cover
Contact Name
Mochamad Aviandy
Contact Email
aviandy@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aviandy@office.ui.ac.id
Editorial Address
Alamat Dewan Redaksi: Jalan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, Gedung 8, Lantai 2, Ruang PPKB, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Bhakti
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30900050     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang mempublikasikan berbagai kajian terkait dengan pengabdian masyarakat dari beragam bidang ilmu dengan menggunakan bahasa Indonesia. Ruang lingkup dan fokus dari jurnal Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Masyarakat adalah hal-hal yang lumrah dilakukan oleh kegiatan pengabdian kepada masyarakat namun tidak terbatas pada: Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Pemindahan Ilmu dan Teknologi, Pengembangan Komunitas, Kearifan Lokal, Budaya Lokal, Kehidupan yang Berkelanjutan, Globalisasi dan Dampaknya, Pengembangan Wirausaha, Ekonomi Kerakyatan, Manajemen Konflik, Literasi Digital, Informasi Digital, Rekayasa Sosial, dan bidang pengabdian masyarakat lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 2" : 5 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Bercerita Masyarakat Kepulauan Selayar melalui Storytelling Workshop dengan Tema Kebencanaan Rusdiarti, Suma Riella
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Selayar, yang terletak di Sulawesi Selatan, Indonesia, mengalami gempa bumi besar pada 14 Desember 2021 dengan magnitudo 7,4. Hal tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan pengungsian masyarakat. Faktanya, Kepulauan Selayar merupakan daerah yang berada di atas sesar Kalotoa yang aktif dan menjadikan wilayah di sekitarnya rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Dalam konteks mitigasi bencana, kemampuan bercerita atau storytelling menjadi alat penting untuk menyampaikan informasi dan membangun empati di masyarakat. Melalui kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dan institusi lainnya, peserta diajak untuk menggali dan memanfaatkan cerita rakyat sebagai medium edukatif dalam menghadapi risiko bencana. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyampaian informasi yang menarik sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan emosional masyarakat. Pendekatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial dan memfasilitasi proses penyembuhan dari trauma yang dialami akibat bencana. Selain itu, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pengabdian masyarakat sebelumnya yang menghasilkan prototipe buku pop-up tentang kesiap siagaan gempa. Dengan demikian, storytelling berperan krusial dalam edukasi kebencanaan, khususnya di daerah rawan bencana, seperti Kepulauan Selayar.
Pengembangan Seni Bela Diri Silat Kelabang Liar di Klender dalam Mendukung Pelestarian Kampung Betawi Syahrial, Syahrial
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilihat dari aspek budaya, masyarakat Betawi berada dalam kondisi yang tidak beruntung. Jakarta sebagai lokasi tempat tinggal mereka merupakan ibu kota sekaligus pusat perpolitikan dan perekonomian negara. Kenyataan ini memberikan dampak semakin mengecilnya wilayah-wilayah tempat tinggal orang Betawi sehingga memperkecil pula ekspresi budaya mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, perkampungan orang Betawi dan identitas di dalamnya memerlukan perhatian khusus. Dari sekian banyak yang masih tersisa, terdapat perkampungan Betawi di wilayah Klender, tempat komunitas Betawi hidup secara turun-temurun. Sebagaimana umumnya orang Betawi, kegiatan main pukul atau silat merupakan salah satu aktivitas anak-anak muda di sana. Aliran yang dikembangkan bermacam-macam dan yang masih aktif hingga kini adalah kelabang liar. Seni beladiri tradisional silat kelabang liar memiliki nilai penting, seperti halnya silat beksi atau cingkrik. Seni beladiri yang hidup di Klender itu digolongkan sebagai tradisi yang semakin sedikit pendukungnya dan jarang terpublikasi. Padahal, seni tradisi harus mendapat perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945, termasuk amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mencatat, mendeskripsikan, dan memublikasikan seni bela diri silat di Klender guna mendapat apresiasi masyarakat secara luas. Publikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya menguatkan identitas perkampungan Betawi sekaligus mengembangkan dan memajukan pariwisata di Jakarta.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar mengenai Silat Sabeni sebagai Usaha Pelestarian Budaya Betawi di Tanah Abang Nasution, Isman Pratama
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni pertunjukan silat sabeni Tanah Abang merupakan salah satu warisan budaya takbenda (intangible heritage) yang berada di DKI Jakarta. Sebagai warisan budaya takbenda, seni silat ini diteruskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya serta dapat menjadi salah satu pembentuk identitas budaya masyarakat pemiliknya. Namun, kenyataannya, sering kali seni silat kurang mendapat perhatian dan tempat di lingkungan masyarakatnya sendiri, termasuk di kalangan generasi muda dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan pengetahuan budaya silat, khususnya silat sabeni Tanah Abang kepada generasi muda terutama siswa sekolah dasar melalui suatu program pendampingan dan sosialisasi sebagai upaya pelestarian kampung Betawi di daerah Tanah Abang, Jakarta. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendampingan dan sosialisasi kepada generasi muda siswa sekolah dasar melalui beberapa program. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa memperoleh pengetahuan mengenai silat sabeni.
