cover
Contact Name
Mariyal Qibtiyah
Contact Email
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Phone
+6285894256608
Journal Mail Official
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 14, Kampus Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT)
ISSN : -     EISSN : 31093094     DOI : 10.20344/ijspt
Core Subject :
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar. Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) difokuskan pada lingkup bidang Fisioterapi yang meliputi Fisioterapi Olahraga, neurologi, geriatri, pediatri, kardiovaskular dan pulmonal, promotif dan preventif serta Ilmu Keolahragaan. Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala setiap bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2026): Februari" : 9 Documents clear
Pengaruh Straight Leg Raise Exercise dan Clamshell Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Lansia Ferina, Ferina Agustin Darmastuti; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x0r52566

Abstract

Latar belakang: Proses menua salah satu kehidupan dimana hilangnya secara perlahan  kemampuan jaringan tubuh untuk mempertahankan struktur dan fungsi normal yang dialami setiap  manusia. Intervensi latihan seperti straight leg raise exercise dan clamshell exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Tujuan Penelitian ini untuk  mengetahui pengatuh straight leg exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan kekuatan otot  ekstremitas bawah pada lansia. Metod : Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy  experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest, yang artinya dimana  dilakukan pengukuran sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di  Posyandu Lansia Desa Tanjung, Sukoharjo. Sebanyak 35 subjek memenuhi kriteria dan  menyelesaikan penelitian. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi  menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi berupa latihan Straight Leg Raise dan  Clamshell. Hasil: Hasil uji Wilcoxon test menunjukkan nilai p Value = 0.000(<0.005) sehingga  terdapat pengaruh Straight leg raise exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan  kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia. Kesimpulan: Straight leg raise exercise dan  clamshell exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia.
Pengaruh Body Weight Squat Dan Calf Raises Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Otot Tungkai Pada Lansia Reza, Mohamad Reza Oktaviano; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z08n1v47

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia  mengalami perubahan fisiologis dan morfologis salah satunya pada system muskuloskeletal  khususnya otot. Pada perubahan fisiologis yang terjadi adalah penurunan kekuatan otot dan  penurunan massa otot. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan penurunan kemampuan  fungsional pada lansia karena kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari.  Latihan Body Weight Squat dan Calf Raises menyebabkan beberapa aktivitas pada otot tungkai  bawah meningkat secara signifikan sehingga kemampuan fungsional otot akan meningkat.Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pemberian Body Weight Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode  penelitian quasi eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test yang  melibatkan 30 anggota Posyandu Lansia Senja Bahagia Lima Belas Jebres, Surakarta. Hasil: Uji  Wilcoxon menunjukkan p value=0.000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh latihan Body Weight  Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia  Kesimpulan: latihan Body Weight Squat dan Calf Raises berpengaruh terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia
Pengaruh Short Foot Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fjkb8y93

Abstract

Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh manusia mengalami penurunan, khususnya pada lansia. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada saat ditempatkan di berbagai posisi Short foot excercise adalah latihan sensorik motorik yang mengaktifkan otot intrinsik kaki yang secara aktif membentuk lengkung longitudinal dan lengkunghorizontal.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Menur, RT 03/RW 21 Gulon, Jebres, Surakarta. Populasi penelitian berjumlah 60 lansia, dengan total 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji Wilcoxon test  menunjukkan nilai p Value= 0.000(<0.005) yang berarti bahwa pemberian Short foot exercise mempengaruhi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Short foot exercise berpengaruh meningkatan keseimbangan dinamis pada lansia.      
Pengaruh Otago Exercise Terhadap Keseimbangan Dinamis dan kualitas Hidup Asmaritasari; Benny Badaru; Abd. Rahman
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/36y86532

Abstract

Latar belakang: Penuaan menyebabkan penurunan fungsi sistem muskuloskeletal, vestibular, dan proprioseptif yang berdampak pada gangguan keseimbangan dinamis serta menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi yang terbukti efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah program Otago Exercise, yang berfokus pada penguatan otot ekstremitas bawah dan latihan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh Otago Exercise terhadap keseimbangan dinamis dan kualitas hidup lansia di Yayasan Panti Werdha Theodora Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 10 lansia perempuan yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran keseimbangan dinamis menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT), sedangkan kualitas hidup diukur dengan kuesioner WHOQOL-Brief. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada keseimbangan dinamis dengan penurunan waktu rata-rata TUGT dari 20,22 detik menjadi 17,96 detik (p = 0,005). Selain itu, skor rata-rata kualitas hidup meningkat dari 66,48 menjadi 74,18 (p = 0,023), dengan peningkatan pada domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Kesimpulan: Otago Exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dinamis dan kualitas hidup lansia di Yayasan Panti Werdha Theodora Makassar.      
Efektivitas Core Stability Exercise terhadap Risiko Jatuh pada Lansia Rahmat, Hera Amalyah; Rusli; Fahrizal
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x3c2s567

