cover
Contact Name
Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Contact Email
indonesiantrustnursingjournal@gmail.com
Phone
+6285261253834
Journal Mail Official
indonesiantrustnursingjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapten Batu Sihombing, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Trust Nursing Journal
ISSN : 29862116     EISSN : 29860164     DOI : 10.37104
Core Subject : Health,
Indonesian Trust Nursing Journal adalah jurnal dalam bidang ilmu keperawatan yang memuat hasil penelitian atau kajian pustaka. Jurnal ini diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan kepada profesi perawat untuk meningkatkan pengetahuan sehingga kualitas asuhan lebih optimal.
Articles 120 Documents
PENGARUH EDUKASI KEPATUHAN DIET TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI RAWAT INAP LANTAI 7 RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEDAN Pangaribuan, Gracia J; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.151

Abstract

Diabetes Mellitus is a degenerative disease that can be controlled with four pillars of management. Diet is one of the important things from the four pillars of diabetes mellitus management because patients do not pay attention to balanced food intake. Increased blood sugar in Diabetes Mellitus patients acts as a cause of an imbalance in the amount of insulin, therefore diet is one of the prevention so that blood sugar does not increase, with the right diet can help control blood sugar. The research objective is to determine the effect of diet compliance education on blood sugar levels in people with diabetes mellitus. Research using Quasi experiment with one group pre-post test. The population in this study were all patients diagnosed with Type II Diabetes Mellitus at 7th Floor Inpatient at Murni Teguh Hospital is around 3875 people with purposive sampling technique with a total sample of 44 respondents. The instruments used are observation sheets and use the Independent T-test. The results of this study that the majority of blood sugar levels before the education were bad as many as 31 people (70.5%) and after being given education the majority of blood sugar levels were moderate as many as 21 people (47.7%) and showed a decrease. There is an educational effect between dietary adherence and blood sugar levels in type II Diabetes Mellitus patients with a p value of 0.001. It is suggested that the next researcher is expected to conduct research using a control group with different methods either by demonstration, lecture method or brainstorming. Abstrak Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit degeneratif yang dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan. Diet menjadi salah satu hal penting dari empat pilar penatalaksanaan Diabetes Melitus dikarenakan pasien tidak memperhatikan asupan makanan yang seimbang. Meningkatnya gula darah pada pasien Diabetes Melitus berperan sebagai penyebab ketidakseimbangan jumlah insulin, oleh karena itu diet menjadi salah satu pencegahan agar gula darah tidak meningkat, dengan diet yang tepat dapat membantu mengontrol gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kepatuhan diet terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus. Penelitian menggunakan Quasi experimental dengan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang di diagnosis menderita Diabetes Melitus Tipe II di Rawat Inap lantai 7 Rumah Sakit Murni Teguh Medan yaitu sebanyak 3875 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembaran observasi dan menggunakan uji Independen T – test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah sebelum dilakukan edukasi mayoritas buruk sebanyak 31 orang (70,5%) dan sesudah diberikan edukasi kadar gula darah mayoritas sedang sebanyak 21 orang (47,7%) dan menunjukkan penurunan. Terdapat adanya pengaruh edukasi antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II dengan p value 0,001. Disarankan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol dengan metode yang berbeda baik secara demonstrasi, metode ceramah atau brainstorming.
PENGALAMAN SELF-CARE PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DIMASA PANDEMI COVID-19 Erlyani, Suci Ayu; Simatupang, Lenny Lusia
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.152