Masyarakat Cerdas Sadar Arsip: Pemberdayaan Pengelolaan Arsip Keluarga di RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa Rachman, Margareta Aulia
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan arsip keluarga di RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa sangat penting karena arsip keluarga terkait identitas, kepemilikan, dan warisan. Minimnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan arsip keluarga mendorong pelaksanaan program Masyarakat Cerdas Sadar Arsip untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan anak-anak. Metode yang dilakukan dalam program ini adalah pendekatan secara langsung melalui kegiatan workshop, Archivisit, dan Krearsip. Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan dari masyarakat melalui tahap persiapan, perancangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan arsip keluarga dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. Anak-anak juga terlibat aktif dalam kegiatan Krearsip dengan menghasilkan kerajinan dari sampah kertas yang bermanfaat. Sinergi antara stakeholder RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa dengan masyarakat secara mandiri melanjutkan inisiatif ini dengan terus menerapkan edukasi yang telah diberikan untuk melakukan keberlanjutan program ini. Dukungan dari pihak terkait juga diperlukan agar kegiatan ini dapat terus berkembang dan membawa manfaat jangka panjang.
Membacakan Nyaring sebagai Upaya Peningkatan Minat Baca Anak Sejak Dini di Sekolah Bermain Matahari, Pondok Cina, Kota Depok Triwinarti, Wiwin
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membacakan nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibaca dengan pelafalan dan intonasi yang tepat dan menarik agar pendengar dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik berupa pikiran, perasaan, sikap, maupun pengalaman penulis. Membacakan nyaring tidak hanya bertujuan untuk mengajari seseorang membaca, tetapi juga untuk membuat pendengarnya memiliki kegemararan dan kecintaan terhadap buku dan kegiatan membaca, terutama anak usia dini yang belum bisa atau mahir membaca. Kegiatan membacakan nyaring yang dilakukan di Sekolah Bermain Matahari (SBM), Pondok Cina, Kota Depok dilakukan dalam tiga tahapan: 1) persiapan, yaitu dengan mempersiapkan buku yang akan dibacakan dan latihan membaca nyaring oleh fasilitator; 2) pelaksanaan kegiatan di Sekolah Bermain Matahari, Pondok Cina, Kota Depok; dan 3) evaluasi kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa minat membaca buku peserta didik tampak pada saat pelaksanaan dengan terlihatnya ekspresi yang sangat antusias ketika mendengarkan cerita yang dibacakan dari buku dan bahagia ketika berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan fasilitator. Dari kegiatan tersebut, guru dan orang tua atau wali murid peserta didik diharapkan dapat lebih memperhatikan mereka dalam membiasakan diri untuk membaca dan menerapkan cara-cara yang dilakukan fasilitator dalam membacakan nyaring agar tercipta generasi yang berkualitas dan bahagia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5