cover
Contact Name
Sudirman Rizki Ariyanto
Contact Email
sudirmanariyanto@unesa.ac.id
Phone
+62816273454
Journal Mail Official
aij@unesa.ac.id
Editorial Address
Faculty of Vocational Studies, K2 Building Universitas Negeri Surabaya Ketintang Street, Surabaya, East Java 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Automotive Innovations Journal
ISSN : -     EISSN : 30906350     DOI : -
Automotive Innovations Journal adalah platform multidisiplin yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan mendorong inovasi di sektor otomotif. Jurnal ini mengundang peneliti, profesional industri, dan pembuat kebijakan untuk berkontribusi dengan ide, temuan, dan wawasan mereka mengenai berbagai topik yang mencakup tantangan dan peluang terkini dalam industri otomotif. Fokus jurnal ini terbagi menjadi enam area utama, yang masing-masing memainkan peran penting dalam membentuk masa depan teknologi otomotif, keberlanjutan, keselamatan, dan efisiensi.
Articles 20 Documents
Fenomena Keterbatasan Suspensi Pasif Sepeda Listrik Roda Tiga terhadap Pencapaian Standar Kenyamanan dan Keamanan pada Bumpy Road Fahrul Ardiansyah; Ferly Isnomo Abdi; Warju Warju; Sudirman Rizki Ariyanto
Automotive Innovations Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda listrik roda tiga merupakan alternatif transportasi ramah lingkungan yang memerlukan sistem suspensi optimal untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengendara di jalan Indonesia yang masih banyak rusak dan bergelombang. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena keterbatasan sistem suspensi pasif sepeda listrik roda tiga Aviator AT 230 terhadap pencapaian standar kenyamanan dan keamanan khususnya pada kondisi jalan bumpy. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental berbasis simulasi menggunakan pemodelan quarter-car dan software MATLAB/Simulink dengan memvariasikan tiga mode kecepatan (Eco, Normal, Sport) pada profil jalan bumpy. Model matematis dibangun berdasarkan parameter kendaraan dan dianalisis untuk menghasilkan nilai RMS (Root Mean Square) percepatan vertikal sesuai Standar ISO 2631-1:1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua kombinasi mode kecepatan menghasilkan RMS percepatan di atas 1,25 m/s² yang dikategorikan sebagai sangat tidak nyaman menurut Standar ISO 2631-1:1997, dengan peningkatan signifikan sebesar 265% dari mode Eco ke mode Sport. Selain itu, defleksi suspensi pada semua mode kecepatan tetap dalam batas aman secara struktural. Temuan ini membuktikan bahwa sistem suspensi pasif Aviator AT 230 memiliki keterbatasan dalam menjamin kenyamanan optimal, meskipun aman secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan mode Eco pada jalan gunduk untuk meningkatkan kenyamanan pengendara dan memberikan dasar bagi pengembangan strategi optimasi suspensi yang lebih adaptif di masa mendatang.
Analisis Performa Sepeda Listrik Roda Tiga (E-Trike) Aviator AT 230 Pada Mode Normal menggunakan Chassis Dynamometer Chaska Diandra; Ferly Abdi; Sudirman Ariyanto; Aji Nugroho
Automotive Innovations Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda listrik roda tiga (e-trike) semakin berkembang sebagai solusi transportasi berkelanjutan di Indonesia, namun penelitian terukur mengenai performa mode operasi komersial masih terbatas. Belum ada studi kuantitatif yang membandingkan performa mode normal dengan variasi beban menggunakan chassis dynamometer di Indonesia. Oleh karena itu, melalui paper ini akan dilakukan pengujian laboratorium menggunakan chassis dynamometer single-roller. Pengukuran dilakukan pada mode Normal dengan tiga variasi beban pengguna (70 kg, 90 kg, 110 kg) untuk mengevaluasi torsi, daya mekanik, dan efisiensi sistem penggerak. Data torsi dan RPM akan direkam oleh sistem dinamometer, sedangkan arus dan tegangan akan diambil dari pembacaan power analyzer, kemudian data akan digunakan untuk perhitungan daya mekanik dan efisiensi. Temuan penelitian ini menunjukkan hasil sebagai berikut: pada beban 70 kg menghasilkan torsi 1,00 Nm dengan daya mekanik 474,8 W dan efisiensi 90,9%, pada beban 90 kg torsi meningkat menjadi 1,08 Nm dengan daya 455,0 W dan efisiensi 83,3%, namun pada beban 110 kg menurun drastis menjadi torsi 0,86 Nm dengan daya 422,0 W dan efisiensi 73,6%. Penurunan tersebut disebabkan aktivasi pembatasan arus (current limiting) oleh controller pada beban 110 kg untuk penghematan daya. Mode Normal terbukti memiliki zona operasi optimal pada rentang beban 70–90 kg dengan responsivitas torsi yang stabil, menjadikannya pilihan operasi terbaik untuk penggunaan harian pada berbagai kondisi beban tanpa perlu switching mode
