cover
Contact Name
Anita Pramawati
Contact Email
jurnal.jkis@uis.ac.id
Phone
+6281268457965
Journal Mail Official
jurnal.jkis@uis.ac.id
Editorial Address
Jl. Teuku Umar Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis)
Published by Universitas Ibnu Sina
ISSN : -     EISSN : 2722810X     DOI : https://doi.org/10.36352/j-kis.v5i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) is scientific, peer-reviewed and open access journal managed and published by LPPM Universitas Ibnu Sina Batam on April and November. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) publishes original research and/or library analysis on Health Community. In 2019. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. This journal focuses on epidemiology, environmental health, promoting health, reproductive health, occupational health and safety, health policy and administration, community nursing, community midwifery.
Articles 84 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MIJEN KOTA SEMARANG Fajar; Sulistyani; Setiani, Onny
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 01 (2019): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i01.1

Abstract

Pneumonia is still the biggest cause of childhood mortality and also the cause of death in many elderly people in the world. The incidence of Pneumonia in 2015 in Semarang City was found as many as 7,759 cases, an increase compared to the previous year which reached 4,295 cases. The problem of Penumonia disease is most prevalent in the Working Area of ​​Mijen Community Health Center, which is found 337 cases. This was a case-control study using the retrospective study method. Case group were 35 respondents and control group 35 respondents. The data analysis used univariate and bivariate analysis with Chi Square and the magnitude of risk with Odd Ratio and multivariate analysis to know the correlation (p) of independent variables together with dependent variable with logistic regression. The results of the research: 1) there is a relationship between the habit of opening the window of the house with the incidence of pneumonia (p = 0,031, OR = 3,273; 95% CI), 2) Cigarette Smoke Exposure (p = 0,002; OR = 5,537; 95% CI); 3) Healthy house (p = 0,010; OR = 6,303; 95% CI). Multivariate analysis results: 1). there is a relationship between the habit of opening the window of the house with the incidence of pneumonia OR = 3,596, 2). Cigarette Smoke Exposure OR = 8,426,3). House Condition OR = 9,240. The habit of opening the window of the house, exposure to cigarette smoke, and healthy homes have a relationship with the incidence of pneumonia
PENGARUH PEMBERIAN ASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA Risva; Asrianti, Tanti; Afiah, Nurul; Muliyana, Dwi
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 01 (2019): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i01.2

Abstract

Indonesia mengalami masalah gizi yang cukup berat khususnya pada anak, baik gizi kurang maupun gizi lebih, termasuk diantaranya stunting. Proporsi kejadian stunting cukup tinggi yakni 37,2% sehingga masih perlu mendapatkan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui pengaruh riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Juanda Kota Samarinda tahun 2018. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 99 responden yang terdiri atas 33 kasus dan 66 kontrol. Hasil penelitian diperoleh proporsi balita yang mengalami stunting lebih tinggi dengan riwayat tidak mendapatkan ASI eksklusif (51,5%) meskipun secara statistik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (OR: 1,859; 95% CI: 0,797-4,338). Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menyelidiki semua faktor yang dicurigai sebagai faktor risiko kejadian stuntin
ANALISIS MANAJEMEN EMERGENCY RESPONSE AND PREPAREDNESS DI PT X KOTA BATAM Dewi, Fitri Sari; Pangalih, Iratna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 01 (2019): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i01.3

Abstract

Abstrak Emergency Response (Tanggap darurat) adalah Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. Adapun tujuan untuk mengetahui manajemen emergency response and preparedness di PT X Kota Batam dari aspek input, proses dan output. Penelitian ini menggunakan metodelogi penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data lewat wawancara, observasi dan telaah dokumen terhadap 5 informan yang terdiri dari General Manager, HSE Department Head, HSE Supervisor, HR Manager, Construction Manager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki Kebijakan Emergency Response And Preparedness. Identifikasi Keadaan Darurat dilakukan pada keadaan cedera berat, kebakaran atau ledakan, kerusakan dari fasilitas, insiden tumpahan minyak, evakuasi medis, lingkungan sekitar dan bencana alam. Perencanaan Awal yang dilakukan meljnkiputi identifikasi jenis keadaan darurat, identifikasi sumber/bahan potensi bahaya. Perusahaan telah memiliki Prosedur Keadaan Darurat. Organisasi Keadaan Darurat dibentuk tim dan masing-masing memilki tugas dan fungsi yang sesuai. Prasarana Keadaan Darurat dalam penanggulangan keadaan darurat berupa hydran, apar, area evakuasi, ambulance. Pembinaan Dan Pelatihan yang dilakukan 1-2 kali dalam setahun. Alat Komunikasi yang dimiliki alarm, nomor telepon darurat, radio emergency, handly talki. Investigasi Dan Sistem Pelaporan yang dibuat setiap ada tindakan penanggulangan maupun perbaikan. Melakukan Inspeksi Dan Audit terhadap sarana dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan perusahaan telah menerapkan manajemen emergency response and preparedness dan terdapat kesesuaian antara teori dan hasil observasi..
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KENAKALAN REMAJA PADA SISWA-SISWI MAN 2 MODEL KOTA PEKANBARU Fitri, Rahmi Pramulia; Oktaviani, Yoneta
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 01 (2019): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i01.4

