cover
Contact Name
Dewi Susanna
Contact Email
jurnalkesmas.ui@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesmas.ui@gmail.com
Editorial Address
G301 Building G 3th Floor Faculty of Public Health Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : https://doi.org/10.7454/kesmas
Core Subject : Health,
The focus of Kesmas is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance the public health through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as Biostatistics, Environmental Public Health, Epidemiology, Health Policy, Health Services Research, Nutrition, Occupational Health and Industrial Hygiene, Public Health, Public Health Education and Promotion, Women Health.
Articles 928 Documents
Pengaruh Pemeriksaan Kehamilan Terhadap Pemilihan Penolong Persalinan Besral, Besral
Kesmas Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, Angka pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan masih tergolong rendah. Pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care = ANC) dapat dijadikan sebagai sarana untuk memotivasi ibu hamil agar bersalin ke tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan ANC terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan. Penelitian dengan rancangan potong lintang ini menggunakan data sekunder Survei Evaluasi Manfaat Proyek KKG (Kesehatan Keluarga dan Gizi), analisisnya menggunakan ukuran asosiasi Odds Ratio. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa setelah dikontrol oleh variabel karakteristik responden, ibu hamil yang melakukan ANC minimal empat kali memiliki peluang 2 kali lebih besar untuk melahirkan pada tenaga kesehatan daripada ibu hamil dengan ANC kurang dari empat kali (ORadj = 2,1, 95% CI: 1,4-3,0). Ibu hamil yang mendapat konseling berpeluang 3,7 kali lebih besar untuk bersalin pada tenaga kesehatan daripada yang tidak mendapat konseling (ORadj = 3,7, 95% CI: 2,4-5,7). Untuk meningkatkan angka persalinan oleh tenaga kesehatan, ANC saja belumlah cukup tanpa diiringi dengan konseling. Konseling yang harus diberikan meliputi nasehat tentang kehamilan, melahirkan, dan pemberian ASI, serta anjuran yang tegas kepada ibu hamil agar melahirkan pada tenaga kesehatan. In Indonesia, the proportion of mother who delivered by professional birth attendant is still low. The Antenatal Care (ANC) can be used to motivate mothers to have delivery assisted by health personnel birth attendant. The objective of this study is to know the role of ANC and counselling on birth delivery choice. This study used a secondary data from the Evaluation on Benefit of Family Health Nutrition (FHN) Project, which was conducted in five provinces in Indonesia. Data were analyzed using multiple logistic regressions method. The effect of ANC on birth attendant choice was measured using association measurement of odd ratio. The study showed that mothers who had four times or more ANC had 2.0 times higher chance to have delivery assisted by professional birth attendant than mothers who had less than 4 times ANC, after adjusted for mother’s characteristics (family income, education and occupation of household’s head), (ORadj = 2.1, 95% CI: 1.4-3.0). Mothers who got counselling were delivered by professional birth attendant 3.7 times higher than non counselled mother (OR adj = 3.7, 95% CI: 2.4-5.7). The ANC alone was not sufficient to increase the number of mother who delivered by professional birth attendant, the ANC should be complemented by counselling about pregnancy, birth attendance, breast feeding, and suggestion to have delivery assisted by professional birth attendant.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kematian Pasien Penyakit Jantung Koroner di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Tahun 2004 Gobel, Fatmah A.; Mahkota, Renti
Kesmas Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut estimasi WHO, sekitar 50% dari 12 juta penduduk dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor prognosis pasien PJK dapat diubah dan dikendalikan, dan memungkinkan untuk mencegah kematian akibat PJK. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor prognosis yang berhubungan dengan terjadinya kematian pasien PJK di PJN Harapan Kita Tahun 2004, menggunakan data sekunder (data rekam medik pasien). Variabel-variabel yang diteliti meliputi variabel independen (jaminan pembayaran, asal daerah/kawasan, penyakit penyerta hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia dan riwayat PJK sebelumnya) dan variabel kovariat (umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan). Desain epidemiologi yang digunakan adalah analitik kasus kontrol dengan jumlah kasus 130, kontrol 260 (1 : 2). Kasus adalah pasien PJK yang meninggal dibuktikan dengan ringkasan pasien meninggal, kontrol adalah pasien yang keluar hidup. Data di analisis multivariat. Hasil penelitian, jaminan pembayaran dan asal daerah/kawasan berhubungan dengan terjadinya kematian pasien. Pasien dengan pembayaran pribadi dan yang berasal dari Jawa berisiko lebih tinggi untuk meninggal daripada pasien dengan jaminan pembayaran Askes