cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4: Desember 2017" : 26 Documents clear
Analisis Keruntuhan Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Condotel di Parongpong Bandung (Hal. 82-91) Zordin, Rinto; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.408 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.82

Abstract

ABSTRAKDinding penahan tanah pada proyek pembangunan Condotel Kyriad Village Bandung mengalami keruntuhan pada akhir Desember 2016. Sebelum terjadinya keruntuhan, bagian puncak dinding penahan tanah mengalami perpindahan sebesar 82 cm. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mencari penyebab keruntuhan dari dinding penahan tanah tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis ini menggunakan metode elemen hingga dengan Software PLAXIS 2D. Dari hasil analisis diperoleh faktor keamanan = 1,437, displacement = 52 cm, displacement  pada fondasi bagian kiri = 9 cm dan displacement  pada fondasi bagian kanan = 8 cm. Fondasi mengalami perpindahan yang menyebabkan bagian puncak fondasi juga ikut mengalami perpindahan yang lebih besar dan kemudian menyebabkan terjadinya keruntuhan.Kata kunci: dinding penahan tanah, runtuh, perpindahan ABSTRACTRetaining wall on the construction project Condotel Kyriad Village Bandung collapsed at the end of December 2016. Before the collapse, the top of the retaining wall experienced a displacement of 82 cm. Therefore, an analysis is needed to find the cause of the collapse of the retaining wall. The method used in this analysis uses finite element method with PLAXIS 2D Software. Analysis results safety factor = 1.437, displacement  = 52 cm, displacement  on the left foundation = 9 cm and displacement  on the right foundation = 8 cm. The foundation undergoes a movement that causes the top of the foundation experiencing greater displacement and then lead to collapse.Keywords: retaining wall, collapse, displacement
Implementasi Konsep Green Campus di Kampus Itenas Bandung Berdasarkan Kategori Tata Letak dan Infrastruktur (Hal. 139-150) Santoso, Nur Diyanti; Akmalah, Emma; Irawati, Ira
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.541 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.139

Abstract

ABSTRAKGreen campus merupakan konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan  lahir dari kesadaran manusia akan pentingnya berbagai kegiatan ramah lingkungan di lingkungan kampus. Kampus dinilai sebagai sarana yang tepat untuk mempromosikan konsep pembangunan yang berkelanjutan kepada civitas academica dan juga masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep green campus dalam kategori tata letak dan infrastruktur di kampus Itenas. Observasi, pengukuran, dan wawancara  dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan, sedangkan untuk pengolahan data digunakan  metode scoring dan mixed method research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itenas mendapatkan poin sebesar 730 poin dari poin maksimalnya yaitu 1500 poin. Secara keseluruhan, kekurangan yang Itenas miliki adalah lahan yang kurang untuk tanaman hutan, ruang terbuka yang kurang dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan area yang tidak dapat diresapi air yang cukup besar. Kata kunci: green campus, tata letak dan infrastruktur, scoringABSTRACTGreen campus is a concept that support sustainable development and come from human awareness about the importance of varied eco-friendly activities in campus. Campus is considered to be a proper place to promote sustainable development concept  implementation to its community and surrounding society. This research aims to examine about the implementation of the green campus concept in the category of setting and infrastructure at the Itenas campus. Observation, measurement, and interview were conducted to gather required data, and scoring as well as mixed method were used for data processing and analysis. The results showed that  Itenas earned 730 points from its maximum points of 1500 points. In general, the shortcomings that Itenas has are inadequate area for forest vegetation, open space that can not be utilized optimally, and large area on campus covered in non retentive surface. Keywords: green campus, setting and infrastructure, scoring
Analisis Teknis Operasional Light Rail Transit Kota Bandung (Hal. 36-45) Muhammad, Afif Nur; Triana, Sofyan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.548 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.36

