant wood fossils in so many places cause the creative industry to process those wood fossils and turned it into creative products which have economic values. In this creative industry, wood fossils are made into furniture or home decorations, made from large chunks of petrified woods and combined with other materials, such as metal and resin. Key words: petrified wood, wood fossils
Interaksi Simbolik Dalam Tiga Lukisan Kaca Karya Haryadi Suadi Sapari, Rizal
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.107 KB)

Abstract

Haryadi Suadi adalah maestro lukisan kaca khas Cirebon. Meskipun Haryadi seorang akademisi di lingkungan seni modern, Haryadi berperan penting di dalam mengembangkan seni lukis kaca khas Cirebon, tempat kelahirannya. Karya Haryadi Suadi merupakan substasiekspresi yang menekankan pada berbagai interpretasi atau pengalaman hidup penciptanya. Komunikasi seni yang terjadi dalam penyajian-pameran karya seni lukis kaca tradisi Haryadi Suadi berkorelasi dengan etnografi singkat lukisan kaca khas Cirebon. Lukisan yang dijadikan studi kasus kajian adalah lukisan berjudul Buroq, Kalacakra dan Sang Keadilan. Metode dan Teori yang digunakan adalah interaksi simbolik Herbert Blumer dengan metode kualitatif untuk menguraikan makna estetika simbolik tiga karya tersebut. Kata kunci: lukisan kaca, Haryadi Suadi, Interaksi Simbolik, Komunikasi Seni. ABSTRACT Haryadi Suadi is a Cirebon glass painting maestro. Although Haryadi was an academic in the modern art environment, Haryadi played an important role in developing the unique glass painting of cirebon, his birthplace. haryadi suadi's work is an expression substrate that emphasizes various interpretations or life experiences of its creator. the art communication that takes place in the presentation of glass painting works of the haryadi suadi tradition correlates with a brief ethnography of cirebon glass paintings. paintings used as case study studies are paintings titled buroq, kalachakra and the justice. the method and theory used are herbert blumer's symbolic interaction with qualitative methods to describe the symbolic aesthetic meaning of the three works. Keywords: Three Works of Haryadi glass painting, Symbolic Interaction, Communication of Art.
Studi Perilaku Adaptif Penghuni Melalui Metode Building Performance Evaluation Studi Kasus di Perumahan Kalijati Indah Bandung Aribowo, Andika Dwicahyo
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.77 KB)

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan suatu fenomena pertumbuhan rumah yang seringkali terjadi pada lingkungan perumahan dari aspek perilaku penghuninya, dengan menitik beratkan pada hubungan antara aktivitas manusia dengan ruang yang menjadi tempatnya beraktivitas di dalam rumahnya. Premis dasar pada penelitian ini ialah aktivitas penghuni mempengaruhi perubahan rumahnya, maka penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan meneliti; tahap pertama penelitian ini mencari data yang berkaitan dengan persepsi penghuni; tahap kedua bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas penghuni dan setting perilaku. Hasil penelitian menyatakan bahwa aktivitas penghuni tidak mempengaruhi perubahan rumah secara signifikan, dimana aktivitas penghuni hanya menunjukkan sifat ruang yang dilandasi oleh suatu kebutuhan penghuni. Secara umum hasil penelitian juga menyatakan bahwa pola aktivitas penghuni menunjukkan suatu proses untuk memperoleh aspek privasi sebesar mungkin sesuai dengan apa yag dikehendaki.Kata kunci: adaptasi, aktivitas, hunian, perilaku, persepsi, privasi, ruang AbstraCT This study attempts to describe a house growth phenomena which is often occurs on housing environment, through occupants’ behavioural aspects by emphasizing on the relationship between occupants’ activities with spaces which become the places to do their activities on their own houses. Basic premise of this study is those occupants’ activities affect changes on the houses. The result of the study stated that occupants’ behaviours do not significantly affect the house change. Activities merely show the nature of spaces which are based on occupants’ needs. Generally, this study also describes ongoing adaptation pattern which outlines the purpose of design is actually to give everyone privacy as much possible as they want.Keywords: adaptation, activity, occupancy, behaviour, perception, privacy, space
Pengaturan Ulang Tata Letak Ruang di Rumah Industri Rajut Binong Jati Kota Bandung dengan Metoda Bubble Diagram Maryani, Reny; Adhitama, G. Prasetyo; Wahyudi, Deddy
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.416 KB)

