cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3: September 2018" : 24 Documents clear
Pemodelan Transportasi pada Jalan Trans Bangka Menggunakan Aplikasi PTV Visum (Hal. 83-94) Yunus, Ghina Ariqoh Ufairoh; Herman, Herman; Maulana, Andrean
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.261 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.83

Abstract

ABSTRAKDalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dengan namanya transportasi, namun transportasi saat ini kurang diimbangi dengan fasilitas yang ada. Pada penelitian ini lokasi yang ditinjau adalah Jalan Trans Bangka dengan zona kabupaten di Pulau Bangka. Pemodelan dilakukan dalam empat tahap pemodelan transportasi dan pembebanan dilakukan dengan metode pembebanan Keseimbangan Wardrop menggunakan aplikasi PTV Visum. Berdasarkan hasil validasi arus lapangan dengan arus model dapat dikatakan valid karena yang didapat dari grafik memiliki nilai mendekati 1 yaitu 0,86. Pergerakan yang terjadi setelah dibangunnya jalan Trans Bangka pada tahun 2020 menunjukkan hasil arus rata-rata untuk kendaraan penumpang sebesar 170 smp/jam dengan kecepatan 52 km/jam dan kendaraan barang sebesar 165 smp/jam dengan kecepatan 51 km/jam. Hal ini dapat diartikan kendaraan penumpang yang melewati jalan Trans Bangka lebih besar dibandingkan dengan kendaraan barang. Derajat kejenuhan yang didapat pada jalan Trans Bangka tahun 2020 menunjukkan nilai yang relatif kecil atau <0,85.Kata kunci: jaringan jalan, PTV Visum, keseimbangan wardrop ABSTRACTEveryday life people can’t escape with the name of transportation, but the current transportation is less balanced with existing facilities. In this study the location reviewed is Trans Bangka Road with the district zone in Bangka Island. Modeling is done in four stages of transport modeling and loading is done by loading method of Wardrop Balance using PTV Visum application. Based on the results of validation results that the flow field with the flow of the model can be said to be valid because  obtained from the graph has a value close to 1 that is 0.86. The movement occurring after the construction of Trans Bangka road in 2020 shows the average current flow for passenger vehicles of 170 smp/hour with speed 52km/hour and for goods vehicles of 165 smp/hour with speed 51km/hour. It can be interpreted that passenger vehicle passing through Trans Bangka road is bigger compared to goods vehicle. The degree of saturation obtained on the Trans Bangka road in 2020 shows a relatively small value of <0.85.Keywords: road network, PTV Visum, wardrop equilibrium
Kajian Perbandingan Kuat Tumpu Baut Sejajar Serat Hasil Uji Eksperimental dan SNI 7973:2013 (Hal. 40-47) Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.84 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.40

Abstract

ABSTRAKSambungan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan dimensi kayu sesuai kebutuhan karena terbatasnya ukuran kayu. Kuat tumpu pasak pada kayu diperlukan pada perhitungan sambungan kayu. Melalui persamaan SNI 7973:2013 kuat tumpu pasak pada kayu dapat ditentukan berdasarkan berat jenis kayu, arah serat dan diameter pasak. Pada penelitian ini dilakukan pengujian eksperimental kuat tumpu baut sejajar serat pada 3 jenis kayu yang dibandingkan dengan analisis teoritis berdasarkan SNI 7973:2013. Pengujian dilakukan berdasarkan ASTM D5764-97a dengan menggunakan baut berdiameter 10 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tumpu baut hasil pengujian eksperimental nilainya lebih kecil apabila dibandingkan dengan persamaan berdasarkan SNI 7973:2013. Persen beda yang didapatkan adalah sebesar 52,57% untuk kayu Sengon; 18,01% untuk kayu Akasia dan 4,80% untuk kayu Meranti.Kata kunci: kuat tumpu pasak, sejajar serat, SNI 7973:2013.ABSTRACTConnection is one of method that can be used to get the dimension of wood as needed because the limited size of wood. Bearing strength of wood is required on timber connection calculation. According to SNI 7973:2013, bearing strength can be determined based on the spesific gravity, direction of grain and diameter of fasteners. This study compares the value of bearing strength parrallel to wood grain on 3 different types of wood obtain from experimental test with theoritically generated valued based on SNI 7973:2013. Experimental test is done based on ASTM D5764-97a using 10 mm diameter bolts. The result showed that the bearing strength of experimental test has less value compared with the equation based on the SNI 7973:2013. The percentage differences are 52,57% for Sengon; 18,01% for Acasia and 4,80% for Meranti.Keywords: dowel bearing strength, parallel to grain, SNI 7973:2013.
Analisis Stabilitas Tubuh Bendungan Raknamo Dwi Nanda Putra; Sri Hetty Susantin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.95