dan yang berasal dari luar Jawa. Masyarakat disarankan menjadi peserta asuransi kesehatan atau jaminan pemeliharaan kesehatan lain. Penelitian lain perlu mempertimbangkan keganasan penyakit sehingga hubungan antara faktor prognosis dan kematian dapat lebih jelas untuk setiap tahap penyakit. According to WHO estimate, about 50% people died each year on the world caused by heart and arterial diseases. There are many prognostic factors of heart diseases that could be changed and controlled; therefore this disease is preventable regarding the mortality. This study aimed to understand prognostic factors related to mortality among coronary heart disease. The source of data is secondary data patient medical record at Harapan Kita National Heart Centre in 2004. The independent variables were health insurance, place of origin, hypertension, diabetes mellitus, dislipidemia, and previous history of CHD while covariate variables were age, gender, education, and occupation. The study design is case-control study with 130 cases and 260 controls (1:2). Cases were death CHD patients confirmed by death summary record, controls were survivor patients. Data were analyzed in multivariate ways. The study results shows that health insurance and place of origin were associated to patient’s mortality. Patients without insurance have higher risk to die then patients with Askes health insurance. Patients came from Java island have higher risk to die then those who came from outside Java. Public is recommended to be member of health insurance. Other research need to be conducted by considering the severity of the diseases and therefore the relationship between prognostic factors and outcome could be clearer for each stage of disease.
Praktik Budaya dalam Kehamilan, Persalinan dan Nifas pada Suku Dayak Sanggau, Tahun 2006 Suprabowo, Edy
Kesmas Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO, kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di berbagai negara di dunia dengan angka kematian rata-rata 400 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu di Kalimantan Barat adalah 442/100.000 kelahiran hidup berada di atas angka rata-rata dunia tersebut Tujuan umum penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa praktek budaya masyarakat Suku Dayak Sanggau yang berpengaruh terhadap kehamilan, kelahiran, dan nifas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan metoda wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi. Analisis yang digunakan adalah analisi tema. Penelitian diadakan di wilayah kerja Puskesmas Sanggau pada bulan Mei 2006 dengan informan ibu hamil, ibu nifas, bidan kampung dan ketua adat, dan ibu usia subur. Penelitian menemukan adanya bentuk praktek budaya yang membahayakan dan mendukung terhadap kehamilan, persalinan, dan nifas pada masyarakat Suku Dayak Sanggau. Praktek budaya yang membahayakan pada kehamilan : anjuran bekerja keras, mengurangi tidur, mengangkat peranakan. Pada persalinan : pemeriksaan dalam, tempat persalinan di dapur, nyurung, mencari badi melalui balian, pemotongan dan perawatan tali pusat, mengeluarkan tembuni dengan tangan, memandikan bayi dengan air sungai, memberi minum air jahe ditambah tuak. Pada masa nifas: pantang makan, nyandar, dan hubungan seksual pada masa nifas. Praktek yang mendukung adalah pendampingan suami saat istri melahirkan, pelayanan bidan kampung yang komperhensif. According to WHO data, maternal mortality is still the main public health problem in many developing countries with mortality rate of 400 per 100,000 live birth. Maternal mortality rate in West Kalimantan Province is 442 per 100,000 live birth, higher than average mortality rate in developing countries. The objective of this study is to identify and analyze cultural practices among Dayak Sanggau tribe relating to pregnancy, birth, and postpartum periods. This study is a qualitative study employing in-depth interview, focus group discussion and observation methods. Analysis method employed in this study is thematic analysis. Study was conducted in Sanggau Community Health Center work area in May 2006 with pregnant mothers, postpartum mothers, village midwife, head of cultural committee, and women at reproductive age. The study found that there were cultural practices which can either harm or support healthy and safe pregnancy, delivery, and postpartum periods among the researched community. Harmful cultural practices during pregnancy period include messages related to hard working, less sleeping time, and inappropriate uterus massage; during delivery: non sterile intravaginal examination, unclean place of birth (in the kitchen), nyurung, finding badi through balian, non sterile umbilical cord cutting, and non sterile placenta extraction by hand, taking river water for baby bathing, and give ginger water with local alcoholic beverage (tuak) to infant; during postpartum period: fasting, nyandar, and sexual intercourse at postpartum period. The supportive practices include husband’s company during delivery and comprehensive service from village midwife.
Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Beban Biaya Obat Pasien Rawat Inap Program Askeskin, di Cirebon Tahun 2005 Susilawati, Lucya Agung; Thabrany, Hasbullah
Kesmas Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Askeskin membayar klaim pengobatan rumah sakit untuk penduduk miskin dengan tarif yang ditetapkan. Namun, resep obat tidak terdaftar yang tidak boleh dibebankan pada pasien justru menjadi beban rumah sakit. Inisiatif pimpinan RSUD Gunung Jati menyediakan dana pendamping menjadi beban secara finansial. Pada tahun 2005, rujukan pasien rawat inap kelas III, meningkat 153% dan beban pasien luar kota meningkat 331%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi beban RS menutupi biaya perawatan, khususnya obat non DPHO yang tidak dapat diklaim ke Askes. Penelitian menggunakan sumber data catatan medik, catatan klaim dan studi kualitatif wawancara mendalam. Ditemukan bahwa pasien luar yang dirawat di SMF bedah menghabiskan dana dua kali lebih besar daripada pasien yang berasal dari Cirebon dan dirawat di SMF non Bedah. Lama pasien dirawat berbanding lurus dengan besar biaya yang menjadi beban rumah sakit. Penelitian ini juga menemukan visi dan persepsi institusi terkait tentang tanggung jawab pemda yang tidak-sinkron. Hal ini menyebabkan dana pelayanan kesehatan pasien miskin di RSUD Gunung Jati tidak tersedia. Disarankan untuk membentuk forum bersama antara pemda terkait di wilayah III Cirebon guna menangani tanggung jawab pendanaan kesehatan masyarakat miskin dan mekanismenya. Juga diperlukan sosialisasi efektif tentang obat DPHO kepada dokter di rumah sakit. Askes—the health insurance corporation—pay hospitals according to predetermined prices, but the hospital must finance the costs of those non-covered drugs and medical supplies prescription because of prohibition of charging the poor. In Gunung Jati Hospital, funding for the poor from local governments which is the responsibility of local governments is not available. The hospital should finance the gap which in turn putting high financial burden to the hospital. Askeskin removes financial barriers to access inpatient care producing an increase of 153% of the third class hospital inpatient from the level of 2004. The objective of this study is to know the factors related to the high financial burden to the hospital in order to finance non covered drugs and medical supplies. The study used survey method complemented by in depth interview in the qualitative part of the study. This study concludes that the average costs of non-covered services are more than twice more expensive among patients coming from out of Cirebon and hospitalized in surgical wards. In addition, length of stay positively correlated with higher burden to the hospital. Inconsistencies and misunderstanding among policy makers regarding vision and mission of caring the poor resulting to no allocation of fund to the hospital. The researchers suggest that a forum is established to delineate local government responsibility and funding for non-covered services to complement the national program of Askeskin. In addition, effective communication to physicians to prescribe from formularium would reduce the financial burden of the hospital.
Penggunaan Obat yang Tidak Rasional pada Balita dengan Diare di Kalangan Bidan, di Kabupaten Sumedang Tahun 2006 Wahyudin, Uyu; Besral, Besral
Kesmas Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan diare pada balita di Puskesmas Kabupaten Sumedang dilaksanakan di Poli KIA yang sehari-harinya ditangani oleh bidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan bidan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan dalam penggunaan obat secara rasional pada balita diare akut non spesifik. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 109 bidan yang berasal dari 18 puskesmas yang dipilih secara random. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan pengamatan terhadap resep yang ditulis oleh bidan untuk balita penderita diare akut non spesifik. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat kepatuhan bidan adalah 69,7%. Hasil analisis regresi logistik ganda memperlihatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan adalah adalah pengetahuan dan sikap bidan terhadap obat rasional dan supervisi dari atasan. Penelitian ini juga mendapatkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan persepsi orang tua balita terhadap obat rasional dengan kepatuhan bidan dalam penggunaan obat rasional. Dalam rangka mengatasi ketidakrasionalan pengobatan diare akut non spesifik, maka Puskesmas harus berupaya meningkatkan pengetahuan bidan terhadap penggunaan obat rasional, melakukan supervisi, dan meningkatkan penyuluhan kepada pasien tentang penggunaan obat rasional. Diarrhea medication among children under five years old at primary health care, sub-province of Sumedang is performed at Mother and Child Polyclinic which is handled by a midwife everyday. This research purpose to obtain the description of compliance level of midwives and its factors related of midwives compliance in the usage of rational drugs among children with non specific acute diarrhea. Research used cross-sectional design with samples size were 109 midwives which were come from 18 primary health care, which were selected randomly. To measure the compliance, the observation was performed of prescriptions that written by midwives to children with non specific acute diarrhea. This research result showed that compliance level was 69.7%. Result analysis of multiple logistic regression showed that related factors were knowledge and midwives attitude of usage of rational drugs and supervision. This research also showed the association between knowledge and parent’s perception of children under five years old of rational drugs and compliance level of midwives in the usage of rational drugs. It is suggested that primary health care should increase midwives knowledge in usage of rational drugs, doing supervision and improve socialization the usage of rational drugs to patient.
