cover
Contact Name
Miftahul Khairi
Contact Email
jiaa@walisongo.ac.id
Phone
+6285253709105
Journal Mail Official
jiaa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Faculty of Ushuluddin and Humanities) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jl. Prof. Dr. HAMKA, Kampus 2, Tambakaji Ngaliyan Semarang, Central Java Indonesia 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture
ISSN : 31096557     EISSN : 31096557     DOI : -
JOURNAL OF ISLAMIC ART AND ARCHITECTURE (JIAA),p-ISSN 3109-6565 (Cetak), e-ISSN 3109-6557 (Online) is an open access journal that publishes peer-reviewed articles on Art and Islamic architecture. The articles that can be published in this journal is about architecture from the Islamic value perspective. It can discuss: Art and Architecture Theory in Islamic Architecture Islamic Values in Architecture Architectural Design Sustainability Art of Islamic Culture Art of Architecture and Local Wisdom Art Architecture Heritage
Articles 24 Documents
AKSESIBILITAS DAN INKLUSIVITAS DESAIN MASJID AGUNG NURUL KALAM PEMALANG SEBAGAI MASJID RAMAH DISABILITAS Safitri, Hani Hasnah
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 1: April 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Nurul Kalam sebagai masjid modern yang menjadi icon di pusat Kabupaten Pemalang memiliki daya tarik tersendiri bagi umat islam di Pemalang maupun pelancong dari berbagai daerah. Masjid sebagai salah satu bangunan publik perlu memperhatikan kemudahan bagi disabilitas. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji aksesibilitas dan inklusivitas arsitektur masjid Agung Nurul Kalam Pemalang dalam mengimplementasikan masjid ramah disabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana fasilitas yang ada pada Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang dapat memberikan kemudahan bagi disabilitas. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi aksesibilitas desain masjid Agung Nurul Kalam Pemalang dan inklusivitas masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain masjid Agung Nurul Kalam Pemalang dapat dikategorikan sebagai masjid ramah disabilitas. Hal ini dapat terlihat dari penyediaan fasilitas khusus yang sudah memenuhi kebutuhan bagi kaum difabel seperti; penyediaan ramp dan guiding block, toilet khusus difabel, tempat wudhu khusus difabel, area sholat yang luas dengan fasilitas kursi lipat bagi difabel, dan lift prioritas. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi untuk Kementrian Agama, pengurus masjid, maupun pihak terkait dalam perencanaan dan pengelolaan serta pembangunan masjid yang ramah disabilitas.
ANALISIS KONSEP GREEN ARCHITECTURE PADA PERANCANGAN BANGUNAN MIXED-USE DI SURAKARTA jamil, Muhammad Ghufron
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 1: April 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta berada di Jawa tengah diapit oleh 3 kota besar Jogja, Semarang, surabaya. Penduduk Mayoritas pencaharian sebagai pedagang sentra-sentra bisnis Industri batik dan pusat perdagangan batik yang cukup besar di surakarta. “ Kepadatan penduduk surakarta memiliki kepadatan yang tinggi . Kepadatan penduduk tinggi disebabkan karena terdapat banyak penduduk pendatang dari sekitar kota surakarta ( Hiterland ) yang melakukan aktifitas pekerjaan di kawasan solo. salah satu di mana kurangnya fasilitas komersil berupa perbelanjaan yang memiliki fasilitas berupa pusat bisnis dan hunian yang berada di dalam satu bangunan yang berkedudukan sebagai penunjang dan pemanfaatan potensi bisnis dari lokasi yang sudah ada pada Kota Surakarta sedangkan Kota Surakarta sendiri yang terus menerus mengalami perkembangan dari bidang ekonomi, serta menjadi upaya dalam pengembangan perekonomian masyarkat lewat pembangunan sebuah lapangan pekerjaan baru berupa bidang perhotelan, perdagangan dan jasa yang di sediakan dalam bentuk bangunan komersial Mixed use Building yang berupa Apartemen, Hotel, Office Dan Mall, dengan menggunakan Konsep Green Architecture.
