cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Traksi : Majalah Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 16933451     EISSN : 25799738     DOI : -
TRAKSI (eISSN 2579-9738 / ISSN 1693-3451) adalah Majalah Ilmiah Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan cakupan bidang material teknik, konversi energi dan manjfaktur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
PENGARUH KECEPATAN CETAKAN HORIZONTAL CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA RADIAL SLIDING BEARING BABBITT-BAJA KARBON Alaya Fadllu Hadi Mukhammad; Bambang Setyoko
TRAKSI Vol 18, No 2 (2018): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.802 KB) | DOI: 10.26714/traksi.18.2.2018.61-68

Abstract

Kecepatan Cetakan meruakan salah satu parameter utama dalam pembuatan Radial Sliding Bearing (RSB)menggunakan metode horizontal centrifugal casting. Kecepatan cetakan akan mempengaruhi kualitas hasil pengecoran yang ditunjukkan dengansedikitnya cacat pengecoran yang dihasilkan. Selain cacat pengecoran kualitas RSBjuga dipengaruhi properties dari babbitt yang dihasilkan dari pengecoran berupakekerasan, ketahanan aus dan ikatan interface babbitt-shell. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh kecepatan putaran cetakan (shell) dengan variasi  500, dan 1000rpm terhadap kekerasan dan struktur mikro pada babbitt dan shell. Bahan yangdigunakan adalah pipa steam (baja karbon) dan babbitt (Tin). Hasil pengujian kekerasandan struktur mikro menunjukkan kecepatan putaran cetakan tidak berpengaruh secarasignifikan dan proses tinning shell, pemanasan awal dan  pengecoran babbitt tidakmemberikan perubahan struktur mikro pada logam shell.
PERHITUNGAN FAKTOR KONSENTRASI TEGANGAN PADA PIPA KONSTRUKSI PERCABANGAN 60o AKIBAT GAYA AKSIAL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Dwi Basuki Wibowo; - Sugiyanto; Agus Suprihanto
TRAKSI Vol 5, No 1 (2007): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.091 KB) | DOI: 10.26714/traksi.5.1.2007.%p

Abstract

Dewasa ini pipa banyak digunakan untuk elemen struktur misalnya untuk rangka bangunan, konstruksi reklame, tiang listrik dan telepon dll. Seperti halnya dalam sistem perpipaan, penggunaan pipa untuk struktur tidak dapat menghindari adanya percabangan. Hal ini akan menyebabkan konsentrasi tegangan disekitar percabangan tersebut ketika struktur tersebut dikenai pembebanan. Dalam tahapan disain, untuk memperkirakan besarnya tegangan maksimum yang terjadi lazimnya diperlukan faktor konsentrasi tegangan (Kt). Besarnya Kt ini dipengaruhi oleh dimensi dan geometri elemen serta modus pembebanannya. Penelitian ini ditujukan untuk mencari besarnya Kt untuk percabangan pipa 90o yang dikenai beban aksial untuk berbagai rasio perbandingan diameter pipa utama dan cabang dengan metode elemen hingga. Tahapan penelitian berturut-turut adalah geometric modelling, finite element modelling, eksekusi model, analisis distribusi tegangan dan perhitungan Kt. Representasi hasilnya adalah berupa grafik Kt versus d/D dimana d adalah diameter cabang dan D adalah diameter utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga besarnya harga Kt sangat tergantung dari disain pipa konstruksi yang dibuat.   Kata Kunci : Percabangan Pipa,   Faktor   Konsentrasi   Tegangan,   Metode   Elemen Hingga.
ANALYSIS OF MECHANICAL PROPERTIES OF PROTOTYPE OPTICAL PHASE CONDUCTOR FOR TROPICAL CLIMATE CONDITIONS IN INDONESIA - Solechan; Samsudi Rahardjo; - Rubijanto JP
TRAKSI Vol 13, No 1 (2013): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.111 KB) | DOI: 10.26714/traksi.13.1.2013.%p