Abstract

Mayoritas penduduk Binong Jati Kota Bandung menggunakan sebagian area di rumah tinggalnya menjadi ruang usaha rajutan dan tempat tinggal pekerjanya. Dengan keterbatasan luas lahan dan bangunan bagi kegiatan rumah tangga untuk penghuni serta ruang usaha untuk pekerja dan tempat tingggalnya, menyebabkan terjadinya alihfungsi ruang, blurred area serta sirkulasi silang. Sehingga tidak terciptanya privasi dan kenyamanan antara penghuni ataupun terhadap pekerja. Maka perlu adanya rancangan organisasi ruang yang menitikberatkan pada pola pembagian ruang berdasarkan kebutuhan penghuni ataupun pekerja dalam berkegiatan di rumah industri, serta pola sirkulasi penghuni dan pekerja dengan tujuan tidak terjadinya sirkulasi silang yang dapat tertuang dalam bentuk bubble diagram. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan mengangkat empat contoh rumah industri yang di kawasan sentra industri rajut Binong Jati.Kata kunci: permukiman padat penduduk, rumah industri rajut, binong jati, organisasi ruang, bubble diagram.AbstractBinong Jati is one of the most population settlements in Bandung which raised knitting as their source for livelihood. Most of people in Binong Jati using part of their home area converted to be business space and place to live for their workers. With the limited space and building for domestic activities for residents with business space or place to live for the workers, have been caused converted room, blurred area and cross circulation. So there are no privacy and ease between residents nor to workers. Therefore, it is necessary to design a space organization that focuses on the pattern of space division on the needs of residents or workers in home industry activities, the aim of circulation patterns of residents and workers are not to occuring of cross circulation which can be stated in the form of bubble diagram. This research using case study method by four example home industries in the Binong Jati Industrial Knitted Hub. Keywords: Dense populated settlements, knitted home industry, space organization, bubble diagram.
Penyesuaian Ruang dalam membentuk Behavioral Setting Lingkungan Pembelajaran di Ruang Kelas TKQ Ulul Ilmi – MUI Kota Bandung PRATIWI, DYAH ARIANI; ADHITAMA, G. PRASETYO; SARI, NEDINA
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1626.571 KB)

