cover
Contact Name
Diyan Fatimatuz Zahro
Contact Email
jcflt@uny.ac.id
Phone
+6285643035560
Journal Mail Official
jcflt@uny.ac.id
Editorial Address
Jalan Colombo No. 1 Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Culture, Literature, and Foreign Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 3046630X     DOI : https://doi.org/10.21831/jclf
Journal of Culture, Literature, and Foreign Language Teaching is an official scientific journal of Universitas Negeri Yogyakarta that publishes scholarly works in the fields of culture, language, literature, and foreign language teaching. This journal emphasizes interdisciplinary perspectives, theoretical and practical studies, research reports, and innovative contributions within the following areas: 1. Cultural Studies Analyses of local and global cultural phenomena. Interconnections between culture, language, and education. Studies on multiculturalism, identity, and socio-cultural dynamics. 2. Foreign Language Teaching and Learning Approaches, methods, and strategies in foreign language instruction. Innovations in curriculum design, instructional media, and educational technology. Language assessment, evaluation, and the development of teaching and learning materials. 3. Linguistics Theoretical and applied studies of language. Research in discourse analysis, sociolinguistics, psycholinguistics, and pragmatics. Developments in computational linguistics and corpus studies. 4. Literary Studies Analyses of classical and contemporary literary works. Literary criticism, literary theory, and comparative literature. Interrelations between literature, culture, society, and education. The journal welcomes a wide range of submissions, including research articles, theoretical explorations, conceptual analyses, applied studies, and materials development projects relevant to its scope. By publishing high-quality academic works, this journal is committed to enriching scholarly discourse and supporting the advancement of education, language, and culture at both national and international levels.
Articles 24 Documents
Dominasi kelas pada masyarakat kapitalis dalam roman die Liebhaberinnen karya Elfriede Jelinek: Kajian Feminis Marxis Pradhani, Dhiyaani Rafi; Haryati, Isti
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dominasi kelas yang terjadi dalam masyarakat kapitalis dan akibat yang timbul oleh dominasi kelas itu sendiri dalam roman Die Liebhaberinnen karya Elfriede Jelinek. Teknik yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan feminisme marxis. Sumber data yang digunakan untuk penelitian ini adalah roman Die Liebhaberinnen karya Elfriede Jelinek yang diterbitkan oleh Rowohlt Taschenbuch Verlag GmbH Hamburg pada tahun 1975. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan dominasi kelas dalam masyarakat kapitalis. Data diperoleh melalui teknik baca catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi kelas yang terjadi pada masyarakat kapitalis dalam roman Die Liebhaberinnen adalah (1) dominasi kelas dalam bentuk kapitalisme, (2) dominasi kelas dalam bentuk patriarki, (3) dominasi kelas dalam bentuk stratifikasi sosial, (4) dominasi kelas antar perempuan, dan (5) dominasi kelas dalam bentuk kepemilikan pribadi. Sementara itu, hal yang diakibatkan oleh dominasi kelas pada masyarakat kapitalis itu sendiri adalah (1) seksisme, (2) objektifikasi perempuan, (3) pembatasan hidup perempuan, (4) tuntutan terhadap perempuan untuk menikah, melahirkan, dan merawat anak, dan (5) dorongan terhadap perempuan untuk selalu bergantung pada laki-laki. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kapitalisme memiliki peran dalam penindasan terhadap perempuan.   Class domination in capitalist society in Elfriede Jelinek’s novel die Liebhaberinnen: Marxist Feminism Study   Abstract: This research aims to describe class dominance in a capitalist society and the consequences of class domination in the novel Die Liebhaberinnen by Elfriede Jelinek. The technique used in this research is descriptive-qualitative. The approach used in this research is a Marxist Feminism approach. The data used as a source for this research is Elfriede Jelinek’s novel Die Liebhaberinnen, published by Rowohlt Taschenbuch Verlag GmbH Hamburg in 1975. The data are words, phrases, and sentences related to class domination in a capitalist society. The Data were obtained through reading and note-taking techniques. The validity of the data was obtained by semantic validity and expert judgment. The results show that class dominations that occur in a capitalist society within the novel Die Liebhaberinnen are (1) class domination in the form of capitalism, (2) class domination in the form of patriarchy, (3) class domination in the form of social stratification, (4) class domination among women, and (5) class domination in the form of private property. Meanwhile, the things caused by class domination in capitalist society itself are (1) sexism, (2) objectification of women, (3) restrictions on women's lives, (4) demands on women to marry, give birth, and take care of children, and (5) the encouragement of women to always be dependent on men. In addition, this study also shows that capitalism has a role in the oppression of women.