Abstract

ABSTRAKBendungan Raknamo merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak pada tubuh bendungan. Bendungan urugan berpotensi mengalami keruntuhan akibat berubahnya tegangan dalam tanah akibat aliran air. Untuk menghindari keruntuhan, maka diperlukan analisis stabilitas yang dihitung secara bersamaan antara aliran air dan deformasi menggunakan metode elemen hingga dan model 2D pada program PLAXIS 2D 2016. Kondisi yang dianalisis yaitu saat selesai konstruksi, muka air normal, muka air maksimum dan muka air minimum, yang akan dikombinasikan dengan beban gempa. Untuk kondisi surut cepat, faktor beban gempa diabaikan. Analisis dengan gempa menggunakan metode gempa pseudostatik. Hasil analisis berupa faktor keamanan (FK) terkritis di hilir terjadi pada kondisi muka air maksimum 1,890 sebelum ada gempa. Faktor keamanan yang dianalisis memenuhi kriteria yang mengacu pada RSNI M-03-2002, dimana nilai faktor keamanan yang diperoleh lebih besar dari kriteria minimum yang disyaratkan.Kata kunci: bendungan Raknamo, analisis stabilitas, faktor keamanan ABSTRACTThe Raknamo dam is an embankment with a center of core rock fill dam. Embankment dam is risky to collapse due to changes of stress while ground water flow. To avoid collapse, it is necessary to do stability analyzes which were calculated simultaneously between water flow and deformation using the finite element method and 2D models in PLAXIS 2D 2016 program. The conditions to be analyzed are after construction, normal water level, high water level, minimum water level, which will be combined with the earthquake load. For rapid drawdown conditions, earthquake loads are ignored. Analysis with earthquake use the pseudostatic earthquake method. The result of analysis in the form of critical safety factor (SF) in the downstream occurred on high water level condition is 1,890. The safety factors analyzed meet the criteria referring to the RSNI M-03-2002, where the value of the safety factor obtained is more than the required minimum criteria.Keywords: the Raknamo dam, stability analysis, safety factor
Upaya Penurunan Energi di Bidang Konstruksi dalam Rangka Mengurangi Dampak Pemanasan Global Subrata Aditama K. A. Uda; Mochamad Agung Wibowo
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.1

Abstract

ABSTRAKBangunan hijau (green building) merupakan salah satu upaya menekan pengaruh negatif kegiatan konstruksi terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mencari upaya dalam menurunkan Embodied Energy (energy terkandung) dan Operational Energy (energi yang digunakan selama masa umur bangunan) pada bangunan konstruksi dalam rangka mengurangi dampak terhadap pemanasan global berdasarkan studi literatur. Metode penelitian dengan pendekatan metode kualitatif dengan mengidentifikasi dan mereview beberapa literatur yang berhubungan dengan upaya penurunan energi pada proyek konstruksi. Hasil penelitian berupa rekomendasi dalam upaya meminimalkan energi yaitu menerapkan peraturan secara tegas tentang green building pada sektor konstruksi, desain/perancangan yang dapat mengurangi energi dengan memanfaatkan cahaya serta sirkulasi udara yang maksimum untuk mengurangi penggunaan AC, memilih material yang rendah energi dan karbon, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan menerapkan construction waste management plan, dan mengoptimalkan supply chain baik dalam distribusi material maupun peralatan konstruksi akan berdampak pada pengurangan jumlah energi dari bahan bakar dan karbon akibat transportasi yang digunakan.Kata kunci: bangunan hijau (green building), embodied energy, operational energy.
Studi Analisis Batasan Persentase Prategang Parsial pada Struktur Balok Prategang Devy Yolanda; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.48

