cover
Contact Name
Diyan Fatimatuz Zahro
Contact Email
jcflt@uny.ac.id
Phone
+6285643035560
Journal Mail Official
jcflt@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Culture, Literature, and Foreign Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 3046630X     DOI : https://doi.org/10.21831/jclf
Journal of Culture, Literature, and Foreign Language Teaching is an official scientific journal of Universitas Negeri Yogyakarta that publishes scholarly works in the fields of culture, language, literature, and foreign language teaching. This journal emphasizes interdisciplinary perspectives, theoretical and practical studies, research reports, and innovative contributions within the following areas: 1. Cultural Studies Analyses of local and global cultural phenomena. Interconnections between culture, language, and education. Studies on multiculturalism, identity, and socio-cultural dynamics. 2. Foreign Language Teaching and Learning Approaches, methods, and strategies in foreign language instruction. Innovations in curriculum design, instructional media, and educational technology. Language assessment, evaluation, and the development of teaching and learning materials. 3. Linguistics Theoretical and applied studies of language. Research in discourse analysis, sociolinguistics, psycholinguistics, and pragmatics. Developments in computational linguistics and corpus studies. 4. Literary Studies Analyses of classical and contemporary literary works. Literary criticism, literary theory, and comparative literature. Interrelations between literature, culture, society, and education. The journal welcomes a wide range of submissions, including research articles, theoretical explorations, conceptual analyses, applied studies, and materials development projects relevant to its scope. By publishing high-quality academic works, this journal is committed to enriching scholarly discourse and supporting the advancement of education, language, and culture at both national and international levels.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024)" : 6 Documents clear
Idiom bahasa Jerman yang berunsur alam dan padanannya dalam bahasa Indonesia Anagata, Anagata; Widodo, Pratomo
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dan (2) unsur budaya yang melatarbelakangi persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang tedapat dalam kamus idiom bahasa Jerman dan idiom Bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah unsur alam yang terdapat pada idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode agih dan padan. Hasil penelitian ini, yaitu terdapat (1) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam, kemudian dibagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari (a) persamaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dari segi frasa dan makna sama terdapat enam data, (b) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dari segi frasa berbeda dan makna sama terdapat 16 data, dan (c) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dari segi frasa sama dan makna berbeda terdapat tiga data. (2) Unsur budaya yang melatarbelakangi persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam ada dua, yaitu pola pikir dan kebiasaan makan dan minum. The nature-based German idiomatic expressions and their Indonesian equivalents Abstract: This research aimed at describing (1) the similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions, and (2) the cultural based which the background of the similarities and differences in the use of based nature between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions. This research is a descriptive qualitative. The subject of this research is German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions which found in the German and Indonesian idiomatic dictionaries. The object of this research is the nature based found in German and Indonesian idiomatic expressions. Data were analysed using agih and padan method. The results of this research are (1) there are similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions, then divided into three parts, namely (a) the similarities of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions from same meaning and phrase is six data, (b) the similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions from same meaning and difference phrase is 16 data, and (c) the similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions from difference meaning and same phrase is three data. (2) Cultural based which the background of similarities and differences in the use of nature based between the German idiomatic expressions and Indonesia idiomatic expressions is two, namely the mindset and eating and drinking habits.
