cover
Contact Name
Yaumal Arbi
Contact Email
yaumalarbi@ft.unp.ac.id
Phone
+628116696300
Journal Mail Official
yaumalarbi@sttind.ac.id
Editorial Address
l. Prof. Dr. Hamka No.121, Parupuk Tabing, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri
ISSN : -     EISSN : 26152827     DOI : https://doi.org/10.36275/
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri is a scientific journal published twice a year, in June and December. The editorial board welcomes scientific papers presenting research findings, surveys, and literature reviews closely related to science and industrial technology.
Articles 120 Documents
Perancangan Sistem Informasi Absensi Siswa menggunakan QR Code berbasis Web pada SMK Pratama Padang Elmawati; Veni Wedyawati; Nofriadiman; Muhammad Daffa Rizky Ardy
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/zkekg643

Abstract

Dalam konteks pendidikan, kehadiran siswa memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan persentase kehadiran mereka. Selain itu, absensi juga menjadi salah satu aspek penilaian utama di sekolah. Di SMK Pratama Padang, sistem absensi yang diterapkan masih menggunakan media kertas atau buku. Namun, penggunaan media kertas memiliki beberapa kelemahan, seperti informasi yang mudah rusak dan kesulitan dalam mentransfer data ke format digital saat melakukan rekap. Hal ini dapat menjadi masalah ketika data absensi perlu disimpan atau dibagikan dalam format digital. Oleh karena itu, dikembangkanlah sebuah aplikasi sederhana yang bertujuan untuk memudahkan siswa dalam melakukan absensi serta membantu guru atau petugas piket dalam merekap data absensi dan menyusun laporan kehadiran siswa. Penelitian ini berfokus pada perancangan aplikasi yang dapat mempermudah proses absensi bagi siswa dan pengelolaan data absensi oleh guru atau petugas piket, dengan memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Penulis berupaya merancang aplikasi absensi siswa berbasis QR Code yang diimplementasikan melalui website, menggunakan metode penelitian waterfall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang aplikasi absensi siswa berbasis web, dengan output berupa aplikasi yang dapat mencatat kehadiran siswa menggunakan QR Code, serta menyediakan informasi mengenai absensi yang berhasil dan gagal, serta laporan daftar hadir siswa.
Pemetaan Kualitas Air Sungai Akibat Penambangan Emas Dego Retiandi Putra; Afni Nelvi; Hisni Rahmi; Anggia Arista
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/xngwh313

Abstract

Sungai Batang Palangki merupakan sungai yang terletak di Kecamatan IV Nagari di Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Di Sungai tersebut terdapat beberapa aktivitas penambangan emas yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Setelah dilakukan pengamatan langsung, air sungai tersebut tampak keruh, begitupun juga dengan sumur-sumur warga yang berada dekat dengan aliran Sungai.  Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari pH, TDS, EC, dan Hg pada 3 lokasi penelitian yaitu hulu sungai, tengah sungai, hilir sungai, sumur warga 1 dan sumur warga 2. Data yang telah didapatkan akan diolah dan disesuaikan dengan baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah no. 22 tahun 2021 dan Kepmen LH no. 202 tahun 2004. Tujuan penelitian ini melakukan pemetaan sebaran kualitas air Sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran peta kualitas air sungai dan air sumur untuk setiap parameter telah memenuhi batas baku mutu perairan kecuali pada bagian tengah sungai dengan parameter konduktivitas listrik yang telah melampaui batas baku mutu perairan. Untuk kadar pH berkisar antara 6,4-7,2, kemudian untuk kadar Hg memiliki kadar yang rendah yaitu < 0,001 mg/l utuk semua titik sampel, selanjutnya untuk nilai TDS memiliki rentang nilai dari 33-159 mg/l, sedangkan untuk nilai konduktivitas listrik berkisar antara 64-318 µ/cm. Semua titik sampel telah memenuhi baku mutu, kecuali pada bagian tengah sungai telah melampaui baku mutu yaitu nilai konduktivitas listrik yang terlalu tinggi dengan nilai 318 µ/cm.
Perawatan Mesin Ketel Uap dengan Menerapkan Total Productive Maintenance di PT Wilmar Nabati Indonesia Unit Pelintung Melliana; Trisna Mesra; Tri Ernita; Yusrizal; Muharafiz Zikhri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/m84mvf39

