cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 8. No. 1. Tahun 2013" : 7 Documents clear
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Tazkiyyatul M; Margo Utomo; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.52 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.47-62

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Penyebab diare pada balita adalah kebiasaaan hidup sehat dari setiap keluarga, pola makan, sanitasi lingkungan, dan imunitas/kekebalan dari individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan status imunisasi campak dengan kejadian diare pada balita. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita berumur 1-3 tahun di kelurahan Bandarharjo kota Semarang pada bulan Maret 2011 sebanyak 555 balita. Jumlah sampel adalah 63 orang. Variabel bebas yaitu Sanitasi lingkungan yang meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban, jenis lantai rumah, kepemilikan tempat pembuangan sampah, dan kepemilikan saluran pembuangan air limbah; dan Status Imunisasi Campak. Variabel terikat adalah Kejadian Diare. Hasil : Rerata umur subyek penelitian adalah 1,792 0,5323 maksimum 2,8 tahun dan minimum 1 tahun. Terdiri dari 38,1% laki-laki dan 61,9% perempuan. 58,7% diare dan 41,3.% tidak diare. Jika diare 25,4% diobati sendiri, 73% berobat ke Bidan/Puskesmas dan 1,6% dibiarkan saja. Tidak ada hubungan signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare, p>0,05. Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare, p<0,05. Ada hubungan signifikan antara jenis lantai rumah dengan kejadian diare p<0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi campak dengan kejadian diare p>0,05. Kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah memberikan kontribusi sebesar 86,7% terhadap kejadian diare pada balita sedangkan 13,3% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada anak balita.Kata Kunci : Sanitasi, status Imunisasi, kejadian Diare
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI TRICHOMONAS VAGINALIS PADA IBU RUMAH TANGGA (Studi Di Pucang Gading Kabupaten Demak) Fitri Handayani; Margo Utomo; Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.752 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.11-17

Abstract

Latar Belakang: Kejadian infeksi Trichomonas Vaginalis terus meningkat. Faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut antara lain umur, pendidikan, kebersihan alat kelamin, penggunaan air bersih, berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan kesehatan secara rutin, penggunaan obat atau cairan pembersih vagina dan pengetahuan tentang infekti Trichomonas Vaginalis. Metode: Penelitian Explanatori cross sectional ini melibatkan sebanyak 72 orang ibu rumah tangga di RW 26 Pucang Gading. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara serta pmeriksaan laboratorium. Variabel yang diteliti adalah pendidikan umur, penngetahuan tengtang infeksi T.vaginalis, penggunaan pembersih vagina dan kejadian infeksi T.vaginalis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil: Sebanyak besar 74,2% responden berpendidikan tinggi, sebagian besar 59,7% umur responden masih produktif, paling banyak 38,7% responden berpengetahuan kurang, separuh (50,0%) responden menggunakan dan tidak menggunakan obat pembersih vagina, mayoritas 80,6% responden tidak terinfeksi Trichomonas Vaginalis. Pengetahuan responden berhubungan dengan kejadian infeksi Trichomonas Vaginalis dengan nilai p = 0,006 (< 0,05). Kesimpulan: Kejadian infeksi TrichomonasVaginalispada ibu rumah tangga di Pucanggading dipengaruhi oleh pengetahuan merekaKata Kunci: Trichomonas Vaginalis, Ibu RumahTangga
ANALISIS SPASIAL FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN JEPARA Winarsih W; Ratih Sari Wardani; Sayono S
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.968 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.63-77

