cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3: November 2021" : 7 Documents clear
Kajian Analisis Perbandingan Rangka Atap Kuda-Kuda Menggunakan Kayu LVL dan Baja Ringan Nessa Valiantine Diredja; Badriana Nuranita; Erma Desmaliana; Anissa Cahyani Pertiwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.148

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja ringan sebagai material rangka atap sudah sangat umum ditemui. Selain baja ringan, terdapat alternatif material lain yaitu kayu LVL atau Laminated Veneer Lumber. Pada penelitian ini dibahas mengenai penggunaan material baja ringan dan LVL sebagai rangka atap kuda-kuda pada hunian. Berdasarkan perhitungan, luas penampang  antara kayu LVL terhadap baja ringan pada batang bawah memiliki perbandingan 7,31 dan 55,64, batang vertikal 6,10 dan 124,30, batang diagonal atas 33,67 dan untuk batang diagonal bawah 90,46 dan 5,33. Perbandingan tersebut menghasilkan  yang lebih besar untuk kayu LVL. Meskipun didapatkan  yang lebih kecil pada material baja ringan, namun terdapat persyaratan kelangsingan yang menyebabkan baja ringan memerlukan profil yang lebih besar. Sedangkan untuk lendutan didapatkan lendutan sebesar 0,88 mm rangka baja ringan dan 2,69 mm untuk kayu LVL, keduanya memenuhi persyaratan terhadap lendutan ijinnya. Untuk perbandingan berat, rangka baja ringan memiliki berat 24,99 kg dan kayu LVL sebesar 7,71 kg.Kata kunci: rangka atap kuda-kuda, baja ringan, kayu Laminated Veneer Lumber ABSTRACTThe use of cold-formed steel as a roof truss material is very common. In addition to cold-formed steel, there is other material alternatives that has a fairly light weight namely LVL or Laminated Veener Lumber. This study disscussed the used of cold-formed steel and LVL as a roof truss. The analysis result indicated that the section area  between LVL to cold-form steel for bottom chord in the range of 7,31-55,64, and 6,10-124,30 for vertical beam, 33,67 for diagonal bottom chord, and 90,46-5,33 for diagonal top chord. As a result,  of LVL was larger than cold-form steel. However, there are slendersness requirements that the cold-form steel was needed the larger profil than LVL. In terms of structure stiffness, the cold-form steel roof truss have 0,88 mm deflection and 2,69 mm for LVL, however they were able to accomodate the deflection requirements. The total weight of cold-formed steel is 24,99 kg and 7,71 kg for LVL.Keywords: roof truss, cold-formed steel, Laminated Veneer Lumber
Analisis Potensi Likuefaksi dengan Berbagai Metode Berdasarkan Data Cone Penetration Test pada Jalan Tol Seksi II Probolinggo – Banyuwangi Ahmad Faris Aldzulfikar; Ikhya Ikhya; Desti Santi Pratiwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.167