Analisis frasa preposisi dengan modifikator in sebagai Ergänzungen dan Angaben dalam buku Mein Wunderschöner Schutzengel karya Kerstin Hermelink Suciahesti, Fenny Nur; Santoso, Iman
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) fungsi yang melekat pada frasa preposisi dengan modifikator in yang terdapat dalam buku cerita anak Mein wunderschöner Schutzengel, (2) verba yang berkorelasi dengan preposisi in dalam buku cerita anak Mein wunderschöner Schutzengel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Mein wunderschöner Schutzengel Karya Kerstin Hermelink. Data diperoleh dengan metode simak dengan teknik catat. Uji validitas data penelitian ini yaitu konsultasi dengan para ahli (expert judgement). Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Uji reliabilitas menggunakan reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) fungsi yang melekat pada frasa preposisi dengan modifikator in yaitu sebagai Ergänzung dan Angabe. Fungsi frasa preposisi dengan modifikator in sebagai Ergänzung terbagi menjadi 3  jenis fungsi yaitu Situativergänzung, Direktivergänzung, dan Präpositivergänzung. Fungsi frasa preposisi dengan modifikator in sebagai Angabe terbagi menjadi 4 jenis fungsi yaitu Lokalangabe, Temporalangabe, Modalangabe, dan Kausalangabe. (2) ditemukan 15 verba yang berkorelasi dengan preposisi in dalam buku cerita anak Mein wunderschöner Schutzengel. Verba tersebut yaitu springen, laufen, stehen, wohnen, liegen, kommen, gehen, sein, sitzen, fahren, arbeiten, schicken, setzen, hängen, dan beiβen   Abstract: This study aims to describe: (1) the function attached to prepositional phrases with the modifier in contained in the children’s storybook Mein wunderschöner Schutzengel,(2) verbs that correlate with the preposition in, in the children’s storybook Mein wunderschöner Schutzengel. This research is a qualitative descriptive research. The sources of data in this study is the book Mein wunderschöner Schutzengel by Kerstin Hermelink. The Data were obtained by observing method with note technique. The data validity test of this research data is consultation with the experts (expert judgment). This research instrument is the researcher himself (human instrument). The reliability test uses interrater and interrater reliability. The results of this study show: (1) The functions attached to prepositional phrases with the modifier are Ergänzung and Angabe. The function of prepositional phrases with the modifier in as Ergänzung is divided into three types of function, namely Situativergänzung, Direktivergänzung, and Präpositivergänzung. While the function of prepositional phrases with the modifier in Angabe is divided into four types of function namely Lokalangabe, Temporalangabe, Modalangabe, and Kausalangabe. (2) It has found 15 verbs that correlate with the preposition in in the children’s storybook Mein wunderschöner Schutzengel. These verbs are springen, laufen, stehen, wohnen, liegen, kommen, gehen, sein, sitzen, fahren, arbeiten, schicken, setzen, hängen, and beiβen
Realisme magis dalam Roman Steinernes Fleisch karya Cornelia Funke menurut perspektif Wendy B. Faris Jannah, Anna Nurbayti; Setiawan, Akbar Kuntardi
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik elemen, gradasi tiap elemen, relasi antar elemen, dan kadar realisme magis roman Steinernes Fleisch karya Cornelia Funke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan realisme magis. Sumber data berasal dari roman Steinernes Fleisch karya Cornelia Funke. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantik. Penelitian ini menggunakan reliabilitas interrater dan intrarater. Hasil penelitian pada roman ini menunjukkan bahwa (1) roman ini memiliki lima karakteristik realisme magis dalam perspektif Wendy B. Faris, yaitu (a) the irreducible element (b) the phenomenal world, (c) unsettling doubts, (d) merging realms dan (e) distruption of identity. (2) Gradasi tiap elemen: terdapat perbedaan yang jelas di antara kelima elemen realisme magis. (3) Relasi antar elemen realisme magis: terdapat sebuah struktur yang saling terhubung dan mempengaruhi sebagai sebuah unsur pembangun cerita. (4) Dilihat dari kemunculan seluruh tokoh, objek, dan peristiwa dalam Roman Steinernes Fleisch, menunjukkan isi realisme magis dengan kadar yang kuat.   