cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Juni 2018" : 28 Documents clear
Pola Hidrodinamika di Perairan Nunukan sebagai Usulan pada Permasalahan Abrasi Pulau-pulau Kecil. (Hal. 58-69) Hardhiyanti, Wulan Fitry; Kurniadi, Yessi Nirwana; Mustikasari, Eva; Noviadi, Yogi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.156 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKPerairan Nunukan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Berada dalam wilayah terluar, Kabupaten Nunukan menyimpan banyak potensi dalam sektor kelautan dan perikanan. Sangat penting untuk menjaga zona ekonomi eksklusif pulau-pulau kecil terluar Indonesia dari abrasi. Besar abrasi yang mungkin terjadi dapat diketahui dengan melakukan analisis pemodelan mengenai hidrodinamika wilayah tersebut. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE 21 dengan modul Hydrodynamic (HD). Pemodelan yang dilakukan terdiri dari grid persegi dan mesh terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa daerah di Kabupaten Nunukan terjadi peningkatan kecepatan arus antara 0,1625 m/s sampai 0,3 m/s yang berpotensi terjadi abrasi. Abrasi terjadi di barat daya Pulau Sebatik, Perairan Nunukan sepanjang 1.014,26 meter. Penelitian sebelumnya menunjukkan, ukuran butir di wilayah tersebut sebesar pasir kelanauan sebesar 0,01 mm. Terdapat hubungan antara kecepatan dan ukuran butir yang menyatakan wilayah tersebut memiliki potensi abrasi.Kata kunci: hidrodinamika, pemodelan, arus, pasang surut, abrasiABSTRACTSebatik Island is located in Nunukan sea at North Kalimantan Province. This island is one of the outermost area in Indonesia which is in border line with Malaysia. These outlying islands keep a lot of potential in marine, and fishery. It is important to keep Indonesia exclusive economic zone by protecting this outlying island from abrasion. Abrasion can be found by analyzing hydrodynamic modelling in the area. Hydrodynamic modelling is using software MIKE 21 with Hydrodynamic modules (HD). The numerical hydrodynamic modelling was consists of rectangular grid and unstructured mesh modelling. The modelling showed there are some area in Kabupaten Nunukan are has increase of current velocity between 0.1625 m/s and 0.3 m/s that potentially to abrasion. Abrasion occurred in the southwest of Sebatik Island, Nunukan sea along 1,014.26 meters. Based on the observation before, the grain size in the area was 0.01 mm sand silt. There is correlation between the current velocity and grain size in the area has potentially to abrasion.Keywords: hydrodynamic, modelling, current, tides, abrasion
Pengaruh Kapasitas Daya Dukung terhadap Letak Fondasi Dangkal Tipe Menerus di Sepanjang Lereng dengan Menggunakan Metode Analitik dan Numerik. (Hal. 113-124) Badrudin, Mohamad; Ikhya, Ikhya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.068 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.113

Abstract

ABSTRAKKapasitas daya dukung adalah kemampuan fondasi dalam menahan beban struktur yang berada diatasnya. Analisis fondasi dangkal sepanjang lereng dengan metode numerik menggunakan program PLAXIS 2D menghasilkan bahwa semakin besar nilai kedalaman fondasi  maka akan menaikan kapasitas daya dukungnya. Nilai kapasitas daya dukung terbesar terdapat pada = 2 m yaitu sebesar 1.117  kN/m2 pada lokasi dibawah lereng dengan kondisi tanpa muka air tanah. Lokasi fondasi dangkal sepanjang lereng sangat mempengaruhi nilai kapasitas daya dukung fondasi tersebut. Jika fondasi ditempatkan dekat dengan lereng ataupun pada permukaan lereng, maka nilai kapasitas daya dukungnya akan berkurang. Nilai kapasitas daya dukung pada atas lereng dengan jarak   = 0 m dari tepi lereng sebesar 527 kN/m2 dan untuk = 8 m memiliki nilai kapasitas daya dukung sebesar 959,5 kN/m2, maka kapasitas daya dukungnya mengalami peningkatan sebesar 82,06%. Kesimpulannya fondasi akan aman ketika ditempatkan sejauh 4  dari tepi lereng.Kata kunci: kapasitas daya dukung, fondasi dangkal, lereng.ABSTRACTBearing capacity is the ability of the foundation to hold the load of structures. The analysis of the shallow foundation along the slope by numerical method using the PLAXIS 2D program resulted that the greater depth of the foundation , the greater bearing capacity will occur. Biggest value bearing capacity is 1,117 kN/m2 found at = 2 m located on bottom of the slope with no ground water table. The location of a shallow foundation along the slope greatly affects the bearing capacity value of the foundation. If the foundation is placed close from the slope or on the slope surface, the bearing capacity will decrease. Bearing capacity on the top of slope with = 0 m from the edge of the slope has been value  527 kN/m2 and for   = 8 m bearing capacity value is 959.5 kN/m2, so bearing capacity value has increased by 82.06%. As a result the foundation will be safe if it’s placed at 4  from the edge of the slope.Keywords: bearing capacity, shallow foundation, slope.
Model 3D Desain Struktur Baja Canai Dingin pada Rumah Sederhana 2 Lantai Berdasarkan SNI 7971-2013. (Hal. 9-17) Hafizha, Muhammad Ahdi; Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.466 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.9