Abstract

ABSTRAKKerusakan infrastruktur yang terjadi di Indonesia bukan hanya diakibatkan oleh beban dinamis gempa, namun juga dipengaruhi oleh respon tanah di bawahnya ketika gempa terjadi, salah satu contohonya adalah fenomena likuefaksi. Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi, Jawa Timur berada pada zona kerentanan likuefaksi sedang dan berada dekat dengan sesar Probolinggo yang memiliki pegerakan 0,2mm per tahun dan memiliki besar magnitudo 6.5 Mw. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur potensi likuefaksi yang mungkin terjadi pada proyek pembangunan tol Probolinggo – Banyuwangi dengan menggunakan data Cone Penetration Test (CPT) berdasarkan metode analisis Shibata & Terapaksa, Robertson & Wride, Youd & Idriss, Juang et. al dan Idriss & Boulanger untuk mencari nilai rasio tegangan siklik (CSR) dan rasio tahanan siklik (CRR). Data pendukung lainnya pada analisis potensi likuefaksi ini adalah peta bahaya gempa 2017 dengan klasifikasi situs tanah lunak dan sedang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanah yang terlikuefaksi adalah tanah pasir dan lanau kepasiran, jenis tanah ini sangat berpengaruh terhadap nilai CRR, sedangkan nilai CSR dipengaruhi oleh percepatan puncak gempa dan klasifikasi situs tanah.Kata kunci: gempa, likuefaksi, metode analisis, CSR, CRR, CPT, percepatan puncak ABSTRACTInfrastructure damages that have been found in Indonesia were not only caused by dynamic loads of earthquake, but also by the soil response underneath it while an earthquake occurs and one of it being a phenomenon called liquefaction. The project of Probolinggo-Banyuwangi Toll Road in East Java is within a moderate zone of liquefable soil, located near Probolinggo fault which is moving 0.2mm every year, and a magnitude of 6.5 Mw. This research estimated the liquefaction potential of this project with the soil data obtained by Cone Penetration Test, analyzed by using the method of Shibata & Terapaksa, Robertson & Wride, Youd & Idriss, Juang et. al and Idriss Boulanger, calculating the Cyclic Stress Ratio and Cyclic Resistance Ratio. This analysis of the potential of liquefaction used the map of earthquake in 2017 applied to soft and medium soil class. This research shows that the type of soil liquefied is sand soil and sandy silt soil. Both of these types gave a significant influence in calculating the CRR value, while the CSR value in influenced by the maximum acceleration of earthquake and the soil classification.Keywords: earthquake, liquefaction, analysis method, CSR, CRR, CPT, maximum acceleration
Kajian Kepekaan Aspal terhadap Temperatur pada Aspal dengan Pemanfaatan Subtitusi Getah Karet Alam Barkah Wahyu Widianto; Mochammad Isa Faisal
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.179

Abstract

ABSTRAKAspal merupakan material pengikat perkerasan lentur yang sangat peka terhadap temperatur. Salah satu cara mengurangi sifat kepekaan tersebut adalah melakukan modifikasi aspal dengan subtitusi getah karet alam sebagai pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini didukung dengan peningkatan penghasilan rata-rata karet alam di Indonesia tahun 2015-2020 adalah 1,5%; dimana penghasilan karet terbesar 28,77% di Provinsi Sumsel. Penelitian ini bermaksud menganalisis tingkat kepekaan aspal terhadap temperatur dengan nilai indeks penetrasi (IP) aspal dengan nilai penetrasi 60/70 disubtitusi pada persentase tanpa getah dari karet alam; subsitusi 2,5%; subsitusi 5%; dan subsitusi 7,5%. Hasil penelitian menghasilkan bahwa nilai IP semakin meningkat dengan ditambahnya Persentase karet alam; yaitu -0,347 untuk 0%; -0,179 untuk 2,5%; 0,419 untuk 5%;, dan 0,557 untuk 7,5%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya persentase karet sehingga aspal bertambah keras dan kurang peka terhadap temperatur karena kandungan getah karet alam yang non bitumen. Hal ini dapat diindikasi bahwa dengan bertambahnya Persentase karet maka aspal semakin tahan terhadap deformasi tetapi rentan terhadap retak.Kata kunci: indeks penetrasi, getah karet alam, aspal ABSTRACTAsphalt is a flexible pavement binder which is very sensitive to temperature. One way to reduce this sensitivity is to modify asphalt by substituting natural rubber latex for the use of natural resources. This is supported by an increase in natural rubber production in Indonesia by an average of 1.5% in 2015-2020, where the largest rubber production is 28.77% in South Sumatra Province. This study aims to assess the sensitivity level of bitumen to temperature with the penetration index (IP) value of 60/70 pen asphalt substituted with natural rubber latex levels of without subtitution, 2,5% subtitution, 5% subtitution, and 7,5% subtitution. The test results showed that the IP value increased with the addition of natural rubber content, namely -0.347 for 0%, -0.179 for 2.5%, 0.419 for 5%, and 0.557 for 7.5%. This shows that with increasing rubber content, the asphalt is getting harder and not sensitive to temperature because of the non-bituminous natural rubber latex. It can be indicated that asphalt is increasingly resistant to deformation but susceptible to cracking.Keywords: penetration index, natural rubber latex, asphalt
Kajian Substitusi Transportasi Online pada Perjalanan Menuju Simpul Transportasi di Kota Bandung Muhamad Rizki; Alia Maemunannisa; Oka Purwanti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.130

