cover
Contact Name
Mariyal Qibtiyah
Contact Email
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Phone
+6285894256608
Journal Mail Official
ijspt.fisioterapi@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 14, Kampus Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT)
ISSN : -     EISSN : 31093094     DOI : 10.20344/ijspt
Core Subject :
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar. Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) difokuskan pada lingkup bidang Fisioterapi yang meliputi Fisioterapi Olahraga, neurologi, geriatri, pediatri, kardiovaskular dan pulmonal, promotif dan preventif serta Ilmu Keolahragaan. Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala setiap bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Perbandingan Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia yang Aktif Senam dan Tidak Aktif Senam Amalia Mulya, Masvira; Arimbi; Mujari Wahid, Wahyana
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9501

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, dan seiring bertambahnya usia, mereka sering mengalami penurunan keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh. Meskipun senam terbukti efektif untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh, penelitian ini dilakukan karena rendahnya partisipasi lansia dalam kegiatan senam untuk membandingkan tingkat risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, mengumpulkan data melalui kuisioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan Time Up and Go Test (TUGT). Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden (Purposive Sampling) dari 51 populasi lansia di Klinik Madising Telkomas. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara skor TUGT pada kedua kelompok (p > 0,05), dengan faktor-faktor seperti indeks massa tubuh dan frekuensi senam yang rendah berkontribusi pada hasil tersebut. Kesimpulan: Meskipun senam dapat meningkatkan keseimbangan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program senam yang efektif untuk lansia.
Gambaran Pola Jalan pada Anak Down Syndrome Al Fariq, Farhaq; Rusli; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9502

Abstract

Latar belakang: Perkembangan motorik merupakan kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi sistem saraf pusat, otot, dan urat saraf. Aktivitas ini melibatkan motorik kasar seperti berjalan, yang memerlukan koordinasi neuromuskular dan fungsi psikis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pola jalan pada anak Down syndrome di SLB Negeri 1 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 12 anak Down syndrome yang dipilih dari 38 populasi di SLB Negeri 1 Makassar menggunakan teknik purposive sampling. Variabel tunggal adalah pola jalan, dengan instrumen gait analysis untuk menilai fase gait dan timed up and go test untuk keseimbangan. Hasil: Fase gait kategori “ada” ditemukan sebesar 62,89%, “lemah” 20,62%, dan “hilang” 16,49%. Fase mid-swing dan loading Gresponse paling stabil, sedangkan terminal stance dan mid-stance paling terganggu. Simpulan: Diperlukan intervensi fisioterapi untuk menguatkan fase stance agar meningkatkan stabilitas dan efisiensi berjalan pada anak Down syndrome.
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal akibat Kebiasaan Bermain Game Online pada Remaja Tasri, Afifah; G, Sarifin; Mukrim, Harvina
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9504

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan aktivitas bermain game online, khususnya pada remaja. Aktivitas ini sering dilakukan dalam durasi lama dengan postur tubuh statis dan ergonomi yang kurang tepat, sehingga berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal saat bermain game online pada siswa UPT SMA Negeri 1 Pangkep. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional menggunakan instrumen Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) pada 80 responden. Hasil: Sebanyak 59 responden (73,8%) mengalami tingkat risiko rendah dan 21 responden (26,3%) risiko sedang, tanpa ada yang masuk kategori tinggi maupun sangat tinggi. Terkait tindakan perbaikan, 73,8% responden tidak memerlukan intervensi, sedangkan 26,3% mungkin perlu perbaikan. Kesimpulan: Bermain game online dalam durasi panjang dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal, sehingga diperlukan edukasi ergonomi, pengaturan postur, peregangan berkala, dan latihan penguatan otot.
Hubungan Kondisi Postural dengan Risiko Jatuh pada Lansia Atiqah Najwa; Badaru, Benny; G, Sarifin
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9526

Abstract

Latar belakang: Postur tubuh yang buruk dapat mempengaruhi gaya berjalan lansia dan menyebabkan ketidakstabilan dalam pergerakannya. Akibatnya, lansia akan kehilangan keseimbangan yang secara signifikan meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi postural dengan risiko jatuh pada lansia di Klinik Madising Telkomas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh populasi lansia di Klinik Madising Telkomas yang berjumlah 30 orang. Pengukuran postur tubuh menggunakan dua jenis, pengukuran dengan menggunakan alat Flexicurve dan Adam’s Forward Bending Test, pengukuran risiko jatuh menggunakan Time Up and Go Test (TUGT). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi postural dan risiko jatuh pada lansia, dengan hasil uji Chi Square yang menunjukkan p=0,71 (p>0,05). Kesimpulan: Risiko jatuh pada lansia dapat disebabkan oleh banyak faktor yang saling berinteraksi, dan kondisi postural hanya salah satu dari faktor penyebab yang meningkatkan risiko jatuh.
Pengaruh Straight Leg Raise Exercise dan Clamshell Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Lansia Ferina, Ferina Agustin Darmastuti; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x0r52566

Abstract

Latar belakang: Proses menua salah satu kehidupan dimana hilangnya secara perlahan  kemampuan jaringan tubuh untuk mempertahankan struktur dan fungsi normal yang dialami setiap  manusia. Intervensi latihan seperti straight leg raise exercise dan clamshell exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Tujuan Penelitian ini untuk  mengetahui pengatuh straight leg exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan kekuatan otot  ekstremitas bawah pada lansia. Metod : Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy  experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest, yang artinya dimana  dilakukan pengukuran sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di  Posyandu Lansia Desa Tanjung, Sukoharjo. Sebanyak 35 subjek memenuhi kriteria dan  menyelesaikan penelitian. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi  menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi berupa latihan Straight Leg Raise dan  Clamshell. Hasil: Hasil uji Wilcoxon test menunjukkan nilai p Value = 0.000(<0.005) sehingga  terdapat pengaruh Straight leg raise exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan  kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia. Kesimpulan: Straight leg raise exercise dan  clamshell exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia.
Pengaruh Body Weight Squat Dan Calf Raises Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Otot Tungkai Pada Lansia Reza, Mohamad Reza Oktaviano; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z08n1v47