ANALISIS KONSEP ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERANCANGAN MALL PELAYANAN PUBLIK DI JEPARA Rizqi, Muhammad
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 1: April 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neo-vernacular architecture is a movement that developed during postmodernism, an architectural movement that emerged in the mid-1960s. Postmodernism emerged in connection with the protest of modernist architects against monotonous models (block-shaped buildings), which were believed to have no character that could distinguish buildings from other buildings. The method used in this research is a qualitative method with descriptive analysis. In this case the application of neo-vernacular architecture in the construction of the Public Service Mall Building "MPP" in Jepara Regency is by applying the joglo roof of the Astana Sultan Mosque building which has a mixed architectural style of Hindhu-Buddhist, Javanese and Chinese cultures combined with motif ornaments from troso blangket batik which is also one of the characteristics of Jepara Regency itself. On the other hand, the main building of the Public Service Mall is inspired by the means of transportation "Ship" which describes most of the Jepara people as fishermen. The design of the Public Service Mall "MPP" in Jepara Regency through the Neo-vernacular Architecture approach aims to provide more optimal services for the community and is also expected to be used as one of the solutions to maintain and preserve local cultural patterns in an increasingly modern era in all aspects, especially in terms of infrastructure so as not to be eroded by the times and lost to oblivion in the future
RANCANG MUSEUM MAJAPAHIT DI KAWASAN WISATA SEJARAH TROWULAN Krisnanto, Abdul Afrizal
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 1: April 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trowulan merupakan kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang dikenal sebagai ‘Kota Majapahit’ hal tersebut dapat di buktikan dengan ditemukannya warisan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berdiri pada sekitar tahun 1239 – 1500 M yang wajib di lestarikan oleh generasi selanjutnya. Dalam upaya untuk melestarikan benda warisan sejarah membutuhkan tempat yang dapat digunakan untuk menjaga hal tersebut, dan mampu di jadkan tempat mengkomunikasikan budaya dan sejarah. Seiring berjalanan waktu cuaca sering kali menjadi faktor dimana benda warisan sejarah seperti patung mengalami kerusakan, terlebih benda tersebut di tempatkan di ruang terbuka atau semi terbuka. rancang museum yang dapat melindungi benda warisan sejarah dan menjadi sarana melestarikan budaya yang ada di Trowulan Mojokerto. Tujuan perancangan proyek ini yaitu mendesain museum yang dapat melindungi benda warisan sejarah dan menjadi sarana melestarikan budaya yang ada di Trowulan Mojokerto.ini penulis menggunkan metode penelitian survei, Perencanaan Ranacng Museum Majapahit di Kawasan Wisata Sejarah Trowulan di harapakan dapat menjadi sarana mengkomunikasikan sejarah dan budaya yang ada pada zaman Majapahit dan serta dapat di jadikan tempat bersosialisasi warga sekitar. Rencana desain museum berada dikawasan tersebut memiliki alasan yang cukup strategis di mana lokasi tersebut berdekatan dengan situs-situs peninggalan sejarah seperti situs Kolam Segaran dan Situs Pemukiman. Melihat hal itu fungsi utama bangunan museum adalah sebagai penjaga benda peningalan sejarah, yang bisa di jadikan sebagai media pembelajaran masyarakat pada saat ini. Peracangan ini telah mencoba memberikan jawaban atas permasalahn yang dapat merusak benda peninggalan sejarah dengan menyimpan pada tempat di jaga dari keamanannya, udaranya, kelembabannya, paparan sinarnya. Sehingga benda tersebut lebih aman dan lebih bisa bertahan lama. Dengan ini di harapakan generasi selanjutnya dapat melihat dan mersakan secara langsung bagaimana Kerajaan Majapahit itu ada bangunan tersebut juga bisa bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.