Abstract

Kenakalan remaja merupakan perilaku luas, mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial sampai tindak kriminal. Remaja melakukan perbuatan-perbuatan sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan kesenangannya. Pada tahun 2015 terdapat kasus kenakalan remaja sebanyak 3 kasus, dan pada tahun 2016 kasus kenakalan remaja ini mengalami peningkatan menjadi 10 kasus. Berdasarkan survei yang telah dilakukan di MAN 2 Model Pekanbaru jumlah seluruh siswa yaitu 273 dan siswi 385 dengan total keseluruhan 658 siswa/i. Dari pelanggaran point yang telah ditetapakan oleh MAN 2 Model Pekanbaru, jika jumlah pelanggaran point telah mencapai 1000 maka siswa-siswi akan dikeluarkan oleh pihak sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor yang mempengaruh iperilaku kenakalan remaja pada siswa-siswi MAN 2 Model Kota Pekanbaru Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan Februari 2018 – Juli 2018 di MAN 2 Model Pekanbaru. Adapun jumlah populasi kelas X yaitu 198 dan kelas XI yaitu 213, jadi seluruh populasi kelas X dan XI yaitu 411 dan semua populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menyimpulkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kontrol diri (Pvalue= 0,358>α = 0,05) dan pengaruh teman sebaya (Pvalue= 0,003<α = 0,05) dengan kenakalan remaja dan tidak ada pengaruh yang signifikan konsep diri (Pvalue = 0,600>α = 0,05) dengan kenakalan remaja dengan nilai CI 95%. Diharapkan siswa/i lebih bisa mengendalikan diri dan mengembangkan konsep diri yang positif pada dirinya, sehingga siswa/i tidak akan mudah terpengaruh oleh teman yang melakukan kenakalan.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR GALI DAN PENGOLAHANNYA DENGAN METODE PENYARINGAN SEDERHANA DI BENGKONG ABADI BARU Gemala, Mega; Anggraini, Yeni
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 01 (2019): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i01.5

Abstract

Sumur gali merupakan salah satu sumber penyediaan air bersih bagi masyarakat di pedesaan, maupun perkotaan yang berasal dari lapisan tanah yang relatif dekat dengan permukaan tanah, sehingga mudah terkontaminasi melalui rembesan yang berasal dari kotoran manusia, hewan, maupun limbah domestik rumah tangga. Dilihat secara visual kondisi air sumur gali di Bengkong Abadi Baru RT 05 RW 14 belum memenuhi syarat kualitas air yang baik, maka diperlukan suatu pengolahan (treatment) dalam mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu caranya adalah menggunakan metode penyaringan sederhana. Metode ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperoleh kualitas air dari segi fisika, kimia dan bilogi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.32 Tahun 2017. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen atau percobaan (experiment research). Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest (pretest-posttest design. Dari hasil penelitian pada kualitas air sebelum pengolahan, terdapat beberapa parameter tidak memenuhi syarat dan setelah dilakukan pengolahan dengan penyaringan Model 1, 2 dan 3 didapat hasil pengolahan yang paling efektif dalam memperbaiki kualitas air sumur gali adalah penyaringan sederhana Model 1 (ijuk, pasir, arang aktif, kulit durian dan kerikil) dan metode penyaringan sederhana ini tidak efektif dalam menurunkan angka Coliform.
PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT PILAR PERTAMA DI KABUPATEN BINTAN TAHUN 2019 Oktarizal, Hengky; Pramawati, Anita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.94

