cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Juni" : 7 Documents clear
Penerapan Zat Pewarna Alami Limbah Organik Kulit Rambutan (Nephelium Lappaceum) Pada Bahan Katun Dengan Teknik Shibori (Tie Dyes) Dan Batik Oetopo, RA. Ataswarin; Suprabanindya, Caecilia Tridjata; Despriliani, Ririn; Hazmi, Fariz Al
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.20322

Abstract

Kulit Rambutan merupakan salah satu limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam permasalahan lingkungan, sampah organik juga menjadi permasalahan saat ini. Meskipun sampah organik merupakan limbah yang dapat terurai, akan tetapi limbah organik juga perlu dikelola agar penumpukannya dapat terkendali dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan Penlitian yaitu untuk menganalisis hasil formula zat warna alami yang dihasilkan dari limbah kulit rambutan terhadap penerapannya pada kain dengan teknik Shibori (Tie dye) dan Batik. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan mengeksplorasi warna yang dihasilkan oleh larutan limbah organik kulit rambutan pada karya tekstil, dengan melakukan uji coba tehadap bahan kain katun dan berbagai larutan fiksasi yang digunakan, seperti larutan tawas (KAI(SO4)212H2O), kapur (Ca(OH)2) dan Tunjung (FeSO4). Uji coba juga dilakukan terhadap teknik dalam membuat motif, seperti shibori (tie dye) dan batik. Hasil menunjukan bahwa limbah kulit rambutan menghasilkan larutan yang dapat digunanan sebagai pewarna alami dan dapat diaplikasikan kedalam beragam teknik shibori (tie dye)  dan batik dengan fiksasi tawas yang memiliki nilai kualitas lebih baik dibanding menggunakan fiksasi tunjung dan kapur, sehingga dapat menjadi sebuah media  dalam berkreasi seni khususnya pada bidang tekstil.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH KAJIAN SENI RUPA LOKAL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Yunus, Pangeran Paita
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan bahan ajar seni rupa lokal dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan memahami, menghargai, dan menganalisis mahasiswa pada aspek latar belakang sejarah, konsep, dan karya seni di daerah Sulawesi Selatan 2) Mengukur kelayakan bahan ajar seni rupa lokal pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengacu pada prosedur pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh langkah yang disusun secara sistematis, dengan penjelasan yang mudah dipahami, dan dapat mengarahkan pengembang dari awal hingga akhir penelitian. Dalam penelitian tentang pengembangan bahan ajar, hanya dilakukan hingga sembilan langkah, diseminasi produk atau kegiatan distribusi tidak dilakukan karena keterbatasan dana dan waktu peneliti. Komponen paket pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah buku teks, media presentasi, dan tes apresiasi. Tahapan dalam penelitian dan pengembangan paket instruksional ini terdiri dari empat fase: fase studi awal dan fase pengembangan, fase implementasi, fase pengujian dan evaluasi. Paket pembelajaran Kajian Seni Rupa Lokal berupa bahan ajar, media presentasi dan lembar tes apresiasi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah paket yang layak digunakan dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Kajian Seni Rupa Lokal pada Program Studi Magister Pendidikan Seni Rupa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Hal ini dikarenakan paket yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Seni Rupa LokalThis study aims to 1) Develop local art teaching materials with the aim of knowing the ability to understand, appreciate, and analyze students in aspects of historical background, concepts, and artwork in South Sulawesi 2) Measuring the feasibility of local art teaching materials in the Postgraduate Program in Arts Education Study Program Universitas Negeri Makassar. This research refers to the development procedure developed by Borg & Gall which consists of ten steps that are arranged systematically, with easy-to-understand explanations, and can direct the developer from the beginning to the end of the study. In research on the development of teaching materials, it was only carried out up to nine steps, product dissemination or distribution activities were not carried out due to limited funds and time of the researcher. The components of the learning package developed in this study are textbooks, media presentations, and appreciation tests. The stages in research and development of this instructional package consist of four phases: the initial study phase and the development phase, the implementation phase, the testing and evaluation phase. Learning packages for Local Art Studies in the form of teaching materials, media presentations and appreciation test sheets produced in this study are feasible packages to be used in the learning process in the subject of Local Art Studies at the Universitas Negeri Makassar Postgraduate Program in Fine Arts Education. This is because the package developed has fulfilled the validity criteria, practicality, and effectiveness.Keywords: Development, Teaching Materials, Local Art
ANALISIS KARYA BATIK A. MATTAROPURA HUSAIN Nurdin, Aulia Evawani
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21378

