cover
Contact Name
RUDI TRI MARTONO
Contact Email
rudi@rajekwesi.ac.id
Phone
+62353882197
Journal Mail Official
lppm@rajekwesi.ac.id
Editorial Address
STIKES Rajekwesi JL. KH. Rosyid Km.5 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
ISSN : 20875231     EISSN : 27222721     DOI : -
Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan di dalam maupun di luar Negeri. Naskah berupa penelitian yang bermanfaat untuk menjaga kemajuan ilmu kesehatan. Naskah yang diterima Redaksi dimuat tanpa merubah isi dan menyesuaikan format penulisan yang telah ditetapkan oleh Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro.Jurnal Ilmiah Kesehatan menerima hasil penelitian, kajian konsep yang merupakan pemikiran inovasi hasil telaah pustaka dan pembahasan tinjauan pustaka belum pernah dipublikasikan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan Ilmu Pendidikan di bidang kesehatan di dalam maupun luar Negeri.
Articles 34 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI DESA GAYAM KECAMATAN GAYAM KABUPATEN BOJONEGORO: The Relationship Between Knowledge And Preventive Behaviors Of Coronary Heart Disease In Gayam Village, Gayam Sub-District, Bojonegoro Regency Rahmawati; Agung Susanti, Dwi; Cahyo Nugroho, Alvian
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2025): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit penyebab morbiditas dan mortalitas terbanyak di dunia. Tingkat pengetahuan yang rendah tentang faktor risiko pada penyakit jantung koroner akan beradampak berkurangnya kesadaran pencegahan penyakit jantung koroner. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit jantung koroner di Desa Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh masyarakat di Desa Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro tahun 2023 berusia 40-60 tahun sebanyak 1917 orang, sampel 95 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulating. Analisis data dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian pengetahuan tentang pencegahan penyakit jantung koroner kurang sebanyak 65 responden (68,4%), perilaku pencegahan penyakit jantung koroner kurang sebanyak 82 responden (86,3%) dan hasil uji statistik ρ value = 0,000 H0 ditolak dan nilai r : 0,488 (sedang) dan arah korelasi positif. Kesimpulan penelitian ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit jantung koroner. Diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit jantung koroner, aktif mencari informasi melalui berbagai media seperti televisi, radio, majalah, surat kabar, dan internet tentang penyakit jantung koroner dan mengambil langkah pencegahan yang tepat dan menjaga kesehatan jantung mereka dengan lebih baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Jantung Koroner, Pencegahan ABSTRACT Coronary heart disease (CHD) remains one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide. Limited knowledge regarding CHD risk factors can reduce awareness and negatively affect preventive behaviors. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and coronary heart disease prevention behavior among residents of Gayam Village, Gayam District, Bojonegoro Regency. The study employed an analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of 1,917 residents aged 40–60 years in Gayam Village in 2023. A total of 95 respondents were selected using simple random sampling. Data were collected using structured questionnaires and processed through editing, coding, scoring, and tabulation. Statistical analysis was conducted using the Spearman Rho test. The results showed that 68.4% of respondents had insufficient knowledge regarding coronary heart disease prevention, while 86.3% demonstrated inadequate preventive behaviors. Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge and coronary heart disease prevention behavior, with a p-value of 0.000, indicating rejection of the null hypothesis. The correlation coefficient (r = 0.488) showed a moderate positive correlation, meaning higher knowledge levels were associated with better preventive behaviors. In conclusion, there is a significant relationship between knowledge and coronary heart disease prevention behavior. It is recommended that the community improve their knowledge by actively seeking health information through various media and adopting appropriate preventive measures to maintain optimal heart health. Keywords: Knowledge, Coronary Heart Disease, Prevention
STUDI KASUS KELUARGA PADA IBU HAMIL KEK (KURANG ENERGI KRONIS) DI DESA RAYUNG KECAMATAN SENORI KABUPATEN TUBAN: CASE STUDY IS TO PROVIDE FAMILY NURSING CARE TO PREGNANT WOMEN WITH CED (CHRONIC ENERGY DEFICIENCY) IN RAYUNG VILLAGE, SENORI DISTRICT, TUBAN REGENCY Patonah, Siti; Azizah, Fidrotin; Mulyani, Sri; Susana