Abstract

Ruang kelas sebagai lingkungan pembelajaran bila berada pada ruangan yang bukan diperuntukkan khusus sebagai ruang kelas, maka terjadi kecanggungan dalam menggunakan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukkan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian ruang pada bangunan aula serbaguna MUI Kota Bandung menjadi ruang kelas TKQ Ulul Ilmi agar tercapai lingkungan pembelajaran optimal dalam memfasilitasi perkembangan dan cara belajar anak usia prasekolah. Metode penelitian merupakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berlandaskan ruang interior dan pola perilaku melalui behavior mapping, kemudian dikaitkan dengan perkembangan dan cara belajar anak usia prasekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting ruang kelas yang luas sekaligus memanjang mengakibatkan aktivitas di dalamnya menjadi bebas, tetapi karena suasana lingkungan pembelajaran yang dihadirkan belum sesuai, maka pola perilaku anak usia prasekolah menjadi tidak terlalu bervariasiKata kunci: behavioral setting, lingkungan pembelajaran, penyesuaian ruang, interior ruang kelas, ruang kelas PAUDABSTRACTClassrooms as a learning environment when in a room that is not specifically designated as a classroom, then there is awkwardness in using space that is not appropriate for the purpose of its activities. This research aims to determine the adjustment of space in the multipurpose hall of MUI Bandung City into the TKQ Ulul Ilmi classrooms in order to achieve an optimal learning environment in facilitating the development and learning methods of preschoolers. The research method is qualitative with a descriptive approach. Based on interior spaces and behavior patterns through behavior mapping, then associated with the development and learning methods of preschoolers. The results of the study showed that a large and elongated classroom setting  resulted in free activities within it, but because the atmosphere of the learning environment presented was not appropriate, the pattern of preschoolers' behavior was not too varied.Keywords: Behavioral setting, learning environment, adjustment space, interior classrooms, early childhood classrooms
Penyesuaian Ruang dalam membentuk Behavioral Setting Lingkungan Pembelajaran di Ruang Kelas TKQ Ulul Ilmi – MUI Kota Bandung DYAH ARIANI PRATIWI; G. PRASETYO ADHITAMA; NEDINA SARI
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang kelas sebagai lingkungan pembelajaran bila berada pada ruangan yang bukan diperuntukkan khusus sebagai ruang kelas, maka terjadi kecanggungan dalam menggunakan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukkan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian ruang pada bangunan aula serbaguna MUI Kota Bandung menjadi ruang kelas TKQ Ulul Ilmi agar tercapai lingkungan pembelajaran optimal dalam memfasilitasi perkembangan dan cara belajar anak usia prasekolah. Metode penelitian merupakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berlandaskan ruang interior dan pola perilaku melalui behavior mapping, kemudian dikaitkan dengan perkembangan dan cara belajar anak usia prasekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting ruang kelas yang luas sekaligus memanjang mengakibatkan aktivitas di dalamnya menjadi bebas, tetapi karena suasana lingkungan pembelajaran yang dihadirkan belum sesuai, maka pola perilaku anak usia prasekolah menjadi tidak terlalu bervariasiKata kunci: behavioral setting, lingkungan pembelajaran, penyesuaian ruang, interior ruang kelas, ruang kelas PAUDABSTRACTClassrooms as a learning environment when in a room that is not specifically designated as a classroom, then there is awkwardness in using space that is not appropriate for the purpose of its activities. This research aims to determine the adjustment of space in the multipurpose hall of MUI Bandung City into the TKQ Ulul Ilmi classrooms in order to achieve an optimal learning environment in facilitating the development and learning methods of preschoolers. The research method is qualitative with a descriptive approach. Based on interior spaces and behavior patterns through behavior mapping, then associated with the development and learning methods of preschoolers. The results of the study showed that a large and elongated classroom setting  resulted in free activities within it, but because the atmosphere of the learning environment presented was not appropriate, the pattern of preschoolers' behavior was not too varied.Keywords: Behavioral setting, learning environment, adjustment space, interior classrooms, early childhood classrooms
Interaksi Simbolik Dalam Tiga Lukisan Kaca Karya Haryadi Suadi Rizal Sapari
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haryadi Suadi adalah maestro lukisan kaca khas Cirebon. Meskipun Haryadi seorang akademisi di lingkungan seni modern, Haryadi berperan penting di dalam mengembangkan seni lukis kaca khas Cirebon, tempat kelahirannya. Karya Haryadi Suadi merupakan substasiekspresi yang menekankan pada berbagai interpretasi atau pengalaman hidup penciptanya. Komunikasi seni yang terjadi dalam penyajian-pameran karya seni lukis kaca tradisi Haryadi Suadi berkorelasi dengan etnografi singkat lukisan kaca khas Cirebon. Lukisan yang dijadikan studi kasus kajian adalah lukisan berjudul Buroq, Kalacakra dan Sang Keadilan. Metode dan Teori yang digunakan adalah interaksi simbolik Herbert Blumer dengan metode kualitatif untuk menguraikan makna estetika simbolik tiga karya tersebut. Kata kunci: lukisan kaca, Haryadi Suadi, Interaksi Simbolik, Komunikasi Seni. ABSTRACT Haryadi Suadi is a Cirebon glass painting maestro. Although Haryadi was an academic in the modern art environment, Haryadi played an important role in developing the unique glass painting of cirebon, his birthplace. haryadi suadi's work is an expression substrate that emphasizes various interpretations or life experiences of its creator. the art communication that takes place in the presentation of glass painting works of the haryadi suadi tradition correlates with a brief ethnography of cirebon glass paintings. paintings used as case study studies are paintings titled buroq, kalachakra and the justice. the method and theory used are herbert blumer's symbolic interaction with qualitative methods to describe the symbolic aesthetic meaning of the three works. Keywords: Three Works of Haryadi glass painting, Symbolic Interaction, Communication of Art.
