cover
Contact Name
Muharsyam Dwi Anantama
Contact Email
muharsyam.anantama@fkip.unila.ac.id
Phone
+6287715316393
Journal Mail Official
sakabahasa73@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro, No.1 Gedongmeneng.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 31105920     DOI : https://doi.org/10.23960/sakabahasa
Saka Bahasa merupakan jurnal kajian dan penelitian yang berfokus pada pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya. Setiap artikel di Saka Bahasa telah melewati proses telaah pustaka dan penyuntingan sehingga memenuhi standar publikasi ilmiah. Saka Bahasa terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 23 Documents
Analisis Cerpen Gang Buntu dalam Antologi Cerpen Sekeping Hati Karya Erisca Febriani dan Firrr Kajian Semiotika dengan Teori Ferdinand de Saussure Khaerul Fikri; Siti Nurazizah; Heru Prasetyo; Ayu Setiyo Putri
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v2i2.1255

Abstract

This analysis discusses the short story "Gang Buntu" in the book "Sekeping Hati" by Erisca Febriani and Firrrr using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. Literary works, especially short stories, are considered as the author's expression to convey experiences and ideas through language. Semiotics, as an analytical tool, helps unravel the signs and symbols in short stories, facilitating a deeper understanding of the author's intended meaning. The short story "Gang Buntu" describes the story of sadness in a settlement, and semiotic analysis reveals various signifiers and signs that contain deep meaning. The research method used is descriptive qualitative, focusing on the technique of reading and understanding short stories and applying Saussure's semiotic theory. The results of the analysis identify signifiers and signs related to the expression of emotions, atmosphere, and changes in time in the story. The meaning implications of these signifiers and signs support the overall understanding of the short story. This study contributes to further understanding of the use of semiotics in analyzing short stories and detailing important elements in literary works   Analisis ini membahas cerpen "Gang Buntu" dalam buku "Sekeping Hati" karya Erisca Febriani dan Firrrr dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Karya sastra, khususnya cerpen, merupakan ekspresi pengarang untuk menyampaikan pengalaman dan ide melalui bahasa. Semiotika, sebagai alat analisis, membantu mengurai tanda dan simbol dalam cerpen, memberikan pemahaman mendalam terhadap makna yang dimaksudkan oleh pengarang. Cerpen "Gang Buntu" menggambarkan kisah kesedihan, dan analisis semiotika mengungkapkan berbagai penanda dan petanda yang mengandung makna mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada teknik membaca dan memahami cerpen serta menerapkan teori semiotika Saussure. Hasil analisis mengidentifikasi penanda dan petanda yang berkaitan dengan ekspresi emosi, suasana, dan perubahan waktu dalam cerita. Implikasi makna dari penanda dan petanda ini mendukung pemahaman keseluruhan cerpen. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang penggunaan semiotika dalam menganalisis cerpen dan merinci elemen-elemen penting dalam karya sastra.
TASAWUF SEBAGAI JALAN PEMBENTUKAN MORAL: ANALISIS IRFANI, AKHLAKI, DAN TAREKAT DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Achmad Fadil; Fannia Athirah; Ayu Amelia; Agum Saka; Azizul Hakim; Karina Nasya Hartatika
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v2i2.1460

Abstract

This research aims to investigate how Sufism can function in shaping students' morals thru irfani, akhlaki, and tarekat approaches within the context of education. The background of this research is the importance of strengthening spiritual values to build integrity in the face of moral challenges in the modern world. The method used in this research is descriptive qualitative, employing literature studies, analysis of religious texts, and research on the relevant thoughts of Sufi scholars in the field of education. The irfani aspect is discussed as a process of inner understanding, akhlaki focuses on shaping ethics and behavior, while tarekat is seen as a spiritual discipline that provides a framework for systematic self-development. The findings of this study indicate that integrating the three aspects of Sufism can strengthen moral development thru the internalization of values, the habituation of behavior, and guidance from teachers as spiritual mentors. The conclusion of this research confirms that Sufism can be an effective strategy in character education development if applied comprehensively, pedagogically, and can be adapted to the context. The results of this study contribute to the development of a spirituality- based moral education model that meets current educational needs.   Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana tasawuf dapat berfungsi dalam pembentukan akhlak siswa melalui pendekatan irfani, akhlaki, dan tarekat dalam konteks pendidikan. Latar belakang kajian ini adalah pentingnya memperkuat nilai-nilai spiritual untuk membangun karakter yang memiliki integritas di tengah tantangan moral di dunia modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan cara studi pustaka, analisis teks-teks keagamaan, serta penelitian pemikiran para ulama tasawuf yang relevan dalam bidang pendidikan. Aspek irfani dibahas sebagai proses pemahaman batin, akhlaki berfokus pada pembentukan etika dan perilaku, sementara tarekat dipandang sebagai disiplin spiritual yang memberikan kerangka kerja untuk pengembangan diri secara sistematis. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan ketiga aspek tasawuf dapat memperkuat pembentukan moral melalui internalisasi nilai-nilai, pembiasaan perilaku, serta bimbingan dari guru sebagai pembimbing spiritual. Kesimpulan dari penelitian menegaskan bahwa tasawuf bisa menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan pendidikan karakter jika diterapkan secara menyeluruh, pedagogis, dan dapat disesuaikan dengan konteks. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendidikan moral yang berbasis spiritualitas dan memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini.
ANALYZING STUDENTS’ UNDERSTANDING OF ARGUMENTATION FALLACIES IN CRITICAL READING INSTRUCTION Budi, Agus Setia; Zuhro, Cholimatuz
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v2i2.1478

Abstract

This study investigated the Students’ understanding of Argumentation Fallacies in Critical Reading of the Students of English Study Program at Politeknik Negeri Jember, especially in the third semester of the 2025/2026 academic year who are taking Critical Reading Class. Using a quantitative descriptive method, the data were gathered through a test that measured students’ understanding of errors in giving arguments. The test consists of 55 questions covering eleven types of Argumentation Errors. The test results showed the students had good understanding of Argumentation Fallacies. The most scores were categorized good and very good. In addition, the test had High Internal Consistency, meaning that the test items work well together to measure the same skill and ability. The results of this study show that the students demonstrated a generally strong ability to identify logical fallacies, as reflected in the good mean score and the very high reliability of the test instrument. Penelitian ini menganalisa pemahaman mahasiswa tentang Kesalahan Argumentasi dalam Membaca Kritis pada Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Jember, khususnya pada Semester Tiga tahun akademik 2025/2026 yang mengambil Kelas Critical Reading. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui tes yang mengukur pemahaman mahasiswa tentang kesalahan dalam memberikan argumen. Tes tersebut terdiri dari 55 pertanyaan yang mencakup sebelas jenis Kesalahan Argumentasi. Hasil tes menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik tentang Kesalahan Argumentasi. Skor terbanyak dikategorikan baik dan sangat baik. Selain itu, tes tersebut memiliki Konsistensi Internal yang Tinggi, yang berarti bahwa butir soal tes berfungsi dengan baik untuk mengukur keterampilan dan kemampuan yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan kemampuan yang secara umum kuat untuk mengidentifikasi kesalahan dalam berlogika, sebagaimana tercermin dalam skor rata-rata yang baik dan reliabilitas instrumen tes yang sangat tinggi

Page 3 of 3 | Total Record : 23