Pengaruh Variasi Ketebalan Penampang Segiempat pada Crashbox Terhadap Kemampuan Menyerap Energi Prembayun Prasetiyo; Diah Wulandari; Ferly Isnomo Abdi; Aji Nugroho
Automotive Innovations Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan tipe tabrakan frontal mendorong pengembangan sistem keselamatan pasif kendaraan, salah satunya adalah Crashbox. Crashbox berfungsi menyerap energi tumbukan melalui deformasi plastis sehingga gaya yang diteruskan ke struktur kendaraan dan penumpang dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan penampang segiempat terhadap kemampuan penyerapan energi dan karakteristik deformasi Crashbox. Metode yang digunakan adalah simulasi numerik berbasis Finite Element Analysis (FEA) menggunakan perangkat lunak ANSYS Explicit Dynamics. Model Crashbox berbahan aluminium alloy AA6061-T6 dianalisis dengan variasi ketebalan 2 mm, 3 mm, dan 4 mm. Simulasi tumbukan dilakukan secara aksial dengan kecepatan impactor 15,6 m/s dan massa 100 kg. Parameter crashworthiness yang dianalisis meliputi Energy Absorption (EA), Specific Energy Absorption (SEA), Mean Crushing Force (MCF), Initial Peak Force (IPF), dan Crash Load Efficiency (CFE). Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan Crashbox meningkatkan kemampuan penyerapan energi dan kestabilan deformasi. Crashbox dengan ketebalan 4 mm menghasilkan nilai EA tertinggi sebesar 6,862 kJ, SEA sebesar 13,92 kJ/kg, serta CFE sebesar 38,57%, dengan pola deformasi progressive axial folding yang paling stabil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi ketebalan penampang segiempat berpengaruh signifikan terhadap kinerja crashworthiness Crashbox dan dapat menjadi referensi dalam perancangan sistem keselamatan kendaraan.
Manajemen Kinerja Operator dan Dampaknya terhadap Kondisi Unit Wheel Loader Komatsu WA 200-5 di Pabrik Briket Tanjung Enim Sarmidi; Nurbaiti; Yulius Mases; Siti Nurjanah; Indra Nuryanneti
Automotive Innovations Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wheel loaders play a crucial role in material handling operations at briquette plants, and their operational condition is strongly influenced by operator performance. Effective operator performance management, including technical competence, work discipline, compliance with standard operating procedures, and awareness of daily equipment maintenance, is essential to ensure unit reliability and service life. This study aims to analyze operator performance management and its impact on the condition of the Komatsu WA 200-5 wheel loader operating at the Tanjung Enim Briquette Plant. A descriptive quantitative research method was employed, with data collected through field observations, interviews, equipment maintenance records, and operational reports. Operator performance management was evaluated based on indicators of operating skills, procedural compliance, and responsibility for daily inspections, while unit condition was assessed using indicators such as damage frequency, breakdown occurrences, and equipment availability. The results indicate that well-implemented operator performance management has a positive impact on wheel loader condition, as reflected by reduced damage rates, lower downtime, and improved equipment availability to support production activities. These findings demonstrate that improving operator performance management not only enhances operational efficiency but also contributes to the sustainability and reliability of heavy equipment usage. Therefore, strengthening operator performance management systems is a strategic approach to maintaining equipment condition and supporting continuous production operations at briquette plants.