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah negara berkembang dengan pertumbuhan pembangunan yang cukup tinggi, sementara luas lahan yang tersedia masih tetap dan terbatas. Akibat dari kondisi tersebut, berdampak pada kebutuhan akan rumah tinggal atau hunian akan semakin tinggi, Rumah sederhana 2 lantai yang layak dan kokoh berbasis ekonomis adalah solusi untuk masyarakat tersebut. Profil baja canai dingin adalah jenis profil baja yang memiliki ketebalan dimensi yang relatif tipis dengan rasio dimensi lebar setiap elemen profil terhadap tebalnya sangat besar, karena ketebalan dimensi profil relatif tipis, maka pembentukan profil dapat dilaksanakan menggunakan proses pembentukan dingin. Maka dari itu adanya model rumah sederhana 3D menggunakan profil baja canai yang praktis dan relatif murah adalah solusi masalah tersebut. Peneliti mengkhususkan mengetahui perbandingan gaya dalam dan rasio yang terjadi  pada model struktur 2D dan 3D. Hasil yang Didapat dari rasio balok yaitu 0,98 dan kolom 0,69.Kata kunci: baja canai, rumah, balok, kolom. ABSTRACTIndonesia is a developing country with relatively high development growth, while the available land area is still limited. As a result of these conditions, the impact on the need for residential or occupancy will be higher, simple and economically viable 2-storey house is a solution for the community. The profile of cold rolled steel is a type of steel profile that has a relatively thin dimensional thickness with the width dimension ratio of each profile element to a very large thickness. Because the profile thickness thickness is relatively thin, the profile formation can be performed using cold forming process. Therefore the existence of a simple 3D home model using a practical and relatively cheap steel roll profile is the solution of the problem. The researcher specializes in knowing the inner force ratio and the ratios that occur in 2D and 3D structural models. The results obtained from beam ratios are 0.98 and 0.69 columns.Keywords: cold formed, house, beams, coloum.
Pengembangan Indikator untuk Penilaian Kategori Edukasi Green Campus. (Hal. 70-81 Sita, Rininta Rolia; Akmalah, Emma; Ainun, Siti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.961 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.70

Abstract

ABSTRAKGreen campus  merupakan suatu konsep yang mengutamakan praktik dari upaya perlindungan, pengelolaan, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan pada institusi-institusi pendidikan. Salah satu penilaian green campus adalah penilaian kategori edukasi berbasis sustainable development yang dapat mengarahkan civitas akademica dalam mendukung pembangunan ekonomi yang seimbang dengan faktor lingkungan dan sosial. Penilaian edukasi perlu dilakukan untuk menilai sejauh mana pengetahuan dan penerapan konsep sustainable development dilakukan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengintegrasikan indikator-indikator penilaian kategori edukasi UI GreenMetric dan STARS, yang didukung dengan hasil observasi lapangan seluruh aspek edukasi di Itenas. Hasil pengembangan kategori edukasi ini adalah penentuan indikator, penentuan sub-indikator, dan bobot penilaian dari setiap indikator dan sub-indikator. Bobot tertinggi dari seluruh indikator edukasi adalah indikator academic courses dengan nilai bobot 25%.Kata kunci: green campus, edukasi, sustainable development ABSTRACTGreen campus is a concept that prioritizes the practice of sustainable environmental protection, management and preservation of educational institutions. One aspect of green campus is the assessment of education-based sustainable development category that can direct the academic community in supporting economic development that is balanced with the environment and social factors. Educational assessments should be conducted to assess the extent to which knowledge and application of sustainable development concepts are carried out. The methodology used in this research is integrations the assessment indicators of education category from UI GreenMetric and STARS, supported by field observation of all aspects of education in Itenas. The results of this education category development are the determination of indicators, the determination of the sub-indicators, and the weight of the assessment of each indicator and sub-indicators. The highest weight of all educational indicators is the indicator of academic courses with a weighted value of 25%.Keywords: green campus, education, sustainable development
Pengaruh Pelican Crossing terhadap Panjang Antrian dan Tundaan Kendaraan di Ruas Jalan Asia Afrika Kota Bandung (Hal. 18-27) Nugraha, Muhammad Reza; Prasetyanto, Dwi; Maulana, Andrean
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.27 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.18

