cover
Contact Name
Anita Pramawati
Contact Email
jurnal.jkis@uis.ac.id
Phone
+6281268457965
Journal Mail Official
jurnal.jkis@uis.ac.id
Editorial Address
Jl. Teuku Umar Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis)
Published by Universitas Ibnu Sina
ISSN : -     EISSN : 2722810X     DOI : https://doi.org/10.36352/j-kis.v5i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) is scientific, peer-reviewed and open access journal managed and published by LPPM Universitas Ibnu Sina Batam on April and November. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) publishes original research and/or library analysis on Health Community. In 2019. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. This journal focuses on epidemiology, environmental health, promoting health, reproductive health, occupational health and safety, health policy and administration, community nursing, community midwifery.
Articles 84 Documents
PENGARUH SENAM REMATIK TERHADAP RENTANG GERAK PASIEN RHEUMATOID ATHRITIS DI PANTI X KOTA BATAM Anggara , Ari; intan, Wan; Huryah, Fadhilatul
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i1.771

Abstract

Rheumatoid athritis merupakan suatu penyakit autoimun dalam hal persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara sistemik mengalami peradangan sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi yang bersangkutan, biasanya dapat terjadi pada usia 25-50 tahun. Prevalensi penderita di seluruh dunia sebanyak 9,6% pria dan 18,0% wanita yang berusia di atas 60 tahun menderita Rheumatoid athrtis, 80% penderita akan memiliki keterbatasan dalam bergerak dan 25% tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari yang utama yang di akibatkan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh senam rematik terhadap rentang gerak pasien Rheumatoid arthritis di Panti X Kota Batam. Model penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test yaitu penelitian yang tidak mempunyai kelompok pembanding (kontrol), tetapi dilakukan observasi pertama (pre test) sebelum melakukan intervensi senam rehumatoid arthrtis selanjutnya dilakukan observasi kedua (post test). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ada Pengaruh Senam Rematik terhadap Rentang Gerak Pasien Rheumatoid athritis di Panti X Kota Batam dengan nilai P=0,000.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK PERKANTORAN DENGAN KELUHAN SICK BUILDING SYNDROME (SBS) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARIMUN TAHUN 2023 Husein, Al Hafez
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i1.783

Abstract

Kualitas lingkungan fisik perkantoran seperti suhu, kelembaban dan pencahayaan dapat menjadi pencetus terjadinya Sick Building Syndrome (SBS). SBS adalah kumpulan beberapa gejala yang dirasakan oleh pekerja jika berada di dalam ruangan dan akan menghilang bila keluar ruangan. Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun merupakan komplek gedung perkantoran bertingkat yang menggunakan AC sebagai penyejuk ruangan dan tidak memiliki ventilasi udara, jendela yang jarang dibuka yang berpotensi menyebabkan kualitas udara dalam ruang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik kantor dengan keluhan SBS pada pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Metodologi penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif, dengan desain cross sectional dengan uji analisa menggunakan chi square. . Teknik sampling yang dilakukan adalah total sampling dengan jumlah 85 orang..Hasil Penelitian: analisa uji chi square nilai P-value untuk suhu adalah 0,039 (P- value<0,05) , kelembaban 0,034 (P-value<0,05), pencahayaan 0,000 (P-value<0,05). Untuk Faktor individu ( usia, jenis kelamin & masa kerja) uji chi square dengan nilai P-value>0,05. Ada hubungan yang signifikan antara faktor fisik lingkungan perkantoran dengan keluhan Sick Building Syndrome pada pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor individu dengan keluhan SBS pada pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENERAPAN 5R DALAM MENCEGAH KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA DI BENGKEL OTOMOTIF PT. X DI KOTA TANJUNG PINANG TAHUN 2024 Anggraini, Velya
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i2.797

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah aspek penting dalam bekerja untuk perusahaan atau organisasi demi mengurangi kecelakaan kerja. Oleh karena itu, Kesehatan dan keselamatan kerja juga harus membiasakan budaya kerja rapi, tertib, terawat dan jujur yaitu dengan menerapkan 5R (ringkas, rapi, bersih, sopan, dan rajin). Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku penerapan 5R dalam mencegah kecelakaan kerja pada pekerja bengkel otomotif. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan dari bulan Mei 2022-Mei 2024. Populasi pekerja bengkel otomotif PT. X di kota Tanjung Pinang tahun 2024 berjumlah 48 pekerja. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling atau sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan wawancara. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kecelakaan kerja dengan setiap variabel independen yang diteliti sebagai berikut : 1) pengetahuan 5R (P-Value = 0,002 (P < 0,05)), 2) sikap 5R (P-Value = 0,001 (P < 0,05)), 3) perilaku 5R (P-Value = 0,006 (P < 0,05)). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan 5R, sikap 5R dan perilaku 5R terhadap kecelakaan kerja pada pekerja bengkel otomotif PT. X di kota Tanjung Pinang tahun 2024. Saran yang diberikan kepada perusahaan yaitu Menyusun program K3 lalu memberikan penyuluhan mengenai 5R dan membuat aturan yang tegas jika pekerja tidak menerapkan 5R. Lalu saran untuk pekerja yaitu pekerja dapat meningkatkan pemahaman 5R, memotivasi diri sendiri dan membuang sikap lama yang tidak baik.
The HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT DAN POLI KLINIK RUMAH SAKIT X PROVINSI KEPULAUAN RIAU Reza, Muhammad Fahreza; Diina Maulina; Leni Utami; Asnil Fauz
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i2.1139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor - faktor dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada perawat di Ruang IGD dan Poliklinik Rumah Sakit X Provinsi Kepulauan Riau serta untuk mengetahui distribusi frekuensi faktor-faktor, yaitu (keluhan MSDs, postur kerja, masa kerja dan indeks massa tubuh). Metodologi jenis penelitian ini penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang diambil menggunakan Teknik total sampling dengan jumlah sampel 40 perawat. Analisis data dilakukan dengan metode chi-square dan uji t-test. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan observasi secara langsung. Hasil penelitian ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs dengan nilai p-value 0,001 < (α = 0,05), tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan MSDs dengan nilai p-value 0,232 > (α = 0,05), dan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan keluhan MSDs dengan nilai p-value 0,286> (α = 0,05). Mayoritas perawat memiliki postur kerja dengan kategori resiko rendah (45%) dan sedang (45%), masa kerja≥ 5 tahun (75%), IMT kategori normal (47.5%), dan keluhan MSDs dalam kategori tingkat keluhan sedang (55%). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs, dan tidak ada hubungan antara masa kerja, indeks massa tubuh dengan keluhan MSDs. Saran menyediakan fasilitas penyediaan alat bantu ergonomis, pelatihan ergonomi dan peningkatan fasilitas yang mendukung kenyamanan perawat saat bertugas.Kata kunci : Postur Kerja, Masa Kerja