Abstract

Batik merupakan salah satu unsur budaya bangsa Indonesia yang masih bertahan dan mengalami perkembangan yang sangat pesat dewasa ini. Selama ini batik telah menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, dengan berbagai motif dan ragam batik yang tumbuh seiring dengan ciri khas setiap daerah yang mengembangkannya. Sulawesi Selatan memiliki keanekaragaman ragam hias yang dapat diterapkan menjadi karya batik. Batik di Sulawesi Selatan sudah cukup dikenal, namun masih sedikit yang dapat menerangkan proses pembuatannya sehingga perkembangan pembuatan batik di masyarakat Sulawesi Selatan masih dikatakan sangat sedikit. A. Mattaropura Husain merupakan pembatik yang berasal dari Sulawesi Selatan yang menerapkan berbagai macam ragam hias, beberapa karya beliau bermuatan motif Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penciptaan karya batik A. Mattaropura Husain. dan motif pada karya batik A. Mattaropura Husain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dukomentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan kecintaan beliau terhadap Sulawesi Selatan terlihat pada karya batik yang diciptakannya bermuatan lokal Sulawesi Selatan. Setiap motif yang tercipta cenderung terlahir secara spontan dari hati dan pikiran beliau. Karya yang beliau ciptakan terbuat dari bahan kain sutera dan katun dengan teknik batik tulis. Karya yang diciptakan tersebut bermuatan motif Sulawesi Selatan yaitu motif Bugis, Makassar dan Toraja. Motif tersebut antara lain Sulapa Appa, Paqbombo Uai, Paq Don Lambiri, Swastika, Paqtedong dan lain-lain.
DESAIN GRAFIS PADA PRODUKSI SABLON T-SHIRT Lugis, M. Muhlis
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dalam merancang desain T-shirt pada produksi sablon yang harus diketahui oleh desainer. Merancang desain T-shirt untuk kebutuhan produksi sablon tidak cukup hanya memahami dan mampu menggunakan aplikasi desain grafis. Merancang desain T-shirt untuk produksi sablon harus memahami beberapa hal yang saling berhubungan antara lain proses desain grafisnya, proses film output, dan prinsip teknik produksi sablon. Merancang desain T-shirt untuk produksi sablon perlu mengetahui bentuk dasar format desain yang dibuat yaitu vector atau bitmap agar tidak salah dalam memilih atau menggunakan aplikasi (software) desainnya.  Desainer harus memahami pendekatan dalam proses film output agar desain yang dibuat dapat diproduksi dengan tekhnik cetak sablon dan dapat menyesuaikan dengan kualitas karakter visual hasil cetakan yang dinginkan. Desainer grafis T-shirt perlu memahami prinsip teknik produksi sablon agar dalam merancang desain dapat menyesuaikan dengan pendekatan pada proses film output yang dilakukan.
MOTIF RAGAM HIAS SAO RAJA LA PAWAWOI KARAENG SIGERI Muqadas, Andi Baetal
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21513

Abstract

Salah satu bentuk arsitektur yang memiliki ciri tersendiri adalah bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, dengan tiga permasalahan pokok yaitu: (1) Bagaimana bentuk motif ragam hias, (2) Apakah fungsi dan makna yang terkandung dalam motif ragam hias dan (3) Bagaimana ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk memperoleh data yang akurat, tentang bentuk ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, (2) Untuk memperoleh data yang akurat tentang fungsi dan makna yang terkandung dalam motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, (3) Untuk memperoleh data yang akurat mengenai ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan tiga metode yaitu teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Manfaat hasil penelitian ini diharapkan (1) Menjadi referensi bagi peneliti-peneliti pemula yang mengkaji dari permasalahan yang berkaitan dengan motif ragam hias, (2) Agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat tentang motif ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri yang ada di Watampone, (3) Dapat menambah wawasan seni bagi masyarakat, khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan. Dari hasil penelitian ini penulis dapat menarik kesimpulan (1) Bentuk motif ragam hias yang ada pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone antara lain bentuk tumbuh-tumbuhan yang terdiri atas jenis “bunga parenreng” (bunga matahari), “colli paku” (tumbuhan paku), “bunga tunggal”, motif nangka serta gubahan daun. Bentuk geometris yang terdiri atas jenis swastika, dan jenis tumpal. Bentuk Lawa Suji, bentuk Kaligrafi. Fungsi ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone yaitu: (1) Berfungsi sebagai ragam hias murni yang hanya sebagai hiasan semata, dan (2) Berfungsi sebagai ragam hias simbolis yang memiliki beberapa makna. Ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone adalah pada ragam hias jenis “colli paku” (tumbuhan paku), lawasuji, “bunga parenreng” (bunga matahari), bunga tunggal, buah nangka serta ragam hias kaligrafi.
PEMANFAATAN KULIT BATANG PISANG SEBAGAI KARYA KERAJINAN PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DESA KALIANG KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Aziz, Baso Indra Wijaya; Rasyid, Rusman; Gawarti, Gawarti
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21563