Magical realism in Cornelia Funke’s novel Steinernes Fleisch, according to Wendy B. Faris’s perspective   Abstract: This research aims to describe the characteristics of the elements, the gradation of each element, the relationship between elements, and the level of magical realism and the level of magical realism in Cornelia Funke’s Novel entitled Steinernes Fleisch. This research is qualitative research that produces descriptive data using the magical realism approach. The data were obtained using reading and note-taking techniques. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques. Data validity was obtained through semantic validity. This research uses interrater and interrater reliability. The result of this study on romance suggests that (1) this romance has five characteristics of magical realism, according to Wendy F. Faris: (a) the irreducible element, (b) the phenomenal world, (c) unsettling doubts, (d) merging realms and (e) disruption of identity. (2) Element’s graduation: there is a clear distinction between the slings of the magical realism element. (3) The connections between magical realism elements: there is a structure that is connected and affected as a story builder. (4) The appearances of all these characters, objects, and events in the romance Steinernes Fleisch indicate a strong level of magical realism.
Kompositum nomina bahasa Jerman dalam kalimat dan padanannya dalam bahasa Indonesia Noventi, Kinanti Diahayu; Triyono, Sulis
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pembentukan kompositum nomina bahasa Jerman dalam kalimat dan padanannya dalam bahasa Indonesia dan (2) mendeskripsikan makna kompositum nomina bahasa Jerman dalam kalimat dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah seluruh satuan lingual berupa kata yang mengandung unsur kompositum nomina yang terdapat dalam majalah NADI Vol. 28 dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 423 kompositum nomina bahasa Jerman yang ditemukan. Terdapat 3 bentuk kompositum nomina bentukan N+N, V+N, Adj+N dengan jumlah data berturut-turut 375, 29, dan 19 data. Padanannya dalam BI, 319 kompositum nomina N + N, 17 data N + V, 34 data N + KS, 6 data N + KK, dan 47 bentuk lain bukan kompositum (kata). Dalam segi makna, ditemukan 237 kompositum nomina bahasa Jerman yang ditinjau dari segi semantis dan 187 data yang ditinjau dari segi sintaktis. Hasil analisis padanannya dalam BI, 26 data kompositum tipe A1, 10 data golongan A2, 4 data tipe A3, 6 data golongan A5, 32 data golongan A6, 66 data golongan A7, 28 data golongan A8, 29 data golongan A9, 12 data golongan A10, 62 data golongan A11, 4 data golongan A12, 2 data golongan A14, 1 data golongan A15, 4 data golongan A16, 4 data golongan A17, 41 data golongan A18, 41 data golongan A19, 2 data golongan C1, dan 1 data golongan C2. Kata Kunci: kompositum, nomina bahasa Jerman, padanan German compound noun in sentences and its Indonesian equivalent Abstract: This study aims to describe (1) the formation of German compound nouns in sentences and their equivalents in Indonesian and (2) describe the meaning of German compound nouns in sentences and their equivalents in Indonesian. This research is qualitative descriptive research. The data of this research are all lingual units in the form of words that contain compound nouns found in NADI Vol. 28 magazine and their equivalents in Indonesian. The result of this research shows that there are 423 German compound nouns found. There are three forms of compound noun N+N, V+N, and Adj+N with 375, 29, and 19 data, respectively. Its equivalent in Indonesian, 319 compound nouns N + N, 17 data of N + V, 34 data of N + Adj, 6 data of N + Adv, and 47 other forms are non-compounds (words). In terms of meaning, 237 German compound nouns were found from a semantic point of view, and 187 data from a syntactic point of view. The results of the analysis of its equivalent in Indonesian, 26 data are compound type A1, 10 data of category A2, 4 data of type A3, 6 data of category A5, 32 data of type A6, 66 data of category A7, 28 data of group A8, 29 data of category A9, 12 data of category A10, 62 data of category A11, 4 data of group A12, 2 data of type A14, 1 data of category A15, 4 data of category A16, 4 data of category A17, 41 data of category A18, 41 data of category A19, 2 data of category C1, and 1 data of category C2.