Abstract

PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) unit Pelintung merupakan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Minyak sawit mentah diolah melalui proses pemurnian (refinery) yang menghasilkan Refined Bleached Deodorization Palm Oil (RPDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), lalu dilanjutkan dengan fraksinasi untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Olein (RBDOL) dan Refined Bleached Deodorized Stearin (RBDST). Ketel uap atau boiler memainkan peran penting dalam pabrik kelapa sawit, menghasilkan uap untuk perebusan tandan buah segar (TBS) dan proses lainnya. Untuk mengurangi downtime dan kerusakan mesin selama produksi, diperlukan sistem pemeliharaan yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pemeliharaan mesin ketel uap menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi breakdown dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin ketel uap masih di bawah standar (85%), dengan rata-rata 70,33%. Nilai OEE terendah terjadi pada Maret (45,59%), sementara nilai tertinggi di Oktober (85,83%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja mesin ketel uap agar memenuhi standar OEE, sehingga mendukung kelancaran produksi dan efisiensi operasional perusahaan.
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Sewing di PT Parkland World Indonesia Arif Budi Sulistyo; Nurmaulana; Sri Mukti Wirawati
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/t1xytx82

Abstract

Meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas adalah prioritas PT Parkland World Indonesia dengan menerapkan Total Productive Maintenance untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja mesin menjadi lebih  efisien dan efektif. Penelitian dilakukan pada Building 1 Line 4 yang terdiri dari proses cutting, stitching dan assembly hingga menghasilkan produksi sepatu, bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi perawatan dan tingkat efisiensi lini 4 serta memberikan saran yang tepat untuk meningkatkan efisiensi mesin sewing pada line 4. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh nilai Overall Equipment Effectiveness yang tertinggi dengan presentasi sebesar 89%, sedangkan nilai terendah dengan presentasi sebesar 73%. Faktor Six Big Losses yang paling mempengaruhi terhadap rendahnya efektivitas mesin sewing yaitu Idling Minor Stoppage dengan total time losses sebesar 16.298 menit. Untuk meningkatkan efektifitas mesin sewing, perusahaan harus mengikuti jadwal perawatan secara ketat, kerjasama yang baik antar divisi dan peningkatan motivasi karyawan berupa seminar dengan harapan losses akan berkurang dan performa produksi meningkat.
Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data TBS Berbasis Web pada PT.Dharmasraya Sawit Lestari Wizra Aulia; Febby Kesumaningtyas; Reti Handayani; Azira Pratiwi; Rifaldo Pratama
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/kq33y765

Abstract

PT.Dharmasraya Sawit Lestari merupakan salah satu Perusahaan di Jl.Koto,Koto Salak Kec.Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya dimana pengolahan data TBS (tandan buah segar) masih menggunakan buku pencatatan dan surat timbangan yang di tulis tangan. Sehingga terjadi permasalahan yaitu sulitnya melakukan pencarian dan pengolahan data TBS, seperti  salah pencatatan data timbangan, kehilangan tanda terima pembelian TBS, waktu pengiriman data pembelian TBS dan pengolahan data TBS ke kantor pusat yang membutuhkan waktu cukup lama. penelitian ini bertujuan memberikan solusi untuk permasalahan yang terjadi dengan sistem informasi pengolahan data TBS dimana pengembangan sistem menggunakan metode analisa yang umum dibidang computer yaitu System Development Life Cycle (SDLC).Sistem baru dapat mempermudah PT.Dharmasraya Sawit Lestari dalam mengolah data pembelian TBS serta pengolahan TBS.  
Analisis Pemilihan Pemasok Bahan Baku Karet Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process Irmayani; Hary Fandeli; Mufrida Meri. Z; Ratih Zulia Zulia Ramadhani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/53cy9h88