Abstract

Marginal areas especially rural communities still lack electrical lighting and telecommunications facilities. To access the electrical and telecommunications networks required huge costs because there is no infrastructure. To overcome this problem the government is targeting the national electrical capacity 57 thousand Megawatts in 2016 by appointing the State Electricity Company. This study makes OPPC cable used for extra high voltage power conductors and internet network data that has reliable performance and durable. These goals will be achieved when the known characteristics and mechanical properties OPPC cable. The results of material testing OPPC cable diameter of 3 cm for Type-voltage torsional twisting 36/6/24 RBS 50% have the impact strength and tensile highest of 112.27 kN and 61.26 MPa. While the impact strength and tensile cables that OPPC least 3 cm in diameter with a voltage selection of the type of 36/6/24 RBS 25% of 63.24 kN and 36.36 MPa. The tensile strength and impact influenced the amount of galvanized steel wire and twisting torsional stress. The more galvanized steel wire and high torsional twisting voltage, proportional to the impact strength and tensile increased. When compared to ACSR cable and commercial OPPC, impact strength and tensile cables made OPPC nearing kekuatanya value, where the tensile strength and impact ACSR cable with voltage torsional twisting RBS 50% by 117 kN and 61.26 MPa and cables for commercial OPPC 116 kN and 63 MPa   Keywords: Aluminium, Wire, Twist, Fiber Optics, Impact Test.
ANALISA SISA UMUR PEMAKAIAN (REMAINING LIFE ASSESMENT) AIR RECEIVER COMPRESSOR TANK MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIC TEST Fuad Khoirul; Muh Amin; Muhammad Subri
TRAKSI Vol 17, No 1 (2017): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.597 KB) | DOI: 10.26714/traksi.17.1.2017.%p

Abstract

Pengurangan ketebalan material pressure vessel terjadi karena faktor korosi. Salah satu kontrol untuk mengetahui ketebalan material dengan menggunakan metode ultrasonic test. Hasil dari pengukuran ketebalan digunakan untuk menentukan nilai corrotion rate.Hasil perhitungan dari corrotion rate digunakan untu menghitung sisa umur pakai dari pressure vessel.Kata Kunci: Pressure Vessel, Ultrasonic Test, Corrotion Rate.
ANALISA EFISIENSI PERFORMA HRSG ( Heat Recovery Steam Generation ) PADA PLTGU Bambang Setyoko
TRAKSI Vol 4, No 2 (2006): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.362 KB) | DOI: 10.26714/traksi.4.2.2006.%p

Abstract

Heat Recovery Steam Generator ( HRSG ) is a construction in combine cycle with gas turbine and steam turbine. The steam produced in HRSG with heat from exhaust gas turbine. In this research we can calculate HRSG efficiency to compare total energy  heat flow for steam produce from feed water and total energy heat flow from exhaust gas turbine. The result of this calculate research are optimal efficiency 54,04 % with total energy superheated steam heat  flow 132,91 MW, total energy exhaust gas turbine 245,953 MW and minimum efficiency 50,39 % with total energy superheated steam heat flow 124,788 MW, total energy exhaust gas turbine 247,64 MW.Key words : exhaust gas,steam, heat flow.  
ANALISA PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DENGAN KONSENTRASI Ca²⁺ :3000 ppm DAN ADITIF Fe²⁺ Windu Sediono
TRAKSI Vol 11, No 2 (2011): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6381.638 KB) | DOI: 10.26714/traksi.11.2.2011.%p