Kondisi sosial dalam Roman Der Vorleser karya Bernhard Schlink: Analisis sosiologi sastra Sari, Hikmatul Kurnia Andika; Sugiarti, Yati
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.92

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi sosial masyarakat Jerman yang tercermin dalam roman Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dengan analisis sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah roman Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Data diperoleh dengan teknik baca dan teknik catat. Validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas semantik. Reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas intrarater dan interrater.Hasil penelitian ini menunjukkan tiga kondisi sosial masyarakat Jerman yang tercermin dalam roman Der Vorleser, yakni perbedaan kelas sosial, kenakalan remaja, dan ketidakadilan. Perbedaan kelas sosial terdiri dari tiga aspek yaitu kekayaan, pendidikan, dan pekerjaan. Dilihat dari aspek pendidikan dan pekerjaan, Michael memiliki latar belakang keluarga yang berpendidikan tinggi. Ayah Michael bekerja sebagai seorang dosen dan filsuf. Sementara itu, Hanna hanya berprofesi sebagai kondektur trem dan tidak memiliki pendidikan tinggi. Kondisi sosial kedua ialah kenakalan remaja yang terbagi dalam kategori biasa, yang menjurus kepada pelanggaran dan kejahatan, dan kenakalan khusus. Bentuk kenakalan remaja dalam roman amatan yaitu membolos, pencurian baju dan berhubungan seksual. Kondisi sosial ketiga yakni ketidakadilan berupa dominasi dan stereotip. Dominasi dilakukan oleh para terdakwa dan pengacara terhadap Hanna. Stereotip terjadi pada ayah Michael yang mendapat pelabelan buruk oleh generasi muda yang menuduh para orang tua ikut terlibat dalam kekejaman NAZI. Social conditions in Roman Der Vorleser by Bernhard Schlink: Sociology analysis of literature Abstract: The purpose of this research is to describe the social conditions of German society as reflected in Bernhard Schlink's Roman Der Vorleser. This research used a sociological approach with a sociological analysis of literature. The data source of this research is the Roman Der Vorleser by Bernhard Schlink. Data were obtained by reading and note-taking techniques. The validity of this research is semantic validity. The reliability used interrater and interrater reliability. The results of this research are that there are three social conditions of German society that are reflected in the Roman Der Vorleser, namely differences in social class, juvenile delinquency, and injustice. Differences in social class consist of three aspects, namely wealth, education, and work. In terms of education and work, Michael has a highly educated family background. Michael's father worked as a lecturer and philosopher. Meanwhile, Hanna only works as a tram conductor and has no higher education. The second social condition is juvenile delinquency which is divided into ordinary categories, which lead to violations and crimes, and special delinquency. The forms of juvenile delinquency are truancy, theft of clothes, and having sex. The third social condition is injustice in the form of domination and stereotype. The Domination was carried out by other defendants and lawyers against Hanna. The stereotype concerns Michael's father, who was labeled badly by the younger generation, who accused the parents of being involved in NAZI atrocities.
