cover
Contact Name
Maria Yohanista
Contact Email
mariayohanista120118@gmail.com
Phone
+6281238723153
Journal Mail Official
mariayohanista120118@gmail.com
Editorial Address
Universitas Nusa Nipa Jl. Kesehatan No. 3, Maumere , Kab. Sikka, Nusa Tenggara Timur 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : -     EISSN : 31090494     DOI : -
FARM, Jurnal Ilmu Peternakan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pengembangan Peternakan, Program Studi Peternakan, Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu Peternakan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan nutrisi dan makan ternak, produksi ternak, reproduksi ternak, sosial ekonomi peternakan dan teknologi hasil peternakan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada tampilan jurnal. Temuan-temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan praktik peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 7 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA AMPELGADING KELURAHAN SELOREJO KABUPATEN BLITAR: PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA AMPELGADING KELURAHAN SELOREJO KABUPATEN BLITAR indah, lilik
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine public perceptions of the existence of laying hen farms in Ampelgading Village, Selorejo District, Blitar Regency. Laying hen farms contribute to the economy through the provision of eggs, employment, and manure, but also cause negative impacts such as odor, soil pollution, and an increase in fly populations. This study used a quantitative descriptive method with a survey technique of 34 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and literature studies, and analyzed using a Likert scale. The results showed that positive public perceptions included the benefits of the availability of eggs (94 points), manure (68 points), and job opportunities (62 points), with a total score of 75 (category quite beneficial), while negative public perceptions were indicated by disturbances caused by flies (89 points), odor (80 points), and soil pollution (80 points), with a total score of 83 (category very disturbing). Despite providing economic benefits, laying hen farms also cause public unrest regarding environmental impacts, so better waste management is needed to maintain community comfort and the sustainability of livestock businesses.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN USAHA SAPI POTONG (Studi Kasus Masyarakat di Area Peternakan Bapak Mutarom Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar): PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN USAHA SAPI POTONG (Studi Kasus Masyarakat di Area Peternakan Bapak Mutarom Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar) putra, satria putra
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines public perception of a beef cattle farm owned by Mr. Mutarom in Dusun Gendong, Blitar, focusing on its social, economic, and environmental impacts. Using a descriptive quantitative method, data were collected from 45 residents living within 200 meters of the farm through observation and Likert-scale questionnaires. The study explored both positive perceptions (employment, manure, meat supply, compensation) and negative ones (odor, pollution, flies). Results show generally favorable community views. While few felt directly helped through jobs, 15.55% benefited from manure, 35.55% from affordable meat, and 20% from compensation. Meanwhile, 93.33% reported no odor disturbance, 100% no water contamination, and 88.88% no fly issues. These findings suggest minimal environmental disruption. The farm is seen as well-managed, with proper sanitation and waste handling. Although economic benefits are limited, community attitudes are largely neutral to positive. The study concludes that the farm can be a model for sustainable livestock practices if it enhances local engagement and maintains environmental standards. This research provides valuable insights for farm owners and policymakers to improve the social acceptance and sustainability of livestock development. Keywords: Public perception, beef cattle farming, environmental impact, organic fertilizer, Dusun Gendong, Sanankulon, Blitar.
PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT DAN TEPUNG DAUN JAGUNG DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM BROILER Fikdar; Srisukmawati Zainudin; Sri Suryaningsih Djunu; Suparmin Fathan
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan yang mengandung tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) dan tepung daun jagung terhadap kualitas fisik daging ayam broiler yang dipelihara pada kandang litter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Ayam broiler yang digunakan sebanyak 96 ekor unsex. Variabel yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), daya ikat air (DIA), susut masak dan warna (L= kecerahan, a= kemerahan, b= kekuningan) daging ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan yang mengandung tepung rumput laut dan tepung daun jagung berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, Daya ikat air menunjukkan kecenderungan meningkat meskipun tidak berbeda nyata (P>0,05), Perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) atau memberikan pengaruh yang sama terhadap susut masak daging broiler dan warna daging (nilai L= kecerahan dan a= kemerahan,) namun berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap nilai b = kekuningan. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung rumput laut dan tepung daun jagung dalam pakan dapat memberikan pengaruh terhadap nilai pH daging broiler dan tidak berpengaruh terhadap daya ikat air, susut masak dan warna daging broiler