Hubungan Pertambahan Berat Badan Selama Kehamilan dengan Berat Lahir Bayi di Sukaraja Bogor Tahun 2001- 2003 Turhayati, Elmy Rindang
Kesmas Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, pertambahan berat badan selama kehamilan umumnya rendah (<10 >kg), padahal pertambahan berat badan tersebut merupakan indikator pertubuhan janin yang penting. Di Kabupaten Bogor, prevalensi ibu hamil penderita Kurang Energi Kronis (27,6%) adalah tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertambahan berat badan selama kehamilan dan hubungannya dengan berat badan bayi baru lahir. Penelitian dengan disain potong lintang ini dilakukan pada 270 sampel ibu hamil yang melahirkan cukup bulan (>37 minggu), mengunakan metoda Regresi Logistik. Ditemukan proporsi bayi lahir dengan berat 2.500-2.999 gram adalah 47,8%. Rata-rata berat lahir adalah 3.015 gram. Proporsi ibu dengan pertambahan berat badan selama kehamilan 48,9%. Rata-rata pertambahan berat badan selama kehamilan sebesar 9,1 kg. Variabel yang berhubungan secara bermakna bermakna dengan berat lahir adalah pertambahan berat badan selama kehamilan (nilai p = 0,000, OR = 7,28, CI 95%= 4,25-1,46), dan asupan energi (nilai p = 0,000, OR = 5,15, CI 95% = 2,976-8,913). Juga ditemukan interaksi antara asupan energi dengan pertambahan berat badan selama kehamilan. In Indonesia, body weight gain among pregnant mother is low (kg), even the body weight gain is an important indicator for embryo growth. In district of Bogor, the prevalent of pregnant mother who safer from chronic energy deficiency (27.6%) is high. The objective of this study is to know the mean of body weight gain among pregnant mother during the pregnancy and its relationship with the newborn weight. The study design used is cross sectional study with sample size of 270 pregnant mother who delivered during gestation period more than 37 weeks. Analysis method used in this study is multiple regression method. The study result shows the proportion of 2,500-2,999 gram baby weight is 47.8%; the mean newborn baby weight is 3,015 gram; and the proportion of mother with body weight gain during pregnancy 48.9%. The mean of mother body weight gain during pregnancy is 9.1 kg. The variables related to newborn body weight statistically significance are mother body weight gain during pregnancy period (OR = 7.28, 95% CI = 4.25-12.46) and energy intake (OR = 5.15, 95% CI = 2.976-8.913). It also pointed out the interaction between energy intake and mother body weight gain during pregnancy.