Abstract

Chronic kidney failure is a progressive disorder, in which the ability of the kidneys in the body cannot recover to maintain metabolic, fluid and electrolyte balance, causing uremia. To maintain body functions, patients with chronic kidney failure perform kidney replacement therapy, which is one of the options. The purpose of this study is to explore the meaning of the patient's experience in undergoing hemodialysis during the Covid-19 pandemic. This research method is qualitative with a phenomenological method in which to explore the experience of self-care in each chronic kidney failure patient undergoing hemodialysis. The sample used by purposive sampling technique as many as 12 people. The data analysis technique used in this study is the Miles and Huberman method with three stages. The results of this study obtained three themes concerning Self-Care Experiences of Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis During the Covid-19 Pandemic. The conclusions obtained in this study are: an overview of self-care of chronic kidney failure patients while undergoing hemodialysis, the efforts made by hemodialysis patients to prevent transmission of Covid-19, the expectations of hemodialysis patients for life. Abstrak Gagal ginjal kronis merupakan penyimpangan progresif, yang kemampuan ginjal dalam tubuh tidak bisa pulih untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan, serta elektrolit, sehingga menyebabkan uremia. Untuk mempertahankan fungsi tubuh penderita gagal ginjal kronis melakukan terapi pengganti ginjal yang menjadi salah satunya pilihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali pengalaman pasien dalam menjalani hemodialisa selama pandemi covid-19. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman self care pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Adapun sampel yang digunakan dengan teknik purposive sampling sebanyak 12 orang. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode Miles dan Huberman dengan tiga tahap. Hasil penelitian ini mendapatkan tiga tema tentang Pengalaman Self-Care Pasien Gagal Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisa Dimasa Pandemi Covid-19. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini, yaitu : gambaran perawatan diri pasien gagal ginjal kronis saat menjalani hemodialisa, upaya yang dilakukan pasien hemodialisa untuk mencegah penularan covid-19, harapan pasien hemodialisa terhadap kehidupan.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PLAYDOUGH TERHADAP TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3 – 6 TAHUN) DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Shadrina, Nurul; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.153

Abstract

Hospitalization is a condition of a person in a condition that requires medical treatment in a hospital to overcome and alleviate a disease or condition that can be experienced by adults and children, hospitalization that occurs in children can cause several impacts, one of which is anxiety. Anxiety is also a disturbance to the fulfillment of emotional needs, this needs to be handled as early as possible so that it does not have a bad impact on children. Play therapy is an activity carried out in helping the healing process for children which aims to relieve pain and anxiety. Playdough can provide a fun and satisfying experience and can develop children’s creativity in imagination so that play therapy using playdough is very appropriate to use during hospitalization to reduce anxiety in children. This study used a pre experimental design and used the Pre test – PostTest design method. Sampling using purposive sampling with a total sample of 15 respondens. The research instrument used was an anxiety questionnaire. The data analysis used is the Wilcoxon test. The results of the study showed that there was an effect of playdough play therapy on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children (3 – 6 years) at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Wilcoxon statistical test shos p value <0.05 (p value = 0.001), so there is an effect of playdough play therapy on anxiety levels in preschool children (3 – 6 years) at Murni Teguh Memorial Hospital in 2021 ABSTRAK Hospitalisasi merupakan suatu keadaan seseorang dalam kondisi yang mengharuskan untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit untuk mengatasi dan meringankan penyakit atau kondisinya yang dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak – anak, hospitalisasi yang terjadi pada anak dapat menyebabkan beberapa dampak, salah satunya kecemasan. Kecemasan juga merupakan suatu gangguan terhadap terpenuhinya kebutuhan emosional, hal ini perlu dilakukan penanganan sedini mungkin agar tidak berdampak buruk kepada anak. Terapi bermain merupakan kegiatan yang dilakukan dalam membantu proses kesembuhan bagi anak yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri dan cemas. Playdough dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan serta dapat mengembangkan kreativitas anak dalam berimajinasi sehingga terapi bermain menggunakan playdough sangat tepat digunakan saat hospitalisasi untuk mengurangi kecemasan pada anak. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental dan menggunakan metode PreTest – PostTest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner kecemasan. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi bermain playdough terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah (3 – 6 tahun) di Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Uji statistic Wilcoxon menunjukkan p value <0.05 (p value = 0.001). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh terapi bermain playdough terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3 – 6 Tahun) di Murni Teguh Memorial Hospital Medan Tahun 2021.
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN SURGICAL SAFETY CHEKLIST TIME OUT DI OPERATING THEATRE RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEDAN Jaya Sinambela, Irma Jiliana Ripa; Simanullang, Rostime Hermayerni
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.154