ANALISIS PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR BIOPHILIC PADA DESAIN MIX USE BUILDING CO-WORKING DAN APARTEMEN DI SEMARANG Alfikri, Muhammad Hilmi
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 1: April 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan cepat populasi perkotaan di Semarang menghadirkan tantangan serius seperti keterbatasan lahan, kemacetan, dan manajemen lingkungan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan desain bangunan campuran yang menggabungkan ruang co-working dan apartemen dengan pendekatan arsitektur biophilic. Konsep arsitektur biophilic bertujuan menciptakan lingkungan binaan yang memperhatikan kesejahteraan manusia dan hubungannya dengan alam sekitarnya. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis implementasi konsep arsitektur biophilic dalam desain bangunan campuran. Data diperoleh melalui analisis lapangan dan studi literatur. Pembangunan bangunan campuran co-working space dan apartemen di pusat kota Semarang diharapkan dapat menjadi solusi bagi pertumbuhan populasi urban yang pesat. Konsep arsitektur biophilic diaplikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Analisis tapak, aksesibilitas, kebisingan, penghawaan, iklim, topografi, dan pemandangan digunakan sebagai landasan perancangan. Identifikasi masalah melalui observasi online dan kuesioner menekankan pentingnya aksesibilitas yang baik. Perekayasaan ruang dilakukan dengan mempertimbangkan konsep continuous footways dan crossing serta penambahan ruas pejalan kaki baru untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi aksesibilitas. Simulasi space syntax menunjukkan tingkat integrasi dan intelegensi yang tinggi, yang mendukung konektivitas ruang secara keseluruhan.
ANALISIS KONSEP BIOFILIK PADA PERANCANGAN STADION DAHAPURA DI KABUPATEN KEDIRI Izdihar, Fairuz
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak diresmikannya Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2021 tentang Program Desain Besar Olahraga Nasional, penyediaan dan perbaikan fasilitas olahraga digalakkan di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagai kota penyangga ibu kota provinsi, Kediri merupakan kabupaten yang memiliki pertumbuhan infrastruktur cukup signifikan. Perencanaan pembangunan stadion menjadi salah satu hal penting untuk menunjang kebutuhan klub sepakbola maupun masyarakat, dalam meningkatkan mutu dan budaya berolahraga yang menjadi tujuan dari program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) serta merealisasikan stadion dengan skala kabupaten yang berstandar . Menimbang realita yang ada, tingkat kebugaran masyarakat Indonesia saat ini tergolong sangat rendah. Dengan pendekatan biofilik yang memiliki fokus untuk meningkatkan produktivitas serta memainkan peran dasar dalam kesejahteraan fisik dan mental manusia, stadion ini diproyeksikan dapat mewujudkan hubungan inheren antara manusia dan alam. Oleh karena itu,  penyediaan fasilitas dan sarana olahraga dengan pendekatan desain biofilik yang bersifat healing melalui adanya hubungan ruang aktivitas manusia dengan alam dipilih dengan harapan dapat menarik partisipasi aktif masyarakat dan siswa untuk melakukan kegiatan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani sehingga sasaran dari program DBON tercapai dan dapat meningkatkan dampak positif pada bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
ANALISIS KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PERANCANGAN URBAN FARMING CENTER DI SEMARANG Umami, Zinatul
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban Farming atau yang dikenal sebagai pertanian kota, mengacu pada praktek menanam, memproses dan mendistribusikan makanan didalam atau disekitar kota. Urban farming merupakan salah satu program yang sedang berjalan di Semarang dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Hal ini dilakukan untuk merespon berkurangnya lahan perkebunan dan pertanian dikarenakan peralihan fungsi lahan dikota Semarang dan juga mengantisipasi adanya resesi global yang juga berdampak pada krisis pangan. Hadir dengan konsep ekologi, proses desain urban farming melibatkan penghubungan ekologi tanaman dengan desain perkotaan karena dapat membantu dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Urban farming yang terletak di Tembalang, Semarang ini dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan yang nantinya akan dijadikan wadah prototype percontohan pengembangan urban farming. Dengan hadirnya Urban Farming Center ini juga bukan untuk mematikan kegiatan urban farming yang sudah berjalan, namun dapat sebagai pemasok dan pendukung pemerataan sesuai kebutuhan wilayahnya melalui pendekatan edukasi kepada masyarakat dan kelompok tani.