“Manajemen Pendidikan Desain Dengan Menggunakan Penerapan A Whole New Mind Dan Tpdc (Total Product Design Concept) Untuk Generasi 4.0” Yosef Richo,; Siswo Martono
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pola pendidikan pada dunia kreatif terutama desain pada era industri 4.0 membutuhkan tingkat aplikasi yang lebih karena tantangan dan tuntutan lebih kompleks, dimana pendidikan harus dapat berinteraksi antara kongnitif, afektif, teknologi dan sosial. Untuk itu diperlukan manajemen pendidikan pada dunia desain yang dapat melibatkan kolaborasi peran dari kemampuan otak kanan dan otak kiri, konsep A Whole New Mind dimana unsur tersebut adalah: Desain, Cerita, Simfoni, Arti, Empati dan Bermain adalah dirasa cocok untuk menjawab tantangan tersebut. Sedangkan konsep Total Product Design Concept (TPDC) dianggap sesuai diterapkan untuk dasar arah desain dimana unsur Fungsional, Estetis dan maksud dari desain dapat memaksimalkan hasil dari konsep pendidikan berbasis A Whole New Mind, hasil desain yang diperoleh dari mahasiswa atau siswa didik terbukti berkorelasi dengan kualitas karya dan lebih semangatnya mahasiswa dalam proses berlajar mengajar. Kombinasi proses A Whole New Mind dan TPDC diharapkan sesuai dengan pola pendidikan di era industry 4.0 dimana siswa dapat diberikan rangsangan agar lebih semangat dalam menerapkan pembelajaran. Kata kunci: Manajemen Pendidikan, Desain, TPDC, A Whole New Mind. ABSTRACT Abstract. The pattern of education in the creative world, especially design in the industrial era 4.0 requires more levels of application because of the challenges and demands that are more complexs, where education must be able to interact between the positive, affective, technological and social. For this reason, management education is needed in the design world that can involve collaboration of the roles of the ability of the right brain and left brain. The concept of A Whole New Mind where the elements are: Design, Story, Symphony, Meaning, Empathy and Play are deemed suitable to answer the challenge. While the Total Product Design Concept (TPDC) concept is considered suitable to be applied to the basic direction of the design where the functional, aesthetic and intentional elements of the design can maximize the results of the A Whole New Mind based education concept, the design results obtained from students or students are proven to be correlated with quality works and more enthusiasm of students in the process of teaching and learning. The combination of the process of A Whole New Mind and TPDC is expected to be in accordance with the pattern of education in the industrial era 4.0 where students can be given stimuli to be more enthusiastic in implementing learning. Keywords: Management Education, Design, TPDC, A Whole New Mind.
Studi Perilaku Adaptif Penghuni Melalui Metode Building Performance Evaluation Studi Kasus di Perumahan Kalijati Indah Bandung Andika Dwicahyo Aribowo
Jurnal Rekarupa Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan suatu fenomena pertumbuhan rumah yang seringkali terjadi pada lingkungan perumahan dari aspek perilaku penghuninya, dengan menitik beratkan pada hubungan antara aktivitas manusia dengan ruang yang menjadi tempatnya beraktivitas di dalam rumahnya. Premis dasar pada penelitian ini ialah aktivitas penghuni mempengaruhi perubahan rumahnya, maka penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan meneliti; tahap pertama penelitian ini mencari data yang berkaitan dengan persepsi penghuni; tahap kedua bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas penghuni dan setting perilaku. Hasil penelitian menyatakan bahwa aktivitas penghuni tidak mempengaruhi perubahan rumah secara signifikan, dimana aktivitas penghuni hanya menunjukkan sifat ruang yang dilandasi oleh suatu kebutuhan penghuni. Secara umum hasil penelitian juga menyatakan bahwa pola aktivitas penghuni menunjukkan suatu proses untuk memperoleh aspek privasi sebesar mungkin sesuai dengan apa yag dikehendaki.Kata kunci: adaptasi, aktivitas, hunian, perilaku, persepsi, privasi, ruang AbstraCT This study attempts to describe a house growth phenomena which is often occurs on housing environment, through occupants’ behavioural aspects by emphasizing on the relationship between occupants’ activities with spaces which become the places to do their activities on their own houses. Basic premise of this study is those occupants’ activities affect changes on the houses. The result of the study stated that occupants’ behaviours do not significantly affect the house change. Activities merely show the nature of spaces which are based on occupants’ needs. Generally, this study also describes ongoing adaptation pattern which outlines the purpose of design is actually to give everyone privacy as much possible as they want.Keywords: adaptation, activity, occupancy, behaviour, perception, privacy, space

Page 1 of 2 | Total Record : 12