cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2015)" : 19 Documents clear
Faktor Penghambat Pelaksanaan SPO 7 Benar dalam Pemberian Obat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Panti Nirmala Sthephani, Pratiwi; Dewanto, Aryo; I, Cecilia Widijati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.47 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.19

Abstract

Laporan keselamatan pasien RS Panti Nirmala terdapat 34,1% kejadian yang berhubungan terhadap kesalahan pemberian obat. Hal ini mengindikasikan pelaksanaan pemberian obat berdasarkan 7 benar belum berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis faktor penghambat pelaksanaan pemberian obat berdasarkan 7 benar sesuai standar prosedur operasional (SPO)di ruang rawat inap RS Panti Nirmala. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi terhadap 39 perawat pelaksana di 7 unit ruang rawat inap pada shift pagi dan sore waktu pemberian obat, baik obat oral dan intravena. Setelah melakukan observasi, peneliti memberikan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap dan kemauan perawat. Kuesioner dibagikan kepada 49 orang perawat pelaksana ruang rawat inap. Hasil observasi menunjukkan 64,9% perawat melakukan benar pasien, 86,5% perawat melakukan benar obat, 64,9% perawat melakukan benar waktu, dan 100% perawat melakukan benar dosis, benar cara dan dokumentasi. Hasil kuesioner menunjukkan terdapat 89% perawat rawat inap RSPN memiliki pengetahuan yang baik tentang prinsip 7 benar. Perawat juga memiliki sikap yang baik dalam pelaksanaan pemberian obat berdasarkan tujuh benar dan mau menjalankan prinsip tujuh benar dalam pemberian obat. Hal tersebut disebabkan kurangnya komunikasi yang efektif pada perawat terhadap pasien maupun keluarga. Kata Kunci: 7 benar, pemberian obat, perawat
Faktor Sumber Daya Manusia dan Komitmen Manajemen yang Mempengaruhi Surveillance Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Paru Batu S, Yuni Kartika; Hariyanti, Tita; Pujiastuti, Lucia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.12

Abstract

Surveilans infeksi nosokomial merupakan salah satu kegiatan dalam program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit. Studi Pendahuluan menunjukkan angka kejadian plebitis di RS Paru Batu pada tahun 2013 tercatat sebesar 8,23% dan pada bulan Juni 2014 tercatat sebesar 6,3%. Kejadian ini cukup tinggi mengingat standar kejadian plebitis yang direkomendasikan oleh standar pelayanan medis minimal tahun 2008 adalah sebesar ≤1,5%.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi akar permasalahan kurang optimalnya pelaksanaan program pelaporan surveillance infeksi nosocomial di RS Paru Batu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi dokumen, wawancara terstruktur dan observasi. Pencarian akar masalah dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion dengan peserta 1 perawat IPCN (Infection Prevention Control Nurse), 8 kepala ruangan rawat inap di RS Paru Batu, koordinator keperawatan dan koordinator pelayanan medis. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar komponen surveilans belum dijalankan dengan benar sesuai Petunjuk Teknis Surveilans dari Kemenkes tahun 2010. Hal tersebut disebabkan kurangnya dukungan manajemen untuk program dan sarana penunjang PPI, belum adanya sosialisasi program kepada seluruh pelaksana surveilans, serta belum adanya fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program surveilans infeksi nosokomial. Hasil tapisan pilihan solusi terbaik dengan skala matriks adalah pengesahan SK pengangkatan Komite dan Tim PPI, menyusun panduan surveilans infeksi nosokomial dan sosialisasi surveilans infeksi nosokomial.Kata Kunci:  Angka kejadian plebitis, IPCN, sumberdaya manusia, surveilans infeksi nosokomial
Identifikasi Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Pamungkas, Fantri; Hariyanto, Tuti; U, Endah Woro
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.637 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.2

Abstract

Kelengkapan dokumen rekam medis merupakan hal yang sangat penting karena berpengaruh terhadap proses pelayanan yang dilakukan oleh petugas medis dan mempengaruhi kualitas dari pelayanan suatu rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.  Observasi dilakukan pada tanggal 25 September 2014 sampai dengan 2 Oktober 2014. Data yang diambil adalah dokumen rekam medis yang diserahkan dari unit rawat inap ke sub bagian rekam medis pada tanggal tersebut. Dokumen Medik Keperawatan (DMK) yang digunakan adalah DMK umum yang terdiri dari 12 (duabelas) DMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prosentase penilaian paling rendah adalah pada DMK 4.1 (lembar rencana pelayanan/CP) yaitu 75,4%, dan yang bertanggung jawab dalam mengisi dokumen tersebut adalah dokter. Dari hasil metode diagram Ishikawa permasalahan yang paling mendasar yang mempengaruhi ketidaklengkapan dokumen rekam medis adalah tingkat kedisiplinan dokter yang kurang.Kata Kunci: Ketidaklengkapan dokumen rekam medis, dokter
Analisis Rendahnya Laporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Gunawan, Gunawan; Harijanto, Harijanto; Harijanto, Tatong
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.986 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.16