Abstract

ABSTRAKPelican crossing merupakan jenis penyeberangan yang dioperasikan oleh penyeberang jalan yang bertujuan memberikan keselamatan kepada penyeberang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis penyeberangan dan mencari pemodelan tundaan dan panjang antrian akibat pelican crossing di jalan Asia Afrika Bandung. Data penelitian ini adalah frekuensi penyeberangan, jumlah penyeberang, jumlah kendaraan terhenti, arus lalu lintas, tundaan dan panjang antrian kendaraan. Analisis penentuan jenis penyeberangan menggunakan perhitungan PV2  dan analisis pemodelan tundaan dan panjang antrian menggunakan regresi linier berganda. Dari perhitungan PV2 didapatkan hasil PV2=2,49*109 yang berarti termasuk kepada jenis penyeberangan pelikan dengan lapak tunggu. Model yang mewakili hubungan antara panjang antrian (Y) dengan jumlah kendaraan terhenti (X1) dan frekuensi penyeberangan (X2) adalah Y=2,201 + 3,203X1 + 3,510X2. Model yang mewakili hubungan antara tundaan  (Y) dengan variabel bebas yang sama adalah Y=0,709 + 2,656X1 + 7,645. Panjang antrian maksimum sebesar 78,072 meter dan tundaan maksimum sebesar 89,826 detik.Kata kunci: pelican crossing, panjang antrian, tundaanABSTRACTPelican crossing is a type of pedestrian cross which is operated by pedestrian with purpose is to give safety for the crosser. The aim of this study are to determine the type of crossing and find the model of delay and queue length because of pelican crossing at Asia Afrika Street Bandung. The data of this study are crossing frequency, amount of crossers, amount of stopped vehicle, traffic flow, delay and queue length vehicle. Analysis for the type of the crossing obtained by calculation of and analysis of model delay and queue length are use multiple regression. The result from the calculation of PV2  is PV2=2,49*109 which is the type of the crossing is pelican with protector. The represent model of relation between the queue length (Y) with amount of stopped vehicle  and crossing frequency (X2) is  Y=2,201 + 3,203X1 + 3,510X2.The represent model of relation between delay (Y) with same dependent variable is Y=0,709 + 2,656X1 + 7,645. The maximum queue length is 78,072 meters and the delay maximum is 89,826 seconds.Keyword: pelican crossing, the queue length, delay
Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki pada Skywalk Jalan Cihampelas Kota Bandung. (Hal. 28-37) Kusmeilan, Ervin; Prasetyanto, Dwi; Maulana, Andrean
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.243 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.28

Abstract

ABSTRAKSkywalk merupakan jalan yang dibangun di atas jalan Cihampelas dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kapasitas dan tingkat pelayanan pejalan kaki pada Skywalk Bandung. Analisis karakteristik dan kapasitas pejalan kaki didapat dengan menggunakan metode Greenshields dan analisis tingkat pelayanan pejalan kaki menggunakan perhitungan US HCM. Hubungan antar variabel karakteristik pejalan kaki dihubungkan dengan persamaan  Vs = 46,644 - 22,009D  untuk kepadatan dengan kecepatan, Q = 46,644D  – 22,009D^2  untuk kepadatan dengan arus dan Q = 2,119Vs – 0,0454Vs^2  untuk kecepatan dengan arus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas pejalan kaki jalan Skywalk sebesar 25 pejalan kaki/min/m. Tingkat pelayanan pejalan kaki di Skywalk Bandung termasuk dalam kategori tingkat pelayanan “F ” pada hari Sabtu 27 Mei 2017 saat kondisi macet dengan kondisi para pejalan kaki berjalan dengan arus yang sangat lambat dan terbatas karena sering terjadi konflik dengan pejalan kaki yang searah atau berlawanan.Kata kunci: karakteristik, kapasitas, tingkat pelayananABSTRACTSkywalk is a pedestrian street which is built on Cihampelas street with the aim of providing safety and comfort for pedestrians and street vendor. The purpose of this study is to determine the characteristics, capacity and level of pedestrian services on the Skywalk. Analysis of pedestrian characteristics and capacity is obtained by using Greenshields method and pedestrian service level analysis using US HCM calculation. Variable correlation of pedestrian characteristics connected by equation Vs = 46,644 – 22,009D  for density with speed, Q = 46,644D  – 22,009D^2  for density with flow and Q = 2,119Vs– 0,0454Vs^2  for speed and flow. The results of this study show that the capacity of pedestrian street Skywalk for 25 pedestrians/min/m. Level of pedestrian service on the Skywalk street in Bandung included in the “F” level of service on Saturday 27 May 2017 when jam condition by pedestrians condition walk with very slow and limited flow because frequent conflict between pedestrians  in the same direction or in opposite is often.Keywords: characteristics, capacities, level of service
Pengembangan Indikator Peran Serta Pihak Manajemen Perguruan Tinggi dalam Penerapan Konsep Green Campus. (Hal. 82-93) Buana, Rama Putra; Wimala, Mia; Evelina, Rindu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.25 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.82

