cover
Contact Name
Abrista Devi
Contact Email
abristasmart@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abristasmart@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20872178     EISSN : 25796453     DOI : https://doi.org/10.32832/alinfaq
Core Subject : Economy, Education,
Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam published twice a year since 2010 (June and December), is a multilingual (Bahasa and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic Economic. This journal is published by the Islamic Economic Department, Faculty of Islamic Studies, and Doctoral Program of Islamic Economic, Graduate School, Ibn Khaldun University of Bogor, in partnership with Ibn Khaldun University of Bogor, Indonesia, in partnership with Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Bogor. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Islamic Economic around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2013)" : 5 Documents clear
ANALISIS PELAKSANAAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PADA BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU NUSANTARA DEPOK Hosen, Muhamad Nadratuzzaman
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang umum terjadi pada Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah yaitu terbatasnya modal untuk mengembangkan usahanya. UMKM pun sulit untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dana dari perbankan karena tidak mampunya UMKM untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibebankan oleh perbankan. Salah satu usaha pemerintah dalam hal tersebut yaitu dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam penelitian ini akan dibahas pelaksanaan KUR pada Bank Syariah Mandiri KCP Nusantara Depok. Hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik penerima KUR BSM Depok yaitu 57, 5% laki-laki, 77% pedagang, 51% lulusan SLTA, dan 67% berpenghasilan di atas Rp 2 juta per bulan. Selanjutnya diketahui pula faktor-faktor penerimaan masyarakat terhadap KUR Bank Syariah Mandiri yang diasumsikan kedalam lima variabel, yaitu informasi prosedur KUR, persepsi masyarakat terhadap KUR, biaya transaksi, pemahaman nilai KUR dan pemahaman nilai Syariah.
PEREKONOMIAN INDONESIA: PERAN HUKUM DALAM MENINGKATKAN STABILITAS PERTUMBUHAN EKONOMI Sukarno, Fahrudin
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan permasalahan penting di banyak negara. Ketidakharmonisan antara sektor makroekonomi dan mikroekonomi menghasilkan efek simultan terhadap GDP serta menciptakan pengangguran dan kemiskinan. Berdasarkan hal tersebut, dalam makalah ini diulas sejauhmana payung hukum mampu memberikan koridor positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Negara berfungsi untuk mengharmoniskan aturan hukum pasar dan aturan hukum khusus (regulasi pemerintah). Dan negara harus mampu meramu dan menciptakan kegiatan ekonomi dan kebijakan-kebijakan yang mendukung dalam upaya membangun fundamen ideal pertumbuhan ekonomi.
MERUMUSKAN ALOKASI SUMBERDAYA KEUANGAN SEBAGAI BAHAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH Arsyianti, Laily Dwi
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang dituntut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk pengambilan keputusannya dalam keuangan. Dengan demikian, implikasinya adalah seseorang dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai keuangan, atau disebut dengan literasi keuangan. Karya tulis ini mencoba merumuskan peta alokasi sumberdaya keuangan yang sesuai dengan syariah untuk membantu para pembuat keputusan dalam mengambil berbagai tindakan keuangan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Peta alokasi yang dirumuskan dalam karya tulis ini adalah CDIC (Charity, Debt, Investment, Consumption) dengan urutan prioritas sesuai dengan urutan pemetaannya. Peta alokasi ini dianggap mampu menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan seseorang, bahkan mampu mengurangi tingkat kemiskinan.
SIGNIFIKANSI PERAN PERBANKAN SYARIAH TERHADAP SEKTOR RIIL DI INDONESIA Ayuniyyah, Qurroh
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara pengaruh instrumen moneter dan perbankan syariah dengan konvensional terhadap pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Dalam menganalisis data runtut waktu periode Januari 2004 hingga Desember 2009, digunakan metode VAR-VECM serta analisis IRF dan FEVD. Berdasarkan model VECM, variabel nilai nominal pembiayaan syariah dan DPK konvensional memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan sektor riil. Hal ini sejalan dengan hipotesis penelitian dan teori ekonomi. Sedangkan variabel nilai nominal kredit konvensional dan nominal DPK syariah ternyata memiliki memiliki hubungan negatif dengan pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Bagi hasil (rate of return syariah) memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan sektor riil, sedangkan suku bunga memiliki hubungan yang negatif terhadap pertumbuhan sektor riil. Hal ini memang telah sesuai dengan hipotesis dan teori ekonomi yang ada. Berdasarkan analisis IRF, variabel instrumen moneter konvensional memberikan guncangan yang jauh lebih besar terhadap pertumbuhan sektor riil dibandingkan dengan instrumen moneter syariah. Hal ini disebabkan karena proporsi instrumen konvensional yang masih mendominasi sekitar 97 persen dari share perbankan nasional. Hasil analisis FEVD punmenunjukkan adanya dominasi instrumen moneter konvensional terhadap variabilitas pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Selain itu, instrumen moneter syariah memiliki karakteristik yang lebih stabil dibandingkan dengan variabel moneter konvensional.
KEBIJAKAN FISKAL DI MASA PEMERINTAHAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ Musyaddad, Ahmad
Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan khalifah Abu Bakar merupakan qudwah dalam pengelolaan kebijakan fiskal (fiscal policy model). Demikian itu karena Abu Bakar mampu menciptakan keseimbangan antara pendapatan negara dan belanja negara dan terhindar dari budget deficit. Keberkahan yang dicapai oleh Abu Bakar salah satunya disebabkan oleh agregat pendapatan negara bersumber dari harta yang halal. Pendapatan negara saat itu terdiri dari sumber primer seperti zakat, khumus, jizyah dan kharaj. Adapun pendapatan lain, seperti 'usyr, kafarat, nawaib, amwal fadhla, hadiah, tebusan dan lainnya. Secara umum, sumber-sumber ini tidak berbeda dengan sumber pendapatan negara di masa Rasulullah SAW. Dalam mengelola pendapatan negara, Abu Bakar mengoptimalkan peran Baitul Mal, di mana beliau berperan langsung sebagai penanggung jawab Baitul Mal. Dalam masalah pendistribusian harta baitul mal, Abu Bakar menerapkan konsep balance budget, di mana seluruh pendapatan langsung didistribusikan tanpa ada cadangan. Sehingga ketika beliau wafat hanya ada satu dirham yang tersisa dalam perbendaharaan negara.

Page 1 of 1 | Total Record : 5