cover
Contact Name
Maria Yohanista
Contact Email
mariayohanista120118@gmail.com
Phone
+6281238723153
Journal Mail Official
mariayohanista120118@gmail.com
Editorial Address
Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3, Maumere , Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : -     EISSN : 31090494     DOI : -
FARM, Jurnal Ilmu Peternakan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pengembangan Peternakan, Program Studi Peternakan, Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu Peternakan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan nutrisi dan makan ternak, produksi ternak, reproduksi ternak, sosial ekonomi peternakan dan teknologi hasil peternakan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada tampilan jurnal. Temuan-temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan praktik peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 18 Documents
Evaluasi Nilai Kecernaan Dan Energi Metabolis Ayam Pedaging Pada Pemberian Pakan Terfermentasi Sebagai Pakan Pengganti Tepung Jagung Maria Yohanista
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 1 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i1.36

Abstract

Pakan yang baik dan berkualitas harus memenuhi persyaratan mutu yang mencakup kualitas nutrisi, kualitas teknis, keamanan pakan dan nilai bioekonomis penggunaan pakan. Evaluasi nilai kecernaan pakan ayam pedaging adalah pengukuran jumlah zat yang dapat diserap oleh saluran pencernaan ayam. Evaluasi ini dilakukan dengan mengukur jumlah pakan yang dikonsumsi dan jumlah pakan yang dikeluarkan melalui ekskreta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kecernaan protein, serat kasar, nilai retensi nitrogen dan energi metabolis ayam pedaging yangdiberi pakan onggok dan ampas tahu terfermentasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Metode eksperimental atau percobaan Laboratorium langsung pada ternak Ayam pedaging berumur 3 minggu, dari tanggal 20 Juni 2024 sampai 30 Juni 2024 di Kandang Lapang Program Studi Peternakan, Universitas Nusa Nipa, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecernaan protein yang baik yaitu masing — masing 61,02 %; 62,03 %; 57,92 % dan 60,17 % dengan kecernaan protein pakan kontrol yaitu 60,55 % dengan nilai Kecernaan serat kasar tertinggi pada perlakuan 10 % Onggok Ampas tahu Fermentasi. Nilai retensi nitrogen pakan perlakuan relatif sama yaitu sekitar 94,09 g/ekor/hari - 96,29 gekor/hari. Nilai AME pakan perlakuan relatif sama dengan pakan kotrol, dimana tingkat energi metabolis berhubungan erat dengan kecernaan penyerapan nutrisi pakan.
Performa Babi Lokal Lepas Sapih Yang Dipelihara Dengan Alas Kandang Sekam, Panggung dan Beton Pada Kelompok Ternak Babi Berani Sikka Paulus Oktavianus Pyo
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 1 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i1.37