Analisis Protein dan Lemak Daging Ayam Broiler Yang Diberi Tepung Ikan Red Devil dan Ikan Rucah Dengan Level Yang Berbeda Mahajani, Yeyen; Syahruddin, Syahruddin; Djunu, Sri Suryaningsih
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan tepung ikan red devil dan ikan rucah pada ransum ayam broiler terhadap kadar protein dan lemak dagingnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (P0: tanpa tepung ikan; P1: 5% tepung ikan red devil; P2: 10% tepung ikan red devil; P3: 5% tepung ikan rucah; P4: 10% tepung ikan rucah) dan empat ulangan. Parameter yang diamati kandungan protein dan lemak daging ayam Broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 dan P4 sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kandungan protein kasar daging ayam broiler dibandingkan dengan P0, perlakuan P1 dan P2 (23,84% dan 27,39 % vs 22,28%, 20,38%,17,83%). Perlakuan P4 juga sangat nyata (P<0,05) meningkatkan kandungan lemak kasar daging ayam broiler dibandingkan dengan P0 dan perlakuan P1, P2, P3 (4,27% vs 3,80%, 3,67%, 3,35%, 3,01%). Dapat disimpulkan bahwa pemberian 10% tepung ikan rucah dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan lemak kasar daging ayam broiler umur 35 hari. Tepung ikan rucah dapat dijadikan pakan sumber protein hewani dalam ransum ayam broiler
Peran Penyuluh sebagai Fasilitator Dalam Adopsi Teknologi Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo Muhamad Fakhri Aritma Diko; Alim S. Niode; Sri Yenny Pateda
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh sebagai fasilitator dan tingkat adopsi peternak terhadap teknologi inseminasi buatan (IB) pada peternak sapi potong di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan data primer dan data sekunder, penentuan sampling secara purposive sampling jumlah responden sebanyak 71 orang yang ditentukan dengan rumus slovin. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan skala Likert dan analisis regresi linear sederhana. Hasil peneltian menunjukkan peran penyuluh sebagai fasilitator dalam menyediakan sapronak memiliki skor 172 (kategori baik) dan akses tekhnologi skor 169 (kategori baik) dengan interval skor 165,3- 213. Potensi informasi pasar dan menjalin kerja sama dengan skor 140 tergolong kategori cukup baik dengan interval 118,3-165,3. Peran penyuluh sebagai fasilitator memiliki skor rata-rata 155, tergolong cukup baik. Tahap adopsi peternak terhadap IB meliputi mengetahui skor 200, minat 162, evaluasi 158, mencoba 183, dan menerima teknologi IB skor 167. Tingkat adopsi teknologi IB memiliki rata-rata skor 174 tergolong kategori baik dengan interval 165,3-213. Peran penyuluh memberikan kontribusi terhadap efektivitas penerapan teknologi IB sebesar 28,5 %.
Prevalensi Nematodiasis Saluran Pencernaan Pada Sapi Di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Sasmita Laudengi; Tri Ananda Erwin Nugroho; Fahria Datau
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kejadian Nematodiasis pada sapi di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Sampel yang digunakan adalah feses sapi. Sampel diambil secara acak proporsional dengan pola isidental sebanyak 73 sampel di setiap Desa di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Pengambilan sampel feses dilakukan dengan cara palpasi rektal dan atau mengambil feses yang baru keluar sesaat setealah sapi defekasi. Pemeriksaan sampel feses menggunakan metode natif, metode sedimentasi dan metode pengapungan. Hasil pemeriksaan diamati menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran objektif 10x dan 40x. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 17 sampel feses sapi ditemukan adanya telur cacing Nematoda, dengan demikian prevalensi Nematodiasis pada sapi di Kecamatan Suwawa sebesar 23%. Dari 17 sampel feses sapi yang ditemukan telur cacing Nematoda, telur cacing tersebut ditemukan dengan metode natif sebanyak 7 sampel (0,2%), dengan metode pengendapan sebanyak 7 sampel (0,2%) dan dengan metode pengapungan sebanyak 3 sampel (0,1%).
Persentase Non Karkas Ayam Kampung Super Yang Diberi L-arginine Dalam Ransum Dengan Level Berbeda Sri Wahyuningsih Utina; Suparmn Fathan; Syahruddin, Syahruddin
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan L-Arginine dalam ransum dengan level berbeda terhadap persentase non-karkas ayam kampung super umur 8 minggu. Penelitian ini Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sebagai ulangan. setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 = Ransum dasar tanpa L-Arginine, P1 = Ransum dasar mengandung 0,5% L-Arginine, P2 = Ransum dasar mengandung 0,75% L-Arginine, P3 = Ransum dasar mengandung 1% L-Arginine, dan P4 = Ransum dasar mengandung 1,25% L-Arginine. Jumlah Ayam Kampung Super yang digunakan dalam Penelitian ini sebanyak 100 ekor. Variabel yang diamati meliputi persentase kepala, kaki, bulu, dan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan L-Arginine hingga level 1,25% tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh komponen Persentase non-karkas yang diamati. Disimpulkan bahwa suplementasi L-Arginine dalam ransum belum mampu meningkatkan persentase non-karkas ayam kampung super pada umur delapan minggu

Page 1 of 1 | Total Record : 7