Articles
356 Documents
PERAN ANIMASI SEBAGAI TONTONAN ANAK DALAM MEMBENTUK IDENTITAS GENDER
Surayya, Laily
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i3.1287
Identitas gender sangat penting bagi anak usia dini karena dapat menentukan bagaimana peran, sikap, dan perilaku anak di kehidupan sehari-hari, maupun di masa mendatang. Namun, banyak yang tidak paham perbedaan antara gender dan jenis kelamin bahkan tidak sedikit pula yang mengartikan bahwa gender dan jenis kelamin adalah hal yang sama. Tulisan ini bertujuan memberikan informasi tentang penggambaran peran gender pada animasi tontonan anak untuk mengenalkan peran gender dalam pembentukan identitas gender anak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif tipe kajian literatur berdasarkan temuan artikel ilmiah yang relevan bersumber dari Google Scholar, ResearchGate, dan Science Direct. Temuan dari literatur-literatur memaparkan bahwa, di dalam animasi terdapat informasi peran gender yang dapat memengaruhi anak dalam pembentukan identitas gender, meskipun tidak sedikit pula kesan negatif gender ditampilkan dalam animasi. Animasi memiliki pembawaan yang menarik sehingga anak tertarik untuk menonton dan secara tidak langsung dapat membantu anak dalam pembentukan identitas gender.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERVARIASI PADA KELAS 1 MI AL-JIHAD ASTANA
Mubin, Minahul;
Rahma, Firda Aulia
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1366
Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman baru. Keberhasilan belajar dalam proses pembelajran di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca tahap permulaan. Membaca permulaan yang dilaksanakan pada kelas 1 MI adalah agar siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat. Untuk itu guru perlu menerapkan beberapa strategi pembelajaran yang dapat menimbulkan daya tarik bagi siswa agar aktif dan kreatif dalam mengikuti kegiatan belajar khususnya dalam membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas satu dasar, menjelaskan proses pelaksanaan strategi membaca pada kelas 1 di MI AL-JIHAD ASTANA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa deskriptif. Objek yang diteliti adalah guru kelas dan siswa kelas 1 MI AL-JIHAD ASTANA. Agar memperoleh gambaran realitas sesuai fenomena yang terjadi di lapangan melalui pengumpulan data dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa kelas satu masih rendah dan terdapat beberapa siswa yang masih membutuhkan bantuan dan bimbingan dari guru dalam membaca.
PENGEMBANGAN NILAI MORAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA
Setya Ningrum, Dhika
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i3.1397
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang metode yang digunakan dalam pengembangan nilai moral anak usia dini. Beberapa metode yang digunakan antara lain : bercerita, bermain, karya wisata, bernyanyi, outbond, pembiasaan, teladan, syair, dan diskusi. Dari beberapa metode yang sering digunakan adalah metode bercerita. Metode pengembangan nilai moral ini ternyata dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku anak. Melalui bercerita, orang tua maupun guru bisa menceritakan secara menarik mengenai suatu tokoh yang berperilaku baik, sehingga dengan begitu anak akan terdorong untuk berperilaku dari yang tidak baik menjadi baik. Adapun kendala yang dihadapi dalam metode pengembangan nilai moral tersebut adalah kurangnya pengetahuan atau teknik dalam bercerita dan kurangnya media yang digunakan dalam bercerita, sering terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dilakukan oleh guru disekolah dengan apa yang dilakukan oleh orang tua dan lingkungan sekitar tempat ia tinggal.
LITERASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
Mboeik, Verderika
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1421
Program for International Student (PISA) Mengadakan tes untuk mengetahui kemampuan membaca siswa membaca, matematika dan sains. Literasi matematika adalah kemampuan individu untuk memformulasi, menggunakan, dan Menafsirkan matematika dalam konteks yang berbeda. Kemampuan Siswa memecahkan masalah matematika penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai gambaran mutu pendidikan untuk siswa usia wajib belajar, seperti Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuan penulisan artikel ini adalah mengetahui literasi matematika di sekolah dasar, penguatan lietrasi matematika pada jenjang sekolah dasar SD, dan pentingnya literasi matematika SD bagi masyarakat.