Abstract

ABSTRAKJumlah permintaan masyarakat akan transportasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sehingga volume kendaraan semakin padat dan menyebabkan terjadinya kemacetan. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah Kota Bandung membangun suatu sistem baru berupa transportasi massal berbasis rel yaitu Light Rail Transit (LRT). Data yang digunakan diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Bandung. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain potensi demand pada Tahun 2020, headway, load factor, waktu sirkulasi, kapasitas lintas dan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Berdasarkan hasil analisis operasional diperoleh total pergerakan Tahun 2020 sebesar 1.508 penumpang per hari, nilai headway sebesar 251 menit dari Stasiun Babakan Siliwangi s.d. Stasiun Leuwipanjang ataupun dari arah sebaliknya, load factor tertinggi sebesar 79%, waktu sirkulasi sebesar 54,72 menit, dan dengan nilai headway tersebut jumlah kereta yang dapat beroperasi sebesar 6 KA/hari.Kata kunci: LRT, demand, headway, load factor ABSTRACTThe number of people demand for transportation from year to year has increase so that the volume of vehicles getting crowded and led to traffic jams. To overcome this the Government of Bandung to build a new system of rail-based mass transportation that is Light Rail Transit (LRT). The data was obtained from Bandung Transportation Departement. Analyzes conducted in this study include potential demand in Year 2020, headway, load factor, circulation time, cross capacity and railway travel graph. Based on operational analysis results obtained total movement of 2020 for 1,508 passengers per day, headway value of 251 minutes from Babakan Siliwangi Station to Leuwipanjang Station or from the opposite direction, the highest load factor of 79%, a circulation time of 54.72 minutes, and with the headway value the number of trains that can operate is 6 KA/day.Keywords: LRT, demand, headway, load factor
Analisis Daya Dukung Fondasi Kelompok Tiang pada Tanah Lempung Cimencrang Yumita Meisari; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.92

Abstract

ABSTRAKFondasi kelompok tiang merupakan penggabungan beberapa tiang menggunakan pile cap. Penentuan kapasitas daya dukung fondasi adalah faktor penting dalam perencanaan, terlebih jika fondasi ditempatkan pada tanah yang relatif berjenis lempung. Fondasi tersebut harus mampu memikul seluruh beban diatasnya. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui nilai kapasitas daya dukung fondasi kelompok tiang. Analisis daya dukung fondasi kelompok tiang dilakukan dengan cara membandingkan hasil uji di lapangan dengan hasil yang diperoleh dari beberapa metode yaitu metode statik, Meyerhof berdasarkan nilai NSPT dan pemodelan menggunakan bantuan perangkat lunak Plaxis 3D, Group8 3D, serta All Pile. Berdasarkan hasil analisis tersebut, yang paling mendekati dengan hasil uji di lapangan adalah hasil pemodelan menggunakan Plaxis 3D. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil selisih terkecil yaitu 3,93%.Kata kunci: fondasi kelompok tiang, tanah lempung, kapasitas daya dukung, perangkat lunak. ABSTRACTGroup pile foundation is a combination of piles using pile cap. Determination the bearing capacity of the foundation is an important factor in planning, moreover if the foundation was placed on relative clay type soil. The foundation must be able to carrying the whole loads above it. Therefore, the analysis need to be done to identify the value of bearing capacity of group pile foundation. Analysis of group pile bearing capacity was done by comparing the result of test in field and the result obtained from several methode that is static method, Meyerhof method based from the value of NSPT and modelling use software Plaxis 3D, Group8 3D, and All Pile. From the result of the analysis, the closest to the result test in field was the result of modelling used Plaxis 3D. It can be seen from the smallest difference result was 3.93%.Keywords: group pile foundation, bearing capacity, clay soil, software.
Studi Kinerja Simpang Jalan Jakarta - Ibrahim Adjie Setelah Adanya Overpass Pelangi Antapani Kota Bandung Dhi'fan Hanifan; Silvia Sukirman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.46