Abstract

The mechanism for using the Surgical Safety Checklist is carried out for improvement by involving multiple professions (surgeons, anesthesiologists, anesthesiologists, and surgical nurses). Use of and adherence to surgical safety checklists results in reduced postmanipulation morbidity and mortality. While the benefits of using a surgical safety checklist resulted in a 47% reduction in mortality and 36% reduction in morbidity after habituation. The purpose of this study is to determine the level of adherence to the implementation of the Surgical Safety Checklist time out in the Operating Theater. The type of research used is descriptive quantitative. The population in this study were all nurses working in the operating room of Murni Teguh Hospital, Medan, consisting of 30 people. The instrument used is a questionnaire sheet. The result that majority of respondents aged 20-30 years were 21 people (70.0%) and a minority > 40 years were 1 person (3.3%), for the education of the majority of respondents with DIII education were 20 people (66.7%) and Minor education Nurses as many as 10 people (33.3%), and the characteristics of length of service the majority of nurses worked for < 3 years as many as 19 people (60.0%) and minorities worked > 3 years as many as 11 people (36,%). The conclusion is the level of adherence to the implementation of the Surgical Safety Checklist time out in the operating room of Murni Teguh Hospital, the majority of nurses obeyed as many as 27 people (90.0%) and the minority did not comply as many as 3 people (10.0%). For future researchers to conduct further research on the implementation of patient safety programs, especially the implementation of a safety checklist in the operating room, which is seen from various aspects that have not been reviewed in this study, such as the relationship between knowledge, motivation and compliance with the implementation of Surgical Safety Checklist Time Out. Abstrak Mekanisme penggunaan Surgical Safety Checklist dilakukan untuk perbaikan dengan melibatkan multi profesi (dokter bedah, dokter anestesi, penata anestesi, dan perawat bedah). Penggunaan dan kepatuhan terhadap checklist keselamatan bedah menghasilkan penurunan mortalitas dan morbiditas pasca pembedahan. Sedangkan manfaat Penggunaan checklist keselamatan bedah menghasilkan penurunan 47% mortalitas dan morbiditas berkurang 36% pasca pembedahan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan penerapan Surgical Safety Cheklist time out di Operating Theater. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang operating theater Rumah Sakit Murni Teguh Medan sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembaran kuesioner. Hasilnya adalah bahwa Umur responden mayoritas 20 - 30 tahun sebanyak 21 orang (70,0 %) dan minoritas umur > 40 tahun sebanyak 1 orang (3,3%), untuk pendidikan mayoritas responden berpendidikan DIII sebanyak 20 orang (66,7%) dan minoritas berpendidikan Ners sebanyak 10 orang (33,3%), dan karakteristik lama bekerja mayoritas perawat bekerja selama < 3 tahun sebanyak 19 orang (60,0%) dan minoritas bekerja > 3 tahun sebanyak 11 orang (36,%). Disimpulkan bahwa Tingkat kepatuhan penerapan Surgical Safety Cheklist time out di ruang operating theater RS Murni Teguh mayoritas perawat patuh sebanyak 27 orang (90,0%) dan minoritas tidak patuh sebanyak 3 orang (10,0%). Bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan program patient safety terutama pelaksanaan cheklist keselamatan di kamar bedah yang di lihat dari berbagai aspek yang belum dikaji pada penelitian ini seperti hubungan antara pengetahuan, motivasi dengan kepatuhan.
KECEMASAN PERAWAT COVID-19 DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG ISOLASI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Christiani Zai, Julya Valentine; Simanullang, Rostime Hermayerni
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.155

Abstract

The pandemic that is currently sweeping Indonesia and even the whole world is the Covid-19 pandemic. The impact of the Covid-19 pandemic has caused many losses such as mental disorders such as anxiety. This impact also affects health workers, one of which is nurses who are in direct contact with patients for 24 hours. The workload of nurses is getting higher in the Covid-19 pandemic because of the changing conditions of patients, the work time needed to provide direct nursing services to patients exceeds before the Covid-19 pandemic. The objective of this study is to determine the relationship between Covid-19 nurse anxiety and nurse performance. This study used a descriptive correlation research design. The total sample in this study was 67 people, the sampling technique used was total sampling. The instrument used was a questionnaire sheet with the Pearson Product Moment statistical test. The result based on statistical tests, the p value = 0.00 (<0.05) was obtained, which means that there is a significant relationship between Covid-19 nurse anxiety and nurse performance. Conclusion: there is a relationship between Covid-19 nurse anxiety and Covid-19 nurse performance. It is recommended for future researchers to continue research on Covid-19 by adding different variables, such as workload, motivation, skills, education, and others. Abstrak Pandemi yang sedang melanda Indonesia bahkan seluruh dunia saat ini adalah pandemi Covid-19. Dampak dari pandemi Covid-19 menimbulkan banyak kerugian seperti halnya gangguan mental misalnya kecemasan. Dampak ini juga mempengaruhi tenaga kesehatan, salah satunya adalah perawat yang kontak langsung dengan pasien selama 24 jam. Beban kerja perawat semakin tingi pada pandemi Covid-19 karena kondisi pasien yang berubah-ubah, waktu kerja yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan keperawatan langsung pada pasien melebihi sebelum pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan perawat Covid-19 dengan kinerja perawat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi. Total sampel dalam penelitian ini adalah 67 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembaran kuesioner dengan uji statistik Pearson Product Moment. Hasilnya berdasarkan uji statistik maka didapatkan nilai p value = 0.00 ( <0.05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kecemasan perawat Covid-19 dengan kinerja perawat. Disimpulkan adnyaa hubungan antara kecemasan perawat Covid-19 dengan kinerja perawat Covid-19. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian tentang Covid-19 dengan menambahkan variabel yang berbeda, misalnya beban kerja, motivasi, keterampilan, pendidikan, dan lain-lain.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG Zakiyah, Siti Rohmah; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.156