KONSEP DAN PENERAPAN KURIKULUM MBKM (MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA)
Ulum, Bahrul;
Fatimah, Ela;
Hayati, Nur;
Margio Reta, Elsa;
Rosyid, Abdul
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1456
Tujuan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah mendorong mahasiswa dalam menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dengan bidang keahliannya, sehingga siap bersaing dalam dunia global. Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka tempuh berdasarkan keinginan sendiri. Pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin otonom dan fleksibel. Pendidikan selalu mengupayakan terciptanya peserta didik yang selalu melakukan pembaharuan setiap waktu. Tidak hanya berpendidikan tinggi akan tetapi mampu menjadi agen perubahan dalam lingkup kecil maupun besar. Dari perubahan dan inovasi yang dihasilkan tersebut mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan suatu bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan menurut Kirk dan Miller.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BAGI PARA CALON KONSELOR
Fatimah, Ela;
Ulum, Bahrul;
Hayati, Nur;
Margio Reta, Elsa;
Rosyid, Abdul
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1457
Merdeka belajar menjadi kebijakan pendidikan era baru pada dua bulan terakhir. Sejak pandemi wabah Covid-19 menyebar di bulan Maret 2020, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan segera mengambil langkah terpadu agar peserta didik tetap mendapat hak dan kewajiban sebagai peserta didik. Kebijakan merdeka belajar di terapkan pada setiap tingkat satuan pendidikan termasuk Perguruan Tinggi. Program Studi Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi sebagai penyedia calon konselor pendidikan ikut menjalankan kebijakan merdeka belajar melalui program Kampus Merdeka. Program Kampus Merdeka memfasilitasi calon konselor agar siap secara teori dan praktik untuk memenuhi kebutuhan dinamis di dunia pendidikan. Paradigma yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa penerapan kebijakan merdeka belajar belum sepenuhnya dapat terkaksana akibat berbagai problematika. Kesiapan sumber daya manusia dan perangkat fasilitas pendukung menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kebijakan merdeka belajar. Tujuan penelitian ini adalah memberikan deskripsi mengenai implementasi prinsip-prinsip merdeka belajar bagi calon konselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka (library research). Sumber data sekunder diperoleh dari jurnal dan buku yang relevan dengan tujuan penelitian, sedangkan sumber data primer dari peneliti sendiri. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analys) Hasil penelitian menunjukan bahwa penting bagi Perguruan Tinggi memiliki model pembelajaran yang tepat untuk mengimplementasikan prinsip- prinsip merdeka belajar bagi calon konselor. Model pembelajaran bagi calon konselor diharapkan mampu menyiapkan kompetensi calon konselor yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidkan dan berkontribusi positif untuk menyediakan modal sosial bagi masyarakat secara luas.