Abstract

Dari hasil survei yang telah dilakukan pada kelompok mitra sasaran, khususnya di diperoleh informasi bahwa ibu ibu rumah tangga di Desa Kaliang Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang usaha kerajinan batang kulit pisang perajin mitra tersebut sebenarnya sudah pernah mendapatkan pelatihan, namun mereka masih terus memerlukan pembinaan untuk lebih mengembangkan usaha mereka. Secara rinci permasalahan utama yang dialami oleh kelompok industri kecil mitra selama ini antara lain: Para ibu ibu rumah tangga tidak memiliki wawasan pengetahuan tentang pentingnya pengembangan desain kerajinan dan peningkatan kualitas produk. Pengabdian ini bertujuan meningkatan keterampilan ibu ibu rumah tangga dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan potensi SDA yang tersedia secara optimal, tidak tertutup kemungkinan ekonomi perajin dapat ditingkatkan.Pemberdayaan ibu ibu rumah tangga  merupakan salah satu hal penting yang patut mendapat perhatian dalam rangka membangun perekonomian nasional yang adil dan merata, termasuk di Desa Kaliang dengan pertimbangan bahwa usaha kerajinan batang pisang tersebut suatu saat merupakan salah satu andalan daerah setempat yang diharapkan mampu terus menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasii dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari pengabdian iini adalah ibu ibu Desa Kaliang dapat meningkatkan keterampilan serta pengetahuan utamanya pemanfaatan kulit batang pisang dengan membuat tempat tissue dan erang erang. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM ini, maka dapat dirumuskan kesimpulan bahwa pelaksanaan pelatihan pemanfaatn kult batang pisang di Desa Kaliang Kabupaten Pinrang ini dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam membuat Tempat tissue dan tempat erang erang sebagai suatu kerajinan yang dapat memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga di Desa Kaliang yang dibuktikan dengan dihasilkannya produk berupa tempat tissue dengan aneka bentuk dasar, komposisi, estetika, dan warna.
PRINSIP MONTESSORI PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA BAGI PESERTA DIDIK KATEGORI INKLUSIF Muhaemin, Muhammad
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21676

Abstract

Tujuan pendidikan Indonesia menekankan kualitas iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengalaman belajar dalam pendidikan seni rupa memberikan kesempatan kepada siapapun yang menempuh jalur pendidikan mendapatkan esensi dalam pendidikan kesenirupaan yang disebut pengalaman estetis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prinsip Montessori pada pembelajaran seni rupa dengan peserta didik kategori inklusi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan penelusuran dokumen terkait pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman estetis dalam pendidikan seni rupa dengan prinsip Montessori memberikan kesempatan kepada peserta didik kategori inklusif untuk memiliki gaya belajar yang santai namun memiliki tujuan sesuai kurikulum yang ada.Tujuan pendidikan Indonesia menekankan kualitas iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga  negara  yang  demokratis  serta  bertanggung  jawab.  Pengalaman  belajar  dalam pendidikan seni rupa  memberikan kesempatan kepada siapapun  yang menempuh  jalur pendidikan  mendapatkan  esensi  dalam  pendidikan  kesenirupaan  yang  disebut pengalaman  estetis.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  prinsip  Montessori  padapembelajaran seni rupa dengan peserta didik kategori inklusi.  Metode yang digunakan adalah  studi  pustaka  dengan  penelusuran  dokumen  terkait  pendidikan  inklusif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman estetis  dalam  pendidikan  seni rupa  dengan prinsip Montessori memberikan kesempatan kepada peserta didik kategori inklusif untuk memiliki gaya belajar yang santai namun memiliki tujuan sesuai kurikulum yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 7