Kalimat aktif bahasa Jerman bermakna pasif dalam Roman Dschungelkind karya Sabine Kuegler Milenia, Nur Lidya Okta; Megawati, Sri
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk kalimat aktif bahasa Jerman bermakna pasif dalam roman Dschungelkind dan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bentuk kalimat aktif bahasa Jerman menjadi bermakna pasif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu roman bahasa Jerman berjudul Dschungelkind karya Sabine Kuegler. Data penelitian ini yaitu satuan lingual bahasa sebagai penanda kalimat aktif bahasa Jerman yang memiliki makna pasif yang terdapat dalam sumber penelitian. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Teknik penentu keabsahan menggunakan teknik intrarater dan interrater. Analisis data dilakukan dengan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutannya adalah teknik ubah ujud yang parafrasal. Hasil penelitian ini sebagai berikut (1) terdapat sejumlah 165 data bentuk kalimat aktif bahasa Jerman bermakna pasif dalam roman Dschungelkind. Data ini diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu konstruksi kalimat pasif dengan Modalfaktor ada 72 data dan konstruksi kalimat pasif tanpa Modalfaktor ada 93 data, (2) ada dua faktor yang mempengaruhi terjadinya bentuk kalimat aktif bahasa Jerman menjadi bermakna pasif yaitu pergeseran makna dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif tanpa mengubah fungsi subjek dan objek dan pergeseran makna dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif dengan mengubah fungsi subjek dan objek. German active sentences with passive meaning in the Novel Dschungelkind by Sabine Kuegler Abstract: This study aims to describe (1) the German active sentence forms in the novel Dschungelkind, which have a passive meaning, and (2) the factors that influence the German active sentence forms to become passive. This study is a qualitative descriptive study. The subject of this study is a German novel entitled Dschungelkind by Sabine Kuegler. The data of this study are lingual units of language as markers of German active sentences, which have a passive meaning in the research source. This research uses the Simak method with Note techniques. The technique of determining validity in this study used interrater and interrater techniques. The data analysis is carried out using the Agih method with the Bagi Unsur Langsung technique, and the advanced technique is the Ubah Ujud Parafrasal technique. The results of this study are (1) 165 dates on German active sentence forms with passive meaning in the novel Dschungelkind. This data is classified into two groups, namely passive sentence construction with Modalfactor, there are 72 data, and passive sentence construction without Modalfactor, there are 93 data. (2) two factors influence the occurrence of active sentences in German to become passive sentences, namely a shift in meaning from active sentences to passive sentences without changing the function of the subject and object and a shift in meaning from active sentences to passive sentences by changing the parts of the subject and object.
Keefektifan media aplikasi Edmodo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman Widodo, Arif Setya; Mulyati, Retna Endah Sri
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.96

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui (1) perbedaan penguasaan kosakata bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Bantul antara yang diajar dengan menggunakan media aplikasi Edmodo dan yang diajar dengan menggunakan media aplikasi Google Classroom, (2) keefektifan penggunaan media aplikasi Edmodo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Bantul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bantul. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Bantul yang berjumlah 90 peserta didik. Berdasarkan teknik random sampling, diperoleh dua kelas yaitu kelas X MIPA 3 yang berjumlah 25 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 1 yang berjumlah 25 peserta didik sebagai kelas kontrol, sehingga jumlah keseluruhan sampel sebanyak 50 peserta didik. Pengambilan data dilakukan dengan tes penguasaan kosakata. Uji validitas instrumen dihitung dengan rumus Product Moment Pearson. Hasilnya menyatakan bahwa dari 40 soal terdapat 30 soal yang valid dan 10 soal yang gugur. Reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20, dengan nilai koefisien sebesar 0,731. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung sebesar 4,188 lebih besar dari ttabel sebesar 4,04 dengan taraf signifikansi 0,05 dan df=48. Hal ini menunjukkan nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel yang berarti ada perbedaan prestasi belajar penguasaan kosakata bahasa Jerman antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata akhir peserta didik kelas eksperimen sebesar 65,13 lebih besar daripada nilai peserta didik kelas kontrol yaitu 60,00. Hal ini berarti bahwa penggunaan media aplikasi Edmodo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman lebih efektif daripada media aplikasi Google Classroom. Bobot keefektifan sebesar 19,98%. Implikasi dari penelitian ini adalah media aplikasi Edmodo dapat digunakan dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman. The effectiveness of the use of Edmodo in the learning of German vocabulary of SMA Negeri 3 Bantul Abstract: The purposes of this research are to find out (1) a significant difference between German vocabulary learning of grade X students of SMA Negeri 3 Bantul, who are taught using Edmodo and that of those who are taught with Google Classroom, and (2) the effectiveness of Edmodo on German vocabulary learning of grade X students of SMA Negeri 3 Bantul. This research is a quasi-experiment designed as the pre-post-test control group. The study population is the entire learners in class X SMA Negeri 3 Bantul, 90 students in total. Using simple random sampling, 25 X MIPA 3 learners are taken as an experimental class, and 25 X MIPA 1 as the control class. Research data is obtained from German vocabulary tests on the participants in a pre-test and a post-test. Data is analyzed by t-test. The research results show that count 4,188 is more significant than table 4,04 with a significance level (a) 0,05 and df=48. This demonstrates a significant difference in achievement in German vocabulary learning of grade X students of SMA Negeri 3 Bantul, who are taught using Edmodo, and those taught with Google Classroom. The average value of the post-test experiment class is 65,13, which is more significant than the control class of 60,00, weighing the effectiveness of 19,98%. Thus, the German vocabulary of learners in class X SMA Negeri 3 Bantul is more effective than using Google Classroom.