Pengaruh minat belajar dan penguasaan gramatik terhadap keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu Dewinta, Riska; Sahayu, Wening
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh minat belajar bahasa terhadap keterampilan membaca bahasa Jerman, (2) pengaruh penguasaan gramatik terhadap keterampilan membaca bahasa Jerman (3) pengaruh minat belajar bahasa Jerman dan penguasaan gramatik secara bersama-sama terhadap keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu. Penelitian ini adalah penelitian jenis ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu. Dengan teknik simple random sampling, sample penelitian ini adalah 40 peserta didik. Penelitian ini terdiri atas dua variabel bebas yaitu minat belajar bahasa Jerman (X1) dan penguasaan gramatik (X2), serta satu variabel terikat yaitu keterampilan membaca bahasa Jerman (Y). Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket dan tes. Validitas instrumen menggunakan rumus korelasi product moment. Uji validitas setiap instrumen terdiri dari validitas isi, validitas konstruk, dan butir soal. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (1) minat belajar Bahasa Jerman berpengaruh pada keterampilan membaca Bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu. (2) Penguasaan gramatik juga berpengaruh pada keterampilan membaca Bahasa Jerman, peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu. (3) minat belajar Bahasa Jerman dan penguasaan Gramatik secara bersama sama memiliki pengaruh terhadapa keterampilan membaca Bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sedayu. The effect of language learning interest and grammatical mastery toward German reading skills of class XI students in SMA Negeri 1 Sedayu. Abstract: This research aims to determine (1) the effect of language learning interest on German reading skill, (2) the effect of grammatical mastery on German reading skill Sedayu, (3) the effect of both German learning interest and grammatical mastery simultaneously toward German reading skill of class XI students in SMA Negeri 1 Sedayu. This research is ex post facto research. The population in this study is class XI students of SMA Negeri 1 Sedayu. Using a simple random sampling technique, the samples in this research were 40 students. The study consisted of two variables, i.e., German learning interest (XI) and grammatical mastery (X2), and one dependent variable, i.e., German reading skill (Y). The data in this research were obtained using a questionnaire and test. The instrument validation used the formulation of product-moment correlation. The validity test of every instrument consisted of content validity, construct validity, and question item. The reliability test used the formulation of Alpha Cronbach. The results of this study indicate (1) learning interest in the German language affected the reading skill in the German language of class XI students in SMA Negeri 1 Sedayu, (2) grammatical mastery also affected the reading skill of the German language of class XI students in SMA Negeri 1 Sedayu, (3) both German learning interest and grammatical mastery affect simultaneously toward German reading skill of class XI students in SMA Negeri 1 Sedayu.
Idiom bahasa Jerman yang berunsur alam dan padanannya dalam bahasa Indonesia Anagata, Anagata; Widodo, Pratomo
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dan (2) unsur budaya yang melatarbelakangi persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang tedapat dalam kamus idiom bahasa Jerman dan idiom Bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah unsur alam yang terdapat pada idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode agih dan padan. Hasil penelitian ini, yaitu terdapat (1) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam, kemudian dibagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari (a) persamaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dari segi frasa dan makna sama terdapat enam data, (b) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dari segi frasa berbeda dan makna sama terdapat 16 data, dan (c) persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam dari segi frasa sama dan makna berbeda terdapat tiga data. (2) Unsur budaya yang melatarbelakangi persamaan dan perbedaan idiom bahasa Jerman dan idiom bahasa Indonesia yang berunsur alam ada dua, yaitu pola pikir dan kebiasaan makan dan minum. The nature-based German idiomatic expressions and their Indonesian equivalents Abstract: This research aimed at describing (1) the similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions, and (2) the cultural based which the background of the similarities and differences in the use of based nature between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions. This research is a descriptive qualitative. The subject of this research is German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions which found in the German and Indonesian idiomatic dictionaries. The object of this research is the nature based found in German and Indonesian idiomatic expressions. Data were analysed using agih and padan method. The results of this research are (1) there are similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions, then divided into three parts, namely (a) the similarities of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions from same meaning and phrase is six data, (b) the similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions from same meaning and difference phrase is 16 data, and (c) the similarities and differences of the nature based between German idiomatic expressions and Indonesian idiomatic expressions from difference meaning and same phrase is three data. (2) Cultural based which the background of similarities and differences in the use of nature based between the German idiomatic expressions and Indonesia idiomatic expressions is two, namely the mindset and eating and drinking habits.
