cover
Contact Name
MUHAMMAD AKHSANUL MUHTADIN
Contact Email
akhsanulmuhtadin@gmail.com
Phone
+6285856986525
Journal Mail Official
akhsanulmuhtadin@gmail.com
Editorial Address
JL PP Al Hikmah, Majol, Binangun, Kec. Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62361
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
TADBIR : Journal of Islamic Education Management
ISSN : 30250315     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tadbir: Journal of Islamic Education Management adalah jurnal ilmiah yang memuat hasil penelitian dan kajian dalam bidang manajemen pendidikan Islam. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mengembangkan ilmu dan praktik pengelolaan lembaga pendidikan Islam, meliputi kepemimpinan, perencanaan, mutu, kebijakan, dan inovasi pendidikan.
Arjuna Subject : Umum -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2023): Tadbir" : 5 Documents clear
MANAJEMEN TAHFIDZ DI PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’AN AT-TAUHID SIDOARJO Sari, Dina Novita; Fauzi, Fathul
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 02 (2023): Tadbir
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/21

Abstract

Persoalan yang dibahas dalam skripsi ini yaitu Bagaimana Manajemen Tahfidz Di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an At-Tauhid Sidoarjo dan bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam Manajemen tahfid Al-Qur’an. Penelitian yang digunakan di dalam skripsi ini bertujuan agar bisa memahami dan mendeskripsikan Manajemen Tahfidz Di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an At-Tauhid Sidoarjo. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, jenis penelitian nya kualitatif yaitu penelitian lapangan dengan mengumpulkan data yang meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini berjumlah tiga orang yang terdiri dari pengasuh pondok pesantren, ustadzah (murobi), dan santri Tahfidz Al-Qur’an. Analisis penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Madrasatul Quran At-Tauhid Sidoarjo sudah berjalan dengan baik, dengan pelaksanaan empat fungsi Manajemen yang peneliti mengambil Teori dari George R.Terry ada empat bagian diantaranya adalah: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Tahap perencanaan yaitu dengan menentukan murobi, memberi tugas kepada Murobi, menentukan materi, membuat pelatihan. Tahap pengorganisasian meliputi pembentukan struktur kepengurusan, pembentukan dan pembagian murobbi (ustadzah), hubungan pemimpin dan murobi, kerjasma antara murobi. Tahap pelaksanaan dilaksanakan setelah subuh, setelah asar, setelah Maghrib. Tahap pengawasan meliputi ujian tahfidz al-qur’an, pelatihan MHQ (musabaqah hifdzil Qur’an), Memperhatikan hasil hafalan santri. Faktor pendukung dari menghafal Al-Qur’an Adalah dengan adanya motivasi dan dukungan keluarga, teman dan sahabat. Faktor penghambat nya ialah tidak istiqomah dalam mempertahankan hafalan Al-Qur’an, bergurau saat melaksnakan hafalan Al-Qur’an
PENGELOLAAN PROGRAM TAHFIDZ ALQURAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI HAFALAN Nabila, Fatma; Fatimah, Siti; Ridlwan, Mujib
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 02 (2023): Tadbir
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan program tahfidz Alquran dalam meningkatkan motivasi hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan 1) bagaimana pengelolaan program tahfidz Alquran dalam meningkatkan motivasi hafalan di Pondok Pesantren Al Hikmah Tuban, 2) faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan program tahfidz Alquran dalam meningkatkan motivasi hafalan di Pondok Pesantren Al Hikmah Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah ketua pondok, ketua program tahfidz, asatidzah, santri tahfidz, warga sekitar pondok pesantren. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan program tahfidz Alquran meliputi: perencanaan (Perencanaan diterapkan dalam bentuk agenda kegiatan seperti setoran, murojaah, deres Alquran dan agenda lainnya yang telah terstruktur. Pengorganisasian (Kepengurusan tahfidz di sini masih bernaung pada kepengurusan pondok pesantren Al Hikmah Banat). Pelaksanaan (pelaksanaan program tahfidz di sini dengan melaksanakan program harian, mingguan, dan majlisan). Pengawasan (dilakukan dengan pemberian teguran, sanksi, dan motivasi). Evaluasi (melakukan musyawarah setiap satu minggu sekali dengan ketua pondok pesantren banat yang berisi evaluasi kegiatan yang kurang berjalan dan pemberian motivasi. Dampak pengelolaan tersebut bagi santri adalah dapat memiliki kualitas hafalan Alquran yang baik, sedangkan bagi lembaga adalah lebih berkembangnya pondok pesantren. Faktor pendukung program tahfidz adalah keseehatan, motivasi internal dan eksternal, dukungan keluarga. Faktor penghambatnya adalah malas, putus asa, kurangnya pengetahuan metakognitif
PERANAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SISWI DI MA BAHRUL ULUM Sauzin, Jomas
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 02 (2023): Tadbir
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/23