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2025): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kekurangan energi kronik disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan gizi yang dapat melahirkan berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan beresiko mengalami kematian karena perdarahan. Tujuan studi kasus ini melakukan asuhan keperawatan keluarga pada ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis) di Desa Rayung Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subyek dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami kurang energy kronis, tanggal 14 Mei sampai tanggal 16 Mei 2024. Cara pengambilan data dengan observasi dan wawancara, yang kemudian analisa data dengan melakukan pengkajian, analisa, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi yang disajikan dalam format asuhan keperawatan keluarga. Hasil pengkajian diketahui, pada klien 1 ukuran LILA 21 cm dan klien 2 dengan LILA 19 cm,. Asuhan keperawatan yang dilakukan 3 kali kunjungan, ditemukan diagnosa keperawatan yang sama yaitu keluarga belum mengetahui tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan belum mengetahui cara perawatannya yang Jika masalah tidak diatasi maka berisiko pada klien dan janin yang dikandungnya, pada perkembanganya diketahui masalah teratasi sebagian dengan melanjutkan intervensi pada klien 1 dan klien 2. Kesimpulan yang di ambil oleh penulis yakni, bahwa asuhan keperawatan yang dilakukan pada keluarga klien 1 dan klien 2 dapat tercapai, jika kita melaksanana recana keperawatan secara komprehensif dan bekerjasama antara keluarga, klien, tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan lainnya. Kata kunci : Ibu Hamil, KEK. ABSTRACT Chronic energy deficiency is caused by an imbalance in nutritional intake which can result in low birth weight (LBW) babies and the risk of death due to bleeding. The aim of this case study is to provide family nursing care to pregnant women with CED (Chronic Energy Deficiency) in Rayung Village, Senori District, Tuban Regency. This research method is descriptive with a case study approach. The subjects in this research were pregnant women who experienced chronic energy deficciency, from 14 May to 16 May 2024. The method of collecting data was by observation and interviews, which then analyzed the data by conducting assessment, analysis, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. in the format of family nursing care. The results of the study showed that client 1 had a LILA of 21 cm and client 2 had a LILA of 19 cm. Nursing care carried out 3 times, the same nursing diagnosis was found, namely that the family did not know about Chronic Energy Deficiency (CED) and did not know how to treat it. If the problem is not resolved, it poses a risk to the client and the fetus she that is carrying, in its development it is known that the problem is partially resolved by continue the intervention on client 1 and client 2. The conclusion drawn by the author is that the nursing care provided to the families of client 1 and client 2 can be achieved if we implement a comprehensive nursing plan and collaborate among the family, client, health workers and other health services. Keywords : Pregnant Women, CED.
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGADEM KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2023: DESCRIPTION OF FULFILLMENT THE PSYCHOLOGICAL NEEDS IN THIRD TRIMESTER PREGNANT WOMEN IN THE WORK AREA OF THE KEDUNGADEM HEALTH CENTER, BOJONEGORO REGENCY IN 2023 Wahyuni Hadiyanti, Putri; Agung Susanti, Dwi; Patonah, Siti
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2025): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan psikologis yang terjadi pada ibu hamil yaitu mengalami kecemasan dan depresi. Apabila tidak disiapkan psikologisnya maka terjadi kurangnya rasa percaya diri pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan sehingga mengakibatkan gawat janin, perdarahan, preklampsia, dan keguguran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan psikologis pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan sampel 23 responden ibu hamil trimester III. Menggunakan Purposive Sampling dan kriteria inklusi yaitu ibu hamil trimester III yang tidak mengalami komplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar pemenuhan kebutuhan psikologis ibu hamil dalam kategori baik, ada sebagian kecil yang pemenuhan kebutuhan psikologisnya dalam kategori cukup dan kurang. Sebagian besar responden di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungadem Kabupaten Bojonegoro merasa senang dan percaya diri dalam menjalani kehamilan, sehingga pemenuhan kebutuhan psikologisnya baik. Diharapkan responden dengen pemenuhan kebutuhan psikologis kurang dan cukup mampu meningkatkan kebutuhan psikologisnya agar menjadi baik melalui perawatan antenatal, suami dan keluarga yang mendukung, peran aktif tenaga kesehatan, persiapan menjadi orangtua, dan rasa aman nyaman. Kata Kunci : Ibu Hamil, Trimester III, Psikologis ABSTRACT Psychological changes that occur in pregnant women are experiencing anxiety and depression. If not prepared psychologically there will be a lack of confidence in pregnant women in facing childbirth resulting in fetal distress, bleeding, preeclampsia, and miscarriage. The purpose of this study was to describe the fulfillment of psychological needs in third trimester pregnant women. This research used a descriptive research type. The research was conducted with a sample of 23 respondents in the third