Abstract

Manajemen rantai pasok merupakan salah satu perencanaan strategis perusahaan. Tahapan kegiatan untuk mendapatkan bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, hingga kegiatan pendistribusian produk ke konsumen yang melibatkan produsen, pemasok, distributor, pengecer, dan pelanggan merupakan salah satu mata rantai kegiatan terpenting perusahaan agar sirkulasi produksi yang efektif dan menguntungkan terjamin.  PT Lembah Karet bergerak pada pengolahan karet mentah menjadi karet setengah jadi, (karet remah), yaitu Crumb Rubber SIR 2.  Permasalahan pasokan bahan baku seperti keterlambatan dan perbedaan jumlah yang diterima dengan jumlah yang diorder menjadi permasalahan di lantai produksi hingga bagian pemasaran. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menetapkan urutan kriteria penting dalam pemilihan pemasok agar dapat menetapkan pemasok yang tepat.  Pada penelitian ini digunakan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice dan MS processing dalam menentukan urutan kriteria untuk menetapkan pemasok yang tepat di PT. Lembah Karet Padang.  Hasil penelitian menunjukkan variable kualitas merupakan prioritas pertama dalam pemilihan pemasok (33,6%), selanjutnya variable adaptif (21,7%), harga (15,9%), pengiriman (15,2%), dan pelayanan (13,6%). 
Evaluasi Penerapan Supply Chain Management Pabrik Kelapa Sawit di PT.X Lailatul Syifa Tanjung; Rama Dani EkaPutra; Rizqon Jamil Farhas; Triana Lestari
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/0wds3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas rantai pasok industri kelapa sawit menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR), yang mencakup lima dimensi utama: Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 50 responden yang terdiri dari manajer operasional, staf pengadaan, teknisi pabrik, dan tenaga logistik dari berbagai entitas dalam rantai pasok kelapa sawit. Pemilihan responden dilakukan berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam proses operasional dan pengambilan keputusan, sehingga diharapkan mampu memberikan informasi yang representatif dan relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumen internal perusahaan. Data dianalisis menggunakan skala Likert 5 poin dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha, yang menunjukkan nilai sebesar 0,87, menandakan instrumen yang digunakan memiliki konsistensi internal yang tinggi. Analisis korelasi Spearman juga dilakukan untuk melihat hubungan antar dimensi SCOR, di mana ditemukan korelasi positif yang signifikan antara dimensi Plan dan Deliver (r = 0,62), serta antara Make dan Return (r = 0,58), menunjukkan keterkaitan kuat antara perencanaan, distribusi, proses produksi, dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Make (Produksi) memiliki skor tertinggi yaitu 4,0, mengindikasikan efisiensi dalam pengolahan TBS menjadi CPO. Salah satu responden menyatakan bahwa “penggunaan teknologi ekstraksi modern dan pelatihan rutin kepada operator menjadi kunci peningkatan efisiensi produksi.” Aspek Source (Pengadaan) memperoleh skor 3,8, mencerminkan sistem pengadaan yang cukup stabil, meskipun masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan baku. Dimensi Plan dan Return masing-masing mendapatkan skor 3,5, menandakan perlunya peningkatan dalam perencanaan rantai pasok dan pengelolaan limbah, seperti pemanfaatan limbah padat menjadi kompos. Sementara itu, Deliver (Distribusi) memperoleh skor terendah 3,2, disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur logistik dan ketergantungan pada pihak ketiga. Hasil penelitian ini menekankan perlunya peningkatan efisiensi distribusi, stabilisasi harga bahan baku, serta penguatan pengelolaan limbah sebagai langkah strategis menuju keberlanjutan (sustainability) industri kelapa sawit.
Penerapan Lean Manufacturing menggunakan Metode VSM dan 5S pada UMKM di Kota Padang Fidruzal Fahlevi; Elita Amrina; Bratama Ibramgara; Yosiana Savitri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/ny28qw84