Abstract

ABSTRAKPengurangan gaya prategang yang diperlukan pada suatu penampang beton prategang penuh (full prestressed) menyebabkan diperlukannya baja tulangan, dan beton prategang berperilaku menjadi beton prategang parsial. Pengurangan gaya prategang akan menimbulkan tegangan tarik yang bilamana tegangan tarik yang terjadi melampaui kuat tarik lentur beton maka akan terjadi retak. SNI 03-2847-2002 membolehkan penggunaan beton prategang parsial namun belum mensyaratkan batasan persentase prategang yang harus digunakan. Oleh karena itu dilakukan studi analisis untuk mengetahui persentase prategang minimal yang dapat digunakan. Studi kasus dilakukan pada persentase prategang 50, 60, 70, 80, dan 90. Dari hasil studi kasus didapatkan bahwa persentase prategang yang semakin kecil akan berakibat tegangan tarik dan lebar retak yang terjadi semakin besar. Persentase prategang harus dipilih sedemikian rupa sehingga lebar retak yang terjadi tidak melampaui lebar retak yang diizinkan. Pada kelima variabel penelitian, batasan minimal persentase prategang yang lebar retaknya tidak melebihi lebar retak yang diizinkan adalah 60%.Kata kunci:  beton prategang parsial, persentase prategang, tegangan tarik, lebar retak ABSTRACTReducing the required prestressing force on a full prestressed concrete section requires the need for reinforcing steel, and prestressing concrete behaves to partial prestressed concrete. Reduction of the prestressing force will cause tensile stress when the tensile stress that goes beyond the tensile strength of the concrete will result in cracking. SNI 03-2847-2002 allows the use of partial prestressed concrete but does not require the limitation of the prestress percentage to be used. Therefore, an analytical study was conducted to determine the minimum prestressed percentage that can be used. The case study was carried out at 50, 60, 70, 80, and 90 prestressed percentages. From the case study it was found that the smaller the prestress percentage would result in greater tensile stress and crack width. The percentage of prestress shall be chosen so that the crack width does not exceed the allowable crack width. In the five research variables, the minimum limit of prestressing percentage whose crack width does not exceed the allowable crack width is 60%.Keywords: partial prestressed concrete, prestress percentage, tensile stress, crack width
Evaluasi Deformasi dan Stabilitas Struktur Tiang Pelat (Pile Slab) di Atas Tanah Gambut (Studi Kasus: Ruas Jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung, Provinsi Sumatera Selatan) Misbahul Munir; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.105

Abstract

ABSTRAKEvaluasi deformasi dan stabilitas struktur pile slab diterapkan dalam studi kasus yang dilakukan pada ruas jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung, Sumatera Selatan. Analisis kapasitas daya dukung aksial dan penurunan dilakukan dengan menggunakan metode Mayerhof, metode Poulos, dan program PLAXIS 2D 2017. Analisis mengunakan metode Meyerhof diperoleh kapasitas daya dukung tiang tunggal sebesar 617,591 ton, kelompok tiang sebesar 6.1759,1 ton, sedangkan untuk Penurunan menggunakan metode Poulos diperoleh interaksi ujung sebesar 0,0232 m, interaksi gesek sebesar 0,0567 m, dari PLAXIS 2D diperoleh daya dukung sebesar 7.078,83 ton dengan penurunan sebesar 0 m. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa besarnya nilai daya dukung dan penurunan kelompok tiang, baik hasil perhitungan metode empirik maupun numerik menunjukan bahwa struktur pile slab dalam penelitian ini aman terhadap deformasi dan gangguan stabilitas.Kata kunci: penurunan, kapasitas daya dukung, PLAXIS 2D ABSTRACTA case study to evaluate the deformation and stability of pile slab structure was conducted on Pematang Panggang - Kayu Agung Highway Project in South Sumatera. Using Mayerhof method, Poulos method, and  PLAXIS 2D 2017 program to analyze the axial bearing capacity and settlement of the structure. Resulted a single pile bearing capacity value of 617.591 tons, group pile bearing capacity value of 6,175.91 tons, with settlement interaction value of 0.0232 m, settlement frictional interaction value of 0.0567 m using the Poulos method, and bearing capacity value of 7,213.3 tons with settlement value of 0 m using PLAXIS 2D software. As a result bearing capacity and settlement pile grup, the use of both numerical and empirical method show that pile slab structure in this research is safe from instability and deformation.Keywords:  settlement, bearing capacity, PLAXIS 2D
Pengembangan Kategori Edukasi Berkelanjutan dalam Penilaian Green Campus di Indonesia Irvan Qomaruzzaman; Rindu Evelina; Mia Wimala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.12