Abstract

Diketahui bahwa di Negara berkembang masih banyak yang membuang tinja secara sembarangan akibat dari sosial ekonomi yang rendah, Program STBM sendiri pada awal nya cukup bagus untuk merubah perilaku tersebut, di Kabupaten bintan sendiri ada 2.765 KK yang masih buang air besar sembarangan dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program STBM pilar pertama di puskesmas berakit tahun 2019. Pada penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskripstif dengan mekanisme sistem pendekatan berdasarkan input, proses dan output yang mana data yang dikumpulkan asalnya dari hasil wawancara mendalam dengan 10 informan, observasi, telaah dokumen dan di analisa menggunakan triangulasi. Bila dilihat dari aspek input, proses dan output pelaksanaan program STBM di puskesmas Berakit sudah temasuk berhasil dengan capaian 85% yang sudah membangun jamban sehat.Aspek pembiayaan atau dana mempunyai peran besar dalam penelitian ini karena dengan adanya pembiayaan masalah pembangunan jamban ini bisa teratasi, maka dari itu diharapkan penggunaan dana desa bisa menuntaskan masaalah ini..
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HYGIENE DAN SANITASI PADA PEDAGANG JAJANAN CENDOL SARI, NOVELA
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.95

Abstract

Penyakit bawaan makanan merupakan salah satu permasalahan yang banyak dan membebani kesehatan masyarakat. Umumnya disebabkan oleh hygiene dan sanitasi yang tidak memenuhi syarat dari pedagang jajanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hygiene dan sanitasi pada pedagang jajanan cendol di Kelurahan Sekanak Raya Kecamatan Belakang Padang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian faktor predisposisi menunjukan bahwa pedagang jajanan yang memiliki hygiene dan sanitasi yaitu sebanyak 23 pedagang (71.9%) yang tidak memenuhi syarat, 68.8% pedagang mempunyai pendidikan ≥ SMA, 18.8% lama kerja pedagang ≥ 5 Tahun, 75% pedagang mempunyai pengetahuan baik, 53.1% mempunyai sikap positif. Serta faktor pendorong terdapat 62.5% pedagang yang pernah mendapatkan informasi, kemudian faktor pendukung terdapat 6.2% sarana atau fasilitas memenuhi syarat. Hasil uji Chi square dengan tingkat kemaknaan (p<0.05) diketahui bahwa tidak ada hubungan pendidikan, lama kerja dengan hygiene dan sanitasi (P value=0.527 dan 0.526), ada hubungan antara pengetahuan dengan hygiene dan sanitasi (P value=0.001), tidak ada hubungan sikap dengan hygiene dan sanitasi (P value=0.0122), dan ada hubungan hygiene dan sanitasi (P value =0.002), serta ada hubungan antara ketersediaan sarana dengan hygiene dan sanitasi (P value=0.000).
BERBAGAI METODE ANALISIS RSIKO ERGONOMI PEKERJAAN MANUAL MATERIAL HANDLING PRODUCT maulina, diina; Dewi, Fitri Sari; Susanto
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.104

Abstract

Banyak perusahaan atau usaha baik dari usaha kecil menengah hingga perusahaan besar menggunakan mesin untuk membantu dalam pekerjaannya, tetapi tidak sedikit pula pekerjaan yang masih menggunakan tenaga manusia secara penuh dalam mengerjakan pekerjaannya. Performa kerja yang tidak ergonomi dapat menimbulkan kelelahan, nyeri dan gangguan kesehatan. Perlunya melakukan penilaian risiko pada pekerjaaan manual handling dengan mengukur postur tubuh pekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk megentahui keluhan pekerja dan mengidentifikasi serta menganalisa postur tubuh pekerja pada bagian pastille packaging handling di departemen production pastille packaging PPH EOB 1 menggunakan metode OWAS dan RULA. . Penelitian ini menggunakan penelitian mix method, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa untuk keluhan bagian tubuh pekerja dengan mengisi kuesioner nordic body map terdapat bagian tubuh yang memang mengalami keluhan, keluhan yang paling banyak adalah keluhan agak sakit. Untuk hasil pengukuran dengan metode OWAS dan RULA di ketahui bahwa masing- masing metode mempunyai nilai yang berbeda namun yang paling banyak menyebabkan risiko cidera musculoskeletal disorders adalah metode RULA. Many companies or businesses from small and medium businesses to large companies use machines to assist in their work, but not a few jobs that still use human labor in full in doing their jobs. Work performance that is not ergonomic can cause fatigue, pain and health problems. It is necessary to carry out a risk assessment on manual handling by measuring the body posture. The purpose of this study is to knowing workers complaint and to identify and analyze the posture of workers in the pastille packaging handling section of the PPH EOB 1 production pastille packaging department using the OWAS and RULA method. This research uses a mix method research, namely qualitative and quantitative. Mixed research is a research approach that combines qualitative research and quantitative research. The results of the study note that for complaints of body parts of workers by completing the nordic body map questionnaire there are parts of the body that are indeed experiencing complaints, For the results of measurements with the OWAS and RULA methods it is known that each method has a different value but the most common cause of the risk of musculoskeletal disorders is the RULA method . It is known that the work postures of workers in the production section have complaints on parts of the body that are often used during the process of lifting manually and from research it is known that the work postures of workers can cause the risk of musculoskeletal injuries and need to be corrected to work postures.
KONTAK PASIEN TUBERKULOSIS PARU DAN PENULARANNYA PADA PETUGAS KESEHATAN DAN PASIEN LAIN DI POLI PARU Bahar, Krismadies; Angreni, Rita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.105

