cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 Apr (2010)" : 9 Documents clear
Distribusi Tegangan Pada Ujung Retak Dengan Metode Elemen Hingga . Mardin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode elemen hingga adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan teknik yang rumit, salah satu permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan metode konvensional adalah tegangan pada ujung retak.      Perhitungan dilakukan dengan cara analitik dan numerik dengan posisi tinjauan sepanjang penampang bidang retak pada q = 0, dan  untuk q =p . Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa tegangan pada ujung retak menunjukkan bahwa semakin dekan dari ujung retak tegangan semakin besar dan akan mengecil pada posisi yang jauh dari ujung retak.  Faktor intensitas tegangan dari spesimen diperoleh dengan cara ekstrapolasi dan menunjukkan hasil antara faktor intensitas tegangan dengan menggunakan simpangan lebih baik dari pada hasil faktor intensitas tegangan dengan menggunakan persamaan tegangan, hal ini disebabkan karena simpangan berubah secara teratur pada setiap titik nodalnya, sedangkan tegangan mempunyai posisi dari bentuk elemen, dimana untuk elemen segitiga berada pada titik 2/3 atau 1/3 dari sisinya, sehingga jarak tegangan dari ujung retak peningkatannya tidak seragam. Kata kunci : Elemen linier, Fortran, Tegangan, Simpangan, Retak, Faktor Intensitas Tegangan
Produktivitas Sistem Produksi Biogas Sebagai Bahan Bakar Kebutuhan Rumah Tangga . Sunardi
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas sistem produksi gasbio sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah rumah tangga dan limbah industri yang dikonversikan menjadi gasbio melalui proses fermentasi anaerobik. Gasbio tersebut kemudian ditampung dalam digester. Perlakuan dalam penelitian ini adalah dengan mengubah jarak elektroda sebesar masing-masing 5 cm, 7,5 cm, 10 cm, dan 12,5 cm. Berat gasbio yang diperoleh yang kemudian dimasukkan kedalam tangki gas dengan tekanan 5,5 bar pada volume 40 liter adalah 0,3 kg atau berat jenisnya 0,0075 kg/liter. Produktivitas gasbio pada kosentrasi gas 5 cm, 7,5 cm, 10 cm, dan 12,5 cm masing-masing 0,189 bar/menit, 0,213 bar/menit, 0,163 bar/menit, dan 0,072 bar/menit. Selain itu kebutuhan energi listrik untuk pengambilan gasbio pada kosentrasi gas yang besar adalah makin kecil Kata kunci : Fermentasi anaerobik, gasbio, bahan bakar
Rancang Bangun Mesin Pengiris Singkong Menggunakan Konsep QFD (Quality Function Development) Muhammad Rais
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Quality Function Deployment (QFD) yang diterapkan dalam perancangan alat pengiris singkong telah berhasil menangkap kebutuhan konsumen akan alat pengiris singkong yang lebih baik dari produk yang telah ada di pasaran dan yang selanjutnya telah diterjemahkan menjadi spesifikasi teknis dari produk yang baru. Peningkatan performa yang tercatat yaitu meningkatnya kualitas pengirisan serta produktivitas pengirisan yang diperoleh dari hasil pengoperasian mesin. Tercatat bahwa kapasitas produksi mesin hasil rancangan jauh besar mencapai 40 kg/jam dibanding alat manual yang ada. Ini disebabkan karena penggunaan jumlah pisau yang satu kali putaran piringan menghasilkan empat buah pengirisan. Selain itu ketajaman pisau mesin pengiris yang terbuat dari bahan stain less stell. Operasional mesin secara otomatis menambah performansi kerja mesin dimana dengan motor 2700 rpm mampu memproduksi sekian ton irisan ubi. Kata kunci : Pengiris Singkong, Quality Function Development
Perancangan Alat Penepat Asah Pahat Baharuddin, Fiskia Rera; Rukma, Ady
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.485 KB)

Abstract

Dalam pembuatan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut, pahat sangat berperan aktif karena pahat merupakan alat yang akan menyayat benda yang akan dibuat nantinya dan juga tingkat kehalusan dari benda yang akan dibuat itu tergantung dari ketajaman pahat dan sudut kemiringan dari pahat tersebut.Hasil pengasahan pahat yang baik sangat berpengaruh terhadap hasil benda kerja terutama kekasaran dan tebal penyayatan. Untuk itu, dengan merancang alat penepat asah pahat diharapkan dapat menjadi solusi dalam proses pengasahan pahat bagi pengguna mesin perkakas sehingga kelemahan-kelemahan dalam proses pengasahan pahat secara manual dapat ditanggulangi sehingga bentuk mata pahat yang diinginkan dapat tercapai. Dari tabel diatas terlihat bahwa pencapaian sudut pahat ideal dengan menggunakan alat penepat pengasah pahat lebih baik dibandingkan dengan pengasahan manual. Maka dapat disimpulkan dengan menggunakan alat penepat asah pahat ini maka ketepatan sudut dari pahat dapat diperoleh sesuai dengan sudut potong yang diinginkan. Dan alat penepat asah pahat dapat mengefisienkan pengasahan pahat baik dari segi waktu maupun material pahat. Kata kunci : Alat penepat, pahat, pengasahan
Pengaruh Kapasitas Udara Untuk Campuran Solar Terhadap Prestasi Mesin Diesel Muhammad Yusuf Baso
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh kapasitas udara dalam ruang pembakaran (silinder ) sebagai  campuran bahan bakar  solar terhadap prestasi mesin Diesel. Untuk mengetahui kapasitas udara yang masuk kedalam ruang pembakaran digunakan alat ukur Orifice berdiameter  7,5 , 10 , 12,5  15 dan 20 mm. pada putaran mesin 3000 rpm konstan Udara luar masuk ruang pembakaran melalui lubang Orifice yang dipasang pada dinding kotak segi empat yang kedap dengan tekanan dan temperatur  udara luar, kemudian  udara ini diteruskan  kedalam ruang bakar melalui katup isap.oleh isapan gerakan piston dengan kecepatan konstan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, effisiensi termal yang optimal diperoleh  pada orifice berdiameter 10 mm dengan  putaran 3000 rpm. Kata kunci: Kapasitas udara, Prestasi mesin