Abstract

ABSTRAKGreen campus adalah konsep yang memanfaatkan kampus sebagai media untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan keberlanjutan ke dalam kebijakan, manajemen maupun kegiatan perguruan tinggi. Berdasarkan standar yang telah ada, edukasi menjadi hal mendasar yang dipertimbangkan dalam penilaian suatu green campus. Dengan perkembangan isu keberlanjutan yang sangat pesat, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kategori Education (ED) dari UI GreenMetric untuk menjadi standar yang lebih efektif. Pengembangan kategori dilakukan dengan membandingkannya dengan kategori sejenis dari STARS. Pembobotan ulang terhadap sub kategori, beserta indikator dan sub indikator baru selanjutnya dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Empat sub kategori yang berhasil dikembangkan meliputi Akademik Berkelanjutan, Pengembangan Profesional Berkelanjutan, Dukungan Berkelanjutan, dan Penilaian Berkelanjutan. Studi kasus di Universitas Katolik Parahyangan juga dilakukan untuk tujuan verifikasi dari kategori Edukasi Berkelanjutan (EB) yang baru.Kata kunci: green campus, standar penilaian, UI GreenMetric, STARS ABSTRACTGreen campus is a concept that leverages the campus as a medium to integrate the concept of sustainability into policy, management and university activities. Based on existing standards, education has been regarded as one of the fundamental things considered in green campus assessment both in Indonesia and in some other countries. With the rapid development of sustainability issues in recent years, this research aims to develop GreenMetric UI into a more effective green campus assessment standard, focusing on the Education (ED) category. The development of this ED category was done by comparing it with similar categoriesof STARS, the green campus standard in the United States. The re-weighting of sub categories, together with the new indicators and sub-indicators contained in this category, was subsequently carried out using the Analytic Hierarchy Process method. The four sub-categories which were successfully developed in this research include Sustainable Academic, Sustainable Professional Development, Sustainable Support, and Sustainable Assessment. For verification purpose, a study on campus performance at Universitas Katolik Parahyangan was conducted using the newly developed category. Kata Kunci: green campus, asssessment standard, UI GreenMetric, STARS
Perbandingan Analisa Perkerasan Metode Bina Marga Revisi Juni 2017 dan AASHTO 1993 (Studi Kasus pada Pekerjaan Rencana Preservasi Ruas Jalan Jatibarang-Langut TA 2017) Sony Sumarsono; Heru Judi H. Gultom
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.60

Abstract

ABSTRAKJalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi di Indonesia yang sering digunakan untuk menunjang kegiatan perekonomian khususnya pada jalan nasional. Namun, seringkali di jalan nasional terdapat kerusakan-kerusakan pada perkerasan jalan yang membuat kenyamanan pengendara terganggu. Salah satu ruas jalan nasional tersebut adalah jalan Jatibarang-Langut yang berada di jalur Pantura Jawa Barat. Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui penyebab kerusakan perkerasan jalan tersebut yaitu survei traffic counting dan pengujian lendutan dengan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) yang dalam perencanaan perhitungan tebal perkerasan akan dibandingkan menggunakan metode Bina Marga Revisi Juni 2017 dan AASHTO 1993. Data sekunder yang diperlukan adalah data daya dukung tanah dasar. Data primer yang diperoleh yaitu volume lalu lintas dan pengujian lendutan. Hasil perhitungan modulus tanah dasar 34,34 MPa dan modulus perkerasan 1.806,80 MPa. Sedangkan hasil perhitungan tebal perkerasan dengan CESA metode Bina Marga Revisi Juni 2017 47,42 cm dan CESA AASHTO 1993 38,74 cm.Kata kunci: Jatibarang-Langut, survei traffic counting, Falling Weight Deflectometer (FWD), Bina Marga Revisi Juni 2017, AASHTO 1993. ABSTRACTThe highway is one of the transportastion infrastructure in Indonesia which is often used to support economy activities especially on national road. However, often on the national road there are damages on pavement that makes disturbed rider’s comfort. The one of the national road segment is road Jatibarang-Langut located on the path Pantura, west Java. The testing done determine the cause of the pavement damege is survey traffic counting and deflection testing with Falling Weight Deflectometer (FWD) in planning pavement thickness calculation will be compared by using Bina Marga method Revision June 2017 and AASHTO 1993. The secondary data required is ground carrying capacity data. The primary data required os traffic volume and deflection testing. The calculation results of the basic soil modulus 34,34 MPa and pavement modulus 1.806,80 MPa. While the results of pavement thickness calculation by CESA method Bina Marga Revision June 2017 47,42 cm dand CESA AASHTO 1993 38,74 cm.Keywords: Jatibarang-Langut, survey traffic counting, Falling Weight Deflectometer (FWD), Bina Marga Revision June 2017, AASHTO 1993.
Analisis Biaya Hidup Aset pada Infrastruktur Pengangkatan Air Baku di Daerah Karst Muhammad Luqman Nur Rouf Arifin; Teuku Faisal Fathani; Henricus Priyosulistyo
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.20