Abstract

ABSTRAKPenelitian sebelumnya menemukan bahwa transportasi online menggantikan kebutuhan angkutan umum dan pribadi. Namun penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada perjalanan sehari-hari, sedangkan investigasi pengaruh substitusi transportasi online pada perjalanan menuju simpul transportasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplokrasi pengaruh substitusi pengguna transportasi online pada perjalanan menuju simpul transportasi di Kota Bandung. Model diskriminan digunakan pada data yang dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner secara online kepada pengguna transportasi online. Deksripsi data menunjukkan terdapat tiga moda yang digunakan untuk perjalanan menuju simpul sebelum adanya moda transportasi online yaitu kendaraan pribadi, angkutan kota, dan bus/shuttle bus. Analisis juga menemukan bahwa saat ini jika angkutan online berhenti beroperasi, pengguna angkutan umum sebelumnya akan berpindah kepada angkutan pribadi. Substitusi dari angkutan umum ditemukan terjadi pada simpul transportasi udara.Kata kunci: substitusi, angkutan online, analisis diskriminan ABSTRACTPrevious research has found that the rise of online transportation replaces the need for public and private transportation. However, previous research has generally focused on daily commuting, whereas investigations on the effect of online transportation substitution on transport station trips are still limited. This study aims to explore the substitution effect of online transport in transport stations trips in Bandung City. The discriminant model is used in the data collected by distributing questionnaires online to online transportation users. The decriptive analysis show that there are three modes used to travel to the node before the existence of online transportation modes, namely private vehicles, paratransit (angkot), and buses/shuttle. The analysis also found that currently if online transportation stops operating, previous public transport users will switch to private transportation. The substitution of public transport is found to occur at air transportation nodes.Keywords: substitution, online transportation, discriminant analysis
Analisis Numerik Tekuk Kolom Variasi Penampang Profil Baja Tunggal Biqi Banusha; Erma Desmaliana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.157

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang umumnya sering terjadi pada kolom bangunan yaitu deformasi tekuk. Deformasi tekuk dapat terjadi jika suatu kolom dibebani oleh gaya aksial tekan yang nilainya besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan desain kolom dan membandingkan nilai beban tekuk dan faktor panjang tekuk, baik dengan menggunakan perhitungan AISC maupun pemodelan software ANSYS. Kolom dengan variasi penampang profil baja IWF, C, T, L, Hollow Square dan Hollow Pipe dan variasi kondisi tumpuan jepit-bebas dan jepit-sendi; dimodelkan memiliki panjang 5 meter dan mutu baja BJ41. Berdasarkan hasil analisis tekuk elastis, nilai kekuatan desain terbesar yaitu 1.317,587 kN untuk penampang profil baja Hollow Square dengan kondisi tumpuan jepit-sendi. Persentase terbesar perbandingan perhitungan AISC terhadap pemodelan software ANSYS untuk nilai beban tekuk yaitu 5,780% (tekuk lentur) dan 24,179% (tekuk torsi lentur) pada profil L serta 38,354% (tekuk torsi) pada profil IWF; sedangkan untuk nilai faktor panjang tekuk yaitu 2,926% pada profil L.Kata kunci: deformasi tekuk, kekuatan desain, beban tekuk, faktor panjang tekuk ABSTRACTGenerally, buckling deformation occurs in building columns and loaded by a large compressive axial force. This study aims to analyze the design strength of column and compare the buckling load and the buckling length factor, using both AISC and ANSYS software modeling. Columns with cross-sectional variations of IWF, C, T, L, Hollow Square and Hollow Pipe steel profiles and support variations of free-fixed and pinned-fixed; have 5-meters-length and BJ41 steel quality. Based on the elastic buckling analysis, the largest design strength is 1,317.587 kN for a Hollow Square steel profile section with a pinned-fixed support. The largest percentage of comparison between AISC calculations and ANSYS software modeling for buckling load is 5.780% (flexural buckling) and 24.179% (flexural torsional buckling) on the L profile and 38.354% (torsional buckling) on the IWF profile, while the buckling length factor is 2.926% in the L profile.Keywords: buckling deformation, design strength, buckling load, buckling length factor
Pengaruh Variasi Bottom Ash terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik pada Mortar Semen Anni Susilowati; Tsana Oktaviana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.139