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia  mengalami perubahan fisiologis dan morfologis salah satunya pada system muskuloskeletal  khususnya otot. Pada perubahan fisiologis yang terjadi adalah penurunan kekuatan otot dan  penurunan massa otot. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan penurunan kemampuan  fungsional pada lansia karena kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari.  Latihan Body Weight Squat dan Calf Raises menyebabkan beberapa aktivitas pada otot tungkai  bawah meningkat secara signifikan sehingga kemampuan fungsional otot akan meningkat.Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pemberian Body Weight Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode  penelitian quasi eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test yang  melibatkan 30 anggota Posyandu Lansia Senja Bahagia Lima Belas Jebres, Surakarta. Hasil: Uji  Wilcoxon menunjukkan p value=0.000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh latihan Body Weight  Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia  Kesimpulan: latihan Body Weight Squat dan Calf Raises berpengaruh terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia
Pengaruh Short Foot Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fjkb8y93

Abstract

Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh manusia mengalami penurunan, khususnya pada lansia. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada saat ditempatkan di berbagai posisi Short foot excercise adalah latihan sensorik motorik yang mengaktifkan otot intrinsik kaki yang secara aktif membentuk lengkung longitudinal dan lengkunghorizontal.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Menur, RT 03/RW 21 Gulon, Jebres, Surakarta. Populasi penelitian berjumlah 60 lansia, dengan total 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji Wilcoxon test  menunjukkan nilai p Value= 0.000(<0.005) yang berarti bahwa pemberian Short foot exercise mempengaruhi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Short foot exercise berpengaruh meningkatan keseimbangan dinamis pada lansia.      
Pengaruh Otago Exercise Terhadap Keseimbangan Dinamis dan kualitas Hidup Asmaritasari; Benny Badaru; Abd. Rahman
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/36y86532

Abstract

Latar belakang: Penuaan menyebabkan penurunan fungsi sistem muskuloskeletal, vestibular, dan proprioseptif yang berdampak pada gangguan keseimbangan dinamis serta menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi yang terbukti efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah program Otago Exercise, yang berfokus pada penguatan otot ekstremitas bawah dan latihan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh Otago Exercise terhadap keseimbangan dinamis dan kualitas hidup lansia di Yayasan Panti Werdha Theodora Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 10 lansia perempuan yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran keseimbangan dinamis menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT), sedangkan kualitas hidup diukur dengan kuesioner WHOQOL-Brief. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada keseimbangan dinamis dengan penurunan waktu rata-rata TUGT dari 20,22 detik menjadi 17,96 detik (p = 0,005). Selain itu, skor rata-rata kualitas hidup meningkat dari 66,48 menjadi 74,18 (p = 0,023), dengan peningkatan pada domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Kesimpulan: Otago Exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dinamis dan kualitas hidup lansia di Yayasan Panti Werdha Theodora Makassar.      
Efektivitas Core Stability Exercise terhadap Risiko Jatuh pada Lansia Rahmat, Hera Amalyah; Rusli; Fahrizal
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x3c2s567

Abstract

Latar belakang: Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis yang berdampak pada penurunan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko jatuh yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada usia lanjut. Salah satu intervensi fisioterapi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kekuatan otot inti dan keseimbangan tubuh adalah core stability exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas core stability exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia di Yayasan Batara Hati Mulia Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 18 orang lansia berusia 60–86 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi berupa latihan core stability yang terdiri dari single leg raise dan seated Russian twist with medicine ball dilakukan dua kali seminggu selama enam minggu. Risiko jatuh diukur menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT). Hasil: penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor TUGT sebelum (median = 15,93 detik) dan sesudah intervensi (median = 10,67 detik) dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Core stability exercise efektif dalam meningkatkan kekuatan otot inti, memperbaiki kontrol postural, dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Latihan ini direkomendasikan sebagai intervensi fisioterapi preventif dalam program peningkatan kualitas hidup lansia.
Analisis Fleksibilitas Sendi Bahu Pasca Cedera Pada Pemain Tenis Lapangan Faizah Navalia Suaib; Arimbi; Ruslan
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z8b37m98

Abstract

Latar belakang: fleksibilitas sendi bahu sangat penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan, khususnya pasca cedera. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas sendi bahu pasca cedera pada pemain tenis di Bulog Kota Makassar. Metode: metode penelitian menggunakan analisis deskriptif non-eksperimental dengan sampel 9 responden. Data dikumpulkan melalui Static Flexibility Test, Apley Scratch Test, dan pengukuran Rentang Gerak (ROM) dengan goniometer. Hasil: hasil menunjukkan terdapat ketidakseimbangan ROM dengan limitasi pada fleksi, abduksi, adduksi, serta kelonggaran pada ekstensi dan rotasi. Static Flexibility Test menunjukkan sebagian besar atlet dalam kategori cukup hingga buruk. Apley Scratch Test mayoritas tanpa kesulitan, namun ada yang mengalami keterbatasan gerak. Kesimpulan: fleksibilitas sendi bahu pemain tenis pasca cedera tidak optimal yang meningkatkan risiko cedera ulang.

Page 2 of 3 | Total Record : 23