cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 13. No. 1. Tahun 2018" : 5 Documents clear
MPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN PENYELAM DI KECAMATAN BALAESANG TANJUNG KABUPATEN DONGGALA Jellyta H. Bofe; Ishak Martinus; Nawawi Natsir; Muzakir Tawil
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.587 KB)

Abstract

Latar Belakang: Nelayan penyelam di Indonesia sebagian besar nelayan penyelam tradisional. Berdasarkan data terdapat penyakit/kelainan akibat penyelaman dan hiperbarik antara lain penyakit pada penyelaman adalah Barotrauma, dan penyakit Dekompresi. Kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan khususnya penyelam adalah rendahnya pengetahuan tentang cara penyelaman yang baik dan minimnya peralatan. Implementasi Permenkes RI No 61 Tahun 2013 tentang Kesehatan Matra yang didalamnya termaktub kesehatan penyelaman, menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah daerah Provinsi Sulawesi. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi kebijakan kesehatan matra bagi peselam di Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan indepth interview ini dilakukan terhadap 8 informan, meliputi 2 orang korban peselam, dan peselam tradisional, 1 orang kepala desa, 1 0rang kepala puskesmas, 1 orang sekretaris kecamatan dan 1 orang pengambil kebijakan tingkat kabupaten Hasil: salah satu hasil wawancara dengan informan “...selaku korban maupun sebagai profesi penyelam kami sangat mengharapkan perlindungan kesehatan matra, dan penyuluhan-penyuluhan yang bersifat teknik menyelam….”Kesimpulan: Implementasi Kebijakan Permenkes RI No. 61 Tahun 2013 tentang Kesehatan Matra di Kecamatan Balesang Tanjung Kabupaten Donggala, belum terlaksana dengan baik Kata Kunci:  Implementasi, permenkes, penyelam
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA PESUCEN, BANYUWANGI Ikhya’ Ulumuddin; Yogi Yhuwono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.049 KB)

Abstract

Latar belakang: Usia lansia merupakan usia yang dianggap paling banyak menderita hipertensi yang disertai dengan obesitas. Berdasarkan data dari Puskesmas Kelir yang mencakup Desa Pesucen sebagai wilayah kerjanya, penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit terbesar pada tahun 2016. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia di Desa Pesucen, Banyuwangi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan 202 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi spearman dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Indeks massa tubuh dengan kategori obesitas memiliki proporsi tertinggi dengan persentase sebesar 37,6%. Pada pengukuran tekanan darah sistol dan diastol didapatkan hasil yang fluktuatif pada setiap kategori. Nilai hubungan antara indeks massa tubuh pada lansia di Desa Pesucen dengan tekanan darah sistol (p = 0,029 ; r = 0,154), (p < α = 0,05) dan tekanan darah diastol (p = 0,009 ; r = 0,183), (p < α =0,01).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah sistol maupun diastolik, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Lansia
PERKEMBANGAN KASUS HIV DI KOTA SEMARANG : TINJAUAN KARAKTERISTIK DAN ASPEK LINGKUNGAN Lenci Aryani; Ratih Pramitasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.687 KB)

Abstract

Latar belakang: Kasus HIV saat ini menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia. Penularan HIV dapat ditularkan berbagai cara. HIV Global UNAIDS 2012 mengemukakan bahwa kasus penderita HIV di dunia mencapai 34 juta orang. Metode: Jenis penelitian diskriptif dengan tujuan untuk mencatat, mendeskripsikan, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang terjadi pada saat ini. Sampel penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2018.  Hasil: Kasus HIV terbanyak pada tahun 2017 mengalami peningkatan kasus HIV yaitu sebesar 523 penyakit dan tahun 2018 mengalami penurunan kasus sebesar 149 penyakit. Karakteristik responden pada jenis kelamin lebih tinggi penderita laki-laki sebesar 92 kasus pada laki-laki dan 57 kasus pada perempuan sedangkan  pada kelompok risiko paling tinggi terdapat pada pelanggan pekerja seksual sebesar 31% dan paling sedikit terdapat pada kelompok pria pekerja seksual yaitu sebesar 1%. Tingkat penyebaran kasus di pelayanan kesehatan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 0,1% yaitu sebesar 1,8% dan pada kelompok lingkungan berisiko rerata paling tinggi pada kelompok pelanggan perilaku seksual yaitu sebesar 90 kasus sedangkan rerata paling rendah pada kelompok pria pelaku seksual sebesar 1 kasusHIV positif.Kesimpulan: Penyebaran kasus HIV terbanyak terdapat pada kelompok pelanggan perilaku seksual yaitu rerata kasus sebesar 90 kasus.  Kata kunci: HIV, Lingkungan, Semarang
PREVALENSI KASUS AIDS PADA PEKERJA DI KOTA SEMARANG - ANALSISI DATA SEKUNDER Ratih Pramitasari; Lenci Aryani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.468 KB)