Abstract

ABSTRAKGreen campus didefinisikan sebagai kampus yang berwawasan lingkungan, yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan lingkungan ke dalam kebijakan, manajemen, dan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Green campus juga harus menjadi contoh implementasi pengintegrasian ilmu lingkungan dalam semua aspek manajemen dan praktek pembangunan berkelanjutan. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan kategori peran serta pihak manajemen kampus beserta indikator penyusunnya yang semula belum ada di UI GreenMetric. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa studi literatur dari standar dan toolkit yang digunakan di luar maupun dalam negeri yaitu STARS AASHE, Green Guide for University, dan Greening University Toolkit yang dianggap sesuai dengan strategi peningkatan efektivitas peran manajemen kampus dalam menyukseskan penerapan green campus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori manajemen yang diusulkan terdiri dari 4 indikator, yaitu: perencanaan berkelanjutan, pengembangan mahasiswa dan staf, penilaian berkelanjutan, dan kerjasama dengan institusi.Kata kunci: green campus, UI Greenmetric, peran manajemen    ABSTRACTGreen campus is defined as campus with environmental insight, that integrates environmental science into policy, management, and base three pilar of collage. Green campus is also used as an example of implementing the integration of environmental science in all aspects of sustainable development management and practices. This research aims to develop the category including the indicators of campus management’s role in green campus assessment based on UI GreenMetric. Secondary data were obtained from study literature of standards and toolkits used all around the world, i.e. STARS AASHE, Green Guide for University, and Greening University Toolkit which are related to the strategy of increasing the effectiveness of campus management’s role in succeeding the implementation of green campus. The results showed that the proposed category of management consist of 4 indicators: sustainability planning, student and staff development, sustainability assessment, and community partnership.Keywords: green campus, UI Greenmetric, management role
Tinjauan Pendidikan dan Penelitian MRK di Indonesia. (Hal. 124-135) Annisa, Annisa; Soemardi, Biemo Woerjanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.719 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.124

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai perkembangan Manajemen dan Rekayasa Konstruksi (MRK) di Indonesia dan proyeksi ke depannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan mencari referensi sejarah perkembangan MRK di Indonesia melalui penelusuran artikel di jurnal, textbook, white paper, proceeding untuk mendapatkan distribusi dan fokus kajian potret penelitian sebelumnya dikombinasi dengan metode survei melalui kuesioner untuk mendapatkan prediktif, persepsi, ekspektasi tentang pendapat perkembangan, kesesuaian, kendala, dan saran perkembangan pendidikan dan penelitian MRK ke depannya. Hasil analisis untuk fokus kajian ke depan, prioritas akan topik-topik yang ada sebagian besar sudah sesuai dan belum bergeser. Konfirmasi berdasarkan data primer didapat bahwa perkembangan MRK di bidang pendidikan dan penelitian dinilai baik dan sebagian besar sudah cukup sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi saat ini, namun perlu peningkatan  dan realisasi hal-hal yang menjadi kendala dan saran pengembangan ke depannya agar sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi saat ini.Kata kunci: manajemen dan rekayasa konstruksi, pendidikan, penelitian ABSTRACTThis study will be discussed about the development of Construction Management and engineering (CEM) and  the projected development in Indonesia. This research employed analysis method to search for historical references of CEM development in Indonesia through articles in journals, textbooks, white papers, proceedings to obtain the distribution and study portraits of history, then  it is combined with survey method through a questionnaire to obtain predictive, perceptions, expectations of the development, suitability, constraints, educational and research development advice for CEM further. The results of the analysis of priority study are mostly already fit and have not shifted. Based on primary data obtained that CEM developments in the field of education and research is considered good and most are already quite fit the needs of today's construction industry, but need improvement and realization of the things that become obstacles and suggestions for future development to fit the needs of today's construction industry.Keywords: construction engineering and management, education, research
Desain Tebal Perkerasan Lentur Landas Pacu Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang Menggunakan Metode Design & Maintenance Guide 27, Inggris. (Hal. 38-46) Prayoga, Aldo Budi; Sukirman, Silvia
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.729 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.38