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan dalam pemberantasan penyakit kusta di Kabupaten Jepara adalah rendahnya cakupan penemuan (case finding) penderita kusta. disebabkan karena : 1) keterbatasan sumber daya manusia. 2) Sebagian besar (85%) penderita kusta adalah masyarakat miskin. 3) Bertambahnya jumlah penduduk. 4) Stigma terhadap kusta yang berlebihan. Tujuan : untuk mengetahui faktor risiko kepadatan penduduk, kemiskinan dan keberadaan sarana pelayanan kesehatan dengan kejadian kusta dan distribusi kusta secara spasial menggunakan sistem informasi geografik di kabupaten Jepara. Metode : jenis penelitian adalah survai dengan metode Case control melalui observasi dan pengambilan data koordinat lokasi penderita menggunakan Global Positioning System. Populasi adalah seluruh penderita kusta sejumlah 90 kasus di Kabupaten Jepara kemudian diambil 42 kasus dan 42 kontrol dengan tehnik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling atau acak. Variabel bebas personal hygiene, kemiskinan,kepadatan hunian, jarak tempat tinggal dengan Puskesmas sedangkan variabel terikat kejadian kusta. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan 0,05 dan menghitung nilai odds ratio ( OR ) serta analisis spacial menggunakan sofware sistem informasi geografik untuk membuat peta tematik penyebaran kusta. Hasil : faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kusta yaitu umur 22,6%, jenis kelamin 59,5%, pendidikan 88,1%, Personal hygiene 59,5% ( nilai p 0,001), (OR) = 5,392), Kemiskinan 23,8%, (nilai p 0,034), (OR) = 3,188 ), Kepadatan hunian 69% (nilai p 0,034), (OR) = 3,188). Kesimpulan: Ada hubungan personal hygiene,kemiskinan,kepadatan hunian dengan kejadian kusta dan memperoleh peta tematik kejadian kusta yang di overlay dengan kemiskinan, kepadatan penduduk,dan jarak tempat tinggal dengan Puskesmas.Kata kunci : spasial, faktor risiko, kusta
PERBEDAAN KADAR TIMBAL (Pb) DI UDARA BADAN JALAN BERDASARKAN KERAPATAN TANAMAN PENGHIJAUAN DAN DENSITAS KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA SEMARANG Naim Fachruli; Mifbakhuddin M; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.189 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.18-25

Abstract

Latar Belakang: Timbal (Pb) merupakan salah satu pencemar udara yang bersumber dari buangan asap kendaraan bermotor. Logam ini merupakan sisa sisa pembakaran bahan bakar minyak. Dampak dari pencemaran udara jenis Pb dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi polutan lalu lintas terutama oleh emisi asap kendaraan bermotor adalah dengan menggunakan tumbuhan, seperti tanaman peneduh jalan, karena dapat membersihkan lingkungan dari pencemaran dan dapat berfungsi sebagai paru paru kota. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar Pb di udara badan jalan berdasarkan kerapatan tanaman. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah udara di jalan Kartini dengan kerapatan tanaman peneduh yang tinggi dan jalan Kaligarang yang kerapatan tanaman peneduhnya rendah. Variable bebas: Tingkat kerapatan tanaman, variabel terikat: Kandungan Pb di udara, variabel kontrol: Jumlah kendaraan yang lewat. Analisis data dengan uji t independent. Hasil: Rerata kadar Pb di jalan Kartini adalah 0,025000 ?g/m3, sedangkan rerata kadar Pb di jalan Kaligarang adalah 0,055 ?g/m3. Melalui uji t independent diperoleh nilai p=0,021. Kesimpulan: Ada perbedaan yang bermakna antara kerapatan tanaman dan kepadatan kendaraan terhadap kadar Pb udara di badan jalan.Kata Kunci: Kadar Pb, Tanaman Penghijauan
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN JAHE DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN TERHADAP JUMLAH TOTAL MIKROBA PADA IKAN BANDENG Rhena Justitia Octovrisna; Rahayu Astuti; Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.395 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.26-35

Abstract

Latar belakang : Ikan merupakan bahan makanan yang banyak mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, hal yang penting dari ikan adalah ikan mudah sekali cepat rusak. Salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan ikan adalah dengan menambahkan bahan pengawet. Bahan pengawet makanan yang berasal dari rempah-rempah salah satunya adalah jahe.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan percobaan faktorial 4 x 3 menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel penelitian adalah Ikan Bandeng yang telah diberi berbagai konsentrasi dari larutan jahe yaitu (0,10%,15% dan 20%) yang dilakukan pengamatan 0 jam, 3 jam dan 4 jam. Dengan 3 kali pengulangan pada masing-masing perlakuan Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman, sedangkan variabel terikat total mikroba. Analisis data menggunakan uji two way anova dengan tingkat kemaknaan 5% . Hasil: Hasil pemeriksaan total mikroba pada konsentrasi jahe 0 % (kontrol) adalah 61 x 103 kuman/ml, pada konsentrasi 10% adalah 5 x 103 kuman/ml, pada konsentrasi larutan 15% adalah 4 x 103 kuman/ml, dan pada konsentrasi 20% jumlah total mikroba menjadi 2,5 x 103 kuman/ml. Pada hasil pemeriksaan total mikroba berdasarkan lama perendaman (0 jam, 3jam dan 4 jam) terhadap total mikroba dengan nilai rata-rata 26,3 x 103 kuman/mlpada lama perendaman 0 jam, pada lama perendaman 3 jam rata-rata jumlah total mikroba sebesar 32,3 x 103 kuman/ml, dan pada lama perendaman 4 jam rata-rata jumlah total mikroba menjadi 25,5 x 103 kuman/ml. Simpulan : Ada pengaruh lama perendaman (0 jam, 3 jam dan 4 jam) terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000). Ada pengaruh konsentrasi larutan jahe (0%, 10%, 15% dan 20%) terhadap totalmikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000). Ada pengaruh interaksikonsentrasi larutan jahe dan lama waktu perendaman terhadap total mikroba pada Ikan Bandeng (p=0,000).Kata Kunci : konsentrasi larutan jahe, lama perendaman, total mikroba
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA DALAM DARAH (Studi Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang) Raden Roro Dwi Irawati; Wulandari Meikawati; Rahayu Astuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.035 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.36-46