Abstract

Pengerakan (scaling) merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya realrsi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air seperti; Ca²⁺, SO₄⁻², CO₃⁻² dan Mg²⁺. Gipsum (CaSO₄2H₂O) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai. Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak gipsum dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl₂ dan Na₂SO₄ pada laju alir 30 ml/menit dan konsentrasi larutan 3000 ppm, Ca²⁺. Fe²⁺ ditambahkan kedalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari kuningan karena tahan terhadap korosi. Pembentukan kristal gipsum dapat dilihat dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui. Bentuk kristal gipsum dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, Massa kerak ditimbang untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif terhadap massa kerak yang terjadi. Hasl penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan aditif Fe²⁺ 5 ppm memperpanjang waktu induksi 15,3%, menurunkan massa kerak 28,1 % dan penambahan aditif Fe²⁺ 10 ppm memperpanjang waktu induksi 46,1% menurunkan massa kerak 69 %. Aditif juga mempengaruhi morfologi kristal gipsum yaitu kristal menjadi lebih pendek tapi tidak merubah bentuk kristal, yaitu tetap orthorhombik.Keywords :Fe²⁺, Gipsum, Impuritas, Pencegahan Kerak
KARAKTERISASI KATALIS TEMBAGA PADA CATALYTIC CONVERTER UNTUK MENGURANGI EMISI GAS CARBON MONOKSIDA MOTOR BENSIN RM. Bagus Irawan; Purwanto -; Hadiyanto -
TRAKSI Vol 13, No 2 (2013): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.782 KB) | DOI: 10.26714/traksi.13.2.2013.%p

Abstract

Salah satu teknologi rekayasa yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara adalah dengan pemakaian Catalytic Converter yang dipasang pada saluran gas buang kendaraan bermotor (Heisler, 1995).  Pada umummnya bahan yang dipergunakan adalah:  Palladium, Platinum, dan Rodium yang relatif cukup mahal.Disamping itu katalis tersebut sangat rentan terhadap bahan bakar premium yang memiliki kadar Timbal (Pb) yang berakibat merusak fungsi katalis karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter. Penggunaan bahan Tembaga sebagai bahan katalis Catalytic Converter pada penelitian-peneliti sebelumnya, mampu menurunkan emisi gas Carbon Monoksida Motor Bensin pada berbagai variasi putaran mesin. Namun demikian belum diketahui bagaimana perubahan bahan uji pada pengujian emisi gas buang tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini meneliti tentang karakterisasi material Tembaga sebagai bahanKatalis Catalytic Converter. Tujuan yang diharapkan adalah untuk mendapatkan dan menggali informasi tentang karakterisasi material dari bahan Katalis Tembaga yang digunakan sebagai bahan katalis pada Catalytic Converter untuk mereduksi Emisi Gas Buang Carbon Monoksida Motor Bensin. Karakterisasi Material dengan menggunakan X-Ray Diffraction berguna untuk mengetahui perubahan unsur material bahankatalis Tembaga sebelum dan sesudah dilakukan pengujian emisi gas buang.
PENGARUH KECEPATAN PUTARAN SHELLTERHADAP KETEBALAN DAN CACAT PENGECORAN RADIAL SLIDING BEARING BABBITT - BAJA KARBON DENGAN METODE HORIZONTAL CENTRIFUGAL CASTING Alaya Fadllu Hadi Mukhammad; Bambang Setyoko
TRAKSI Vol 16, No 2 (2016): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2374.958 KB) | DOI: 10.26714/traksi.16.2.2016.%p

Abstract

Radial Sliding Bearing (RSB) yang diproduksi menggunakan proses centrifugal casting diharapkan menghasilkan produks yang lebih berkualitas dibandingkan gravity casting. Gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran cetakan akan menyebabkan logam cair yang dituang terdorong menjauhi sumbu putar menuju jari-jari terjauh cetakan dan akan mengisi rongga cetakan lebih sempurna sehingga produk yang dihasilkan lebih sempurna. Kecepatan putaran merupakan salah satu parameter utama dalam centrifugal casting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecepatan putaran cetakan (shell) dengan variasi 250, 500, dan 1000 rpm terhadap ketebalan babbitt dan cacat pengecoran. Bahan yang digunakan adalah pipa steam (baja karbon) dan babbitt (Tin). Pengujian dimensional untuk menentukan ketebalan babbitt, sedangkan cacat pengecoran diketahui melalui pengujian makro dan mikro. Hasil analisa visual dan dimensional menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan putaran, maka ketebalan lapisan babbitt juga semakin meningkat. Cacat pengecoran pada bagian interface banyak ditemukan dalam bentuk bulat sedangkan pada bagian tengah berbentuk memanjang.Kata Kunci: RSB, Centrifugal Casting, Cacat
PENGARUH TEKANAN , TEMPERATUR DIE PADA PROSES SQUEEZE CASTING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PISTON BERBASIS MATERIAL BEKAS Fuad Abdillah
TRAKSI Vol 9, No 1 (2009): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.237 KB) | DOI: 10.26714/traksi.9.1.2009.%p

