Claim Missing Document
Check
Articles

PHYSICAL ACTIVITIES, SITTING TIME AND FRAILTY SYNDROME IN ELDERLY (A CROSS SECTIONAL STUDY AMONG ELDER PERSON BY FRIED CRITERIA) Sunarti, Sri; Hariyanti, Tita; Chriswantara, Riz’q Threevisca
Malang Neurology Journal Vol 4, No 2 (2018): July
Publisher : Malang Neurology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.39 KB) | DOI: 10.21776/ub.mnj.2018.004.02.3

Abstract

Background. Physical activity is being a protective factor of frailty syndrome. Sedentary life style is related to frailty, comorbidities and mortality. Sitting time is associated with greater risk of dying from all causes of mortality. The correlations between physical activities, sitting time and frailty have not been studied at Indonesia.Objective. To know the correlations between physical activities, sitting time and frailty syndrome among elder person in Malang.Methods. Survey method is used in this research among elders of >60 years old in Malang. Quistionnaire-based interview was asked to respondesn and frailty measurement based on Fried’s Criteria.Results. Physical activities measured with MET (Metabolic Rate) conversely related to frailty condition in elderly and sitting time correlate well with frailty.Conclusion. Physical activities and sitting time have strong correlation with frailty in Malang.
Exploration of Managerial Conflict In A Maternal Hospital Youandi, Abdi Agus; Hariyanti, Tita
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.366 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v3i1.69

Abstract

The performance of “X” Maternal Hospital (RSIA) with a leading field in Obstetrics and Gynecology. But tragically, the performance has gradually decreased.  The research is to reveal the managerial conflicts in this hospital. This research uses phenomenology study approach through an interview. Besides interview, direct observation and its surrounding is also performed. Managerial conflicts resulted in human resource problems. It caused turnovers of employees. While some loyal employees handled this conflict in a peaceful manner, others were demotivated and tended to react destructively. Managerial conflict has an impact on a turnover, demotivation, and destructive behavior. Managerial conflict must be well-resolved to prevent the decrease of operational and financial performance of RSIA.
Segmentasi Geografi dan Perilaku Berpengaruh terhadap Keputusan Memilih Layanan Rawat Inap di Rumah Sakit Tae, Vidria Handayani; Hariyanti, Tita; Rasyid, Harun Al
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.098 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.13

Abstract

Rendahnya pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit menandakan rumah sakit perlu melakukan strategi pemasaran sosial. Segmentasi pengguna layanan kesehatan merupakan salah satu strategi untuk mendefinisikan kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan segmentasi pengguna dengan keputusan memilih layanan rawat inap di rumah sakit. Responden dalam penelitian yang berdesain cross sectional ini adalah penduduk dari 7 kecamatan yang berusia ≥18 tahun sejumlah 279 orang dan pernah memanfaatkan layanan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dengan variabel segmentasi geografi, segmentasi demografi, segmentasi psikografi dan segmentasi perilaku sebagai variabel independen. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa seluruh variabel independen secara bersama-sama berhubungan signifikan (β=10,960 dan p=0,000) dengan keputusan memilih layanan rawat inap di rumah sakit. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa hanya segmentasi geografi (β=-0,131 dan p=0,016) dan perilaku (β=0,385 dan p=0,000) berhubungan dengan keputusan memilih layanan rawat inap di rumah sakit. Kata Kunci: Layanan rawat inap, keputusan membeli, segmentasi pasar
Health Seeking Behaviour pada Pasien Stroke Hariyanti, Tita; Harsono, Harsono; Prabandari, Yayi S
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.545 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.15

Abstract

Studi pendahuluan, menunjukkan hasil bahwa pasien stroke yang datang di rumah sakit dalam waktu 3 jam sejumlah <34%. Lebih dari 35% pasien tiba di rumah sakit diatas 24 jam. Fakta ini dapat merupakan fenomena gunung es, yaitu masih banyak pasien stroke yang tidak dibawa ke rumah sakit dengan berbagai alasan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pasien stroke dalam mencari pertolongan kesehatan sehubungan dengan penyakitnya. Disain penelitian ini adalah deskriptif observasional. Penelitian ini menggunakan 101 pasien stroke yang ada di masyarakat Kecamatan Kepanjen. Responden diperoleh dari penelusuran berkas rekam medik pasien stroke dan informasi dari mulut ke mulut (snowball sampling). Hasil menunjukkan bahwa 31,5% pasien langsung datang ke rumah sakit ketika terkena stroke dengan rentang waktu bervariasi. Pasien stroke yang pergi ke rumah sakit dalam waktu 3 jam sebesar 18,7%, sedangkan sisanya tiba dalam waktu >3 jam. Pasien yang diperiksakan ke petugas kesehatan terlebih dulu, kemudian dibawa ke rumah sakit adalah sebesar 46,5%, dan pasien yang tidak dibawa ke rumah sakit setelah dibawa ke petugas kesehatan maupun non kesehatan sebesar 22%. Health seeking behaviour ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor demografi dan geografi, sosio-budaya, klinis, persepsi, dan pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 alur health seeking behaviour pada pasien stroke yang ada di masyarakat, yaitu langsung ke rumah sakit, ke rumah sakit setelah dibawa ke petugas kesehatan atau non petugas kesehatan, dan tidak pergi ke rumah sakit setelah dibawa ke petugas kesehatan atau non petugas kesehatan.Kata Kunci: Deskriptifobservasional, health seeking behaviour, stroke 
Pengalaman Pasien Rawat Inap terhadap Penerapan Patient Centered Care di RS UMM Riskiyah, Riskiyah; Hariyanti, Tita; Juhariah, Siti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.13