Abstract

Data laporan IKP yang akurat sangat bermanfaat untuk pemetaan risiko keselamatan pasien dan dasar perbaikan sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa rendahnya laporan IKP dan  faktor  yang berpengaruh pada sistem pelaporan IKP di salah satu Rumah Sakit (RS) Malang. Metode yang digunakan adalah diskripsi analitik. Penggalian data dilakukan dengan telusur data laporan IKP, observasi lapangan, wawancara terstruktur dan survei dengan menggunakan kuesioner. Responden pada penelitian ini adalah 20 petugas kesehatan dan keluarga pasien sebanyak 6 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi menggunakan microsoft excel. Hasil menunjukkan angka IKP lebih tinggi dari angka laporan IKP. Faktor penyebabnya adalah rendahnya laporan IKP yang disebabkan oleh rasa takut pada kepala unit kerja.Kesimpulan dari penelitian ini adalah data laporan IKP belum menggambarkan kondisi sebenarnya dari kejadian insiden keselamatan pasienyang terjadi di RS X. Faktor penyebab utama kondisi tersebut adalah kurangnya pemahaman tentang konsep pelaporan IKP. Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, insiden keselamatan pasien
Penyampaian Informasi oleh Perawat dalam Persetujuan Tindakan Medis di Rumah Sakit: Permasalahan dan Solusi Satiti, Yudha Rose; Susilo, Harsono; Dewanto, Aryo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.10

Abstract

Tuntutan hukum di bidang kesehatan menjadi perhatian utama rumah sakit di Indonesia karena menghabiskan waktu, biaya dan mencemarkan citra rumah sakit. Banyak kasus dugaan malpraktik terjadi karena kurang baiknya penyampaian informasi yang berisiko terhadap tuntutan hukum dan mutu rumah sakit. Penelitian dilakukan dengan cara observasi di ruang rawat inap dan UGD, untuk mengamati proses penyampaian  tiap tindakan medis yang dilakukan oleh perawat. Observasi dilakukan berdasarkan PERMENKES Nomor 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Medis. Untuk mencari akar dari penyebab masalah dilakukan brainstorming dengan peserta 6 orang terdiri dari kepala perawat dan tim mutu dilanjutkan dengan pembuatan fishbone dan teknik “5 Whys” untuk mencari akar masalah. Dari hasil penelitian didapatkan hanya 50% tindakan yang ada formulir tindakan dilakukan persetujuan informasi medis sebelum tindakan dan 100% tindakan yang tidak ada formulir, semua persetujuan informasi medis dilakukan sebelum tindakan. Penjelasan tindakan masih sangat rendah berkisar antara 0-30%. Dari hasil brainstorming didapatkan akar permasalahan adalah pemahaman cara menjelaskan informasi medis rendah, belum ada SK pendelegasian pada perawat untuk menyampaikan informasi medis, sistem pengawasan belum berjalan, SOP kurang jelas atau kurang spesifik, belum ada alat bantu untuk menjelaskan dan perawat tidak tahu cara komunikasi atau penyampaian yang benar. Hasil penentuan alternatif solusi dengan metode McNamara menemukan bahwa alternatif solusi terbaik adalah pembuatan leaflet terkait penjelasan informasi medis dan flyer untuk edukasi pasien.Kata Kunci: Flyer edukasi, Informasi medis, persetujuan tindakan medis
Pengembangan Alur Pasien dan Berkas Rekam Medis sebagai Optimalisasi Sistem Informasi Rekam Medis P, Agni Hadi; Hariyanti, Tita; Susilo, Sugeng
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.3

Abstract

Alur sistem dan dokumen merupakan komponen penting dalam sistem informasi rekam medis baik berbasis komputer maupun konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi alur pasien dan berkas rekam medis yang sesungguhnya untuk merancang rekomendasi alur pasien dan alur berkas rekam medis. Data diperoleh dari wawancara dengan perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, koordinator keperawatan, penanggung jawab bidang layanan medis dan keperawatan, serta petugas rekam medis sebagai dasar dalam pengembangan alur pasien dan alur berkas rekam medis. Data menunjukkan alur yang diterapkan di rumah sakit terlalu panjang dan pada pasien rawat inap yang datang kembali tidak mendapatkan berkas rekam medis. Alur pasien IGD dan berkas rekam medis rawat inap belum sesuai dengan alur yang ditetapkan oleh Depkes RI. Alur pasien rawat jalan, rawat inap dan alur berkas rekam medis pasien rawat jalan sudah sesuai dengan alur yang ditetapkan oleh Depkes RI walaupun pada pengelolaan berkas rekam medis masih terdapat kekurangan. Untuk meningkatkan efisiensi alur perlu adanya tenaga distribusi, pemotongan alur Instalasi Gawat Darurat, dan pasien lama mendapatkan berkas rekam medis sebelumnya, serta koordinasi antara petugas rekam medis dan petugas pendaftaran rawat inap  saat ada pasien lama kembali ke rumah sakit.Kata Kunci: Alur pasien, alur rekam medis, dokumen
Faktor Penghambat Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSUD Blambangan Banyuwangi Suyanto, Suyanto; Taufiq, Hidayat; Indiati, Indiati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.704 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.5