Rancang Bangun Alat Press Kue Putu Kacang Syaharuddin Rasyid
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kapasitas produksi kue putu kacang. Metode pengujian untuk mencapai tujuan adalah merancang, membuat, merakit, dan menguji kualitas dan kuantitas hasil pembuatan kue putu kacang. Berdasarkan hasil rancang bangun alat press putu kacang, maka telah diperoleh alat yang dapat digunakan pada industri pembuatan kue putu kacang . Dengan alat pres kue putu kacang, hasil cetakan mempunyai tekstur yang lebih rapat, relief atau ukirannya lebih nampak sehingga kualitasnya lebih meningka. Untuk sekali proses pencetakan (6 buah putu kacang) dibutuhkan waktu maksimal 5 menit sehingga untuk 1 jam dapat dihasilkan sekitar 72 buah putu kacang. Pencetakan putu kacang yang dilakukan dengan alat pres dapat menghemat tenaga sebab proses penekanan tidak dilakukan satu per satu pada lubang cetakan. Kata kunci : Alat Press, Kue, Putu Kacang
Analisis Implementasi Sistem Pemrograman Absolut Dan Pemrograman Incremental Pada Mesin CNC TU 3A Rusli Ismail
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan secara signifikan waktu penyelesaian pemrograman pengefrais dan bentuk kontur dalam antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Bentuk penelitian ini adalah eksperimental dilakukan dengan cara menganalisis waktu pemrograman pengefraisan kontur dalam antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Tujuannya adalah agar perbedaan waktu diketahui antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental. Populasi penelitian adalah seluruh pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada pengefraisan kontur dalam dari bahan aluminium berbentuk persegi panjang dapat dikerjakan pada mesin CNC TU 3A. Sampel penelitian adalah pemrograman antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A dari bahan alumunium dengan panjang ukuran 100 mm, lebar 50 mm dan tebalnya 15 mm. Data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan kesamaan varians atau homogen. Pengujian hipotesis penelitian menghasilkan nilai t hitung = 29,72 sedangkan nilai t tabel = 2,506. dari hasil uji tes maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan waktu pemrograman pengefraisan kontur dalam pada pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Kata Kunci : Incremental, Absolut, Waktu Pemrograman, CNC TU 3A
Analisis Implementasi Sistem Pemrograman Absolut Dan Pemrograman Incremental Pada Mesin CNC TU 3A Rusli Ismail
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan secara signifikan waktu penyelesaian pemrograman pengefrais dan bentuk kontur dalam antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Bentuk penelitian ini adalah eksperimental dilakukan dengan cara menganalisis waktu pemrograman pengefraisan kontur dalam antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A. Tujuannya adalah agar perbedaan waktu diketahui antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental. Populasi penelitian adalah seluruh pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada pengefraisan kontur dalam dari bahan aluminium berbentuk persegi panjang dapat dikerjakan pada mesin CNC TU 3A. Sampel penelitian adalah pemrograman antara pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A dari bahan alumunium dengan panjang ukuran 100 mm, lebar 50 mm dan tebalnya 15 mm. Data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan kesamaan varians atau homogen. Pengujian hipotesis penelitian menghasilkan nilai t hitung = 29,72 sedangkan nilai t tabel = 2,506. dari hasil uji tes maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan waktu pemrograman pengefraisan kontur dalam pada pemrograman absolut dan pemrograman incremental pada mesin CNC TU 3A.
Perancangan Alat Penepat Asah Pahat Fiskia Rera Baharuddin; Ady Rukma
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 11, No 2 Apr (2010)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembuatan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut, pahat sangat berperan aktif karena pahat merupakan alat yang akan menyayat benda yang akan dibuat nantinya dan juga tingkat kehalusan dari benda yang akan dibuat itu tergantung dari ketajaman pahat dan sudut kemiringan dari pahat tersebut.Hasil pengasahan pahat yang baik sangat berpengaruh terhadap hasil benda kerja terutama kekasaran dan tebal penyayatan. Untuk itu, dengan merancang alat penepat asah pahat diharapkan dapat menjadi solusi dalam proses pengasahan pahat bagi pengguna mesin perkakas sehingga kelemahan-kelemahan dalam proses pengasahan pahat secara manual dapat ditanggulangi sehingga bentuk mata pahat yang diinginkan dapat tercapai. Dari tabel diatas terlihat bahwa pencapaian sudut pahat ideal dengan menggunakan alat penepat pengasah pahat lebih baik dibandingkan dengan pengasahan manual. Maka dapat disimpulkan dengan menggunakan alat penepat asah pahat ini maka ketepatan sudut dari pahat dapat diperoleh sesuai dengan sudut potong yang diinginkan. Dan alat penepat asah pahat dapat mengefisienkan pengasahan pahat baik dari segi waktu maupun material pahat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9