Karakteristik pembelajaran bahasa Jerman di SMA Kolese De Britto Utama, Michael Ivan Aji; Sudarmaji, Sudarmaji
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Pembelajaran Bahasa Jerman di SMA Kolese De Britto yang meliputi: (1) kurikulum, (2) tujuan pembelajaran, (3) guru, (4) peserta didik, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) media pembelajaran, (8) evaluasi pembelajaran dan (9) faktor-faktor prestasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data diperoleh dari observasi kelas, wawancara dengan pihak terkait, dokumentasi dan penyebaran angket kepada peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik purposeful sampling. Maka sampel dalam penelitian ini ialah guru Bahasa Jerman, wakasek bagian kurikulum, wakasek bagian sarana dan prasarana, serta para peserta didik di SMA Kolese De Britto. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi (passive participant observer), teknik wawancara (wawancara tidak terstruktur), studi dokumen, dan teknik angket (pertanyaan terbuka). Instrument yang dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kurikulum yang digunakan di SMA Kolese De Britto adalah Kurikulum 2013 revisi dan Kurikulum Paradigma Pedagogi Ignasian (PPI). (2) tujuan pembelajaran bahasa Jerman di SMA Kolese De Britto adalah menciptakan peserta didik yang unggul dalam berbahasa Jerman. (3) Guru SMA Kolese De Britto dibekali dengan Paradigma Pedagogi Ignasian dalam mendampingi peserta didik. (4) peserta didik SMA Kolese De Britto merupakan peserta didik unggul. (5) materi pembelajaran diambil dari berbagai sumber seperti buku Studio d, internet, dan video pembelajaran. (6) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan permainan. (7) media pembelajaran di SMA Kolese De Britto berbasis IT. (8) evaluasi atau penilaian pembelajaran berupa nilai dari proses pembelajaran yang mengacu pada aspek kognitif, psikomotor dan afeksi. (9) faktor yang mendukung prestasi peserta didik adalah motivasi dan minat dari peserta didik, serta dukungan dari sekolah yang menjalin kerja sama dengan pihak luar. Characteristics of German language learning at SMA Kolese De Britto Abstract: This study aims to determine the Characteristics of German Language Learning in De Britto College High School, which includes: (1) curriculum, (2) learning objectives, (3) teachers, (4) students, (5) learning materials, (6) learning methods, (7) learning media, (8) evaluation of learning and (9) factors of student achievement. This research is a qualitative descriptive study. Retrieval of data obtained from classroom observations, interviews with relevant parties, documentation, and distribution of questionnaires to students. The results showed that (1) the curriculum used at De Britto College High School was the revised 2013 Curriculum and the Ignatian Pedagogical Paradigm Curriculum (PPI). (2) the aim of learning German at De Britto College High School is to create students who excel in German. (3) De Britto College High School teachers are equipped with the Ignatian Pedagogy Paradigm in assisting students. (4) De Britto College High School students are excellent students. (5) learning materials are taken from various sources such as Studio D books, the internet, and learning videos. (6) learning methods used by teachers are lectures, discussions, questions and answers, and games. (7) learning media in De Britto College IT-based high school. (8) evaluation or assessment of learning in the form of values ​​from the learning process that refers to cognitive, psychomotor, and affective aspects. (9) factors that support student achievement are motivation and interest of students and support from schools that collaborate with outside parties.
