cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Traksi : Majalah Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 16933451     EISSN : 25799738     DOI : -
TRAKSI (eISSN 2579-9738 / ISSN 1693-3451) adalah Majalah Ilmiah Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan cakupan bidang material teknik, konversi energi dan manjfaktur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
ANALISA KINETIKA REAKSI PEMBENTUKAN KERAK CaCO 3 TRAKSI Vol. 17 No. 2 Desember 2017 -CaSO 4 DALAM PIPA BERALIRAN LAMINAR PADA SUHU 30 0 C DAN 40 C MENGGUNAKAN PERSAMAAN ARRHENIUS Haryono Haryono
TRAKSI Vol 17, No 2 (2017): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.287 KB) | DOI: 10.26714/traksi.17.2.2017.%p

Abstract

The crust is a hard pile of inorganic material especially on the heat transfersurface caused by deposition of mineral particles in water. Know the reaction rate constant and activation energy of CaCO3-CaSO4 scale formation with Arrhenius equation. The higher the temperature makes the crust more and more formed. At a temperature of 30 0C produces a crustal mass of 38.1 mg while at 40 0C the resulting crust mass is 58.5 mg. The higher the temperature makes the value of the reaction speed constant rising. At 30 0C the resulting reaction rate constant is 1,195 kJ.mg-1.C-1. While at a temperature of 40 0C yields a reaction rate constant of 3.737 kJ.mg-1.C-1. The activation energy in the CaCO3 crust formation reaction is 123.23 kJ. From SEM results between no additions and with the addition of cubical morphological forms with rombohedral and monoclinic crystal structures.Keywords: Crust, CaCO3, CsSO4, SEM
ANALISA KARAKTERISASI PADA LIMBAH VELG DAN BOKSTRANSMISI MOBIL H.Samsudi Rahardjo; - Solichan
TRAKSI Vol 10, No 2 (2010): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.918 KB) | DOI: 10.26714/traksi.10.2.2010.%p

Abstract

Pemakaian aluminium pada industri otomotif terus meningkat sejak tahun 1980 (Budinski, 2001). Komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium, antara lain adalah piston, blok mesin, kepala silinder, katup, velg mobil dan sebagainya. Ini berkaitan dengan jumlah kendaraan di Indonesia tahun 2005 mencapai 38.156.278 buah terdiri dari roda dua 28.556.498 buah dan roda empat 9.559.780 buah (Kepolisian Republik Indonesia, 2005). Ditambah pada tahun 2010 ASTRA DAIHATSU merencanakan memproduksi 400.000 setiap tahunnya. Fokus penelitian limbah velg dan boks transmisi mobil yang terbuat dari paduan aluminium dan silikon. Paduan ini memiliki daya tahan terhadap korosi, abrasi dan koefisien pemuaian yang rendah, disamping itu mempunyai kekuatan yang tinggi, kesemua sifat tersebut merupakan sifat yang harus dimiliki oleh material velg dan boks transmisimobil. Tujuan penelitian menganalisa Karakterisasi velg dan boks transmisi mobil berbasis material mobil bekas yaitu; karakterisasi meliputi; uji komposisi dan kekerasan bahan serta Struktur mikro, Permasahan utama dari penelitian ini adalah bagaimana memanfaatkan velg dan boks transmisi mobil bekas setelah diketahui sifat dan karakteristiknya. Metode Penelitian yang digunakan dengan metode eksperimen, dan perbandingan, Hasil yang dicapai; Material velg dan boks transmisi mobil bekas banyak impuriti karena kurangnya kebersihan menyebabkan sifat mekaniknya menurun. Maka penelitian lanjutan perlu melakukan pembersihan yang baik atau dengan degreeshing, serta perlu mempelajari interface layer yang muncul karakteristik senyawa dan karakteristik fasa dengan menggunakan SEM. Kata Kunci : Velg, Transmisi, Uji Komposisi, Uji Kekerasan, Struktur Mikro
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAH PUPUK KOTORAN SAPI Seno Darmanto
TRAKSI Vol 13, No 1 (2013): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.224 KB) | DOI: 10.26714/traksi.13.1.2013.%p

Abstract

Rancang bangun mesin pengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik dilakukan untuk memperbaiki kualitas pupuk kandang. Proses rancang bangun dilakukan di laboratorium dan kelompok ternak. Metode pelaksanaan rancang bangun mesin pengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik terdiri dari seleksi kotoran sapi, penentuan desain, penentuan bahan, pembuatan, uji unjuk kerja, praktek unjuk kerja di industri dan perawatan. Selanjutnya lingkup desain dan pembuatan mesin pengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik meliputi ruji-ruji pengaduk/pemelet, saringan, hopper, transmisi daya, motor penggerak, panel pengatur kondisi kerja dan rangka. Kemudian  pengujian unjuk kerja mesin menunjukkan bahwa kapasitas mesin pengaduk (butirisasi) dapat mencapai 0,2 – 0,3 m3/menit. Perawatan mesin pengaduk (butirisasi) relatif sederhana dan lebih banyak difokuskan pada perawatan ruji-ruji pengaduk/pemelet.   Kata Kunci: Kotoran Sapi, Pupuk, Ruji, Pengaduk, Butirisasi.
EFEK PERLAKUAN PANAS AGING TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN IMPAK PADUAN ALUMINIUM AA 514.0 Sigit Gunawan; Sigit Budi Hartono
TRAKSI Vol 17, No 1 (2017): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.209 KB) | DOI: 10.26714/traksi.17.1.2017.%p