Abstract

ABSTRAKPenggunaan batu bara untuk pembangkit listrik semakin meningkat mengakibatkan menumpuknya limbah bottom ash yang berbahaya untuk lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh campuran bottom ash terhadap sifat fisik dan mekanik mortar semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perbandingan campuran yaitu 1PC: 3PS dan  variasi bottom ash sebesar 0%,20%,40%,60%,80% terhadap berat pasir. Hasil analisis menunjukkan penggunaan bottom ash menurunkan nilai konsistensi sebesar 1,82% sampai dengan 45,45% dibandingkan tanpa penggunaan bottom ash. Penggunaan bottom ash 20% mampu meningkatkan kuat tekan sebesar 50% dan kuat lentur sebesar 28,3% pada umur 28 hari dibandingkan mortar semen tanpa bottom ash. Mortar semen termasuk mortar tipe S sesuai SNI 03-6882-2002.Kata kunci: abu dasar, mortar semen, pengganti agregat halus ABSTRACTThe increasing use of coal for power generation results in the accumulation of bottom ash waste which is harmful to the surrounding environment. This study aims to analyze the effect of bottom ash mixture on the physical and mechanical properties of cement mortar. The research method used is an experimental method with a mixture ratio of 1PC: 3PS and bottom ash variations of 0%,20%,40%,60%,80% by weight of sand. The results of the analysis show that the use of bottom ash reduces the consistency value by 1.82% to 45.45% compared to without the use of bottom ash. The use of bottom ash 20% was able to increase the compressive strength by 50% and flexural strength by 28.3% at the age of 28 days compared to cement mortar without bottom ash. Cement mortar including type S mortar according to SNI 03-6882-2002.Keywords: bottom ash, cement mortar, substitute for fine aggregate
Perbandingan Metode Perhitungan Faktor Jam Puncak PDAM Tirta Rangga di Kecamatan Pabuaran – Kabupaten Subang Fransiska Yustiana; Wahdan Nurfa Afani Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.189

Abstract

ABSTRAKPola penggunaan air suatu daerah pemukiman berfluktuasi dan sangat bergantung pada ketersediaan air. Gaya hidup dan kondisi cuaca penyebab penggunaan air berfluktuasi. Penelitan ini bertujuan menentukan penggunaan air maksimum yaitu dengan menghitung faktor jam puncak maksimum, yang menjadi kriteria perencanaan jaringan distribusi air bersih. Perbandingan faktor jam puncak berdasarkan hasil Dari perhitungan beberapa metode, yaitu metode Red, Tricaricol, Briere, Martinez-solano, Diao dibandingkan dengan nilai faktor jam puncak yang dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, yaitu faktor jam puncak sebesar 1,5 sedangkan faktor harian maksimum adalah 1,1. Nilai faktor jam puncak dipengaruhi oleh pola penggunaan air yang bervariasi menurut lokasinya, ketersediaan air bersih, perkiraan permintaan puncak dalam sistemnya. Faktor puncak dengan metode red merupakan metoda yang lebih akurat karena memiliki nilai faktor jam puncak 1,05 mendekati nilai faktor jam puncak yang ditetapkan Direktorat Jenderal Cipta Karya sebesar 1,5. Metoda Red dianggap dapat mengakomodir perencanaan instalasi penyediaan air di Indonesia, khususnya untuk daerah dengan ketersediaan air terbatas.Kata kunci: faktor jam puncak, penggunaan air ABSTRACTWater consumption always fluctuative in area will from time to time. Human activities change over time that make fluctuative water consumption. This study determine the maximum or peak water consumption rate by calculate the maximum peak faktor. Maximum peak faktor used to design a domestic water plant and domestic water distribution network.  Maximum peak faktor value that determined by  several methods such as the Red method, Tricaricol, Briere, Martinez-solano, Diao are compared to  maximum peak faktor that establised by Direktorat Jenderal Cipta Karya (1.1 for maximum daily faktors and 1.5 for maximum peak faktors). Maximum peak faktor is effected by water consumption rate, life style, and fresh water supply. The Red method give more accurate result in determining maximum peak faktor. In this study, maximum peak faktor that determined by Red method is 1.05 approxt to maximum peak faktor of Direktorat Jenderal Cipta Karya 1.5. Maximum peak faktor that determined by Red method more appropriate to design domestic water supply and distribution instalation in any region in Indonesia that has less fresh water supply.Keywords: maximum peak faktor, water consumption

Page 1 of 1 | Total Record : 7