Abstract

ABSTRAKKawasan karst Gunungsewu yang terbentang dari Kabupaten Gunung Kidul, Wonogiri hingga Pacitan memiliki banyak lembah kering dan mengalami kelangkaan air permukaan. Kekeringan melanda saat musim kemarau datang, sedangkan pada saat musim penghujan, umumnya air ditampung di penampungan air hujan (PAH) sederhana. Adanya program Pengangkatan Air Tenaga Surya (PATS) di beberapa lokasi di Kawasan karst Gunungsewu telah berhasil membantu warga dalam mengurangi masalah kekeringan. Penelitian ini menganalisis biaya hidup aset infrastruktur pengangkatan air baku menggunakan energi terbarukan (PATS) dan Pengangkatan Air Tenaga Diesel (PATD) di daerah karst. Lokasi yang dipilih adalah di Dusun Banyumeneng, Kabupaten Gunung Kidul yang mulai beroperasi tahun 2016. Analisis biaya hidup aset meliputi biaya awal, biaya perawatan dan perbaikan, biaya penggantian komponen dan biaya penghapusan. Hasil analisis nilai kini aset menunjukkan bahwa nilai pada akhir umur layan PATS Banyumeneng sebesar (+)Rp66.240.298,00 untuk penggunaan energi surya, dan (-)Rp30.997.539,00 untuk penggunaan energi diesel. Nilai positif pada hasil analisis biaya hidup aset PATS menunjukkan bahwa infrastruktur PATS Banyumeneng menguntungkan secara ekonomi untuk dibangun dan beroperasi menggunakan tenaga surya.Kata kunci: biaya hidup aset, pengangkatan air tenaga surya, pengangkatan air tenaga diesel, nilai kini asset, karst Gunungsewu ABSTRACTThe Gunungsewu karst area which stretches from Gunung Kidul Regency, Wonogiri to Pacitan has many dry valleys and experiences a scarcity of surface water. Drought occurs when the dry season comes, while during the rainy season, water is generally stored in simple rainwater storage (PAH). The existence of a Solar Water Pumping System (PATS) in several locations in the Gunungsewu karst area has succeeded in helping residents in reducing drought problems. This study analyzes the life cycle cost of water supply infrastructure using renewable energy technology (PATS) and diesel technology (PATD) in the karst area. The chosen location was in Banyumeneng Hamlet, Gunung Kidul Regency which began operations in 2016. Analysis of life cycle cost includes initial costs, maintenance and repair costs, replacement costs and salvage value. Present value of assets show that the value at the end of the service life of PATS Banyumeneng is (+)Rp66,240,298.00 for the use of solar energy, and (-)Rp 30,997,539.00 for the use of diesel energy. The positive value on the results of the PATS life cycle cost analysis shows that the PATS Banyumeneng infrastructure is economically profitable to build and operate.Keywords: life cycle cost, solar water pumping system, diesel powered water pumping system, present value of asset, Gunungsewu karst area
Perancangan Koordinasi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) pada Simpang Jalan PH. H. Mustafa – Jalan Cikutra dan Simpang Jalan PH. H. Mustafa – Jalan Cimuncang Daniel Firdaus Manurung; Herman Herman; Andrean Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.72

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang terjadi di pesimpangan salah satunya adalah antrian kendaraan dan tundaan. Karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana yang bekerja dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan koordinasi alat pemberi isyarat lampu lalu lintas pada simpang Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cikutra dan Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cimuncang menggunakan PTV Vissim. Simulasi dilakukan menggunakan 3 kondisi yaitu kondisi eksisting, kondisi terkoordinasi dan kondisi koordinasi - optimasi. Kondisi terkoordinasi dirancang agar saat kendaraan melewati 2 simpang tersebut tidak berhenti dan mengurangi tundaan dan panjang antrian. Hasil simulasi didapatkan bahwa saat dikoordinasikan pada simpang Jalan PH. H. Mustafa-Jalan Cikutra mengalami penurunan tundaan dan antrian. Penurunan terjadi karena kendaraan yang melewati kedua simpang tersebut tidak terhenti akibat sinyal merah. Sedangkan untuk tingkat pelayanan mengalami peningkatan tingkat pelayanan.Kata kunci: simpang, koordinasi, PTV Vissim.ABSTRACTProblems that occur in the intersection of one of them is the queue of vehicles and delays. So it takes facilities and infrastructure that work well. The purpose of this study is to plan the coordination of traffic light signaling equipment at the intersection of Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cikutra and Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cimuncang using PTV Vissim. Simulation is done using 3 condition that is existing condition, co-ordinated condition and coordinated condition - optimization. Coordinated condition while the vehicle is designed to pass through the two intersections did not stop and reduce delays and long queues. the simulation results obtained that when coordinated at the intersection of PH. H. Mustofa street – Cikutra street decreased delays and queues. The decreased because the vehicle passing of two intersection were not stoppep by red signal. As for the level of service has increased the level of service.Keywords: intersection, coordination, PTV Vissim.

Page 2 of 3 | Total Record : 24