Abstract

Latar belakang: Kasus HIV/AIDS di Indonesia memiliki kecenderungan jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah kasus positif HIV/AIDS sebagian besar terdapat pada kelompok usia kerja produktif yang akan berdampak negatif terhadap produktivitas perusahaan.Metode: Jenis penelitian diskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang sekarang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2018. Hasil: Kasus kematian karena AIDS pada warga Kota Semarang mencapai rasio 1:8 dibanding dengan jumlah penderitanya. Jumlah kasus AIDS tertinggi terjadi pada tahun 2012 dengan 104 kasus AIDS di Kota Semarang. Berdasarkan jenis pekerjaannya, kasus AIDS paling banyak diderita oleh karyawan dengan jumlah kasus 109 penderita. Jenis pekerjaan seperti tukang parkir, pemulung, pramugara, operatorkaraoke, seniman, dan petani/nelayan menempati posisi terendah. Kasus AIDS di Kota Semarang, paling banyak ditemukan pada kelompok umur 31-40 dengan jumlah penderita sebanyak 177 pasien.Kesimpulan: Penderita AIDS terus mengalami kenaikan sejak 2005 hingga tahun 2012, memasuki tahun 2013, hingga 2018 saat ini, penderita AIDS cenderung menurun dari tahun ke tahun. Kasus AIDS paling banyak diderita oleh pekerja dengan jenis pekerjaan karyawan. Kelompok umur 31-40 merupakan kelompok dengan jumlah penderita AIDS tertinggi dalam 12 tahun terakhir.Kata kunci: AIDS pada pekerja, AIDS, pekerja
PENILAIAN RISIKO KEBAKARAN GEDUNG BERTINGKAT Sika Widya Mustika; Ratih Sari Wardani; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.637 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang diakibatkan oleh adanya tiga unsur nyala api yang dapat memebahayakan keselamatan jiwa ataupun harta benda.Kebakaran di gedung bertingkat lebih mematikan dan merugikan jika tidak memenuhi komponen keselamatan kebakaran..Metode: .Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei melalui wawancara dan observasimenggunakan checklist penilaian risiko kebakaran di Kampus I Universitas Muhammadiyah Semarang dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Manajemen proteksi risiko extreme pada manajemen, perencanaan prosedur serta pengunjung dan penyandang disabilitas sedangkan kesadaran staf dan pelatihan risiko high. Sarana penyelamatan risiko extreme yaitu pintu darurat dan pintu keluar semua gedung, sedangkan jalur evakuasi, jalan keluar dan penerangan darurat gedung NRC risiko low. Sarana proteksi risiko extreme meliputi alarm kebakaran gedunglab.terpadu dan rektorat, sedangkan risiko low pada alarm kebakaran gedung NRC serta APAR, hidran, sprinkler gedung rektorat dan lab.terpadu. Pencegahan kebakaran risiko extreme pada penyimpanan bahan mudah terbakar gedung rektorat dan instalasi listrik gedung rektorat dan NRC. Kesimpulan : Kategori risiko extreme meliputi manajemen proteksi pada manajemen, prosedur, perencanaan serta pengunjung.Kata kunci : Kebakaran, Penilaian Risiko, Gedung Bertingkat

Page 1 of 1 | Total Record : 5