cover
Contact Name
Putu Ayu Onik Pratidina
Contact Email
onikpratidina@undiknas.ac.id
Phone
+6281803742035
Journal Mail Official
psyecho@undiknas.ac.id
Editorial Address
Jl. Bedugul No.39, Sidakarya, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80224, Indonesia.
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PsyEcho Journal of Psychology
ISSN : -     EISSN : 31103111     DOI : 10.38043
Core Subject : Education,
PsyEcho encompasses a wide range of psychology-related disciplines, including clinical psychology, industrial/organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, and experimental psychology. By promoting the exchange of innovative ideas and empirical research, PsyEcho strives to make a meaningful contribution to the advancement and understanding of psychological science. Through its efforts, PsyEcho aims to foster collaboration, inspire new insights, and support the continuous evolution of the field.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
Psikologi Humanistik Dan Optimalisasi Potensi Diri Di Era Modern Ni Nyoman Diah Adnyani Dewi; Anak Agung Sagung Weni Kumala Ratih2
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/psyecho.v2i2.7545

Abstract

Aliran psikologi humanistik berkembang pada abad ke-20 yang menekankan pada pemahaman manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk berkembang secara maksimal. Kajian ini menganalisis relevansi psikologi humanistik dalam mengoptimalkan potensi diri individu di tengah dinamika kehidupan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap teori-teori tokoh humanistik, khususnya Abraham Maslow dan Carl Rogers, serta analisis penerapannya dalam konteks kehidupan kontemporer. Aliran psikologi humanistik memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu kontribusinya pada bidang psikoterapi melalui pendekatan terapi berpusat pada klien yang dikembangkan oleh Carl Rogers. Selain itu, konsep self-actualization yang dipopulerkan oleh Abraham Maslow turut menekankan pentingnya pencapaian potensi diri secara optimal. Gagasan-gagasan dalam psikologi humanistik juga menginspirasi lahirnya gerakan psikologi positif yang dipelopori oleh Martin Seligman, yang berfokus pada kesejahteraan, kebahagiaan, serta pencapaian hidup yang bermakna. Dengan demikian, psikologi humanistik memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami perkembangan manusia, serta tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penekanan pada penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Fondasi Pemahaman Persepsi Teori Gestalt Dalam Persepsi Ilmu Psikologi Anak Agung Ngurah Balawan Mahotama Prameswara; Adinda Nasha Ayu Febrianthi
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestalt theory, developed by Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, and Kurt Koffka in the early 20th century, emerged as a response to reductionist approaches such as behaviorism and structuralism. This theory emphasizes that the whole is more than the sum of its parts, and that human experience must be understood holistically. Wertheimer observed the phi phenomenon—an illusion of movement from a sequence of static images—to demonstrate that the brain naturally organizes visual information. Köhler, through studies on chimpanzees, asserted that problem-solving involves holistic insight. Koffka expanded the theory by introducing principles such as proximity, similarity, continuity, and closure. Gestalt theory highlights that the human brain actively seeks order amid complexity. Its contributions extend to perception, learning, memory, art, design, and daily interactions, offering an approach that underscores intuition and structure in understanding the surrounding environment.
Kontribusi Psikologi Humanistik terhadap Kesejahteraan dan Pendidikan Kadek Dwi Fortuna Arya Putri; Komang Try Damayanthi
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi Humanistik muncul pada tahun 1950-an sebagai tanggapan terhadap keterbatasan aliran psikoanalisis dan behaviorisme yang dianggap terlalu deterministik dan kurang menyoroti potensi positif manusia. Pendekatan ini menekankan pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab, dan pencapaian aktualisasi diri (self-actualization) melalui pertumbuhan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip dasar, sejarah, serta kontribusi psikologi humanistik dalam konteks psikologi modern dan kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Abraham Maslow, melalui teori hierarki kebutuhan (hierarchy of needs), dan Carl Rogers, dengan terapi berpusat pada klien (client-centered therapy), menjadi tokoh sentral dalam pengembangan psikologi humanistik. Keduanya menekankan pentingnya empati, penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard), dan keaslian dalam membantu individu mencapai potensi maksimal. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa psikologi humanistik memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan, psikoterapi, organisasi, serta pengembangan diri dan hubungan interpersonal. Implikasi dari pendekatan ini menuntut lingkungan yang suportif dan inklusif agar individu dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, disarankan agar prinsip-prinsip psikologi humanistik diterapkan secara luas dalam praktik pendidikan, konseling, serta kehidupan sosial untuk mendorong kesejahteraan psikologis yang berkelanjutan.
Analisis Aliran Humanistik Dalam Perkembangan Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Okin Pradnyantari; Fiqih Amalia
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/psyecho.v2i2.7574

Abstract

Aliran humanistik dalam psikologi muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai respons terhadap keterbatasan pendekatan psikoanalisis dan behavioristik yang dinilai terlalu deterministik dan kurang memperhatikan aspek subjektif manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas secara kritis kontribusi aliran humanistik dalam perkembangan psikologi sebagai ilmu pengetahuan, dengan menyoroti pemikiran dua tokoh utama: Carl Rogers dan Abraham Maslow. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang membahas konsep, teori, dan aplikasi psikologi humanistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran ini menekankan pentingnya kesadaran diri, kehendak bebas, dan aktualisasi diri sebagai inti dari perkembangan psikologis yang sehat. Konsep-konsep seperti self-actualization (aktualisasi diri), unconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat), serta hierarki kebutuhan menjadi landasan teoritis yang kuat dalam terapi, pendidikan, dan pengembangan individu. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan humanistik memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman psikologi ke arah yang lebih humanis dan holistik. Implikasinya, pendekatan ini relevan untuk diterapkan dalam berbagai bidang praktik psikologi, termasuk pendidikan, konseling, dan pengembangan sumber daya manusia, dengan mengedepankan potensi positif dan pengalaman subjektif individu.
Behaviorisme dalam Pembelajaran: Teori, Tokoh dan Aplikasinya Kadek Marcha Kenargi; Anak Agung Sri Sanjiwani
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/psyecho.v2i2.7576

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding behaviorism (perilaku) as one of the main schools in psychology that emphasizes observable and measurable behavior. The purpose of this study is to examine the history, basic principles, key figures, as well as the contributions and applications of behaviorism theory in the fields of education and psychology. The method used in this research is literature review (tinjauan pustaka), conducted systematically by identifying and evaluating various sources of scientific journals. The results show that the behaviorism theory emphasizes the relationship between stimulus (rangsangan) and response (tanggapan), as well as the importance of reinforcement (penguatan) in shaping behavior. This theory developed through the thoughts of figures such as Ivan Pavlov, B.F. Skinner, and Albert Bandura, and has greatly contributed to the development of learning strategies and behavioral therapy. The conclusion of this study affirms that behaviorism theory plays an important role in education, especially in designing structured learning processes oriented toward behavioral change. The implication of this study shows that behaviorism theory can be effectively applied in learning processes by paying attention to environmental factors and the stimuli provided.

Page 1 of 1 | Total Record : 5