Abstract

Tuberkulosis adalah merupakan penyakit menular karena kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis). Sumber penularan adalah pasien yang dalam dahaknya mengandung kuman Tuberkulosis BTA positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kontak pasien Tuberkulosis terhadap penularan penyakit Tuberkulosis pada petugas kesehatan dan bukan pasien Tuberkulosis. Metodologi penelitian adalah kuantitatif. Populasi berjumlah 84 responden. Pengambilan sampel pada petugas kesehatan dengan teknik Total Sampling dan pada Bukan Pasien Tuberkulosis menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi, kuesioner dan pemeriksaan TCM. Hasil penelitian diperoleh lama kontak (p-value = 1,000 (a>0,05), Lama bekerja (p-value = 0,539 (a>0,05), frekuensi kunjungan (p-value = 1,000 (a>0,05). Kesimpulan adalah terjadi penularan pada petugas kesehatan dan bukan pasien Tuberkulosis dengan hasil Test Cepat Molekuler (TCM) MTB Terdetected. Saran untuk Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang agar meningkatkan upaya Pencegahan dan Pengendalian terhadap penularan Tuberkulosis terutama di Poli Paru.
FAKTOR – FAKTOR RISIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN NYERI OTOT PADA PEKERJA PEMBUAT BATU BATA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS X KOTA TANJUNGPINANG Noviyanti; Misriningsih, Dwi Cahyani
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.106

Abstract

Faktor – faktor risiko ergonomi merupakan sikap dan lingkungan kerja yang dapat menyebabkan masalah kesehatan maupun kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor – faktor risiko ergonomi terhadap keluhan nyeri otot pada pekerja pembuat batu bata di wilayah kerja puskesmas x kota tanjungpinang Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini meliputi seluruh pekerja pembuat batu bata yaitu sebanyak 41 pekerja, dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gerakan berulang dengan keluhan nyeri otot ditunjukkan nilai p-value 0,026 α < 0,05 sedangkan usia (0,165 α > 0,05), masa kerja (1,000 α > 0,05), aktifitas fisik (0,343 α > 0,05) dan indeks massa tubuh (0,169 α > 0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan Terdapat hubungan antara faktor – faktor risiko ergonomi dari faktor pekerjaan gerakan berulang terhadap keluhan nyeri otot. Disarankan agar pekerja selalu bekerja sesuai dengan kemampuannya dan melakukan peregangan minimal 3-5 menit pada setiap dua jam sekali agar sirkulasi darah keseluruh tubuh tetap lancar. Kata Kunci : Faktor – Faktor , Risiko Ergonomi, Nyeri Otot, Pekerja Batu Bata. ABSTRACT Ergonomics risk factors are attitudes and work environment that can cause health problems and work accidents. This study aims to determine the relationship of ergonomic risk factors to complaints of muscle pain in brick-making workers in The Stone X in the working area of ​​X Health Center, Tanjungpinang City Method The study used was an analytic survey with a cross sectional study design. The subjects of this study included all brick workers, as many as 41 workers, using total sampling. Results The study showed a significant relationship between repetitive movements and complaints of muscle pain indicated p-value of 0.026 α <0.05 while age (0.165 α> 0.05), years of service (1,000 α> 0.05), physical activity (0.343 α> 0.05) and body mass index (0.169 α> 0.05) which means there is no significant relationship. Conclusion: What is obtained is that ergonomic risk factors from repetitive motion work factors influence the incidence of complaints of muscle pain. It is recommended that workers always work according to their abilities and stretch at least 3-5 minutes every two hours so that blood circulation throughout the body remains smooth. Keywords : Factors, Ergonomic Risk , Complaints of Muscle Pain and Workers Brick