Abstract

ABSTRAKPermasalahan di bidang transportasi terutama di kota besar diakibatkan oleh pertumbuhan kendaraan yang tinggi, sehingga terjadi kemacetan khususnya di persimpangan dalam mengatasi hal ini Kota Bandung telah melakukan inovasi dengan membangun overpass berteknologi urugan ringan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja persimpangan APILL Jl. Jakarta-Jl. Ibrahim Adjie Kota Bandung setelah Overpass beroperasi. Pedoman yang digunakan dalam melakukan analisis adalah (PKJI 2014). Hasil analisis kinerja simpang didapatkan tertinggi untuk kondisi eksisting 3 fase pagi 0,76 tundaan rerata 25,66 det/skr dan sore hari 1,54 tundaan rerata 154,07 det/skr. Untuk kondisi sore hari waktu isyarat diatur ulang dan mendapatkan nilai  terbesar yaitu 0,80 tundaan rerata 39,51 det/skr.  untuk kondisi 3 fase akhir umur rencana pagi hari 0,80 tundaan rerata 35,85 det/skr dan sore hari 0,93 tundaan rerata 62,59 det/skr. Dari hasil analisis sebaiknya digunakan pengaturan isyarat waktu baru untuk kondisi eksisting sore hari dengan nilai tundaan lebih kecil.Kata kunci: overpass, derajat kejenuhan, PKJI 2014. ABSTRACTTransportation problems especially in big cities caused by high vehicle growth, causing congestion especially at the intersection to overcoming this problems, Bandung city has made an innovation by building a technology overpass lightweight. The purpose of this research is to analyze the performance of APILL junction at Jl. Jakarta -Jl. Ibrahim Adjie Bandung after Overpass have been operated. The guidelines used is PKJI 2014. The results of the analysis of intersection performance obtained by the highest  for the existing 3-phase morning condition 0,76 the average delay is 25,66 sec/pcu and in the afternoon 1,54 the average delay is 154,07 sec/pcu. For the afternoon conditions when cues are reset get the highest  value is 0,80 average delay is 39,51 sec/pcu.  for the 3-phase end-of-life of the morning plan of 0,80 average delay is 35,85 sec/pcu and in the afternoon 0,93 average delay is 62,59 sec/pcu. The results of the analysis should be used cue setting a new time for the existing condition which produce smaller delay.Keywords: overpass, the degree of saturation,  PKJI 2014.
Analisis Daya Dukung Kelompok Tiang Bor pada Jembatan Moh Toha (di Proyek Penambahan Lajur Tol Kopo – Buah Batu) Luthfi Nurachim; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.104

Abstract

ABSTRAKFondasi adalah struktur bawah yang di gunakan untuk menyalurkan beban yang berasal dari struktur atas. Pada proyek penambahan lajur Tol Kopo - Buah Batu di ruas jembatan Moh Toha di gunakan fondasi tiang bor dengan struktur jembatan yang terdiri dari 2 pier dan 2 abutment. Perhitungan analisis daya dukung kelompok fondasi tiang bor hanya di lakukan di Pier 2 dan Abutment 2 dengan masing masing teridiri 9 buah titik bor dengan panjang tiang 28 m dan 6 buah titik bor  dengan panjang tiang 32 m. Diameter yang digunakan sebesar 60 cm. Analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan perhitungan rumus manual dan pemodelan software. Didapat hasil daya dukung kelompok fondasi tiang bor dan lalu di bandingkan dengan hasil uji daya dukung di lapangan menggunakan uji PDA dengan selisih terdekat pada pier 2 sebesar 16,27 % menggunakan software All Pile dan pada abutment 2 sebesar  37,53% menggunakan software All Pile.Kata kunci: fondasi tiang bor, hasil daya dukung, selisih   ABSTRACTFoundation is a bottom structure that is used to distribute loads from upper structure. Bore pile foundation is used on Toll Kopo - Buah Batu additional lane  project on Moh Toha bridge that consist of 2 pier and 2 abutment. The calculation of bearing capacity analysis of bore  pile group is only done at Pier 2 and Abutment 2, each consisting of 9 drill points with a pile length of 28 m and 6 bore points with a length of 32 m piles. The diameter is 60 cm.   Analysis is using the calculation of manual formulas and modeling software. The result of bearing capacity bore pile group foundation and then compared to the result of  bearing capacity in the field using PDA test with the nearest different on Pier 2 is 16,27 % and on abutment 2 of 32,53 % using software All Pile.Keywords: foundation bored pile, result of bearing capacity, difference
Kajian Ekonomis Perancangan Sistem Sambungan Struktur Baja pada Rangka Atap dengan Variasi Ukuran Baut, Konfigurasi Baut, dan Mutu Baut Andre Pranata Setialaksana; Bernardinus Herbudiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.1