Abstract

Salah satu dampak negatif dari era globalisasi adalah semakin merosotnya karakter siswa SMA pada umumnya. Hal ini terlihat dari banyaknya jenis tindak pidana yang dilakukan kebanyakan siswa seperti membawa bacaan pornografi, bolos, merokok, dan tawuran. Oleh karena itu, salah satu upaya sekolah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui OSIS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran OSIS dalam pembentukan karakter siswa di MA Bahrul Ulum dari (1) program kerja OSIS yang telah disusun dan dilakukan, (2) pembentukan karakter siswa melalui siswa. kegiatan dewan, (3) tersuksesnya pelaksanaan kegiatan OSIS dalam membentuk karakter siswa. Penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini dan pesertanya adalah ketua dan anggota OSIS, serta pembina OSIS. Metode Pengumpulan data dengan cara menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada 4 kegiatan atau program OSIS yaitu pertemuan kelas, pertemuan perwakilan, pengenalan lingkungan sekolah, dan pelatihan dasar kepemimpinan dasar, (2) Empat kegiatan atau program yang dibentuk siswa. karakter disiplin, percaya diri, tanggung jawab, saling menghormati, demokrasi, peduli, kritis, dan kepemimpinan, (3) program yang telah dilaksanakan dengan sukses untuk mengubah karakter siswa yang tidak disiplin menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan madrasah, peduli terhadap teman, kritis dan percaya diri dalam memberikan pendapat di depan kelas atau umum, bekerja sama dengan baik sesama teman dan menghormati guru.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL SANTRI DI PONPES DAARUL ITTIHAAD AL-HUSAINI BAURENO Khotimah, Husnul; Suyanto, Ahmad
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 02 (2023): Tadbir
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan:1) manajemen pendidikan kewirausahaan dalam meningkatkan life skill santri di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini 2) faktor penghambat dan pendukung dalam wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode dalam pengumpulan data, menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. 1) Kewirausahaan dalam pesantren ini menggunakan fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian. Pada perencanaan pendidikan kewirausahaan di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini dilakukan oleh ro’is , ustadz/ pengurus dan santri yang bersangkutan, dalam perencanaan membahas tentang wirausaha apa yang sesuai di jalankan di pesantren mengingat pemanfaatan sumber daya yang ada. Pada pengorganisasian didalamnya terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab yaitu ro’is pesantren sebagai evaluator, pengurus sebagai koordinator para santri dan santri sendiri sebagai pelaksana kegiatan kewirausahaan. Dalam pelaksanaan santri Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini bertanggung jawab penuh terhadap wirausaha yang mereka pegang. Hal tersebut merupakan strategi dari pengasuh, sehingga diharapkan santri mendapat ilmu wirausaha secara penuhkarena mereka yang menjalankan / penggerak wirausaha. dengan adanya pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini, santri mendapat bekal hidup berupa beberapa life skill wirausaha yang di dapat saat menjalankan kewirausahaan. Dalam pengevaluasian terdapat penangung jawab kewirausahaan yang memberikan laporan. Selain itu, ro’is pesantren juga melakukan monitoring kelapangan secara langsung, kemudian kedua hasil tersebut dicocokan kembali oleh ro’is apakah sudah benar atau terdapat ketidakcocokan hasil. Apabila terjadi ketidakcocokan hasil maka ro’is akan melakukan perbaikan dengan musyawarah yang diikuti oleh seluruh anggota yang bersangkutan. 2) faktor penghambat pendidikan kewirausahaan di Ponpes Daarul Ittihaad Al-Husaini kurangnya modal usaha, sarana dan prasarana yang seadanya, kurangnya tenaga ahli, kurangnya distributor, sedang faktor dari luar yaitu, harga pakan yang mahal, terjadi cuaca yang ekstrem, predator alam, dan kurangnya pemasaran. Sedangkan faktor pendukung kewirausahaan di Ponpes Daarul Itihaad Al-Husaini yaitu terdapat faktor individu, faktor pendidikan dan faktor lingkungan.
UPAYA KEPALA MADRASAH DALAM MENGADAPI KENAKALAN SISWA DI MTs AL GHOZALIYAH KEDUNGKEBO RAYUNG SENORI TUBAN Rahayu Ningsih, Titik Diana; Thoyyib, M
TADBIR : Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 02 (2023): Tadbir
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Upaya Kepala Madrasah dalam Menghadapi Kenakalan Siswa. Persoalan yang dikaji pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk-bentuk kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. (2) Apa penyebab terjadinya kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. (3) Bagaimana upaya kepala madrasah dalam menghadapi kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk-bentuk kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. (2) Untuk mendeskripsikan Penyebab kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. (3) Untuk mendeskripsikan bagaimana upaya kepala madrasah dalam menghadapi kenakalan siswa MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk-bentuk kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah tergolong kenakalan ringan, seperti a) membolos sekolah sebanyak 12 anak, b) berhias berlebihan sebanyak 3 anak, c) tidak melaksanakan piket sekolah sebanyak 20 anak, d) berkelahi dan lain sebagainya. (2) Faktor penyebab kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. a) faktor keluarga dikarenakan broken home, b) faktor sekolah dikarenakan kurangnya pendidikan moral, c) faktor lingkungan/masyarakat dikarenakan banyaknya masyarakat yang melakukan hal-hal yang kurang baik. (3) Upaya kepala madrasah dalam menghadapi kenakalan siswa di MTs Al Ghozaliyah Kedungkebo Rayung Senori Tuban. a) langkah preventif (pencegahan) dengan cara melakukan kegiatan agama di sekolah (memperingati hari besar islam, istighosah Bersama), b) Langkah represif (menghambat) dilakukan dengan cara memberi nasihat dan peringatan secara lisan dan tulisan, mengadakan pendekatan kepada orang tua atau wali murid dan mengadakan Kerjasama dengan masyarakat, c) Langkah kuratif (penyembuhan) dilakukan dengan cara mengadakan pendekatan langsung kepada siswa yang bermasalah (bimbingan pribadi) dan menjalin hubungan dengan orang tua siswa agar memberikan perhatian lebih terhadap anaknya dan bimbingan rohani.

Page 1 of 1 | Total Record : 5