trimester of pregnancy. By using purposive sampling and inclusion criteria, namely third trimester pregnant women who do not experience complication. The results showed that most of the fulfillment of the psychological needs of pregnant women was in the good category, there were a small number of those who fulfilled their psychological needs in the sufficient and poor categories. Most of the respondents in the Working Area of the Kedungadem Health Center Bojonegoro Regency, felt happy and confident in going through pregnancy, so that their psychological needs were fulfilled well. It is expected that respondents who fulfill psychological needs are lacking and sufficiently able to improve their psychological needs so that they become well through antenatal care, a supportive husbands and family, the active role of health workers, preparation for parenthood, and a sense of comfort. Key Word : Pregnant Women, Third Trimester, Psychological.
KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PADA PERKAWINAN ANAK DI KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO: HOUSEHOLD HARM IN CHILD MARRIAGE IN DANDER DISTRICT BOJONEGORO REGENCY Ulfa, Maria; Rahmawati; Riantika Ratna Palupi, Eva
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2025): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkawinan anak dan motivasi menikah selagi masih menempuh sekolah atau menjalani kuliah sepertinya saat ini sedang menjadi tren di kalangan usia muda. Perkawinan pada umur yang masih muda akan banyak mengundang masalah yang tidak diharapkan karena segi psikologisnya belum matang. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi keharmonisan rumah tangga pada perkawinan anak di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi keluarga dengan perilaku perkawinan anak pada tahun 2022 di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 27 orang, sampel 27 responden, pengambilan sampel dengan tehnik sampling jenuh. Variabel penelitian keharmonisan rumah tangga pada perkawinan anak. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner kemudian di editing, coding, scoring dan tabulating selanjutnya ditentukan prosentasenya. Dari hasil penelitian lebih dari sebagian keharmonisan rumah tangga pada perkawinan anak dalam kategori tidak harmonis sebesar 14 orang (51,9%). Kesimpulannya lebih dari sebagian keharmonisan rumah tangga pada perkawinan anak dalam kategori tidak harmonis. Diharapkan memprioritaskan komunikasi yang baik dengan pasangan Mengelola konflik secara sehat dan konstruktif, diskusikan dan rencanakan tujuan jangka pendek dan jangka panjang bersama pasangan. Kata Kunci: Keharmonisan, Pernikahan Muda ABSTRACT HOUSEHOLD HARM IN CHILD MARRIAGE IN DANDER DISTRICT BOJONEGORO REGENCY Marriage at a young age and motivation to get married while still in school or going to college seems to be currently a trend among young people. Marriage at a young age will invite many unexpected problems because the psychological aspect is immature. The research objective was to identify household harmony in child marriages in Dander District, Bojonegoro Regency. Descriptive research design with a survey approach. The population of families with child marriage behavior in 2022 in Dander District, Bojonegoro Regency, is 27 people, a sample of 27 respondents, sampling using saturated sampling techniques. Household harmony research variable in child marriage. Data collection using questionnaire sheets is then edited, coding, scoring and tabulating, then the percentage is determined. From the results of the study, more than half of household harmony in young marriages was in the inharmonious category of 14 people (51.9%). In conclusion, more than half of household harmony in young marriages is in the inharmonious category. It is expected to prioritize good communication with partners Manage conflicts in a healthy and constructive manner, discuss and plan short-term and long-term goals with partners. Keywords: Harmony, Young Marriage
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2023: DESCRIPTION OF THE FACTORS THAT INFLUENCE THE RECORY OF PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS IN THE WORKING AREA OF THE SUMBERREJO PUBLIC HEALTH CENTER, BOJONEGORO REGENCY IN 2023 Azizah, Fidrotin
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2025): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kesembuhan Tuberkulosis Paru merupakan suatu kondisi dimana individu telah menunjukkan peningkatkan Kesehatan terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini adalah penyakit Tuberkulosis paru dan telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap/rutin. Tuberculosis paru adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. Tuberculosis paru adalah penyakit yang masih menjadi pembunuh terbanyak di antara penyakit menular. Dunia pun masih belum bebas dari Tuberkulosis Paru. Penelitian ini meggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan sampel 17 responden yang dinyatakan sembuh dari Tuberkulosis paru. Dengan menggunakan Purposive Sampling dan kriteria inklusi yaitu kesembuhan pasien Tuberkulosis paru. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik jenis kelamin laki-laki kelompok sebanyak 9 orang (53%), berdasarkan usia pasien kesembuhan tertinggi persen pada usia produktif (15-54 tahun) sebanyak 11 orang (65%). Faktor yang menyebabkan prevalensi penderita TB paru di Puskesmas Sumberrejo terdapat 17 pasien (100%), pasien regular berobat sebanyak 17 orang (100%), berstatus gizi normal sebanyak 4 orang (23%), tidak ada paparan di rumah, dan petugas Kesehatan memantau semua pasien TB paru. Faktor-faktor tersebut sangat mendukung kesembuhan pasien TB paru. Kata Kunci : Faktor-faktor Penderita TB Paru, Faktor Kesembuhan Tuberkulosis Paru. ABSTRACT Pulmonary Tuberculosis Recovery is a condition in which individuals have shown an improvement in their health. The biggest health problem faced by society today is pulmonary tuberculosis and has completed its complete/routine treatment. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that attacks the respiratory tract. This disease is caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Pulmonary tuberculosis is a disease that is still the most killer among infectious disease. The world is still not free from pulmonary tuberculosis. This research uses descriptive research type. The study was conducted with a sample of 17 respondents who were declared cure of pulmonary tuberculosis. By using purposive sampling and inclusion criteria, namely the recovery of pulmonary tuberculosis patients. The research results based on the characteristics of the male group were 9 people (53%), based on the age of the patients, the highest percentage of recovery was in the productive age group (15-54 years) as many as 11 people (65%) The factors that cause the prevalence of pulmonary TB sufferers in Sumberrejo Community Health Center are 17 patients (100%), 17 patients (100%) regularly seek treatment, 4 people (23%) have normal nutritional status, there is no exposure at home, and health workers monitor all pulmonary TB patients. These factors really support the recovery of pulmonary TB patients. Keyword: Factors of patients with pulmonary TB, Healing factors tuberculosis.
A NURSING CARE OF POST-SURGERY PATIENT WITH CHRONIC MAXILLARY SINUSITIS PRESENTING WITH INEFFECTIVE AIRWAY CLEARANCE: NURSING CARE OF POST-SURGERY PATIENT WITH CHRONIC MAXILLARY SINUSITIS PRESENTING WITH INEFFECTIVE AIRWAY CLEARANCE masita widiyani; Hidayat Mochamad
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.97

Abstract

Maxillary sinusitis is an inflammation of the sinuses located near the cheekbones, often caused by bacterial or viral infections or allergies (Al Fessi, 2025). Surgery for sinusitis aims to alleviate patient symptoms; therefore, it is indicated for patients presenting with complicated symptoms (Fahrizal, Arini Nashirah, Lambang Rizki Perwira Awaludin, 2022). A 2019 study conducted at the Rhinology Division of the ENT-Head and Neck Surgery Department at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, found that the proportion of chronic rhinosinusitis (CRS) cases among adults was 33.3%. This study employed a case study method focusing on the care of a post-operative maxillary sinusitis patient experiencing issues related to ineffective airway clearance and acute pain. Data collection involved interviews, physical examinations, and diagnostic tests, utilizing a nursing care documentation format. Data analysis was conducted using a descriptive approach. The case study identified nursing diagnoses of ineffective airway clearance and acute pain. The intervention plan incorporated various methods, including both independent and collaborative interventions. Following the development of the intervention plan, the planned actions were implemented. An evaluation conducted on the third day showed that the patient's airway clearance had improved and the acute pain had been partially resolved.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di Smp Muhammadiyah 5 Surakarta: THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVEL AND MENSTRUAL CYCLE AMONG ADOLESCENT GIRLS AT SMP MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA rofiatul_azizah ary_widodo; Sri Kustiyati
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.98

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan kematangan fungsi reproduksi, salah satunya melalui menstruasi. Keteraturan siklus menstruasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat stres yang dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Data Puskesmas Pajang tahun 2024 menunjukkan terdapat 20 kasus gangguan siklus menstruasi pada remaja. Studi pendahuluan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terhadap 12 siswi menunjukkan 8 siswi mengalami gangguan siklus menstruasi dengan tingkat stres yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 130 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kuesioner siklus menstruasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 84 responden (64,6%) mengalami stres sedang dan 81 responden (62,3%) memiliki siklus menstruasi tidak teratur. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.