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan material baja yang berdampak pada meningkatnya harga material baja. Hal ini mendorong para teknisi untuk berusaha menghemat biaya struktur bangunan. Oleh karena itu setiap elemen pembentuk struktur harus didesain ekonomis, efesien, dan memenuhi persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi sambungan yang paling ekonomis berdasarkan harga material pelat baja dan baut. Hasil dari kajian ekonomis perancangan sistem sambungan baja dengan studi kasus rangka atap Pasar Sae Sarijadi yang menggunakan metode variasi ukuran baut, konfigurasi baut, dan mutu baut, kombinasi yang dapat menghemat biaya struktur adalah kombinasi A4 (27D, 6 baut, 2 baris), kombinasi B2 (27D, 8 baut, 2 baris), kombinasi C3 (27D, 8 baut, 2 baris), kombinasi D4 (24D, 6 baut, 2 baris), dan kombinasi E2 (16D, 6 baut, 3 baris).Kata kunci:  struktur baja, ekonomis, kombinasi sambunganABSTRACTThe increasing needs for the use of steel material that impacts the rising prices of steel materials, encourages technicians to spare the cost of building structures, therefore every element of the structure must be designed to be economical, efficient, and meet the requirements. This research is intended to find the most economical combination based on the price of steel plate and bolt. The results of the economical study of the design of steel connection systems with the case studies of the roof truss of Pasar Sae Sarijadi using method of bolt size variation, bolt configuration, and bolt quality, the combination that can save the structure cost is combination A4 (27D, 6 bolt, 2 line), combination B2 (27D, 8 bolt, 2 line), combination C3 (27D, 8 bolt, 2 line), combination D4 (24D, 6 bolt, 2 line), and combination E2 (16D, 6 bolt, 3 line).Keywords: steel structure, economical, combination of connections
Pengaruh Faktor Gempa terhadap Stabilitas Timbunan dengan Analisis Numerik Muhamad Fadhlan Alfafa; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.58

Abstract

ABSTRAKGempa bumi umumnya menggambarkan proses dinamis yang melibatkan akumulasi stress (tekanan) dan pelepasan strain (regangan). Perambatan gelombang ini bergantung pada sifat elastisitas batuan. Selama terjadinya gempa akan terjadi penjalaran gelombang dari batuan dasar ke permukaan tanah. Perjalanan perambatan gelombang sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat dinamik tanah yang dilewati oleh gelombang gempa tersebut. Program NERA adalah salah satu program yang menggunakan analisis respon satu dimensi yang berarti Gelombang geser merambat secara vertikal dalam sistem berlapis satu dimensi. Analisis stabilitas timbunan yang dihitung menggunakan metode elemen hingga dengan model 2D pada program PLAXIS 2D 2016. Analisis akan menggunakan variasi dengan dan tanpa terjadi gempa dan dengan dan tanpa muka air tanah yang tepat berada dipermukaan. Analisis stabilitas gempa tanpa muka air nilai  yang diperoleh cenderung aman dengan rata-rata nilai  1,389 dan analisis stabilitas gempa dengan muka air nilai  yang diperoleh cenderung cukup aman dengan rata-rata nilai  1,279.Kata kunci: gelombang geser, NERA, percepatam gempa, stabilitas timbunan ABSTRACTEarthquakes generally describe a dynamic process that involves the accumulation of stress (pressure) and the release of strains (strain). This wave propagation depends on the elasticity of the rock. During the earthquake there will be a wave propagation from the bedrock to the ground surface. The journey of wave propagation is strongly influenced by the dynamic properties of the soil passed by the earthquake wave. The NERA program is one program that uses one-dimensional response analysis which means shear waves propagate vertically in a one-dimensional layered system. Analysis of the embankment stability calculated using finite element method with 2D model in PLAXIS 2D 2016 program. The analysis will use variations with and without earthquake and with and without proper groundwater on the surface. Analysis of seismic stability without a water surface of values obtained tended to be safe with an average value of  is 1.389 and an earthquake stability analysis with  water level obtained is likely to be quite secure with an average value of SF is 1,279.Keywords: shear waves, NERA, earthquake acceleration, embankment stability
Perencanaan Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan Baruakol Kepulauan Sula Maluku Utara Dwinanda Narindra; Yati Muliati; Fachrul Madrapriya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.115

