Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 OKT (2022)"
:
30 Documents
clear
Upaya Peningkatan Keterampilan Motorik Halus dengan Media Permainan Pasir pada Anak Kelompok B di TKIT Wildani 2 Surabaya
Ida Rachmawati;
Azizah Amal;
Andyani Akib
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan bermain pasir pada anak kelompok B di TKIT WILDANI 2 Surabaya. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam keterampilan motorik halus di kelas B. Subjek penelitian ini adalah anak kelas B TKIT WILDANI 2 Surabaya, dengan jumlah siswa sebanyak 17 anak. Desain penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan bermain pasir. Peningkatan keterampilan motorik halus terjadi pada setiap siklus dan meningkat dengan baik. Pada tahap pra tindakan persentase pencapaian keterampilan motorik halus anak sebanyak 23,52 % pada siklus I mencapai 52,95 % dan pada siklus II mencapai nilai persentase sebanyak 76,47 %Kata Kunci: keterampilan motorik halus, kegiatan Bemain Pasir
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Melalui Pendekatan TPACK dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan di Kelas VIII A SMPN 50 Batam
Hendra Simanjuntak;
Muhiddin Palennari;
Paulus Rante
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Stuktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan di kelas VIII A SMPN 50 Batam. Model yang digunakan adalah Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) melalui Pendekatan Technology, Pedagogical, Content and Knowledge (TPACK). Subjek penulisan PTK adalah Peserta didik SMPN 50 Batam 875 orang terdiri dari laki-laki 442 orang dan perempuan 433 orang dengan sample sebanyak 14 - 20 orang (diambil pada kondisi pandemic). Proses pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2020/2021. PTK dilaksanakan sebanyak III siklus. Pada siklus 1, keterampilan membuat poster sebesar 70 % dengan kategori Amat Baik. Keterampilan proses sains menunjukkan capaian 100 % dengan kategori Sangat Lengkap, dan keterampilan presentasi sebesar 67% dengan kategori Baik dan 33 % dengan kategori Baik Sekali. Pada Siklus 3, keterampilan membuat laporan sebesar 100 % dengan kategori Sangat Lengkap. Keterampilan presentasi juga sudah dicapai sebesar 100 % dengan kategori Baik Sekali.Kesimpulan dari penelitian tindakan kelas ini hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yang sangat signifikan.Kata Kunci : IPA, PTK, Model Pembelajaran, PBL, TPACK
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Menggunakan Daun di TK Al Irsyad BottaE
Heriani Heriani;
Syamsuardi Syamsuardi;
Jenny Jenny
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan motoric halus anak pada kegiatan kolase menggunakan daun di TK Al Irsyad Bottae. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan motoric halus anak melalui kegiatan kolase menggunakan daun di TK Al Irsyad Bottae. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan fokus penelitian pada kemampuan motoric halus dan kegiatan kolase. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil penilaian setiap siklus. Pada siklus 1 menunjukkan perlunya kegiatan ini ditingkatkan dan pada siklus II kegiatan mencapai hasil baik sehingga disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak meningkat melalui kegiatan kolase menggunakan daun di TK AL IRSYAD BOTTAE.Kata Kunci: Kemampuan motorik halus 1, kolase daun 2
Upaya Pemberian Motivasi Dalam Pembelajaran Motorik Halus Di TK Al- Hikmah
Wiwin Indriyati;
Andi Wahed;
Susilawati Susilawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konsep belajar siswa aktif memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara luas dalam proses pembelajaran,partisipasi anak dalam pembelajaran menjadi ciri adanya cara belajar siswa aktif. Namun menciptakan suasana dan kondisi seperti itu tidaklah mudah.Guru lebih dominan dan pegang kendali dalam aktivitas pembelajaran. Penelitian ini mengkaji empat hal,yaitu upaya pemberian motivasi dalam pembelajaran motorik halus, hasil upaya pemberian motivasi dan faktor yang menghambat pemberian motivasi dalam pembelajaran motorik halus dengan lokasi penelitian di TK AL HIKMAH Desa Babakan Losari Lor Kecamatan Pabedilan Kabupaten CirebonKata kunci: Motivasi, Motorik Halus
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Memancing ‘Ikan’ Suku Kata
Rifka Irfainy;
Muhammad Akil Musi;
