cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2002)" : 9 Documents clear
PERANAN LABORATORIUM DALAM MENUNJANG PENATALAKSANAAN PENDERITA Widijanti, Anik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2201.204 KB)

Abstract

Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian hasil pemeriksaan laboratorium dengan keadaan klinik penderita. Hal tersebut dapat diatasi dengan komunikasi antar petugas laboratorium dan klinisi, serta interpretasi yang tepat dari hasil pemeriksaan laboratorium. Dokter laboratorium bertugas untuk mengatasi masalh di bidang laboratorium dengan berbagai cara yaitu mengawasi mutu pemeriksaan sehingga sampelnya memenuhi syarat, persiapan penderita memadai, metodenya tepat, administrasi dan interpretasi hasil pemeriksaan secara benar. Perlu difahami mengenai ?cut off?, nilai rujukan dan nilai kritis, sensitifitas dan spesifitas tes, agar interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium menjadi baik. Pada keadaan tertentu perlu diberikan komentar laboratorium pada jawaban interpretatif. Indikasi pemeriksaan dan interpretasi hasil pemeriksaan yang tepat akan sangat menunjang penatalaksaan penderita. Untuk itu dibutuhkan komunikasi klinisi dan laboratorium  yang dilakukan dengan membuat laporan interpretatif, konsultasi langsung pribadi maupun dalam ?team?. Hasil pemeriksaan petugas laboratorium yang tidak sesuai keadaan klinik penderita dikembalikan kepada dokter penanggung jawab laboratorium yang sama untuk diselesaikan permasalahannya.
Stress Sel Imunokompete Mukosa Usus oleh Bahan Aktif Alkil Benzen Sulfonat (ABS) dalam Daterjen Sriwahyuni, Endang
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2455.595 KB)

Abstract

Stress Sel Imunokompete Mukosa Usus oleh Bahan Aktif Alkil Benzen Sulfonat (ABS) dalam Daterjen
Pemberian Nutrisi Enteral Kaya Albumin pada Penderita Fistula Enterokutan Soemarko, M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.183 KB)

Abstract

Latar Belakang: Didapatkan insidens yang tinggi dari kasus-kasus malnutrisi pada penderita yang opname untuk pembedahan gastrointensinal. Malnutrisi mempunyai hubungan yang jelas dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasca pembedahan besar. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian nutrisi enteral kaya albumin dengan perubahan status gizi dan perbaikan klinis pada para penderita dengan komplikasi fistula enterokutan. Metode: Suatu studi observasional pada penderita perioperatif di RS Saiful Anwar Malang dalam jangka waktu 7 tahun. Dari seleksi didapatkan 12 penderita fistula enterokutan low output, 9 pria dan 3 wanita, usia antara 15 tahun- 30 tahun dilaporkan. Dilakukan pemberian nutrisi enteral dini yang mengandung kadar albumin yang tinggi. Diberika secara progresif bertahap naik sampai 25kcal/kg/hari. Hasil: Penutupan fistula secara spontan terjadi pada semua penderita. Kadar albumin serum meningkat secara bermakna ke harga normal (p=0,0001). Kesimpulan: Pemberian nutrisi enteral standar RS yang diperkaya dengan albumin dapat ditoleransi dengan baik dan secara bermakna merupakan alternatif terhadap nutrisi parenteral.
Profil Penyakit Parkinson di Sumatera Barat A, Basjiruddin
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2654.247 KB)