Upaya peningkatan keterampilan menulis bahasa Jerman peserta didik kelas XI Bahasa SMA N 1 Sedayu melalui project-based learning Dewi, Puspasari; Malia, Lia
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) keterampilan menulis Bahasa Jerman, dan (2) keaktifan peserta didik kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Sedayu melalui project based learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah (1) keberhasilan produk, dan (2) keberhasilan proses. Strategi dalam penelitian ini ditentukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Sedayu yang terdiri atas 32 peserta didik. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, angket, catatan lapangan, tes keterampilan menulis bahasa Jerman dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) metode project based learning dapat meningkatkan keterampilan menulis bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul. Peningkatan nilai rata- rata keterampilan menulis peserta didik mencapai 9% dan (2) keaktifan peserta didik meningkat sebesar 10%. Improving german writing skills for grade Xi Language students of SMA N 1 Sedayu through project-based learning Abstract: This study aims to improve: (1) writing skills in German, (2) the activeness of students in class XI Language SMA Negeri 1 Sedayu through project-based learning. The type of this research is Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles. Each cycle consists of four phases, namely planning, action, observation, and reflection. Indicators of success in this study are (1) the success of the product and (2) the success of the process. The strategy in this study was determined collaboratively between the researcher and the teacher. The subjects of this study were 32 students of class XI Language SMA Negeri 1 Sedayu. The data in this study were obtained through interviews, observations, questionnaires, field notes, tests of German writing skills, and documentations. The data were analyzed in a descriptive qualitative manner. The results of this study indicate (1) that the project-based learning method can improve the German writing skills of class XI students of SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul. The average of their scores improved by 9%. (2) The activeness of students improved up until 10%.
Perbandingan konflik drama Romeo and Juliet karya Shakespeare dan Kabale und Liebe karya Schiller Prakasiwi, Lorin Dwi; Haryati, Isti
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) konflik dalam teks drama Romeo and Juliet karya William Shakespeare, (2) konflik dalam teks drama Kabale und Liebe karya Friedrich von Schiller, (3) perbandingan konflik dalam teks drama Romeo and Juliet karya William Shakespeare dan Kabale und Liebe karya Friedrich von Schiller. Sumber data penelitian meliputi teks drama Romeo and Juliet karya William Shakespeare dan Kabale und Liebe karya Friedrich von Schiller yang diterbitkan dari web Gutenberg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konflik internal dan eksternal dalam drama Romeo and Juliet karya William Shakespeare dan dalam drama Kabale und Liebe karya Friedrich von Schiller. Selain itu, beberapa persamaan dan juga perbedaan konflik dalam kedua drama. Persamaan dan perbedaan ini berupa konflik internal dan juga konflik eksternal. Selain itu, persamaan (afinity) dalam kedua drama ini juga dapat dilihat dari penulis drama. William Shakespeare menulis drama Romeo and Juliet saat sedang masa Renaisans dan ingin mengekspresikan Humanisme atau kebebasan individu dalam menjadi manusia. Friedrich von Schiller menciptakan drama Kabale und Liebe sebagai bentuk pemberontakan atas absoultisme kaum bangsawan. Schiller menulis karya ini saat masa Epoche Sturm und Drang. Kedua karya ini memiliki keterkaitan dan juga pengaruh (influence). William Shakespeare menulis karya ini pada tahun 1597 dan mempengaruhi Schiller dalam menulis Kabale und Liebe pada tahun 1782. Comparison of Shakespeare's Romeo and Juliet's conflict and Schiller's Kabale und Liebe Abstract: This research aims to describe (1) the conflicts in the drama text of "Romeo and Juliet" by William Shakespeare, (2) the conflicts in the drama text of "Kabale und Liebe" by Friedrich von Schiller, (3) a comparison of conflicts in the drama texts of "Romeo and Juliet" by William Shakespeare and "Kabale und Liebe" by Friedrich von Schiller. The data sources for this research include the drama texts of "Romeo and Juliet" by William Shakespeare and "Kabale und Liebe" by Friedrich von Schiller, published on the Gutenberg website. The results of this research indicate that there are both internal and external conflicts in the drama "Romeo and Juliet" by William Shakespeare and in the drama "Kabale und Liebe" by Friedrich von Schiller. Furthermore, there are similarities and differences in the conflicts within both dramas, encompassing both internal and external conflicts. Additionally, the similarities (affinity) in these two dramas can also be seen in the playwrights. William Shakespeare wrote "Romeo and Juliet" during the Renaissance period, aiming to express humanism and individual freedom in becoming human. Friedrich von Schiller created "Kabale und Liebe" as a form of rebellion against the absolutism of the aristocracy. Schiller wrote this work during the Sturm und Drang era. These two works are interconnected and have influenced each other. William Shakespeare wrote his work in 1597 and influenced Schiller in writing "Kabale und Liebe" in 1782.

Page 1 of 1 | Total Record : 6