Faktor Lingkungan Fisik Rumah, Respon Biologis dan Kejadian TBC Paru di Indonesia Mahpudin, A. H.; Mahkota, Renti
Kesmas Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai kini, Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Menurut laporan WHO, di seluruh dunia setiap tahun ditemukan sekitar 8 juta kasus baru. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TBC terbesar ketiga setelah India dan Cina dengan perkiraan jumlah kasus pada 2003 adalah 627.047 penderita dan 281.946 kasus merupakan TBC paru BTA positif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah, faktor sosial ekonomi dan faktor respon biologis terhadap kejadian TBC paru BTA positif pada penduduk dewasa di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Prevalensi TBC Nasional dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2004 dengan rancangan studi kasus kontrol dengan rasio kasus dan kontrol 1:4. Populasi penelitian ini adalah penduduk berumur 15 tahun keatas. Sampel adalah responden Susenas 2004 sebanyak 380 orang yang terdiri dari 76 kasus dan 304 kontrol. Kasus adalah penduduk dewasa yang didiagnosis TBC berdasarkan hasil pemeriksaan sputum BTA positif. Kontrol adalah penduduk yang yang berasal dari kecamatan yang sama dengan kasus dengan hasil BTA negatif. Ditemukan bahwa faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian TBC Paru adalah sumber kontak serumah OR = 3,46 (1,316; 9,091) kondisi rumah yang berlantai tanah OR = 2,2 (1,135; 4,269) dan pendapatan perkapita OR = 2,145 (1,249; 3,683). Disarankan untuk melaksanakan program penemuan kasus secara aktif khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah, terutama untuk deteksi dini, pengobatan secara cepat dan tepat, melaksanakan program penemuan kasus secara aktif, dan program rumah sehat masyarakat miskin. Globally, Tuberculosis (TB) is an important public health problem until today. Based on WHO report, about 8 millions of new TB cases are found every year. Indonesia is the third biggest contributor country of TB cases after India and China with estimated number of 627.047 infected and 282.946 with positive smear test (BTA) in 2003. The objective of this study is to understand the relationship between house environment condition, socio-economic factor, biological response and TB. This study used secondary source of data from National TB Prevalence Survey (SPTBC) and National Social and Economic Survey (Susenas) in 2004. The study design used is case control study, with ratio of case and control of 1:4. The study population is >15 years old age group. The number of sample is 380 persons, consisting of 76 cases and 304 controls. Cases are people with positive sputum test and controls are people with negative sputum test selected randomly. The study results show that factors associated with TB are the presence of contact source in one house with OR = 3.46 (1.316-9.091), condition of the house with soil floor OR = 2.2 (1.135-4.269) and private income OR 2.145 (1.249-3.683). According to those findings, it was recommended to the policy maker to conduct active case finding program for the low-income group of people, early detection, quick treatment, active case finding program, and healthy housing for the poor.
Kematian Perinatal di Indonesia dan Faktor yang Berhubungan, Tahun 1997-2003 Prameswari, Meidy Farenti
Kesmas Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO memperkirakan bahwa setiap tahun lebih dari 9 juta bayi meninggal pada periode perinatal dan hampir semua terjadi di negara berkembang. Kini angka kematian perinatal di Indonesia adalah 24 per 1.000 kelahiran, sekitar 77% merupakan sumbangan kematian neonatal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kematian perinatal di Indonesia dan memperkirakan program intervensi yang paling berperan dan menurunkannya. Studi ini menggunakan sumber data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional). Hasil menemukan variabel yang berhubungan terhadap kematian perinatal di Indonesia selama periode 1997-2003 adalah jarak kelahiran; komplikasi persalinan; tingkat pendidikan ibu; BBLR; tenaga penolong persalinan; riwayat kunjungan ANC; riwayat, serta wilayah tempat tinggal ibu. Berdasarkan perhitungan PAR, BBLR memiliki nilai PAR% sebesar 14,90. Artinya jika penurunan angka kematian perinatal difokuskan kepada program intervensi untuk menurunkan prevalensi bayi BBLR maka akan terjadi pengurangan resiko kematian perinatal sebesar 15% dari total kasus di seluruh populasi bayi lahir hidup. WHO predicted that every year there are more than 9 millions perinatal deaths and almost all occurred in developing countries. In Indonesia, at present time the perinatal mortality rate is 24 per 1,000 life birth, and about 77% was contributed by neonatal death. The objective of this study is to know factors related to perinatal mortality in Indonesia and to assess the most important intervention program to reduce it. The study used secondary data source, that is Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in the period of 2002-2003. Design of the study is cross sectional. The results show that variables related to perinatal mortality are parity, delivery complications, maternal education, low birth weight, birth assistant, ANC visit, and residential address. Based on PAR calculation, low birth weight has PAR% of 14.90 meaning that if intervention program is focused on reducing prevalence of low birth weight, the perinatal mortality risk will be reduced by around 15% of the total cases among live newborn infants population.