Kalimat aktif bahasa Jerman bermakna pasif dalam Roman Dschungelkind karya Sabine Kuegler Milenia, Nur Lidya Okta; Megawati, Sri
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk kalimat aktif bahasa Jerman bermakna pasif dalam roman Dschungelkind dan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bentuk kalimat aktif bahasa Jerman menjadi bermakna pasif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu roman bahasa Jerman berjudul Dschungelkind karya Sabine Kuegler. Data penelitian ini yaitu satuan lingual bahasa sebagai penanda kalimat aktif bahasa Jerman yang memiliki makna pasif yang terdapat dalam sumber penelitian. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Teknik penentu keabsahan menggunakan teknik intrarater dan interrater. Analisis data dilakukan dengan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutannya adalah teknik ubah ujud yang parafrasal. Hasil penelitian ini sebagai berikut (1) terdapat sejumlah 165 data bentuk kalimat aktif bahasa Jerman bermakna pasif dalam roman Dschungelkind. Data ini diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu konstruksi kalimat pasif dengan Modalfaktor ada 72 data dan konstruksi kalimat pasif tanpa Modalfaktor ada 93 data, (2) ada dua faktor yang mempengaruhi terjadinya bentuk kalimat aktif bahasa Jerman menjadi bermakna pasif yaitu pergeseran makna dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif tanpa mengubah fungsi subjek dan objek dan pergeseran makna dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif dengan mengubah fungsi subjek dan objek. German active sentences with passive meaning in the Novel Dschungelkind by Sabine Kuegler Abstract: This study aims to describe (1) the German active sentence forms in the novel Dschungelkind, which have a passive meaning, and (2) the factors that influence the German active sentence forms to become passive. This study is a qualitative descriptive study. The subject of this study is a German novel entitled Dschungelkind by Sabine Kuegler. The data of this study are lingual units of language as markers of German active sentences, which have a passive meaning in the research source. This research uses the Simak method with Note techniques. The technique of determining validity in this study used interrater and interrater techniques. The data analysis is carried out using the Agih method with the Bagi Unsur Langsung technique, and the advanced technique is the Ubah Ujud Parafrasal technique. The results of this study are (1) 165 dates on German active sentence forms with passive meaning in the novel Dschungelkind. This data is classified into two groups, namely passive sentence construction with Modalfactor, there are 72 data, and passive sentence construction without Modalfactor, there are 93 data. (2) two factors influence the occurrence of active sentences in German to become passive sentences, namely a shift in meaning from active sentences to passive sentences without changing the function of the subject and object and a shift in meaning from active sentences to passive sentences by changing the parts of the subject and object.
Keefektifan media aplikasi Edmodo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman Widodo, Arif Setya; Mulyati, Retna Endah Sri
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.96

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui (1) perbedaan penguasaan kosakata bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Bantul antara yang diajar dengan menggunakan media aplikasi Edmodo dan yang diajar dengan menggunakan media aplikasi Google Classroom, (2) keefektifan penggunaan media aplikasi Edmodo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Bantul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bantul. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Bantul yang berjumlah 90 peserta didik. Berdasarkan teknik random sampling, diperoleh dua kelas yaitu kelas X MIPA 3 yang berjumlah 25 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 1 yang berjumlah 25 peserta didik sebagai kelas kontrol, sehingga jumlah keseluruhan sampel sebanyak 50 peserta didik. Pengambilan data dilakukan dengan tes penguasaan kosakata. Uji validitas instrumen dihitung dengan rumus Product Moment Pearson. Hasilnya menyatakan bahwa dari 40 soal terdapat 30 soal yang valid dan 10 soal yang gugur. Reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20, dengan nilai koefisien sebesar 0,731. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung sebesar 4,188 lebih besar dari ttabel sebesar 4,04 dengan taraf signifikansi 0,05 dan df=48. Hal ini menunjukkan nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel yang berarti ada perbedaan prestasi belajar penguasaan kosakata bahasa Jerman antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata akhir peserta didik kelas eksperimen sebesar 65,13 lebih besar daripada nilai peserta didik kelas kontrol yaitu 60,00. Hal ini berarti bahwa penggunaan media aplikasi Edmodo dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman lebih efektif daripada media aplikasi Google Classroom. Bobot keefektifan sebesar 19,98%. Implikasi dari penelitian ini adalah media aplikasi Edmodo dapat digunakan dalam pembelajaran penguasaan kosakata bahasa Jerman. The effectiveness of the use of Edmodo in the learning of German vocabulary of SMA Negeri 3 Bantul Abstract: The purposes of this research are to find out (1) a significant difference between German vocabulary learning of grade X students of SMA Negeri 3 Bantul, who are taught using Edmodo and that of those who are taught with Google Classroom, and (2) the effectiveness of Edmodo on German vocabulary learning of grade X students of SMA Negeri 3 Bantul. This research is a quasi-experiment designed as the pre-post-test control group. The study population is the entire learners in class X SMA Negeri 3 Bantul, 90 students in total. Using simple random sampling, 25 X MIPA 3 learners are taken as an experimental class, and 25 X MIPA 1 as the control class. Research data is obtained from German vocabulary tests on the participants in a pre-test and a post-test. Data is analyzed by t-test. The research results show that count 4,188 is more significant than table 4,04 with a significance level (a) 0,05 and df=48. This demonstrates a significant difference in achievement in German vocabulary learning of grade X students of SMA Negeri 3 Bantul, who are taught using Edmodo, and those taught with Google Classroom. The average value of the post-test experiment class is 65,13, which is more significant than the control class of 60,00, weighing the effectiveness of 19,98%. Thus, the German vocabulary of learners in class X SMA Negeri 3 Bantul is more effective than using Google Classroom.