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIM RS) berbasis komputer semakin menjadi tuntutan, namun implementasinya memerlukan upaya lebih dari sekedar pengembangan SIM RS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat pelaksanaan SIM RS di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Kabupaten Banyuwangi yang telah mengembangkan SIM RS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai petode pengambilan data pada periode September hingga Oktober 2014. Analisis akar masalah menggunakan fishbone melalui brainstorming, kemudian disepakati akar masalah yang paling penting dan dipilih alternatif solusi yang paling efektif, relatif murah, mudah dan bisa dikerjakan dalam waktu. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga akar masalah utama kelengkapan standar prosedur operasional (SPO), kejelasan tugas pokok dan fungsi, serta supervise yang belum efektif sebagai penyebab belum optimalnya SIMRS secara maksimal. Sebagai langkah awal RS telah mengembangkan 12 SPO melalui proses pengkajian dan uji coba yang akan ditindaklanjuti dengan evaluasi implementasi berkelanjutan. Kata Kunci: Faktor penghambat, implementasi, SIM RS, standar prosedur operasional
Faktor Determinan Kepatuhan Pelaksanaan Hand Hygiene pada Perawat IGD RSUD dr. Iskak Tulungagung Pratama, Bramantya Surya; Koeswo, Mulyatim; Rokhmad, Kasil
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.14

Abstract

Hospital-acquired infections (HAI) adalah infeksi yang terjadi pada pelayanan kesehatan selama menjalani  prosedur perawatan dan tindakan medis. HAI menyebabkan pemanjangan lama rawat inap, sehingga merugikan pasien dan meningkatkan biaya perawatan. Cara paling efektif untuk membatasi penyebaran dari HAI adalah melaksanakan hand hygiene (HH) sesuai aturan. Hasil studi pendahuluan di IGD RSUD Dr. Iskak Tulungagung ditemukan bahwakepatuhan hand hygiene perawat IGD hanya sebesar 30%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan hand hygiene perawat IGD dan mencari solusi untuk meningkatkan tingkat kepatuhannya. Hasil penelitian menunjukkan rerata kepatuhan HH pada perawat sebesar 36% dengan kepatuhan tertinggi pada sebelum tindakan aseptis (50%) dan terendah pada setelah menyentuh sekitar pasien (20%) bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan hand hygiene perawat IGD adalah pengetahuan, fasilitas dan pengingat/role model. Solusi yang disepakati untuk meningkatkan kepatuhan adalah meningkatkan pengetahuan dengan cara memberi pembuktian efektifitas hand hygiene dalam mengurangi jumlah bakteri di tangan melalui pemeriksaan agar gel. Diharapkan agar solusi yang dipilih ditunjang dengan peningkatan fasilitas dan pelaksanaan sistem pengingat melalui poster atau role model dapat meningkatkan kepatuhan hand hygiene dapat meningkat secara optimal.Kata Kunci: Hand hygiene, kepatuhan, role model
Pengaruh Perubahan Alur terhadap Waktu Pelayanan Farmasi Pasien Pulang Rawat Inap RS Baptis Batu NP, Joys Karman; Hakim, Lukman; Irbantoro, Dolly
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.7

Abstract

Instalasi farmasi di rumah sakit merupakan satu-satunya unit di rumah sakit yang mengadakan barang farmasi yang beredar di rumah sakit serta bertanggung jawab atas pengadaan dan penyajian informasi obat yang siap pakai bagi semua pihak di rumah sakit. Respon time pelayanan obat pada pasien pulang rawat inap di RS Baptis Batu membutuhkan waktu terlama. Penelitian ini bertujuan melakukan perubahan respon time pelayanan farmasi rawat inap untuk pasien pulang rawat inap.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan metode time and motion study. Desain penelitian digunakan untuk melihat pengaruh perubahan alur pelayanan farmasi pasien pulang rawat inap dengan melihat perubahan waktu pelayanan sesuai alur pelayanan yang telah disepakati. Pada waktu total pelayanan sebelum perlakuan diperoleh rata-rata sebesar 53,4667± 30,6175 sedangkan untuk waktu total pelayanan sesudah perlakuan diperoleh rata-rata sebesar 43,8333 ± 20,5075. Nilai t yang diperoleh sebesar 1,361 dan p= 0,184. Artinya perbedaan waktu pelayanan obat sebelum dan sesudah tidak berbeda signifikan. Waktu pelayanan farmasi pasien pulang rawat inap telah ada perbaikan namun belum sesuai target. Maka dari itu disarankan pembuatan SPO alur pelayanan obat pasien pulang rawat inap  dengan standar waktu yang ditentukan,  optimalisasi  pembagian tenaga saat hari libur serta penyederhanaan penggunaan aplikasi dengan mempermudah perhitungan akhir dan perbaikan penomoran barcode obat.Kata Kunci: Alur pelayanan, pasien pulang rawat inap, pelayanan farmasi, waktu tunggu

Page 2 of 2 | Total Record : 19