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model lantai kandang terhadap penampilan produksi anak babi lepas sapih Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan model rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan tiga perlakuan dan tiga ulangan dengan menggunakan materi babi lokal dengan berat antara 10-11 kg. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Sidik Ragam Satu Arah/One Way Anova untuk mengetahui pengaruh perlakuan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara lantai kandang terhadap semua variabel produksi anak babi lepas sapih (P>0,05). Penampilan produksi anak babi lepas sapih yang dipelihara pada model lantai panggung (Ls) didapatkan nilai yang paling baik, seperti berat badan setelah 30 hari penyapihan didapatkan rata-rata 8,79 kg (Ls) dan 8,74 kg (Lb) lebih tinggi jika dibandingkan dengan berat badan anak babi pada model lantai Panggung (Lp) 8,49 kg. Pemeliharaan anak babi lepas sapih pada model lantai sekam dan lantai panggung diperoleh penampilan produksi yang hampir sama, dan nyata lebih baik jika dibandingkan dengan penampilan produksi anak babi lepas sapih yang dipelihara pada model lantai beton.
Analisis Kelayakan Usaha Ternak Babi Berdasar Jenis Usaha Di Kabupaten Flores Timur Arkadius Suban Keray; Paulus Oktavianus Pyo; Petrus Purin Hajon
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha dari indentifikasi total pendapatan dan biaya yang dikeluarkan di Kabupaten Flores Timur berdasarkan jenis usaha. Metode pengambilan contoh dilakukan melalui tiga tahap. Pada tahap pertama dilakukan pada tingkat kecamatan secara purposive diperoleh 2 Kecamatan Contoh. Penentuan Desa Contoh dilakukan secara purposive (sengaja) diperoleh 6 Desa Contoh. Penentuan responden dilakukan secara acak proposional, sehingga diperoleh 120 responden. Data analisis menggunakan analisis pendapatan, dan analisis finansial dengan menggunakan criteria NPV (Net Present Value), Net B/C (Benefit Cost Ratio), R/C Ratio (Revenue Cost Ratio), PayBack Period (PBP), dan BEP (Break Even Point). Analisis finansial menunjukkan nilai NPV pembibitan Rp.37.540.945, penggemukan Rp.42.103.349, dan kombinasi Rp48.508.895 pada discount factor sebesar 6%, nilai Net R/C ratio pembibitan 1,95, penggemukan 1,79, dan kombinasi 2,12, nilai B/C ratio pembibitan 0,95, penggemukan0,79, dan kombinasi 1,12, BEP harga pembibitan Rp907.483, penggemukan Rp4.041.602, dan kombinasi Rp4.256.890, BEP produksi pembibitan13 ekor, penggemukan 4 ekor, dan kombinasi 3 ekor, dan PBP pembibitan 0,41 Tahun, penggemukan 0,37, dan kombinasi 0,32 Tahun. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa usaha ternak babi di Kabupaten Flores Timur dari ketiga jenis usaha sudah menguntungkan dan layak secara finansial. Oleh karena itu usaha ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan.
Centrosema pubescens: Leguminosa Tropis Multifungsi untuk Pakan Ternak Berkelanjutan Rezki Amalyadi
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.686

Abstract

Permintaan global terhadap produk hewani terus meningkat, mendorong perlunya sistem pakan ternak yang berkelanjutan, terutama di wilayah tropis yang menghadapi tantangan lingkungan dan keterbatasan sumber daya. Centrosema pubescens, leguminosa tropis merambat dari famili Fabaceae, menunjukkan potensi tinggi sebagai hijauan pakan alternatif. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi karakteristik botani, nilai nutrisi, potensi budidaya, serta kontribusinya terhadap produktivitas ternak dan konservasi lingkungan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa C. pubescens memiliki kandungan protein kasar yang tinggi, toleransi terhadap kekeringan dan tanah asam, serta kemampuan fiksasi nitrogen yang mendukung kesuburan tanah. Integrasinya ke dalam sistem peternakan mampu meningkatkan kinerja ternak, efisiensi konversi pakan, dan ketahanan produksi terhadap perubahan iklim. Meskipun demikian, adopsi luas masih menghadapi hambatan seperti ketersediaan benih dan kurangnya pengetahuan petani. Oleh karena itu, dukungan riset, penyuluhan, dan kebijakan sangat diperlukan untuk mendorong pemanfaatan optimal C. pubescens dalam pembangunan peternakan tropis yang berkelanjutan.
Daun Mimba sebagai Solusi Alami untuk Mengatasi Anti-Nutritional Factors (ANFs) dalam Pakan Ternak Rezki Amalyadi
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.687

Abstract

Produksi ternak menghadapi berbagai tantangan nutrisi dan lingkungan, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah (LMIC), di mana akses terhadap pakan berkualitas sering terbatas. Salah satu hambatan utama dalam efisiensi pakan adalah keberadaan faktor anti-nutrisi (anti-nutritional factors/ANFs) seperti tanin, saponin, fitat, dan oksalat, yang dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi, serta menurunkan performa ternak. Daun mimba (Azadirachta indica) merupakan sumber fitokimia alami yang memiliki potensi sebagai aditif pakan karena kandungan senyawa bioaktifnya, seperti azadirachtin, nimbin, dan flavonoid, yang memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi. Artikel tinjauan ini mengeksplorasi manfaat dan tantangan penggunaan daun mimba dalam pakan ruminansia dan non-ruminansia, termasuk mekanisme mitigasi ANFs, dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas hewan, serta pengaruh lingkungan seperti pengurangan emisi metana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan daun mimba yang tepat dapat menurunkan kandungan ANF secara signifikan, meningkatkan kecernaan, efisiensi pakan, dan kesehatan usus. Dengan pendekatan formulasi yang aman dan dosis yang sesuai, daun mimba berpotensi besar dalam mendukung sistem peternakan yang efisien, sehat, dan berkelanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Desa Waiara Dalam Meningkatkan Lingkungan Melalui Pengelolaan Limbah Peternakan Sebagai Kompos Regina Nona Relly; Anjelina Lodan Nedan; Thresia K.G Doren; Frid Rianus Baju; Fransiskus Alfridus; Lukas Xaverio Hezron Lodan
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.688