IMPLEMENTASI MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I REGINA PACIS BAJAWA
Daindo, Imelda
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i1.1474
Abstrak Penelitian diawali dari permasalahan rendahnya kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SDK Regina Pacis Bajawa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SDK Regina Pacis Bajawa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes Lisan dan Observas. Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Media Kartu Huruf dapat Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I Regina Pacis Bajawa. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dimana terjadi peningkatan rata –rata hasil belajar pada siklus I 63,65 kategori Cukup baik dan meningkat pada siklus II yakni 82,17 dengan kategori sangat baik. rata-rata meningkat 18,52. Ketuntasan Klasikal pada siklus I 13,79%meningkat pada siklus II 82,21%, meningkat sebesar 68,42. Diharapkan kepada bapak dan ibu guru yang mengajar dikelas I terkait membaca permulaan diharapkan untuk menggunakan media gambar agar meningkatkan kemampuan membaca siswa dan lebih termotivasi untuk belajar. Kata kunci: Media, Kartu Huruf , Membaca Permulaan Abstract The research began with the problem of low initial reading ability in first grade students at SDK Regina Pacis Bajawa. This research is a classroom action research (PTK) aimed at improving the beginning reading skills of first grade students at SDK Regina Pacis Bajawa. Data collection techniques using Oral tests and Observations. The results of the study can be concluded that the Implementation of Letter Card Media can Improve Beginning Reading Ability in Class I Regina Pacis Bajawa Students. This is evidenced by the results of the study where there was an increase in the average learning outcomes in the first cycle of 63.65 in the fairly good category and increased in the second cycle, namely 82.17 in the very good category. the average increased 18.52. Classical completeness in the first cycle of 13.79% increased in the second cycle of 82.21%, an increase of 68.42. It is hoped that the teachers who teach in class I regarding beginning reading are expected to use media images in order to improve students' reading skills and be more motivated to learn Keywords : Media, Letter Cards, Beginning Reading
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PENDIDIKAN INKLUSI
Yanuar, Tiara;
Anggraeny, Diah;
Mahmudah, Siti
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i3.1787
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pemahaman terkait dengan meningkatkan kemampuan sosial ABK melalui pendidikan inklusi. Metode yang digunakan merupakan sebuah telaah deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui studi kepustakaan. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan inklusi dapat memberikan kesempatan bagi ABK dalam menerima dan memahami perbedaan yang ada pada tiap anak. Penempatan mereka dalam kelas regular memberikan manfaat seperti citra diri yang positif, keterampilan sosial lebih baik, perilaku yang sesuai di kelas, dan prestasi akademik yang baik atau lebih tinggi. Program inklusi berdampak positif pada pengembangan kognitif dan sosial peserta didik, sehingga ABK dapat mempunyai kemampuan sosial lebih baik ketika berada di sekolah inklusi.
STRATEGI MENGAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA
Rahmasari, Diah
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i3.1831
Sekolah merupakan tempat bagi siswa dalam menuntut ilmu. Sering kita jumpai bahwa masalah yang sering dihadapi di dalam kelas adalah adanya peserta didik yang kurang fokus atau perhatian memperhatikan guru dalam mengajar. Siswa juga suka mengobrol sendiri dengan temannya serta sering siswa bermain sendiri karena merasa bosan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi mengajar guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di sekolah. Strategi mengajar guru yang diterapkan dalam meningkatkan minat belajar siswa, yakni: (1) guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi; (2) memberikan motivasi kepada peserta didik; (3) mengelola kelas dengan baik; (4) merangcang media pembelajaran yang efektif dan efisien; (5) memberikan reward atau hadiah kepada siswa, dan (6) buatkan kelompok belajar siswa.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL KAYUNG (ANGKA PAYUNG) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4-5 TAHUN
Wulandari, Galuh Resa
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jcp.v3i3.1839
Jenis penelitian ini merupakan penelitian desain dan pengembangan. Tujuan pengembangan model pembelajaran berbasis permainan tradisional Kayung (Angka Payung) ini yaitu untuk merancang strategi pembelajaran matematika anak usia dini yang tepat agar dapat meningkatkan perkembangan kognitf anak meningkat terutama dalam hal kemampuan berfikir simbolik pada anak usia 4-5 tahun di TK Nada Ashobah. Subjek penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun kelompok A di TK Nada Ashobah. Pengembangan permainan sendiri melalui beberapa tahap yaitu: 1) analyze, 2) design, 3) development, 4) implementation, dan 5) evaluation. Sedangkan model pembelajaran berbasis permainan kayung terdiri dari empat tahapan yaitu 1) tahap persiapan, 2) pra permainan, 3) saat permainan, dan 4) penutup/setelah permainan. Hasil penelitian ini yaitu moel pembelajaran berbasis permainan kayung (angka kayung) ini dapat diterapkan dengan mudah pada anak. Dengan menggunakan model pembejaran ini membantu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anak terkait dengan pengenalan simbol angka dan konsep dasar berhitung.