Abstract

Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang menunjukkan peningkatan jumlah UMKM yang signifikan. Namun, pertumbuhan ini belum diiringi dengan kemampuan pengelolaan produksi yang memadai, yang masih menjadi kelemahan utama UMKM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, konsep lean manufacturing (LM) dapat menjadi solusi strategis yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian empiris melalui pengimplementasian LM pada UMKM di Kota Padang dengan studi kasus pada UMKM Kripik Balado Salsabila. Studi pendahuluan menunjukkan terdapat pemborosan pada proses produksi. Hasil pengumpulan data kemudian diolah dengan merancang VSM dan PAM, karena dapat mengidentifikasi pemborosan pada proses produksi dengan gambaran visual dan analisis nilai pada kegiatan. Terdapat 7 proses yang masih berkategori tidak bernilai tambah dengan persentase bernilai tambah yaitu 81,96%. Selanjutnya, dilakukan identifikasi pemborosan berdasarkan konsep 9 wastes of lean beserta penyebab pemborosan menggunakan metode fishbone diagram, yang efektif untuk menentukan akar permasalahan. Analisis ini menjadi dasar perancangan usulan perbaikan, yang mengacu pada pendekatan 5S dan lean-green manufacturing. Beberapa usulan perbaikan yaitu pengadaan alat operasional yang lebih efisien, perancangan ulang layout pabrik, dan penyusunan skema pengelolaan limbah. Future state VSM dan PAM menunjukkan adanya peningkatan persentase bernilai tambah sebesar 7,88%. Terakhir, dilakukan pembahasan mengenai implikasi penelitian, yang mendeskripsikan manfaat penerapan LM, faktor pendukung, dan faktor penghalang penerapan LM pada UMKM di Kota Padang.
Optimalisasi Metode Transportasi Pupuk untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Distribusi di Provinsi Riau Melliana Melliana; Sanco Simanullang; Azmi; Trisna Mesra; Sirlyana
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/4rreah35

Abstract

Pendistribusian barang menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan operasional perusahaan, terutama di sektor agribisnis seperti PT  SISUTA yang bergerak dalam produksi dan distribusi pupuk. Untuk mendukung penyebaran pupuk ke berbagai wilayah, efisiensi dalam sistem distribusi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalkan total biaya transportasi melalui pemilihan rute terbaik dan penggunaan kapasitas pengiriman yang lebih optimal. Metode pengumpulan data berupa data kwantitatif dan pengambilan data berupa data sekunder. Penelitian ini menganalisis pengurangan biaya transportasi di PT Sasuta dengan menggunakan metode North West Corner, Least Cost, dan Stepping Stone. Sebelum optimasi, total biaya transportasi tercatat sebesar Rp. 11.683.200. Dengan metode North West Corner, biaya turun menjadi Rp. 7.012.520, menghasilkan penghematan Rp. 4.850.680. Metode Least Cost dan Stepping Stone menghasilkan biaya yang lebih optimal, yaitu Rp. 6.100.540, dengan penghematan Rp. 5.762.660 dari biaya awal. Dibandingkan dengan North West Corner, metode Least Cost dan Stepping Stone memberikan pengurangan tambahan sebesar Rp. 911.980. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Least Cost dan Stepping Stone adalah metode yang paling efisien dan optimal karena dapat menghemat biaya logistik secara signifikan
Optimalisasi Fungsi Life Jacket Non-Inflatable Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus: Nelayan Muaro Batang Kapas) Riko Ervil; Henny Yulius; Randi Prasetio
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/kfzdhn46

Abstract

Nelayan Muaro Batang Kapas sering kali menghadapi risiko tenggelam saat menjalankan tugas sehari-harinya, termasuk memanen biota laut. Salah satu alat yang dapat digunakan oleh nelayan untuk mengurangi resiko tenggelam yaitu Life Jacket. Life Jacket yang digunakan oleh nelayan Muaro Batang Kapas masih memiliki kekurangan yaitu Life Jacket yang ada pada nelayan muaro batang kapas kurang efektif dalam menahan air hujan dan air laut, Desain dan visual Life Jacket yang ada masih desain lama, fitur-fitur yang ada di Life Jacket yang digunakan nelayan muaro batang kapas masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu penelitian ini merancang Life Jacket sesuai dengan kebutuhan nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quality Function Depoyment. Hasil yang dapat disimpulkan dalam pengelohan data berdasarkan penyebaran kuesioner yaitu terdapat 15 atribut kebutuhan konsumen dan 10 respon teknis yang menjadi jawaban dari kebutuhan konsumen, respon teknis yang menjadi urutan pokok prioritas dalam pengembangan Life Jacket dimulai dari peringkat pertama hingga terakhir yaitu peringkat pertama bahan Busa PE Polybonding, Terdapat reflektor, ketiga Terdapat Kantong Penyimpananan, Terdapat Tali Pengait,  Bahan Kain Waterproof, Terdapat Lampu Senter LED, Terdapat Peluit, Terdapat Bantal Leher, Warna Yang Menarik dan Terdapat Peluit dan rancang bangun terdapat empat tahapan proses yang mana dimulai dari Pengukuran kain water proof,  Pembentukan pola, pemotongan pola dan menjahit komponen.

Page 2 of 12 | Total Record : 120