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki efek perlakuan panas aging terhadap kekerasan dan ketangguhan impak paduan aluminium AA 514.0.Variabel penelitian adalah suhu aging. Variasi suhu aging 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C. Proses aging dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu 250°C, 300°C, 350°C, 400°C, dan 450°C dengan waktu tahan selama 1 jam, kemudian didinginkan di udara bebas hingga suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh pada raw material yaitu sebesar 35,5 kg/mm2. Kenaikan suhu aging menyebabkan kekerasan meningkat tetapi ketangguhan impak cenderung menurun. Nilai ketangguhan impak tertinggi diperoleh pada suhu aging 250°C sebesar 1,446 joule/mm.Kata Kunci: Suhu Aging, Kekerasan, Ketangguhan Impak
PENGARUH SUHU NORMALIZING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PENGELASAN BAJA PLAT KAPAL - Sutrisna
TRAKSI Vol 9, No 2 (2009): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11220.311 KB) | DOI: 10.26714/traksi.9.2.2009.%p

Abstract

Pengelasana adalah proses penyambungan dua buah logam atau lebih melalui prosespencairan setempat. Pengelasan yang dilakukan menggunakan las listrik dengan elektroda terbungkusdengan arus listrik bolak-balik (AC) pengelasan dilakukan pada plat kapal dengan kampuh V.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu normalizing terhadap sifat fisis dan mekanispada plat kapal.Pengelasan dilakukan pada baja plat kapal dengan tebal 12 mm yang di las menggunakanmetode shielded metal arc welding (SMAW) dengan kampuh V. Pengujian yang dilakukan adalah ujikomposisi, uji tarik, uji densitas dan struktur mikro.Hasil uji komposisi menunjukkan bahwa baja plat kapal termasuk dalam golongan bajakarbon rendah karena kandungan karbonnya kurang dari 0,3 %. Wolfram (W) 0,468 % berpengaruhmeningkatkan kekuatan, densitas dan kekuatan pada suhu tinggi dan Mangan (Mn) akanmeningkatkan kekuatan, densitas, tahan aus dan mampu tempa tetapi menurunkan kemampukerjaandengan mesin-mesin perkakas. Kekuatan tarik maksimum terjadi pada proses normalizing pada suhu750 oC (σu = 43,69 kg/mm2) sedangkan kekuatan tarik minimum terjadi pada raw material (σu =32,74 kg/mm2). Hasil uji densitas menunjukan densitas tertinggi terjadi pada daerah las sebelummedapatkan perlakuan normalizing yaitu 142,6 kg/mm2, sedangkan densitas terendah pada daerah rawmaterial 94,9 kg/mm2 pada perlakuan normalizing 750 oC. Struktrur mikro pada logam induk (rawmaterial) terdapat struktur ferit dan perlit dalam bentuk butiran kasar. Struktur mikro logam las terdiridari ferit acicular, ferit side plate dan ferit batas butir. Pada perlakuan 750 oC, logam lasan didominasiferit acicular sehingga bahan makin ulet, dan mempunyai kekuatan tarik tinggi.
PENGARUH DIAMETER PENGEROLAN DINGIN TERHADAP KEKUATAN BENDING BAJA KARBON RENDAH Djoko Suprijanto
TRAKSI Vol 11, No 2 (2011): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12170.975 KB) | DOI: 10.26714/traksi.11.2.2011.%p

Abstract

Baja St 41 merupakan baja karbon rendah yang mengandung karbon dibawah 0,30% banyak diaplikasikan untuk konstruksi umum. Pembetukan benda dengan pengerolan banyak dilakukan untuk pembuatan bejana maupun konstruksi penguatan dengan plat baja .Pada penelitian ini dilakukan proses pengerolan dingin, baja AISI 1015 setebal 7,65 mm dengan radius: 500, 1000, 2000 dan 3000 mm. Pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi kimia, uji kekerasan uji struktur mikro , dan uji kekuatan bending dengan arah berlawanan dari arah pengerolan. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengerolan akan meningkatkan kekuatan bending sampai pada ukuran tertentu. Setelah Iewat batas tertentu maka bahan akan luluh sehingga menurunkan kekerasan serta kekuatan bendingnya.Kata kunci: Baja St 41, Rolling, Ferit, Kekuatan Bending
POTENSI SERAT BATANG (BAST FIBERS) SEBAGAI PENGUAT BIOKOMPOSIT UNTUK APLIKASI OTOMOTIF Alaya F.H. Mukhammad
TRAKSI Vol 13, No 2 (2013): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.348 KB) | DOI: 10.26714/traksi.13.2.2013.%p