Karakteristik pembelajaran bahasa Jerman di SMA Kolese De Britto Utama, Michael Ivan Aji; Sudarmaji, Sudarmaji
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i2.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Pembelajaran Bahasa Jerman di SMA Kolese De Britto yang meliputi: (1) kurikulum, (2) tujuan pembelajaran, (3) guru, (4) peserta didik, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) media pembelajaran, (8) evaluasi pembelajaran dan (9) faktor-faktor prestasi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data diperoleh dari observasi kelas, wawancara dengan pihak terkait, dokumentasi dan penyebaran angket kepada peserta didik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik purposeful sampling. Maka sampel dalam penelitian ini ialah guru Bahasa Jerman, wakasek bagian kurikulum, wakasek bagian sarana dan prasarana, serta para peserta didik di SMA Kolese De Britto. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi (passive participant observer), teknik wawancara (wawancara tidak terstruktur), studi dokumen, dan teknik angket (pertanyaan terbuka). Instrument yang dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kurikulum yang digunakan di SMA Kolese De Britto adalah Kurikulum 2013 revisi dan Kurikulum Paradigma Pedagogi Ignasian (PPI). (2) tujuan pembelajaran bahasa Jerman di SMA Kolese De Britto adalah menciptakan peserta didik yang unggul dalam berbahasa Jerman. (3) Guru SMA Kolese De Britto dibekali dengan Paradigma Pedagogi Ignasian dalam mendampingi peserta didik. (4) peserta didik SMA Kolese De Britto merupakan peserta didik unggul. (5) materi pembelajaran diambil dari berbagai sumber seperti buku Studio d, internet, dan video pembelajaran. (6) metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan permainan. (7) media pembelajaran di SMA Kolese De Britto berbasis IT. (8) evaluasi atau penilaian pembelajaran berupa nilai dari proses pembelajaran yang mengacu pada aspek kognitif, psikomotor dan afeksi. (9) faktor yang mendukung prestasi peserta didik adalah motivasi dan minat dari peserta didik, serta dukungan dari sekolah yang menjalin kerja sama dengan pihak luar. Characteristics of German language learning at SMA Kolese De Britto Abstract: This study aims to determine the Characteristics of German Language Learning in De Britto College High School, which includes: (1) curriculum, (2) learning objectives, (3) teachers, (4) students, (5) learning materials, (6) learning methods, (7) learning media, (8) evaluation of learning and (9) factors of student achievement. This research is a qualitative descriptive study. Retrieval of data obtained from classroom observations, interviews with relevant parties, documentation, and distribution of questionnaires to students. The results showed that (1) the curriculum used at De Britto College High School was the revised 2013 Curriculum and the Ignatian Pedagogical Paradigm Curriculum (PPI). (2) the aim of learning German at De Britto College High School is to create students who excel in German. (3) De Britto College High School teachers are equipped with the Ignatian Pedagogy Paradigm in assisting students. (4) De Britto College High School students are excellent students. (5) learning materials are taken from various sources such as Studio D books, the internet, and learning videos. (6) learning methods used by teachers are lectures, discussions, questions and answers, and games. (7) learning media in De Britto College IT-based high school. (8) evaluation or assessment of learning in the form of values ​​from the learning process that refers to cognitive, psychomotor, and affective aspects. (9) factors that support student achievement are motivation and interest of students and support from schools that collaborate with outside parties.

Page 1 of 3 | Total Record : 24