Andi Syahriah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini ialah kemampuan bahasa anak pada kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Taman PAUD Doa Ibu. Ditemukan permasalahan yaitu banyak anak yang belum mampu memenuhi indikator kemampuan bahasa serta masih ada beberapa anak yang kesulitan mengenal huruf. Hal ini disebabkan oleh penyebab awal berupa proses belajar yang cenderung konservatif dan pengaplikasian metode mengajar hanya satu arah serta terlalu banyak ‘ceramah’ sehingga membuat anak kurang tertarik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan secara umum penelitian ini adalah mengetahui penerapan kegiatan bermain memancing ‘ikan’ suku kata untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak pada kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Taman PAUD Doa Ibu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B sebanyak 5 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi dan dokumentasi. Kemampuan bahasa anak setelah diberikan kegiatan memancing ‘ikan’ suku kata mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan setiap siklusnya. Anak dapat menebak huruf dengan baik dan anak juga dapat mengenal dan menyebutkan suku kata. Rekomendasi bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bermain memancing ‘ikan’ suku kata yang disarankan dan media pendukung yang variatif sehingga membuat anak antusias dalam pembelajaranKata Kunci : Kemampuan Bahasa, Anak Usia Dini, Pengembangan Bahasa, ikan suku kata
Peningkatan Kreativitas Melalui Media Loose Parts Kelompok A TK ABA Moronyamplung
Dwi Fitriana Ramawati Ananda;
Wahira Wahira;
Kahrul Alam
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kreativitas merupakan bidang pengembangan yang sangat penting diimplimentasikan pada anak usia dini. Media loose parts merupakan media yang dapat menciptakan kreasi tanpa batas dalam aktivitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah peningkatan kreativitas melalui media Loose Parts anak kelompok A TK ABA Moronyamplung tahun pelajaran 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan selama tiga siklus, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Loose Parts dapat meningktakan kreativitas, hal ini terbukti dari hasil pada penelitian yaitu: siklus I 33%, siklus II 67%. Sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran siklus III menunjukkan persentase ketuntasan kelas sebesar 86%.Kata Kunci : Pengembangan Kreativitas, Media Loose Parts
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting di TKIT Ihyaussunnah Bontang
Maryam Maryam;
Herman Herman;
Widya Praningrum
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan motorik halus anak kelompok B TKIT Ihyaussunnah, dalam menggunting masih rendah dan belum sesuai tahapan perkembangannya, dikarenakan perasaan takut/kurang berani dalam menggunakan gunting. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan pemberian tugas. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan guru sebagai peneliti, menggunakan sistem spiral refleksi dini sebanyak dua putaran. Dari hasil analisis didapatkan bahwa melalui kegiatan menggunting, dapat meningkatkan kemampuan motorik halus peserta didik, yaitu pada siklus I sebesar 27%, dan pada siklus II menjadi 87%. Simpulannya bahwa melalui kegiatan menggunting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dikelompok B TKIT Ihyaussunnah.Kata Kunci : kemampuan motorik halus, menggunting, metode demonstrasi, pemberian tugas
Penerapan Pembelajaran (Project Based Learning) PjBL Dalam Meningkatkan Metode Eksperimen pada Anak Usia Dini
Suharti Suharti;
Muhammad Yusri Bachtiar;
Indrawati Indrawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar anak secara aktif mengembangkan potensi yang dimiliki. Hasil belajar merupakan tahap pencapaian aktual yang ditampilkan dalam bentuk perilaku yang meliputi aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik serta dapat dilihat dalam bentuk kebiasaan.Metode eksperimen merupakan metode pembelajaran dimana guru dan anak didik bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang telah dipelajari. Menurut Djamrah metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran, dimana anak didik melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang di pelajari.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh model PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif anak di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tuwuhrejo Kesamben. Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainya dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Metode eksperimen merupakan kegiatan sistematis untuk membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.Jadi dapat di simpulkan bahwa tujuan dari metode eksperimen untuk menilai pengaruh suatu tindakan perlakuan/treatmean pendidikan terhadap tingkah laku anak atau menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh tindakan jika dibandingkan dengan tindakan yang lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan presentase pengetahuan anak pada kegiatan eksperimen yang dilakukan yaitu pada siklus pertama 56,37% dan pada siklus ke dua menjadi 84,50 % melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.Kata Kunci : Eksperimen, Project Based Learning, Anak Usia Dini.