Abstract

Latar belakang: Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis yang berdampak pada penurunan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko jatuh yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada usia lanjut. Salah satu intervensi fisioterapi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kekuatan otot inti dan keseimbangan tubuh adalah core stability exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas core stability exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia di Yayasan Batara Hati Mulia Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 18 orang lansia berusia 60–86 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi berupa latihan core stability yang terdiri dari single leg raise dan seated Russian twist with medicine ball dilakukan dua kali seminggu selama enam minggu. Risiko jatuh diukur menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT). Hasil: penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor TUGT sebelum (median = 15,93 detik) dan sesudah intervensi (median = 10,67 detik) dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Core stability exercise efektif dalam meningkatkan kekuatan otot inti, memperbaiki kontrol postural, dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Latihan ini direkomendasikan sebagai intervensi fisioterapi preventif dalam program peningkatan kualitas hidup lansia.
Analisis Fleksibilitas Sendi Bahu Pasca Cedera Pada Pemain Tenis Lapangan Faizah Navalia Suaib; Arimbi; Ruslan
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z8b37m98

Abstract

Latar belakang: fleksibilitas sendi bahu sangat penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan, khususnya pasca cedera. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas sendi bahu pasca cedera pada pemain tenis di Bulog Kota Makassar. Metode: metode penelitian menggunakan analisis deskriptif non-eksperimental dengan sampel 9 responden. Data dikumpulkan melalui Static Flexibility Test, Apley Scratch Test, dan pengukuran Rentang Gerak (ROM) dengan goniometer. Hasil: hasil menunjukkan terdapat ketidakseimbangan ROM dengan limitasi pada fleksi, abduksi, adduksi, serta kelonggaran pada ekstensi dan rotasi. Static Flexibility Test menunjukkan sebagian besar atlet dalam kategori cukup hingga buruk. Apley Scratch Test mayoritas tanpa kesulitan, namun ada yang mengalami keterbatasan gerak. Kesimpulan: fleksibilitas sendi bahu pemain tenis pasca cedera tidak optimal yang meningkatkan risiko cedera ulang.
Hubungan antara Gangguan Postur Tubuh dengan Nyeri Muskuloskeletal pada Lansia Ghina Syakirah Yusri; Ichsani; Harvina Mukrim
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/rw5yaj51

Abstract

Latar belakang: Gangguan postur tubuh disebabkan karena adanya perubahan fisiologis yang menyebabkan perubahan postur pada lansia. Akibatnya, dapat menimbulkan terjadinya resiko nyeri muskuloskeletal pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan postur tubuh dnegan nyeri muskuloskeletal pada lansia di Klinik Madising Telkomas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia di klinik madising telkomas yang memiliki gangguan postur sebanyak 30 orang. Pengukuran postur tubuh menggunakan alat Flexicurve dan Adam’s forward Bending Test dan nyeri musculoskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan postur tubuh dengan nyeri muskuloskeletal pada lansia. Kelainan postur paling banyak adalah lordosis 15 responden (50%), kifosis 13 responden (43,3%) dan skoliosis sebanyak 2 responden (6,7%). Mayoritas responden mengalami keluhan agak sakit 19 responden (63,3%), keluhan sakit 10 responden (33,3%),dan sangat sakit 1 responden (3,3%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,60 (p>0,05). Kesimpulan: Hal ini mengidentifikasi bahwa gangguan postur tubuh bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi nyeri muskuloskeletal, melainkan hanya salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi.
Hubungan Penggunaan Backpack dengan Keluhan Nyeri Punggung pada Siswa Nur Pausia; Benny Badaru; Sarifin. G
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/wfayw554

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang semakin sering ditemukan pada anak dan remaja. Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya beban berlebih pada area punggung, salah satunya akibat penggunaan tas yang terlalu berat atau melebihi kapasitas tubuh mereka. Metode: metode penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh populasi siswa kelas 2 di UPT SMP Negeri 2 yang berjumlah 69 orang. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan backpack dengan keluhan nyeri punggung pada siswa di UPT SMP Negeri 2 Anggeraja. Berdasarkan hasil uji Spearman's rho diperoleh nilai signifikansi p = 0,001, yang berarti semakin baik cara penggunaan backpack maka semakin rendah keluhan nyeri punggung yang dialami siswa. Kesimpulan: beban yang melebihi kapasitas tubuh dapat mengubah posisi pusat gravitasi, meningkatkan tekanan pada tulang belakang, dan menimbulkan kelelahan otot statis yang berujung pada nyeri punggung.
Analisis Tingkat Pemahaman Atlet E-sport Sulawesi Selatan Mengenai Neck Pain Setelah Pemberian Edukasi Ergonomi Nadhila, Hani Fati; Rusli; Fahrizal
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/3745dt10

Abstract

Latar belakang: Aktivitas bermain game dalam durasi yang lama dengan posisi statis yangt idak ergonomis beresiko menyebabkan keluhan musculoskeletal, khususnya neck pain . Atlet e-s port merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi ini. Upaya edukasi ergonomi menjadi penting dalam meningkatkan pemahaman dan mencegah keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman atlet e-sport di Sulawesi Selatan setelah diberikan edukasi mengenai ergonomi dan neck pain . Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post -test . Sampel yang diambil sejumlah 20 orang atlet e-sport Sulawesi Selatan yang di ambil dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah edukasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat pemahaman atlet setelah diberikan edukasi, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 69,45 dan post -test mencapai 106,40. Hasil analisa uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0.05). Dalam pemberian edukasi ergonomi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman atlet e-sport mengenai ergonomi dan neck pain. Kesimpulan: Edukasi ini dapat dijadikan intervensi preventif dalam upaya menjaga kesehatan musculoskeletal pada atlet e-sport .

Page 1 of 1 | Total Record : 9