Perilaku Menggunakan Kondom pada Wanita Penjaja Seks Jalanan di Jakarta Timur Tahun 2006 Widyastuti, Widyastuti
Kesmas Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) di banyak negara merupakan ancaman serius global yang berdampak pada individu, keluarga dan masyarakat. Pada perempuan, IMS sulit didiagnosa dan berdampak lebih besar, karena umumnya tampa gejala, timbul rasa bersalah dan malu mencari pengobatan sehingga menjadi beban tersembunyi. Prevalensi IMS dari berbagai penelitian di Indonesia pada periode 1990-2000 relatif tinggi. Strategi memutuskan rantai penularan antara lain melalui promosi kondom khususnya pada Wanita Penjaja Seks (WPS) yang berisiko tinggi IMS. Penelitian ini bertujuan mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan perilaku pemakaian kondom pada Wanita Pekerja Seks jalanan di Jakarta Timur tahun 2006. Penelitian dengan rancangan studi cross sectional ini menggunakan data primer 112 Wanita Pekerja Seks jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 60,7% responden yang menggunakan kondom pada saat hubungan seks terakhir. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengalaman menderita IMS merupakan faktor yang paling dominan dengan OR sebesar 3,55. Variabel umur, tingkat pendidikan, lama bekerja sebagai WPS, pengetahuan tentang IMS, serta keterpaparan informasi tidak berhubungan secara bermakna dengan perilaku menggunakan kondom. Disarankan mempermudah akses terhadap kondom, meningkatkan kualitas maupun kuantitas KIE; menjalin kemitraan dengan berbagai pihak terkait; dan pemberdayaan WPS dalam kegiatan penyebarluasan informasi tentang IMS dan kondom. In most countries in the world, sexually transmitted infections (STIs) are considered as a serious threat, they pose great impact on individual, family, and community. The impacts of STIs on women are usually more severe and more difficult to be diagnosed than impacts on men because STIs usually occurred without observable symptoms, and usually woman has guilty feeling and embarrassed about their condition and thus hinder them to look for medication. These make STIs a hidden burden for women. Prevalence of STIs in Indonesia according to several studies in 1990-2000 periods is quite high. One strategy to break the infection chain is to promote condom use among women sex workers (WSW). This study aims at investigating factors related to condom use practice among street WSW in East Jakarta. The design of this study is cross-sectional with quantitative approach, and using primary data of 112 street WSW. The study found that there are 60.7% respondents who use condom in the last sexual activity. Multivariate analysis shows that the most dominant factor is the experience on suffering from STIs infection, with OR 3.55. Age, level of education, working duration as WSW, knowledge on STIs, and exposure on STIs information, all have no statistically significant relationship with condom use practice. It is suggested that to increase the access and availability of condom, to increase the quality and quantity of information, education, and communication activities by strengthening networking and partnership with related sectors, and to empower the WSW themselves on disseminating and spreading information on STIs and condom.
Manajemen Strategis Organisasi Nirlaba Sutomo, Sumengen
Kesmas Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pimpinan organisasi nirlaba kehabisan tenaga dan waktu melakukan manajemen operasional. Mereka tidak sempat berpikir strategis mengembangkan masa depan organisasi dan memberikan pelayanan bermutu yang memuaskan pelanggan. Manajemen strategis yang merupakan proses mengembangkan tujuan, rencana strategis, dan alokasi sumber daya mencakup analisis strategi, formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Analisis stategi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal jang terkait sumber daya, struktur organisasi, strategi dan kinerja program, serta peluang dan ancaman eksternal yang terkait faktor politik, ekonomi, sosial dan teknologi. Selanjutnya, formulasi strategi adalah proses menyiapkan rencana strategis: mengembangkan nilai, misi, visi, gol, tujuan, identifikasi isu strategis dan memilih strategi pencapaian tujuan. Strategi yang sesuai dengan struktur organisasi, budaya, kepemimpinan, alokasi sumber daya, komunikasi, hambatan internal dan eksternal, diharapkan akan mempermudah implementasi. Monitoring yang mempelajari kemajuan dan evaluasi yang mempelajari pencapaian tujuan program merupakan bagian penting upaya pencapaian tujuan. Proses manajemen strategis menghasilkan pedoman yang diperlukan untuk menghadapi perubahan internal dan eksternal dengan menggunakan bisnis metoda baru, menerapkan praktik yang terbaik dan memelihara fleksibilitas. Melalui manajemen strategis pimpinan mampu mengembangkan nilai, misi, visi dan strategi untuk menghasilkan pelayanan unggulan secara efektif dan efisien. In not for profit organizations, many of the organizations’ managers and executive officers spend energy and time to work more on operational management. They do not have enough time to deal with organizations’ future development. A strategic management is a process of developing an organization’s objectives, strategic plan, and allocating resources to implement the plan. Basically a strategic management covers strategy analysis, strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. A strategy analysis is to provide information on strengths and weaknesses of internal organization factors: human resources, organization structure, program performance; and information on opportunities and threats of external organization factors, politic, economy, social, and technology. A strategy formulation is a process of developing strategic plan including organization value, mission, vision, goal, strategic objectives, strategic issues, and strategy. A strategy implementation involves with the organization structure, value, operational activities, leadership, resource allocation, and communication. Strategy evaluation includes monitoring and evaluation activities to identify progress of the program implementation and to identify program achievement and its performance. A strategic management process provides a guide for addressing internal and external organizational challenges and changes using a new bussiness method and approach for practical application and maintaining flexibilities. Through a strategic management, the managers and executives will be able to provide better quality of services effecively and efficienly.