Abstract

Squeeze casting sering juga disebut dengan liquid metal forging, merupakan suatu istilah yangdipakai untuk menggambarkan suatu proses dimana logam cair didinginkan di dalam cetakan tertutupsambil diberi tekanan luar yang biasanya berasal dari tenaga hidrolik. Terjadinya kontak antara logam cairdengan punch dan die pada saat penekanan memungkinkan terjadinya perpindahan panas yang cukupcepat. Ini akan menghasilkan struktur mikro yang lebih homogen serta perbaikan sifat mekanik. Materialyang digunakan untuk pengujian ini dan sekaligus sebagai pembanding diambil dari produk pistonDhaihatsu dengan komposisi. 12.60 wt% Si, 2.80 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.87 wt% Mg, 0.36 wt% Fe, 0.15wt% Mn, 0.076 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan selebihnya Al. Material dileburpada 750 oC, benda uji dibuat dengan menggunakan teknik squeeze casting dengan jalan memvariasikantekanan , temperature dan artificial Aging. Selanjutnya benda uji dikarakterisasi berupa kekerasan ,porositas dan struktur mikro. Pada pengujian yang dilakukan, laju pendinginan material akibat pengaruhtekanan dan temperatur die sangat signifikan pengaruhnya terhadap perbaikan sifat benda uji. Dari hasilpengamatan, proses ini mampu menurunkan porositas sampai 85.00 % dan memperbaiki kekerasansebesar 5.30 % setelah dilakukan perlakukan panas T6. Tekanan serta temperatur die optimal didapatkanpada 70 – 100 MPa dan 400 – 450 0C.
LIFETIME PADA PIPA GAS LURUS 14 MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION BERDASARKAN API 581 Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto; Dwi Basuki Wibowo; Agus Suprihanto
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.875 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.34-47

Abstract

Korosi terjadi tanpa mengenal waktu di segala aspek kehidupan manusia dan dapat mengakibatkan banyak kerugian. Di industri minyak dan gas, kerugian yang terjadi akibat korosi berdampak pada penurunan kualitas material yang digunakan. Dua hal ini berarti berhubungan dengan lamanya operasional alat berfungsi atau kemampuan jangka panjang dari suatu alat dan kemungkinan terjadinya kegagalan pada peralatan yang digunakan. Sehingga jika korosi menyerang, maka selain kerugian finansial yang dialami. Sehingga jika korosi menyerang maka selain kerugian finansial yang dialami, kerugain juga berdampak terhadap lingkungan sekitar dan juga safety dari pekerja dan masyarakat sekitar juga bisa terjadi. Oleh karena itu inspeksi terhadap peralatan yang ada penting untuk dilakukan. Indonesia yang masih mengacu pada inspeksi berdasarkan jangka waktu (time based inspection) masih memberikan peluang untuk terjadinya kegagalan pada peralatan yang digunakan. Oleh karena itu penting untuk menggunakan acuan lain seperti inspeksi berdasarkan tingkat risiko (Risk-Based Inspection)/RBI.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari pipeline yang dianalisa yakni berdiameter 14” dengan lama penggunaan 8 tahun memiliki nilai 1C yang berarti berstatus risiko low medium dan mendapatkan respon corrective maintenance. Usulan inspeksi yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan visual, ultrasonic straight beam, eddy current, flux leakage, radiography, dan pengukuran dimensi. Usulan waktu inspeksi yang dapat dilakukan kembali adalah 3 tahun kemudian. Nilai rendah yang diperoleh melalui penelitian ini dikarenakan pipa memiliki system inspeksi yang baik sehingga nilai TMSF tidak mengalami pertambahan yang signifikan

Page 5 of 22 | Total Record : 220