Abstract

Hypertension can be stabilized by adopting a healthy lifestyle and using anti-hypertensive drugs. Lack of adherence to drug consumption is the most frequent cause of failure of antihypertensive therapy. Behavior in adherence to taking anti-hypertensive drugs is influenced by the knowledge and attitudes of hypertensive sufferers. Compliance is a major factor so that hypertension does not develop into a more severe complication. To determine the effect of behavior on the level of patient compliance in taking anti-hypertensive medication outpatients at the city hospital of Tangerang, 2020. The type of research used is a correlation study with a cross sectional approach. The sampling technique was purposive sampling. Analysis of the data in this study using a spearman test. The results showed that the patient's knowledge in taking anti-hypertensive drugs was that the majority of knowledge was sufficient for 87%, the majority of patients' attitudes in taking anti-hypertensive drugs were 85.20% positive and patient compliance in taking anti-hypertensive drugs was the majority quite obedient at 72,20%. Based on the simple multiple linear regression analysis, the results obtained from the value of the Sign. (2-tailed) = 0.000 <α = 0.05, because the value of Sign. (2-tailed) is smaller than α then accept Ha reject H0. There is a behavioral relationship on the level of patient compliance in taking anti-hypertensive drugs outpatients at Aminah hospital of Tangerang Abstrak Hipertensi dapat distabilkan dengan melakukan pola hidup yang sehat dan menggunakan obat anti hipertensi.. Kurang patuhnya konsumsi obat merupakan penyebab paling sering untuk kegagalan terapi anti hipertensi. Perilaku dalam kepatuhan mengkonsumsi obat anti hipertensi di pengaruhi pengetahuan dan sikap penderita hipertensi. Kepatuhan menjadi faktor utama agar penyakit hipertensi ini tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih parah. Untuk mengetahui pengaruh perilaku terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi pasien rawat jalan di rumah sakit kota tangerang, tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pasien dalam minum obat anti hipertensi adalah mayoritas pengetahuan cukup sebesar 87%, sikap pasien dalam minum obat anti hipertensi adalah mayoritas bersikap positif sebesar 85,20% serta kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi adalah mayoritas cukup patuh sebesar 72,20%. Berdasarkan analisa uji regresi linear berganda sederhana diperoleh hasil nilai dari Sign. (2-tailed) = 0,000 < α = 0,05, karena nilai Sign. (2tailed) lebih kecil dibandingkan dengan α maka terima Ha tolak H0. Ada hubungan perilaku terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi pasien rawat jalan di rumah sakit Aminah kota tangerang.
PENGARUH TERAPI BERMAIN MENDONGENG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PENDERITA LEUKEMIA PADA ANAK DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Simatupang, Shally Odila; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.157