Page 7 of 93 | Total Record : 928


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20, No. 5 Vol. 20, No. 3 Vol. 20, No. 2 Vol. 20, No. 1 Vol. 19, No. 5 Vol. 19, No. 4 Vol. 19, No. 3 Vol. 19, No. 2 Vol. 19, No. 1 Vol. 18, No. 5 Vol. 18, No. 4 Vol. 18, No. 3 Vol. 18, No. 2 Vol. 18, No. 1 Vol. 17, No. 5 Vol. 17, No. 4 Vol. 17, No. 3 Vol. 17, No. 2 Vol. 17, No. 1 Vol. 16, No. 5 Vol. 16, No. 4 Vol. 16, No. 3 Vol. 16, No. 2 Vol. 16, No. 1 Vol. 15, No. 5 Vol. 15, No. 4 Vol. 15, No. 3 Vol. 15, No. 2 Vol. 15, No. 1 Vol. 14, No. 2 Vol. 14, No. 1 Vol. 13, No. 4 Vol. 13, No. 3 Vol. 13, No. 2 Vol. 13, No. 1 Vol. 12, No. 4 Vol. 12, No. 3 Vol. 12, No. 2 Vol. 12, No. 1 Vol. 11, No. 4 Vol. 11, No. 3 Vol. 11, No. 2 Vol. 11, No. 1 Vol. 10, No. 4 Vol. 10, No. 3 Vol. 10, No. 2 Vol. 10, No. 1 Vol. 9, No. 4 Vol. 9, No. 3 Vol. 9, No. 2 Vol. 9, No. 1 Vol. 8, No. 8 Vol. 8, No. 7 Vol. 8, No. 6 Vol. 7, No. 12 Vol. 7, No. 11 Vol. 7, No. 10 Vol. 8, No. 5 Vol. 8, No. 4 Vol. 8, No. 3 Vol. 8, No. 2 Vol. 8, No. 1 Vol. 7, No. 9 Vol. 7, No. 8 Vol. 7, No. 7 Vol. 7, No. 6 Vol. 7, No. 1 Vol. 7, No. 5 Vol. 7, No. 4 Vol. 7, No. 3 Vol. 7, No. 2 Vol. 6, No. 6 Vol. 6, No. 5 Vol. 6, No. 4 Vol. 6, No. 3 Vol. 6, No. 2 Vol. 6, No. 1 Vol. 5, No. 6 Vol. 5, No. 5 Vol. 5, No. 4 Vol. 5, No. 3 Vol. 5, No. 2 Vol. 5, No. 1 Vol. 4, No. 6 Vol. 4, No. 5 Vol. 4, No. 4 Vol. 4, No. 3 Vol. 4, No. 2 Vol. 4, No. 1 Vol. 3, No. 6 Vol. 3, No. 5 Vol. 3, No. 4 Vol. 3, No. 3 Vol. 3, No. 2 Vol. 3, No. 1 Vol. 2, No. 6 Vol. 2, No. 5 Vol. 2, No. 4 Vol. 2, No. 3 Vol. 2, No. 2 Vol. 2, No. 1 Vol. 1, No. 6 Vol. 1, No. 5 Vol. 1, No. 4 Vol. 1, No. 3 Vol. 1, No. 2 Vol. 1, No. 1 More Issue