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk membantu masyarakat tani ternak di Desa Waiara dalam meningkatkan efisiensi usaha tani melalui pemanfaatan limbah ternak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah atau penyuluhan dan diskusi partisipatif, yang dilakukan secara tatap muka di kantor desa pada tanggal 25 Juni 2025. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang peternak aktif yang dipilih melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Materi yang diberikan mencakup pengertian limbah ternak, dampaknya terhadap lingkungan, manfaat kompos dan cara pengolahan limpah menjadi kompos sederhana. Permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya pengetahuan teknis peternak cara pembuatan kompos, keterbatasan pengetahuan. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan lanjutan dan kegiatan dari pemerintah serta dinas peternakan agar pengelolaan dan pemanfaatan limbah ternak dapat ditingkatkan dimasyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendorong peningkatan kesadaran Masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah ternak dan kesejahteraan peternak di wilayah pedesaan.
Sosialisasi Peningkatan Produktivitas Ternak Melalui Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Bagi Peternak Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur Thresa Triasih; Lusia Losario Muda; Theresiana P. L. Kwuta; Herman Nggeu; Fridrianus Baju; Krisantus Ratu Hewen; Marselinus Aprili Wata
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.689

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak di Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, mengenai penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) sebagai upaya meningkatkan produktivitas ternak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah atau penyuluhan dan diskusi partisipatif, yang dilakukan secara tatap muka di kantor desa pada tanggal 25 Juni 2025. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang peternak aktif yang dipilih melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat.Materi yang diberikan mencakup pengertian IB, manfaat teknologi ini bagi peningkatan mutu genetik ternak, prosedur pelaksanaan, serta kendala dan peluang penerapannya di tingkat peternak desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta baru pertama kali mendapatkan informasi tentang IB, namun mereka menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi untuk mengetahui lebih lanjut dan mencoba menerapkannya, terutama pada ternak sapi dan kambing.Permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya pengetahuan teknis peternak, keterbatasan tenaga inseminator, dan kuatnya budaya beternak secara tradisional. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan lanjutan dan dukungan dari pemerintah serta dinas peternakan agar teknologi IB dapat diadopsi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak di wilayah pedesaan.
PEMBERDAYAAN PETERNAK DESA WAIARA TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3LH SERTA PENINGKATAN HIGIENITAS PERSONAL. Maria Katarina Bale; Christian Casanno Keytimu; Charles Didi Plue; Petrus Ariyanto Koi Hewen; Auŕelius Stephano Marselino Sai Mema; Petrus Purin Hajon; Theresia Bejo Watu; Maria Yohanista
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan masyarakat Desa Waiara dalam meningkatkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan higienitas personal pada usaha peternakan. Aktivitas beternak di Desa Waiara yang meliputi pemeliharaan sapi, babi, dan ayam masih menghadapi berbagai tantangan terkait penerapan standar K3LH, seperti rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD), sanitasi lingkungan kandang yang belum optimal, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan personal. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, masyarakat peternak diberikan pemahaman mengenai pentingnya K3LH, potensi risiko kerja di peternakan, cara penggunaan APD yang tepat, serta praktik higienitas personal dan sanitasi lingkungan kandang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta antusiasme peternak dalam menerapkan prinsip K3LH dan menjaga kebersihan diri saat bekerja. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk budaya kerja yang lebih aman, sehat, dan berwawasan lingkungan di Desa Waiara.

Page 2 of 2 | Total Record : 18