Abstract

Leukemia or what is often called blood cancer originating from the spinal cord is a disease that often attacks children and adolescents. Pain is a hallmark of leukemia, affecting not only the physical condition, but also socially and emotionally to the cognitive level of the child. Pain generally occurs in the bones or joints and stomach so that this makes the treatment of sufferers also have an effect. Pain management for children is one of the important things in their treatment. Play techniques are a form of non-pharmacological therapy that is appropriate for pain management because play therapy is a medium for channeling expressions and feelings of pain as well as relaxation for children. In play therapy, storytelling is a therapy in the form of effective communication that is given directly to children by telling stories as well as distraction techniques. Through stories, not only feelings but children's emotions can also be trained, children will be able to experience feelings of sadness to joy through stories. Storytelling is a method of distraction or diversion from the focus of attention to pain to other stimuli, which is done with the aim that external stimuli given in the form of storytelling can stimulate endocrine secretion so that pain is felt to be reduced. This study used a quasi-experimental research design with a quasiexperimental method with non-equivalent control group design. Sampling using purposive sampling with a sample of 30 respondents. The research instrument used was the FLACC Score pain scale. Analysis of the data used is the Mann-Whitney test. The results showed that there was an effect of storytelling play therapy on reducing pain levels in children with leukemia at the Murni Teguh Memorial Hospital Medan in 2021. The mann-whitney statistical test showed the value of asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05). There is an effect of storytelling play therapy on reducing pain levels of leukemia sufferers in children at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Abstrak Leukemia atau yang sering disebut kanker darah yang berasal daari sumsum tulang belakang merupakan penyakit yang sering menyerang kalangan anak – anak dan remaja. Nyeri menjadi ciri khas dari penyakit leukemia, mempengaruhi tak hanya kondisi fisik, dan sosial juga emosi hingga kognitif si anak. Rasa nyeri pada umumnya terjadi di bagian tulang atau sendi dan perut sehingga hal ini membuat perawatan terhadap penderita juga akan berpengaruh. Penatalaksanaan nyeri untuk anak merupakan salah satu hal yang penting dalam perawatannya. Teknik bermain menjadi salah satu bentuk terapi non farmakologis yang tepat untuk penanganan nyeri karena terapi bermain merupakan media penyaluran ekspresi dan perasaan nyeri juga relaksasi bagi anak. Dalam terapi bermain, mendongeng adalah terapi berbentuk komunikasi efektif yang diberikan langsung kepada anak dengan bercerita sekaligus teknik distraksi. Melalui cerita, tidak hanya perasaaan namun emosi anak juga dapat dilatih, anak akan mampu menghayati perasaan sedih hingga gembira melalui cerita. Mendongeng menjadi metode distraksi atau pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus lain, yang dilakukan dengan tujuan agar stimulus dari luar yang diberikan dalam bentuk mendongeng dapat merangsang sekresi endokrin sehingga nyeri dirasakan berkurang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan metode quasi eksperimen with non-equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala nyeri FLACC Score. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021. Uji statistik mann-whitney menunjukkan nilai asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05). Ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DENGAN POST PCI (PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DI ICU/CVCU MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Sidauruk, Fransiska; Tambunan, Dior Manta
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.158

Abstract

Cardiac catheterization is an invasive diagnostic procedure and is a new innovation that is recognized internationally or a global standard (the best and most accurate technique) as an effort to increase efficiency and effectiveness and detect blockages in the coronary arteries which can cause anxiety. One way that can be done to reduce the level of anxiety in patients who will undergo cardiac catheterization is to provide health education to these patients by paying full attention to the smallest details in caring for the patient. Knowledge can be obtained by providing information through brochures, media, books and health workers. Enough knowledge possessed by a person is able to be better prepared to face the picture of cardiac catheterization. The study aims to determine the relationship between the level of knowledge and the level of anxiety in patients who will undergo cardiac catheterization. This type of research is descriptive correlation, with purposive sampling technique, the number of respondents is 33 people. Data analysis used pearson correlation test. The results of this study found that there was a significant relationship between the level of knowledge and the level of anxiety in patients undergoing cardiac catheterization, with a p-value <0.004. It is recommended to conduct further research with more samples and add family support variables, because this also affects the level of knowledge with the level of anxiety in patients who will undergo cardiac catheterization. Abstrak Kateterisasi jantung merupakan tindakan prosedur diagnostik invasif dan merupakan suatu inovasi baru yang diakui dunia internasional atau global standard (teknik terbaik dan terakurat) sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta mendeteksi adanya sumbatan dipembuluh darah koroner yang dapat menimbulkan kecemasan. Cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung adalah memberikan pendidikan kesehatan pada pasien tersebut dengan mencurahkan perhatian secara penuh dalam hal sekecil kecilnya dalam merawat pasien. Pengetahuan dapat diperoleh dengan adanya informasi melalui brosur, media, buku dan petugas kesehatan. Pengetahuan yang cukup dimiliki seseorang mampu lebih siap menghadapi tindakan kateterisasi jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan teknik purposive sampling, jumlah responden sebanyak 33 orang. Analisa data menggunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung, dengan p-value <0,004. Direkomendasi untuk melakukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih banyak dan menambahkan variabel dukungan keluarga, karena hal ini juga mempengaruhi tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RUANG RAWAT INAP 7 SOUTH MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Butar-Butar, Katy; Mendrofa, Hendry Kiswanto
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.159