Abstract

Penyakit Parkinson (PP) adalah sindroma klinis yang disebabkan lesi degeneratif pada ganglia basal, yang gejala biasanya muncul pada antara usia 40 dan 70 tahun. PP umumnya lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 3:2. Penyebab PP kemungkinan berbagai faktor, dan beberapa diantaranya adalah, kondisi lingkungan banyaknya penggunaan insektisida, bekerja dilingkungan industri dan sebagainya. Penelitian ini adalah untuk mngevaluasi gejala klinis, yang berhubungan dengan faktor epidemiologis disamping faktor lain, dan hasil wawancara yang menunjukkan hubungannya dengan kondisi lain. Metoda: Penelitian dilakukan dengan metoda survei, dan kasus berasal dari dua rumah sakit dan klinik swasta di Padang. Empat puluh empat penderita PP diperiksa untuk mengetahui saat dan usia terjadinya gejala PP, stadiumnya  menurut sistem peringkat Hoehn dan Yahr. Proses berpikir, tingkah laku dan alam perasaan diniliai dengan menggunakan Skala Peringkat Penyakit Parkinson Terpadu. Hasil: Usia dari 44 kasus adalah antara 29 dan 87 tahun, dengan rata-rata 60,5±11,6 tahun. Dua puluh empat orang adalah perempuan, dan 20 laki-laki (rasio 1,2:1). Umumnya mereka mendapatkan gejala pertama pada kelompok usia 55-64 tahun. Enam belas (35,4%) dari 44 penderita berada pada stadium pertama, dan dua pada stadium lima (4,5%). Analisa regresi menemukan adanya korelasi yang bermakna antar lama menderita PP dengan stadium penyakit (p=0,011). Juga terdapat korelasi yang bermakna antara usia dan stadium penyakit (p=0,0002). Gangguan intelek dan proses berfikir tidak berhubungan dengan usia (p>0,05).
Parameter Praktis dalam upaya Skrining dan Diagnotis Autism Saharso, Darto; Emy, Emy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1649.4 KB)

Abstract

Autism merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada anak dengan angka kejadian berkisar 1 pada 500 anak. Sering tidak diketahui dan tidak terdiagnosis hingga usia prasekolah karena skrining perkembangan anak secara rutin dan skrining khusus untuk autism tidak tersedia. Identifikasi dini, intervensi dini dan intensif selama masa balita usia prasekolah dikatakan mampu memperbaiki hasil akhir autism pada sebagian besar anak-anak. Parameter praktis memberikan rekomendasi spesifik untuk meng identifikasi anak-anak dengan autism.
Bobot Molekul Resptor Salmonella Typhosa pada Kultur Sel Endotel Vena Umbilicalis Manusia Soemarno, Soemarno; Yanuhar, Uun; MA, Widodo; BS, Sumitro
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.198 KB)

Abstract

Penyakit demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella (S) Typhosa masih merupakan problema kesehatan terutama di negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Pada patogenesis terjadinya bakteriemi dan mengenai pelekatan bakteri tersebut terhadap sel endotel masih belum ada kejelasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pelekatan S.typhosa dan bobot molekul reseptornya pada sel endotel. Penelitian ini dikerjakan dengan memakai Human Umbilical Vein Endothelial Culture (HUVEC), sedangkan sebagai model sel pelekat bakteri yang digunakan adalah model indeks adhesi. Untuk mengetahui indeks adhesi dilakukan pemaparan S.typhosa terhadap HUVEC. Matriks ekstraseluler  diekstrasi dengan cara solubiliasi HUVEC dengan larutan N-Octyl-β-D Glucopyranoside (NOG) 0,05%. Penentuan bobot molekul matriks sektraseluler yang dikerjakan dengan SDS-PAGE ternyata memiliki bobot 66kDa. Pemurnian protein matriks ekstrak seluler dipakai cara elektroelusi. Ketentuan bobot molekul reseptor ditentukan dengan evaluasi korelasi anatara indeks adhesi bakteri dengan dosis protein molekul reseptor yag diencerkan setengahnya secara seri yang dilekatkan pada HUVEC. Kesimpulan dari evaluasi tersebut dengan menggunakan tes korelasi menunjukkan bobot molekul matriks ekstrak seluler 66kDa HUVEC merupakan molekul reseptornya S.typhosa M223 (p<0,05).
Beberapa Variasi PErcabangan Arteris Profunda Femoris di Laboratorium Anatomi Histologi Fakultas KEdokteran Universitas Airlangga Kurniawan, Agung
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.72 KB)