Analysis of Corrosion Resistance and Hardness of Iron Based on Paint Layer Variations on Car Chassis Anindya Kasih; Ahmad Azzamahsyari; Maulidiah Insani; Susi Umaroh
Automotive Innovations Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iron materials are widely used in engineering applications, especially in the automotive industry. However, iron is highly susceptible to corrosion when exposed to aggressive environments. Surface coating using paint is a common and practical method to improve corrosion resistance. Nevertheless, the effectiveness of the number of paint layers on corrosion resistance, changes in material thickness, and hardness characteristics in the context of learning practicums still needs to be evaluated systematically. This study aims to analyze the effect of the number of paint layers on iron materials through an experimental approach based on practical work. Four iron specimens were used, consisting of one uncoated sample as a control and three samples with one, two, and three layers of paint applied to one surface. The thickness of the material was measured using calipers and an ultrasonic thickness gauge. Corrosion testing was carried out by immersing the samples in an HCl solution for 24 hours, followed by measuring the change in mass and calculating the corrosion rate. Hardness testing was only carried out on uncoated samples using a portable Leeb hardness tester. The research data was obtained from three practical groups and analyzed comparatively. The results showed that an increase in the number of paint layers caused an increase in the thickness of the iron material. Corrosion testing showed that uncoated samples had the highest corrosion rate, while painted samples experienced a decrease in corrosion rate as the number of layers increased. In addition, an inverse relationship between material thickness and corrosion rate was identified. Hardness test results on uncoated samples showed relatively uniform values, indicating the initial mechanical properties of the material were homogeneous. Consistent results were obtained in all three practical groups despite numerical variations. It can be concluded that the number of paint layers affects the thickness of the material and the corrosion resistance of iron in the context of practical work. Painting has been proven to be effective in reducing the rate of corrosion, with the level of protection increasing as the number of layers increases. The consistency of results between groups shows that the testing method used is suitable for comparative analysis in the Technical Materials Workshop practical activities
Performance And Exhaust Emission Of Spark Ignition Engine On Various Spark Plug Gap Feri Hidayatulloh; Ata Nugraha
Automotive Innovations Journal Online First
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spark plugs are components that play an important role in the ignition system of internal combustion engines. In this study, three spark plug gaps have been varied to investigate the combustion process in the combustion chamber by evaluating engine performance and exhaust emissions. The type of engine used for testing is a 1 cylinder 4 stroke engine with a capacity of 125cc using RON 90 fuel. The variations in spark plug electrode gaps applied are 0.4, 0.6 and 0.8 mm. Engine performance and emission levels were tested using a Rextro pro-dyno dynamometer and a techno test gas analyzer. Several main parameters of engine performance such as torque, power and fuel consumption were observed in three different variations and exhaust gases such as CO, CO2, HC and O2 were also observed. The results showed that engine performance increased. The highest increase in engine performance was at a spark plug gap of 0.8 mm compared to other spark plug gap variations. The resulting exhaust emissions increased in all spark plug gap parameters. Maximum power is achieved at 6.86 kW and maximum torque is 8.86 Nm at a spark plug gap of 0.8 mm. Low exhaust emissions are produced at a spark plug gap of 0.4 mm
Pembuatan Filter Keramik Jelaga Diesel 18 Mesh Bentuk Cincin ⌀120-⌀80 x400 mm, Kapasitas 0,03 Unit/Jam Sudirman Rizki Ariyanto; Syamsul Hadi; Warju Warju; Lailatus Sa'diyah Yuniar Arifianti
Automotive Innovations Journal Online First
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi jelaga (soot) dari mesin diesel sebagai satu penyebab polusi atmosfir yang berefek buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan hidup sebagai permasalahan yang dihadapi di jalanan lalu lintas kendaraan. Tujuan pembuatan untuk memperoleh filter Keramik jelaga diesel dengan spesifikasi lubang 18 mesh berbentuk cincin f120-f80 x400 mm. Metode pembuatan meliputi: desain geometris filter Keramik bentuk cincin 120-f80 x400 mm dengan luas permukaan 0,0245 m²; penyiapan bahan selubung keramik, 120-f80 x400 mm; penyiapan bahan baku pelat SS304 Tebal 5 mm untuk selubung filter Keramik; pengerolan menjadi silindris dan pengelasan selubung f79 x400 mm; pelubangan dengan laser secara radial tegak lurus ke arah sumbu silindris filter pada voltase dan arus, 220 V, 5 A; pembersihan debu/serpihan keramik pada semua lubang dengan tekanan udara 6 Bar dari dalam pipa f 80 mm; uji coba penangkapan jelaga selama 1 jam opersional mesin diesel; dan pemeriksaan mutu-dimensi-standar filter keramik. Hasil pembuatan berupa filter Keramik jelaga diesel dengan spesifikasi lubang 18 Mesh berbentuk cincin 120-f80 x400 mm dengan total biaya pembuatan Rp 1.500.000,-/unit, dan durasi pembuatan selama 32 jam/unit yang berkonsekwensi bahwa filter keramik perlu diganti setelah pemakaian 20.000 km.