Abstract

The Neseccary of material which is light, cheap and environment friendly make biocomposite that reinforced natural fiber as alternative material forautomotive components. Non-wood natural fiber is classified into 5 groups: bast fibers, leaf fibers, seed fibers, straw fibers and grass fibers. Bast fibers has a high potential as a reinforced in biocomposite because it has some variaties, abundant resources and high mechanical properties. Nowadays, bast fibers has been used by automotive manufacturer in Europe as interior components and begin to be developed for exterior components. Natural characteristic of hydrophilic is the major problem in biocomposite. The water contents in natural fiber will decrease interface bonding between fiber and matrix, so that produce low mechanical properties of biocomposite. Alkali fiber surface treatment improve interface bonding between fiber and matrix and clean the extractivemedia from natural fiber as lignin, wax and dust, so that produce fiber whose surface has the uniform topography.
KWALITAS PRODUKSI GAS GASIFIKASI DENGAN BAHAN BAKU KAYU PELLET MENINGKAT PADA PENGHAPUSAN PANAS-KATALIS DAN PENAMBAHAN AIR Aris Warsito
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2401.049 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi gas dengan penghapusan tar panas-katalis mengunakan reaktor microwave dan penambahan air. Produksi gas dari gasifier dengan kandungan tar, partikel, dan air langsung dialirkan dengan kecepatan 2 LPM dalam reaktor microwave dengan perlakuan berbagai suhu untuk perlakuan panas dan katalis. Pengkonversian tar dengan katalis nikel dan ruthenium menghasilkan peningkatan nilai kalor yang lebih dari 5,86 MJ Nm-3 pada suhu 900?C dan 700oC. Sedang semua penghapusan katalis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: dolomit, Y-zeolit, nikel, ruthenium, dan rhodium memberikan efisiensi penghapusan tar dan partikel rata-rata 98% pada suhu 700?C dan 900?C. Penghapusan perlakuan panas-katalis dengan penambahan air dalam reaktor diperoleh efisiensi penghapusan tar tinggi mulai dari perlakauan suhu paling rendah. Daya rendah pembangkitan reaktor microwave pada penghapusan tar panas-katalis sangat intensif dan efektif untuk peningkatan kwalitas produksi gas dalam pemenuhan kebutuhan pengguna akhir serta peningkatan kapasitas energi.Kata Kunci: Microwave Tar Katalis Gas Gasifier
EFFECT OF POST HEAT TEMPERATURE TO HARDNESS AND MACROSTRUCTURE IN WELDED STELL ST 37 - Subardi; Djoko Suprijanto; Roza Lyndu R. Mahendra
TRAKSI Vol 9, No 1 (2009): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.798 KB) | DOI: 10.26714/traksi.9.1.2009.%p

Abstract

The present study aims to investigate the effect of post heat temperature of hardness andmacrostructure on the result steel welded St 37. Welded process with SMAW (Shelded Metal ArcWelding) and AC-DC current. Plate steel ST 37 welded of longitudinal, than heat treatment withtemperature various: 300°C, 400°C dan 500°C.Highest rate hardness 157,83 kg/mm2 on temperature treatment spesiment 500o cause haveferit grain boundary structure more and homogen so properties more hardness. The lows bendingstrength 43,51 kg/mm2 on raw material, cause have ferit structure and perlit so more soft properties.The micostuctrure welded area arround; ferit graind boundary, ferit widmanstatten, ferit acicularand perlit.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PERLAKUAN PANAS AGING TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM AA 6061 Jaelani Sidik
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.016 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.1-8

Abstract

Aluminium 6061 banyak digunakan dalam industri, baik industri otomotif, peralatan rumah tangga dan konstruksi. Dengan penggunaanya di berbagai bidang dengan karateristik yang berbeda, tentu diperlukan sebuah metode dalam meningkatkan nilai kekuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kekuatan mekanik aluminium 6061. Perlakuan panas aging merupakan sebuah metode yang dapat meningkatkan nilai kekuatan mekanik. Variasi temperatur aging pada penelitian ini yaitu 175, 200 dan 225 dengan waktu tahan selama 1 jam dan didinginkan diudara terbuka. Kemudian dilakukan pengujian yang terdiri dari uji kekerasan, uji tarik dan uji impak. Hasil pengujian menunjukan bahwa perlakuan panas aging mempengaruhi sifat mekanik aluminium. Nilai kekerasan maksimum, kekuatan tarik maksimum dan harga impak tertinggi tercapai pada temperature aging 175°C dengan nilai masing-masing 31.66 HRB, 231.67 Mpa dan 0.0290 Kg.m/mm2. Namun semakin meningkatnya temperature aging, nilai kekerasan, nilai kekuatan tarik cenderung menurun. Penurun nilai sifat mekanik alumunium 6061 dikarenakan kondisi over aging pada suhu 200°C dan 225°C.

Page 2 of 22 | Total Record : 220