cover
Contact Name
Miftahul Khairi
Contact Email
jiaa@walisongo.ac.id
Phone
+6285253709105
Journal Mail Official
jiaa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Faculty of Ushuluddin and Humanities) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Jl. Prof. Dr. HAMKA, Kampus 2, Tambakaji Ngaliyan Semarang, Central Java Indonesia 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture
ISSN : 31096557     EISSN : 31096557     DOI : -
JOURNAL OF ISLAMIC ART AND ARCHITECTURE (JIAA),p-ISSN 3109-6565 (Cetak), e-ISSN 3109-6557 (Online) is an open access journal that publishes peer-reviewed articles on Art and Islamic architecture. The articles that can be published in this journal is about architecture from the Islamic value perspective. It can discuss: Art and Architecture Theory in Islamic Architecture Islamic Values in Architecture Architectural Design Sustainability Art of Islamic Culture Art of Architecture and Local Wisdom Art Architecture Heritage
Articles 24 Documents
RETHINKING THE USE OF ARCHITECTURAL HERITAGE ELEMENTS AS A TOOL TO AVOID THE HEALTH RISK OF VITAMIN D DEFICIENCY: AN EXPERIENCE FROM MADINAH, SAUDI ARABIA Ashour, Randah
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 2, No 2: October 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to assess the public’s awareness, knowledge and attitude toward vitamin D and sun exposure in Madinah, as well as to evaluate people’s satisfaction with the different techniques used to maintain daylight at their homes. A cross-sectional study utilizing an online survey was conducted. Data analysis was performed using SPSS software. A total of 925 participants took part in this study. The majority of participants were 30-49 years old (55%), Saudis (69.2%), house owners (53%), and living in flat property (54.8%). 92% believed that vitamin D is important for health and 55.6% reported that vitamin D source was the sun. Unfortunately, 17.2% and 10.2% recognized the best time of sun exposure and the appropriate duration of sun exposure for adequate vitamin D, respectively. 73.6% suffered from the symptoms of vitamin D deficiency. Hot weather (59.3%), conservative dressing of Saudi women (26%) and increased urbanization and increased indoor lifestyle (10.3%) were key barriers to sunlight exposure in Madinah. 75.4% satisfied with the level of daylight provided by Rowshan. However, due to its high cost and difficulty to clean, most of the people reluctance to use Rowshan. This study found inadequate knowledge, and poor practice about vitamin D and sun exposure.
Desain Arsitiketur Villa de Krakal dengan Penggabungan Arsitektur Kolonial dan Arsitektur Tradisional farhani, mohamad farhan
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 3, No 1: April 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain arsitektur Villa De Krakal yang menggabungkan arsitektur kolonial dan tradisional, terletak di lokasi pemandian air panas di Kebumen, Indonesia. Pemandian air panas, yang dikenal sebagai PAP Krakal, memiliki signifikansi sejarah yang berasal dari penemuannya oleh anggota keluarga kerajaan Surakarta pada era Majapahit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan wawancara dan observasi untuk menganalisis perpaduan arsitektur. Villa ini menampilkan unsur tradisional Jawa, seperti atap limasan, bersamaan dengan karakteristik arsitektur kolonial, menciptakan estetika unik yang menghormati budaya lokal sambil memenuhi kebutuhan modern. Studi ini menyimpulkan bahwa villa ini berfungsi sebagai ruang fungsional bagi pengunjung dan sebagai sarana untuk mengelola pasokan udara panas yang semakin menipis, meningkatkan daya tarik keseluruhan situs PAP Krakal.   Kata kunci: arsitektur kolonial, Arsitektur tradisional, penggabungan konsep arsitektur, villa de krakal
Masjid Agung Demak Sebagai Artefak Urban Penanda Sejarah Pembentukan Kota Demak Ramadhan, Adam
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 3, No 1: April 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung dan Alun-alun di pusat kota Demak, di pesisir utara Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang. Awalnya adalah sebuah masjid kecil dengan lapangan di sisi Timurnya sebagai pusat dari pesantren Glagah Wangi dalam hutan Bintara yang dibuka oleh Raden Patah. Masjid ini kemudian dibangun kembali sejalan pengembangan pesantren Glagah Wangi menjadi Kutanegara Demak Bintara. Tulisan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Masjid Agung Demak merupakan artefak urban yang berperan dalam pembentukan kota Demak semenjak dari embrio kota. Landasan metodologi adalah dengan menelaah Masjid Agung kota Demak secara sinkronik sebagai salah satu elemen primer kota dalam perkembangan kota, dan secara diakronik menganalisis elemen primer kota tersebut mengikuti sejarah pertumbuhan kotanya. Teori yang dipakai untuk menunjang metodologi tersebut adalah hipotesa Aldo Rossi kota adalah sebuah arsitektur total. Diskusi untuk menghasilkan sebuah hipotesa bahwa Masjid Agung Demak sebagai elemen primer memiliki kelanggengan (“permanence”), menjadi sebuah artefak urban, merupakan locus kota; penanda kota sekaligus dapat dijadikan monumen untuk sejarah kota tersebut. Kesimpulan tulisan ini bagi para pemangku kepentingan kota Demak adalah perlunya rencana strategi pelestarian Masjid Agung Demak, sekaligus pengembangan kawasan Masjid Agung Demak dan Alun-alun sebagai elemen primer pusat kota Demak yang mampu mengikuti dinamika sosial-ekonomi.   Kata kunci: kota demak, masjid agung, elemen primer, pembentukan kota, artefak urban
Analisis Desain dan Implementasi Konsep Arsitektur Post-Modern pada Bangunan Café di Bandar Lampung Fitri Az zahra, Shabiyah; Susana; Nurul Maulina; Claudia Salsabila, Annisa; Bunga Esandra J.M., Filda; Setyaningsih, Novita; Hanif Wicaksana, Muhammad
JIAA: Journal of Islamic Art and Architecture Vol 3, No 1: April 2025
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur postmodern muncul sebagai perpaduan antara arsitektur modern dan tradisional, dengan fokus pada teknologi, budaya, material bangunan, nilai sejarah, gaya arsitektur, tatanan masyarakat, dan lingkungan. Arsitektur postmodern menekankan fungsionalisme, dengan konsep yang menggabungkan desain bangunan lama yang modern dan elemen dekoratif untuk meningkatkan estetika. Dari penelusuran literatur dan teori, telah dirumuskan beberapa komponen desain yang dapat diterapkan pada implementasi Arsitektur era Post modern yaitu; (1) desain fasad dan ornamen (2) desain interior (3) Penggunaan material (4) pengalaman pengunjung (5) elemen historis. Penelitian ini mengambil studi kasus di beberapa cafe yang berada di daerah rawa laut diantaranya Manca Eatery Cafe, Tazza Signature Cafe, Daja. d’arch cafe & resto, De Rosse Cafe, Kania 'Ounje Café & Restaurant. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode menganalisis secara deskriptif-kualitatif tentang implementasi komponen desain arsitektur post-modern di lima objek studi kasus tersebut. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa implementasi arsitektur post-modern pada bangunan cafe ini dapat ditandai dengan penggunaan gaya kontemporer yang ada pada eksterior dan interior bangunan.   Kata kunci: post-modern architecture, cafe design, bandar lampung, contemporary

Page 3 of 3 | Total Record : 24