Abstract

Laparatomy is any treatment that uses invasive methods by opening or displaying the part of the body to be treated, generally done by making incisions (repairing multiple wounds), reconstructive and palliative. Each treatment can cause discomfort and trauma to the patient, one of which is often The client's complaint is pain. This study aims to determine the effect of early mobilization on the pain scale in postoperative laparotomy patients. This research used Quasi experiment with one group pre-post test. The population in this study were all postoperative laparotomy patients at Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH). Sampling by purposive sampling technique, which determines certain considerations or criteria that must be met by the sample. The number of samples in this study were 43 respondents. The instrument used is an observation sheet with an independent statistical test T - test. The results of the study before early mobilization showed that the majority of respondents experienced pain with the category of pain interfering with activities (5-6) as many as 23 respondents (53.5%) after early mobilization obtained a decrease in pain scale, namely the majority were in the category of pain disturbing somewhat (3- 4) as many as 30 respondents (69.8%). There is an effect of early mobilization on the pain scale in postoperative laparotomy patients at 7 South Inpatient Department MTMH. It is hoped that future researchers will conduct research using a control group with different methods such as using handheld fingers, deep breathing relaxation, or progressive muscle relaxation therapy. Abstrak Laparatomi merupakan segala tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan di tangani, umumnya dilakukan dengan membuat sayatan (memperbaiki luka multipel), rekontruksi dan paliatif Setiap pembedahan bisa mengakibatkan ketidaknyamanan dan trauma bagi pasien, salah satu yang sering dikeluhkan klien adalah nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri pada pasien post operasi laparatomi. Penelitian menggunakan Quasi experimental dengan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi laparatomi yang ada di Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH). Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, yang menetapkan pertimbangan-pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembaran observasi dengan uji statistik Independent t– test. Hasil penelitian sebelum dilakukan mobilisasi dini menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami nyeri dengan kategori nyeri mengganggu aktivitas (5-6) sebanyak 23 responden (53,5%) sesudah dilakukan mobilisasi dini diperoleh penurunan skala nyeri yaitu mayoritas berada pada kategori nyeri agak mengganggu (3-4) sebanyak 30 responden (69,8%). Terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri pada pasien post operasi laparatomi di Ruang Rawat Inap 7 South MTMH. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol dengan metode yang berbeda seperti menggunakan genggam jari, relaksasi nafas dalam, atau terapi relaksai otot progresif.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TITI PAPAN MEDAN Zahra, Rara Amalia; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.160

Abstract

Stunting is one of the consequences of malnutrition experienced by children under five years old, which causes children to fail to grow and are too short for their age. The prevalence of stunting in children under five in Indonesia is 30.8%. The purpose of the study was to analyze and see the factors associated with the incidence of stunting at the Puskesmas Titi Papan Medan. This research is a quantitative study using a crosssectional survey design with a total of 27 stunted toddlers in the Working Area of the Titi Papan Medan Health Center in 2022, using a total sampling technique. The instruments in this study were socioeconomic level questionnaires, mother's knowledge of nutrition and parenting styles. Data analysis method used is chi-square and multiple linear regression test. To see the most influential factor using multiple linear regression test with the result of the most influential independent variable, namely the socioeconomic level with the Standardized coefficient Beta value of 0.257. For next research, researchers can develop research by adding variables such as genetic factors and others Abstrak Stunting merupakan salah satu akibat dari kekurangan gizi yang dialami oleh anak balita (bayi dibawah lima tahun) yang menyebabkan anak gagal tumbuh dan terlalu pendek untuk seusianya. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah 30,8 %. Tujuan penelitian Untuk menganalisis dan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting di Puskesmas Titi Papan Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan disain survey cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 27 Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Medan Tahun 2022, dengan menggunakan teknik total sampling . instrumen pada penelitian ini yaitu Kuisoner Tingkat sosial ekonomi, pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh orangtua. Metode Analisa data yang digunakan adalah chi-square dan uji regresi linear berganda .Untuk melihat factor yang paling berpengaruh dengan menggunakan uji regresi linear berganda dengan hasil Variable independent yang paling berpengaruh yaitu Tingkat social Ekonomi dengan nilai Standardized coefficient Beta yaitu sebesar 0,257. Untuk penelitian selanjutnya peneliti bisa mengembangkan penelitian dengan menambahkan variable seperti faktor genetic dan lainnya

Page 3 of 12 | Total Record : 120