Abstract

Dewasa ini terdapat kecenderungan makin meningkatnya insiden kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan cedera vaskuler baik ringan maupun berat. Cedera vaskuler berat memerlukan penangan yang cepat dan tepat untuk mencegah timbulnya nekrosis jaringan dan kematian penderita dimana prognosis penderita sangat ditentukan pada waktu penanganan yang akan dilakukan. Semakin cepat penangan trauma vaskuler maka makin baik juga prognosisnya. Salah satu pembuluh darah yang sering mengalami trauma yaitu arteri femoralis beserta percabangannya. Dalam literatur disebutkan adanya variasi percabangan arteri profunda femoris, namun di Indonesia data tentang hal tersebut masih belum didapatkan. Dengan mengetahui prosentase terbanyak pencabangan arteri tersebut dan pengetahuan tentang sistem kolateral disertai penanganan penderita yang cepat dan tepat diharapkan dapat mengetahui insiden nekrosis dan kematian penderita trauma vaskuler. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif dengan bahan berupa extremitas inferior sebanyak 24 buah yang terdiri dari 12 extrimitas dextra 12 sinistra. Tidak dibedakan antara yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang didapat dari Lab. Anatomi Histologi FK Unair. Kemudian dicari arteri profunda femorisnya diikuti percabangannya lalu diidentifikasi. Selanjutnya digambar pada kertas dan dicocokkan dengan pola percabangan menurut William dkk. Dari penelitian ini didapatkan 4 variasi percabangan arteri profunda femoris. Dari keempat variasi tersebut didapatkan hasil bahwa type A yatu type dimana arteri circumflexa femoris medialis et literalis berasal dari arteri profunda femoris sedang ramus descendennya berasal dari arteri circumflexa femoris literalis mempunyai jumlah terbanyak yaitu sebesar 58,3%.
Perkembangan Baru tentang Respon Imun Tubuh terhadap Infeksi Virus Herpes Humanus Cholis, M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2326.173 KB)

Abstract

Sistem imun mempunyai peranan penting dalam membatasi pengaruh dari infeksi-infeksi primer oleh kelompok virus herpes dan dalam memaksa infeksi tersebut ke dalam laten. Walaupun imunitas pejamu tidak dapat mencegah reaktivasi, namun berperan penting dalam pengendalian peristriwa infeksi tersebut secara cepat. Karena itu pada penderita-penderita imunokompromis sering terjadi infeksi oleh kelompok virus herpes dengan derajat klinis yang parah. Hilangnya fungsi imunitas sekuler menyebabkan reaktivasi dari virus laten dan menyebabkan terjadinya penyakit. Tujuan utama dari respon pejamu ialah untuk mempertahankan hidup, menyelamatkan sel-sel yang terinfeksi, dan mencapai imunitas seumur hidup terhadap terjadinya infeksi ulang. Untuk mencapai tujuan inim virus dapat dihambat atau dieliminasi. Di sisi lain, untuk mempertahankan hidupnya kelompok virus herpes ini juga mempunyai kemampuan untuk melawan atau menghindari mekanisme imun yang terjadi. Naskah ini menyajikan tentang respon imun terhadap infeksi kelompok virus herpes, yaitu virus herpes simpleks (VHS), virus varisela zoster (VVZ), virus Epstein-Barr(VEB), virus cytomegalo (VCM), virus herpes humanus-6 (VHH-6), VHH-7, dan VHH-8.
Mempelajari Aktivitas Anti Angiogenesis dari Sirip Dada Ikan Hiu Putih Hardoko, Hardoko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.149 KB)

Abstract

Penelitian tentang aktivitas anti-angiogenesis dari ekstrak kasar dan fraksi protein dari sirip dada ikan hiu putih (Carcharhinus dussumieri) telah dilakukan dengan menggunakan metode CAM (Chick Chrorioallantoic Membrane). Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas lebih tinggi daripada fraksi proteinnya. Aktivitas penghambatannya meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi yang digunakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9