Epidemiologi Kasus Sifilis pada Pendonor Darah di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Bojonegoro sebagai Dasar Surveilans Keamanan Darah: Epidemiological Profile of Syphillis Cases Among Blood Donors at the UTD PMI Bojonegoro Rizky amalia; Eko Hendry Lukito; Prihartiwi Purnamasari; Natalia Erica Jahja
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.100

Abstract

ABSTRAK Sifilis merupakan salah satu Transfusion-Transmissible Infections (TTIs) yang menjadi perhatian dalam upaya menjamin keamanan darah. Data hasil skrining sifilis pada pendonor tidak hanya berfungsi menentukan kelayakan darah donor, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber surveilans epidemiologi. Tujuan: Menganalisis profil epidemiologi kasus sifilis pada pendonor darah di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Bojonegoro sebagai dasar surveilans keamanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder berasal dari hasil skrining sifilis pendonor darah periode Januari 2020–Desember 2025. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling terhadap seluruh pendonor dengan hasil skrining sifilis reaktif. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26 dan disajikan dalam distribusi frekuensi serta persentase. Hasil: Selama periode penelitian ditemukan 259 kasus sifilis reaktif. Kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebanyak 68 kasus (26,3%). Berdasarkan karakteristik pendonor, mayoritas kasus ditemukan pada pria (68,3%), kelompok usia 30–49 tahun (51,0%), dan kategori pekerjaan pegawai swasta (23,9%). Kesimpulan: Data skrining sifilis pada pendonor darah memberikan gambaran distribusi epidemiologi kasus sifilis di Kabupaten Bojonegoro dan berpotensi dimanfaatkan sebagai dasar surveilans keamanan darah. Penguatan skrining rutin dan pemanfaatan data secara berkala diperlukan untuk mendukung peningkatan keamanan transfusi darah
HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANC DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL : THE RELATIONSHIP BETWEEN ANC VISIT FREQUENCY AND THE INCIDENCE OF ANEMIA AMONG PREGNANT WOMEN eva zuli oktavia; Raffiky Pinandia Sustamy; Sri Luluk; Prita Yuliana; Suharti Oktavia; Waqidil Hidayah
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.101

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Kunjungan Antenatal Care (ANC) secara teratur merupakan salah satu upaya penting dalam mendeteksi dan mencegah anemia melalui pemantauan kondisi ibu, pemeriksaan kadar hemoglobin, pemberian tablet tambah darah, serta edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro, dengan jumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05 untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil melakukan kunjungan ANC sesuai standar, sedangkan sebagian lainnya belum memenuhi frekuensi kunjungan yang dianjurkan. Kejadian anemia masih ditemukan pada ibu hamil trimester III. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro (p<0,05). Ibu hamil dengan frekuensi kunjungan ANC yang tidak memenuhi standar cenderung lebih banyak mengalami anemia dibandingkan ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC secara teratur. Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro. Peningkatan kepatuhan kunjungan ANC perlu didukung melalui edukasi, pemantauan kadar hemoglobin, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, serta deteksi dini faktor risiko anemia oleh tenaga kesehatan. Anemia in pregnant women remains a health problem that requires attention because it may increase the risk of complications during pregnancy and childbirth. Regular Antenatal Care (ANC) visits are an important effort to detect and prevent anemia through maternal health monitoring, hemoglobin level assessment, iron supplementation, and education on adequate nutritional intake during pregnancy. This study aimed to determine the relationship between the frequency of Antenatal Care (ANC) visits and the incidence of anemia among third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 40 third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of p<0.05 to determine the relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia. The results showed that most pregnant women had ANC visits according to the recommended standard, while some had not met the recommended frequency of visits. Anemia was still found among third-trimester pregnant women. The results of the bivariate analysis using the Chi-Square test indicated a significant relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia among third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency (p<0.05). Pregnant women whose ANC visits did not meet the recommended standard tended to experience anemia more frequently than those who attended ANC visits regularly. There was a relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia among third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency. Improving adherence to ANC visits should be supported through health education, hemoglobin monitoring, adherence to iron supplementation, and early detection of anemia risk factors by healthcare providers.
STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST SECTIO CAESAREA (SC) PRIMIGRAVIDA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DI RUANG OBGYN RSUD DR. R SOSODORO DJATIKOESOEMO : CASE STUDY OF NURSING CARE IN POST SECTIO CAESAREA (SC) PRIMIGRAVIDA MOTHERS WITH ANXIETY NURSING PROBLEMS IN THE OBGYN ROOM OF RSUD Dr. R. SOSODORO DJATIKOESOEMO BOJONEGORO Safitri Kurnia Dewi; Siti Patonah; Wiwik Utami; Novia Dwi Astuti; Rining Sulistya Rahayu
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.103

Abstract

Ibu primigravida post sectio caesarea dapat mengalami kecemasan karena merupakan pengalaman pertama dalam persalinan, nyeri luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kekhawatiran terhadap kondisi bayi. Pengalaman persalinan dan kondisi ibu serta anak yang berbeda dapat menimbulkan respons kecemasan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat kecemasan pada dua ibu primigravida post sectio caesarea dengan pengalaman berbeda. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien, yaitu Ny. K dan Ny. N di ruang Obgyn RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Tingkat kecemasan diperoleh menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan Ny. K mengalami kecemasan sedang dengan skor HARS 25, disertai kekhawatiran terhadap kondisi bayi dan persepsi bahwa panggulnya sempit. Ny. N mengalami kecemasan berat dengan skor HARS 32 karena kondisi bayinya dengan letak sungsang dan lilitan tali pusat pada leher janin. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan pada kedua klien berdasarkan pengalaman serta kondisi ibu dan anak. Dengan tingkat kecemasan yang berbeda, pemberian dukungan psikologis, edukasi kesehatan, relaksasi napas dalam, dan komunikasi terapeutik dapat membantu meredakan kecemasan pada Ny. K dan Ny. N sesuai kebutuhan masing-masing. Perawat diharapkan memberikan dukungan psikologis berdasarkan pengalaman serta kondisi ibu dan anak untuk membantu proses adaptasi pascapersalinan. Kata kunci : ansietas, asuhan keperawatan, primigravida, ibu post sectio caesarea. Primigravida mothers after cesarean section may experience anxiety because childbirth is a first-time experience, as well as due to surgical wound pain, limited mobility, and concerns about the baby’s condition. Different childbirth experiences and maternal and infant conditions may result in different anxiety responses. This study aimed to compare anxiety levels between two primigravida mothers after cesarean section with different experiences. This study used a descriptive design with a case study approach involving two clients, Mrs. K and Mrs. N, in the Obgyn Ward of Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Hospital, Bojonegoro. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and laboratory examinations. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The results showed that Mrs. K experienced moderate anxiety with a HARS score of 25, accompanied by concerns about her baby’s condition and a perception that her pelvis was narrow. Mrs. N experienced severe anxiety with a HARS score of 32 due to her baby being in a breech presentation and having an umbilical cord wrapped around the fetal neck. These findings indicate differences in anxiety levels between the two clients based on their experiences and maternal and infant conditions. With different levels of anxiety, psychological support, health education, deep breathing relaxation, and therapeutic communication may help alleviate anxiety in Mrs. K and Mrs. N according to their individual needs. Nurses are expected to provide psychological support based on the experiences and maternal and infant conditions to help facilitate the postpartum adaptation process. Keywords: anxiety, nursing care, primigravida, post-cesarean section mother.

Page 3 of 4 | Total Record : 34