ANALISIS KONSEP ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERANCANGAN DIGITAL CREATIVE SPACE DI SEMARANG RIZANI, MUHAMMAD RIZKY
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, kebutuhan akan ruang kreatif yang mendukung kegiatan teknologi dan seni digital semakin meningkat. Digital Creative Space Semarang bertujuan sebagai fasilitas multifungsi yang menyediakan tempat bagi individu dan komunitas untuk berkolaborasi, belajar, dan berinovasi dalam bidang kreatif digital. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk menciptakan lingkungan yang inspiratif dan mudah diakses bagi para individu kreatif lokal serta membantu pertumbuhan ekosistem digital kota Semarang. Pendekatan desain menggunakan Arsitektur Neo- Vernakular menggunakan elemen-elemen tradisional jawa yang dapat menciptakan harmonisasi antara warisan budaya dan kebutuhan modern.
ANALISIS ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA JAWA DI SEMARANG Fajar, Wildan Syarifuddien
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Kebudayaan Jawa adalah institusi yang mempersembahkan dan melestarikan warisan budaya yang kaya dan beragam dari masyarakat Jawa. Melalui koleksinya yang luas, museum ini mencerminkan sejarah, seni, dan tradisi yang membentuk identitas budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi peran museum dalam melestarikan dan menyebarkan pengetahuan tentang kebudayaan Jawa serta dampaknya terhadap masyarakat lokal dan global. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi langsung, wawancara dengan kurator dan pengunjung, serta analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Kebudayaan Jawa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak berharga, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan apresiasi budaya bagi generasi masa kini dan mendatang. Selain itu, museum ini memainkan peran penting dalam mempromosikan keberagaman budaya Jawa, memperkuat identitas lokal, dan merangsang pariwisata budaya. Studi ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kontribusi museum terhadap pelestarian dan penyebaran kekayaan budaya Jawa serta tantangan yang dihadapi dalam menghadapi perubahan zaman dan teknologi.
Stasiun Sentral Alih-Moda Berorientasi Transit di KIPP-IKN Nusantara Khotibul Umam, Muhammad Irfan
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 3, No 1: April 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah transportasi di Jakarta, khususnya kemacetan akibat kendaraan pribadi, mendorong pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur sebagai Nusantara. Tujuan pemindahan ini mencakup pengurangan beban Jakarta dan pembangunan identitas bangsa yang kuat dengan peningkatan kesejahteraan inklusif secara berkelanjutan. Fase pertama pembangunan IKN Nusantara difokuskan pada infrastruktur inti di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Stasiun alih-moda di KIPP-IKN, yang didesain berdasarkan prinsip Transit-Oriented Development (TOD), menjadi pusat integrasi transportasi hijau dengan efisiensi tinggi. Terletak di Sub-Wilayah Pembangunan (WP) 1A, stasiun ini menawarkan fasilitas inklusif seperti jalur pejalan kaki, sepeda, taman, plaza, dan area duduk nyaman untuk mendorong interaksi sosial dan aksesibilitas universal. Perancangan stasiun alih moda ini bertujuan menjadi prototipe hijau dalam transformasi transportasi dan pembangunan kota berkelanjutan di Indonesia. Stasiun diharapkan mendukung konsep kota 10 menit dan menjadi simpul transit efisien yang mendukung visi smart city. Kata kunci: stasiun alih-moda, TOD, KIPP-IKN, inklusif, prototipe hijau

Page 2 of 3 | Total Record : 24