Abstract

ABSTRAKDesa Baruakol, Kabupaten Kepulauan Sula merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di Provinsi Maluku Utara. Namun selama periode 2012-2014, total nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi mengalami penurunan menurut BPS (Badan Pusat Statistik). Pembangunan prasarana perikanan dibutuhkan untuk dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. Prasarana tersebut berupa pelabuhan ikan yang termasuk kedalam klasifikasi pangkalan pendaratan ikan (PPI). Analisis yang digunakan yaitu pasang surut dengan menggunakan metode Least Square dan metode Admiralty, dilanjutkan dengan perhitungan fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Hasil pasang surut yang digunakan adalah metode Least Square dengan hasil tunggang pasut yang didapat sebesar 2,04 m serta HWS pada elevasi +2,39 m dan LWS +0,35 m. Dengan dilengkapi fasilitas pokok dengan luas total sebesar 7.982 m2 sedangkan untuk fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang seluas 2.692 m2.Kata kunci: perencanaan teknis, metode pasang surut, pangkalan pendaratan ikanABSTRACTBaruakol Village, in Sula Islands Region is one of the largest fish resource in North Maluku Province. However, during the 2012-2014 period, the total additional value generated by the economic sectors are decreasing, according to BPS (Badan Pusat Statistik) / National Statistic Centre. Developing fishing port infrastructure is needed to help improving the regional economy. The infrastructure is formed as fishing port that classification type of PPI. The tidal analysis is Least Square method and Admiralty method, and  calculation of basic facilities, functional facilities and supporting facilities. The tidal ebb & flow test is using Least Square method the result obtained from tidal ebb & flow test is 2.04 m and HWS elevation at +2.39 m and LWS at +0.35 m. Equipped with basic facilities with total area of 7,982 m,2 meanwhile coverage area for functional facilities and supporting facilities is 2,692 m2.Keywords: technical planning, tidal method, fishing port type PPI
Analisis Tingkat Kepuasan terhadap Kualitas Pelayanan Kereta Api Ekonomi Bandung Raya Galih Wijaksana Affandi; Dwi Prasetyanto; Andrean Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.12

Abstract

ABSTRAKKualitas pelayanan menjadi salah satu indikator yang digunakan oleh banyak perusahaan jasa transportasi dalam menghadapi persaingan usaha, termasuk PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. Analisis tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan metode Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan. Hasil analisis setiap pelayanan yang telah diuji validitas & reliabilitas dan dinyatakan valid & reliabel kemudian dipetakan dalam diagram kartesius IPA serta nilai CSI untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa kereta api secara keseluruhan. Berdasarkan metode IPA Pelayanan tentang Kebersihan & Kerapihan Fasilitas Kereta, Kelengkapan Fasilitas Kereta, serta Kesopanan & Kejujuran Petugas dirasakan penting dan memuaskan oleh pengguna jasa. Berdasarkan metode CSI diperoleh nilai CSI sebesar 75,06% yang berarti bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh kereta api secara keseluruhan dirasa memuaskan oleh pengguna jasa.Kata kunci: kualitas pelayanan, tingkat kepuasan, tingkat kepentinganABSTRACTService quality becomes one of indicator which is used by many transportation service companies in business competition including PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. The analysis of satisfaction and importance level based on Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) method used to find out the service quality. The analysis result has been tested by validity & reliability for each service which is valid & reliable and then plotted onto IPA cartesians diagram and CSI value to determine the satisfaction for whole train users. Based on IPA method, the service of Cleanliness & Neatness, Qualities & Services in Train Facilities, and Integrity & Respectful Officers are felt important and satisfy by train users. Based on CSI method, the CSI value is 75.06% which means that the service quality that has been given by whole of trains are satisfied by train users.Keywords: service quality, satisfaction level, importance level

Page 2 of 3 | Total Record : 26