Upaya Meningkatkan Pengenalan Geometri dengan Permainan Puzzle Bervariasi pada Anak Kelompok B TK Kartika XX – 10 Yonif 700 Raider Kecamatan Tamalanrea
Bahariah Bahariah;
Rusmayadi Rusmayadi;
Ainun Marhama
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu program kegiatan yang dilakukan oleh pihak mahasiswa PPG Universitas Negeri Makassar sebagai suatu kegiatan latihan kependidikan yang bersifat intrakurikuler. Kemampuan kognitif anak kelompok B TK KARTIKA XX - 10 Masih rendah atau belum berkembang secara maksimal hal ini disebabkan dalam kegiatan mengenal bentuk geometri masih kurang menarik sehingga anak kurang antusias dan kurang memberikan respon yang pasif salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dngan mengguganakan media mengenal bentuk geometri dengan tehnik menggunting dalam pembelajaran. Tujusn penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif dengan tehnik menggunting anak kelompok B TK KARTIKA XX-10 tahun ajaran 2021-2021. Jenis penelitian ini menggunkan penelitian tingkat kelas (PTK) dengan tiga siklus, subyek penelitian anak kelompok B TK KARTIKA XX-10 berjumlah 6 orang anak instrument yang digunakan berupa RPPH, lembar penilaian, Lembar observasi guru. Hasil penelitin ini adalah 1. Kemampuan mengenal bentuk geometri pada pratindakan dengan ketuntasan sebesar 26,32 % dapat dikatakan kemampuan kognitif anak masih rendah (2) pelaksanaan siklus 1 hasil ketuntasan sebesar 36,84 % dan siklus ke II sebesar 57,89 %, (3) hasil siklus ketiga mencapai ketuntasan sebesar 89,47. sehingga mencapai ketuntasan minumum yaitu75 % (4) terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah penggunaan media dengan tehnik menggunting dapat sebesar 63,15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dengan teknik melukis dapat meningkatkan kemampuan seni pada anak kelompok B TK Kartika XX 10 kecamatan Tamlanrea Tahun Ajaran 2020/2021.Kata Kunci: Kemampuan kognitif, Geometri, Menggunting
Meningkatkan Kemampuan Seni Melalui Kegiatan Kolase, Finger Painting, dan Mencap Kelompok B di TK ABA XIII Wates
Samirah Samirah;
Muhammad Akil Musi;
Rahmatiah Rahmatiah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan seni dalam hal menggambar dan mewarnai pada kelompok B TK ABA XIII Wates melalui penggunaan media bahan alam yang ada disekitar lingkungan anak. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam 3 siklus dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, tindakan pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 5 anak. Data diperoleh dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengurutkan dan menulis angka mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III. Pada prasiklus hanya mencapai 20% yang berkembang sesuai harapan, siklus I menjadi 40%, siklus II meningkat sebesar 60%, dan pada siklus III meningkat sebesar 100%. Hasil penelitian ini sudah melebihi indikator keberhasilan sebesaar 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan kolase, finger painting dan mencap dapat meningkatkan kemampuan seni anak pada kelompok B TK ABA XIII Wates Undaan Kudus.Kata Kunci: Kolase, finger painthing dan mencap, Perkembangan Seni.