Abstract

ABSTRAKPerkerasan merupakan salah satu komponen pada runway yang harus didesain dan dievaluasi agar dapat melayani lalu-lintas pesawat sehingga tidak menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan terganggunya kinerja bandara. Studi kasus pada penelitian ini adalah mendesain tebal perkerasan lentur Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta menggunakan Design & Maintenance Guide 27. Tiga alternatif repetisi beban berdasarkan jenis penerbangan yang diasumsikan yaitu alternatif 1 50% internasional dan domestik, alternatif 2 75% internasional dan 25% domestik dan alternatif 3 100% internasional. Dari hasil desain berdasarkan 3 alternatif repetisi beban didapatkan hasil tebal perkerasan yang sama, yaitu 40 mm Marshall Asphalt Surface Course, 60 mm Marshall Asphalt Binder Course, 120 mm Marshall Asphalt Base Course, 401 mm Type FH Drylean Concrete untuk tipe High Strength Bound Base Material dan 563 mm Type F Drylean Concrete untuk tipe Bound Base Material.Kata kunci: perkerasan lentur, runway, marshall asphalt, HSBBM, BBM ABSTRACT                                                                              Pavement is a component of runway that must be designed and evaluated in order to serve airplane traffic so that is not causing damage and result disruption of airport performance. The case studies in this research is to design 3rd Runway's flexible pavement of the Soekarno-Hatta airport use Design & Maintenance Guide 27 . 3 alternative load reps based on the assumed flight type ie alternative 1 with 50% international and domestic, alternative 2 75% international and 25% domestic and alternative 3 100% international. From the results of the design based on 3 alternative reps load obtained the same pavement thickness results, namely 40 mm Marshall Asphalt Surface Course, 60 mm Marshall Asphalt Binder Course, 120 mm Marshall Asphalt Base Course, 401 mm Type FH Drylean Concrete for High Strength Bound Base Material and 563 mm Type F Drylean Concrete for Bound Base Material type. Keywords: flexible pavement, runway, marshall aphalt, HSBBM, BBM
Analisis Karakteristik Gelombang di Perairan Pulau Enggano, Bengkulu. (Hal. 94-103) Usmaya, Akbar Hadiraksa; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.915 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.94

Abstract

ABSTRAKPulau Enggano merupakan pulau kecil terluar bagian Indonesia yang terletak di Samudra Hindia. Pulau ini memiliki beberapa potensi yang bisa meningkatkan ekonomi di daerah tersebut. Pemerintah sedang mengkaji berbagai sumber energi baru salah satunya adalah energi gelombang laut di perairan Pulau Enggano, maka pemerintah melakukan pengukuran gelombang laut di Perairan enggano. Alternatif lain untuk lain untuk mendapatkan informasi tinggi gelombang adalah memanfaatkan data altimetri dengan satelit. Data gelombang dari satelit perlu divalidasi dengan data hasil pengukuran di lapangan dengan metode statistik, sehingga dapat dirumuskan karakteristik gelombang. Faktor koreksi yang didapatkan dari validasi adalah sebesar 0,466. Faktor koreksi ini akan dikalikan dengan data gelombang altimetri dan menampilkan besaran tinggi gelombang di perairan Enggano.Kata kunci: validasi, tinggi gelombang, Perairan EngganoABSTRACTEnggano island are of small island of Indonesia located in the Indian Ocean. The island has some potentials that could generate the economy in the area. The Government is improve a non fosil energy by using wave energy of Enggano Island. The wave height is measured to determine of enggano. Altimetry data is another way to get wave height is utilizing satellite data with altimetri. Wave data from satellites needs to be validated with field measurements of results data with statistical methods, so it can be deduced the characteristics of waves. Correction factors obtained from validation is of 0.466. This correction factor will be multiplied by altimetri and wave data showing high wave magnitudes in the waters of Enggano.Keywords: validation, wave haight, Water’s of Enggano

Page 1 of 3 | Total Record : 28