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Millitus (DM) telah menjadi penyebab kematian terbesar keempat di dunia. Banyak faktor yang disebut sebagai pencetus timbulnya Penyaki Jantung Kronik (PJK) pada penderita diabetes salah satunya yaitu lemak darah yang abnormal. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida dalam darah pada penderita DM. Metode: Jenis penelitian adalah explanatory research dengan metode penelitian pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 50 orang. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, aktivitas fisik, riwayat keluarga sedangkan variabel terikatnya adalah kadar trigliserida dalam darah. Data umur, jenis kelamin, aktivitas fisik, riwayat keluarga diperoleh melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan Index Masa Tubuh (IMT) dan konsumsi makanan tinggi karbohidrat menggunakan Food Frequency Quesstionnairre (FFQ). Kadar Trigliserida dalam darah diukur menggunakan Rayto Auto analyser. Analisis data menggunakan Pearson Product Momen, dan Chi Square. Hasil: Status gizi 27 subjek (54%) tergolong normal. Sebagian besar subjek (78%) tidak memiliki riwayat hipertrigliseridemia pada keluarga. Sebanyak 34 subjek (68%) melakukan aktivitas fisik berupa olahraga. Tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, status gizi, kebiasaan konsumsi makanan tinggi karbohidrat, riwayat keluarga dengan kadar trigliserida. Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar trigliserida.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Trigliserida
STATUS RESISTENSI Aedes aegypti TERHADAP MALATHION DI KOTA SEMARANG Ayu Yulistyawati; Sayono S; Ulfa Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.104 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.1-10

Abstract

Latar Belakang: Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD di Indonesia mengalami peningkatan. Upaya pencegahan difokuskan pada pemberantasan vektor, termasuk menggunakan insektisida malathion karena masih efektif di beberapa wilayah. Namun belum diketahui status resistensi populasi Ae. aegypti berdasarkan tingkat endemisitas DBD. Tujuan: Mengetahui status resitensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida malathion berdasarkan tingkat endemisitas di Kota Semarang. Metode: Penelitian explanatory research dengan pendekatan Cross-Sectional dilakukan di tiga kelurahan dengen endemisitas berbeda. Variabel penelitian yaitu status endemisitas DBD dan status resistensi Ae aegypti terhadap malathion. Sebanyak 25 ekor nyamuk dijadikan subjek penelitian per tabung dalam uji suseptibilitas, dan dikontakkan dengan impregnated paper malathion 0.8% selama satu jam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil: Rerata jumlah nyamuk pingsan berdasarkan tingkat endemisitas DBD dari tinggi, sedang dan non endemis adalah 80.8, 84.0,dan 95.2, sedangkan jJumlah nyamuk mati pasca holding 24 jam adalah 96.0, 99.2 dan 100. Tidak ada perbedaan yang signifikan status resistensi berdasarkan tingkat status endemisitas DBD (p=0,343), namun ada perbedaan signifikan jumlah kematian nyamuk Ae. aegypti berdasarkan status endemisitas DBD. Kesimpulan: Malathion dapat digunakan di daerah non endemis.Kata kunci: Nyamuk Aedes aegypti, status endemisitas, status resistensi

Page 1 of 1 | Total Record : 7