Pembuatan Kontur Permukaan Piston Diameter 50 mm, Tinggi 15 mm, AA 2618 Kapasitas 2 Buah/Jam Ata Syifa’ Nugraha; Syamsul Hadi; Miftah Hijriawan; Feri Hidayatulloh; Syafria Wildan Hadi
Automotive Innovations Journal Online First
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya turbulensi dalam pencampuran antara udara dan bahan bakar di ruang bakar silinder mesin Otto 4 langkah 100 cm3 sebagai permasalaanh yang dihadapi. Tujuan pembuatan untuk mendapatkan kontur permukaan piston diameter 50 mm, tinggi 15 mm dari bahan AA 2618. Metode pembuatan meliputi: desain kontur permukaan piston; percobaan dengan beberapa bentuk kontur pada dampak turbulensi (coba-coba) dan analisis data; pemilihan bahan piston dari AA2618 dengan diameter 50 mm dan tinggi 15 mm; perbandingan hasil daya dari hasil berbagai bentuk kontur dari penelitian sebelumnya; pembuatan kontur bergelombang dari arah katup masuk ke arah katup buang dengan tinggi bukit 0,2 mm dan kedalaman lembah 0,2 mm menggunakan mesin CNC milling berjarak antar bukit 3,5 mm; percobaan pembakaran di dalam silinder dengan perbandingan hasil daya antara dengan dan tanpa kontur permukaan piston; pemeriksaan mutu-dimensi permukaan kontur piston. Hasil pembuatan berupa kontur permukaan piston diameter 50 mm, tinggi 15 mm dari bahan AA 2618 dengan permukaan kontur bergelombang berukuran tinggi bukit 0,2 m dan kedalaman lembah 0,2 mm dari arah katup masuk ke katup buang dengan total biaya pembuatan Rp 100.000/unit, dan durasi produksi 30 menit/unit yang berkonsekwensi bahwa daya motor 100 cm3 dapat meningkat sekitar 12%.
Produksi Cetakan Aluminiun Selang Radiator Diameter 6x50 cm, Tebal 0,6 cm, Kapasitas 0,2 Pasang/Jam Muhammad Yazid Bustomy; Syamsul Hadi; Nico Indra Wirawan; Marshal Razzan Al Khalfi; Zacky Cahya Novandika
Automotive Innovations Journal Online First
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi berupa selang standar umum dari bahan karet maupun plastik sulit ditempat-pasangkan di area mesin sebagai selang radiator yang harus tahan panas dan panasnya fluida air pendingin mesin yang dialirkannya menuntut persyaratan yang lebih. Tujuan produksi untuk memperoleh cetakan aluminiun selang radiator diameter 6x50 cm, tebal 0,6 cm yang tahan panas dari air pendingin mesin. Metode produksi meliputi: desain cetakan sesuai dengan dimensi dan lekukan selang radiator standar mobil 1800 cm3; pemilihan termasuk pembelian sbahan cetakan aluminium jenis ADC12; pembuatan cetakan dengan pemesinan; pembuatan inti cetakan dengan pemesinan; finishing dengan penggerindaan bagian yang tajam dan mengganggu; pemeriksaan mutu cetakan-inti-dimensi. Hasil produksi berupa sepasang cetakan-intinya dari bahan aluminiun untuk selang radiator diameter 6x50 cm setebal 0,6 cm sesuai pesanan dengan total biaya produksi Rp 425.000,-/pasang cetakan, dan durasi produksi 300 menit/pasang yang berkonsekwensi bahwa selang radiator dapat diproduksi sesuai standar mesin mobil dan lebih murah.
Produksi Knalpot Sepeda Motor Φ 200x380x1 mm dari Bahan SUS 304, Kapasitas 0,25 Unit/Jam Ahmad rakha maulana; Rivaldo Agastya Hildan Budi Amanda; Achmad Setiadi
Automotive Innovations Journal Online First
Publisher : Department of Automotive Engineering Technolgy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK – Cacat pengelasan, kebocoran, perubahan bentuk, dan penimbul kebisingan knalpot sepeda motor sebagai permasalahan yang dihadapi. Tujuan produksi untuk memperoleh knalpot standar sepeda motor berukuran f 200 mm, panjang 380 mm, dan tebal 1 mm. Metode produksi meliputi: desain knalpot standar menggunakan perangkat lunak CAD; pemilihan termasuk pembelian bahan stainless steel (SUS 304); pemotongan bahan baku; pembentukan tabung silencer dan pembengkokan pipa; pengerolan tabung silencer, pembentukan pipa inlet-outlet, pembuatan sekat (baffle), end cap, dan bracket,; pengelasan dan perakitan; penggerindaan dan finishing permukaan; pemeriksaan dimensi dan kebocoran; dan pemeriksaan mutu akhir, pengemasan, dan pelabelan. Hasil produksi berupa knalpot standar sepeda motor berukuran f 200 mm, panjang 380 mm, dan tebal 1 mm dengan total biaya produksi Rp 275.000,-/unit dan durasi produksi 240 menit/unit yang berkonsekwensi bahwa knalpot tahan terhadap temperatur tinggi dan korosi yang layak digunakan sebagai knalpot standar sepeda motor yang cukup efektif diterapkan pada produksi skala kecil maupun bengkel manufaktur.

Page 2 of 2 | Total Record : 20