Abstract

Patient centered care disebut juga pelayanan yang berpusat pada seseorang, berpusat pada klien, pasien dan keluarga. Berdasarkan survei kepuasan pasien dirawat inap RS UMM bulan Juli dan Agustus 2015 didapatkan data bahwa masih terdapat pasien komplain tentang  sikap dan komunikasi petugas kepada pasien/keluarga yang kurang baik. Ini menandakan bahwa sikap dan komunikasi yang dilakukan oleh petugas kepada pasien maupun keluarganya kurang bagus. Artinya penerapan patient centered care belum dijalankan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pasien selama menjalani rawat inap terhadap penerapan patient centered care yang dilakukan oleh  RS UMM.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif fenomenologi. Wawancara dilakukan secara mendalam kepada 8 informan yang dianggap mewakili pasien kelas 3, 2, 1 dan kelas utama. Hasil penelitian didapatkan pengalaman yang menyenangkan tentang penerapan PCC yaitu pasien senang mendapatkan pelayanan yang ramah dan  sopan  dari petugas, pasien merasa dipedulikan oleh perawat selama dirawat, petugas berupaya berkomunikasi dengan baik, petugas memberikan pelayanan yang sama, petugas mengecek nama pasien ketika akan memberikan obat, makanan yang disediakan disesuaikan  dengan kebutuhan dan gizi pasien. Kesimpulannya, sebagian besar pengalaman pasien rawat inap didapatkan bahwa RS UMM telah menerapkan PCC dengan cukup baik sehingga pasien merasa dikedepankan dalam proses perawatan maupun untuk memenuhi kebutuhannya.
Faktor Sumber Daya Manusia dan Komitmen Manajemen yang Mempengaruhi Surveillance Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Paru Batu S, Yuni Kartika; Hariyanti, Tita; Pujiastuti, Lucia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.12

Abstract

Surveilans infeksi nosokomial merupakan salah satu kegiatan dalam program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit. Studi Pendahuluan menunjukkan angka kejadian plebitis di RS Paru Batu pada tahun 2013 tercatat sebesar 8,23% dan pada bulan Juni 2014 tercatat sebesar 6,3%. Kejadian ini cukup tinggi mengingat standar kejadian plebitis yang direkomendasikan oleh standar pelayanan medis minimal tahun 2008 adalah sebesar ≤1,5%.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi akar permasalahan kurang optimalnya pelaksanaan program pelaporan surveillance infeksi nosocomial di RS Paru Batu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi dokumen, wawancara terstruktur dan observasi. Pencarian akar masalah dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion dengan peserta 1 perawat IPCN (Infection Prevention Control Nurse), 8 kepala ruangan rawat inap di RS Paru Batu, koordinator keperawatan dan koordinator pelayanan medis. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar komponen surveilans belum dijalankan dengan benar sesuai Petunjuk Teknis Surveilans dari Kemenkes tahun 2010. Hal tersebut disebabkan kurangnya dukungan manajemen untuk program dan sarana penunjang PPI, belum adanya sosialisasi program kepada seluruh pelaksana surveilans, serta belum adanya fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program surveilans infeksi nosokomial. Hasil tapisan pilihan solusi terbaik dengan skala matriks adalah pengesahan SK pengangkatan Komite dan Tim PPI, menyusun panduan surveilans infeksi nosokomial dan sosialisasi surveilans infeksi nosokomial.Kata Kunci:  Angka kejadian plebitis, IPCN, sumberdaya manusia, surveilans infeksi nosokomial
Hubungan Keterlambatan Kedatangan Dokter terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Jalan David, David; Hariyanti, Tita; Lestari, Erika Widayanti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.365 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.19

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tujuan utama pelayanan kesehatan. Salah satu indikator mutu pelayanan di instalasi rawat jalan rumah sakit adalah ketepatan kedatangan dokter sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh kepuasan pasien di instalasi rawat jalan terhadap keterlambatan jam kedatangan dokter sesuai dengan jadwal yang tertera. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner daftar tilik yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan tambahan pertanyaan terbuka untuk saran. Secara keseluruhan pasien yang puas hanya 14% dan cukup puas 60%. Ketidakpuasan tertinggi (>50%) didapatkan pada aspek keterlambatan dokter dan permintaan maaf dari dokter ketika terlambat. Hasil menunjukkan hubungan yang kuat antara kepuasan pasien dengan ketepatan jam kedatangan dokter di instalasi rawat jalan rumah sakit (p<0,001). Beberapa solusi untuk meningkatkan kepuasan pasien adalah dengan meningkatkan kenyamanan ruang tunggu dan melakukan penjadwalan ulang jam praktek dokter.Kata Kunci: Kepuasan pasien, keterlambatan dokter
Analisa Faktor-faktor Penyebab Tidak Lengkapnya Laporan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri Supriyanto, Edy; Hariyanti, Tita; Lestari, Erika Widayanti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.028 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak lengkapnya laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit di rumah sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data berupa wawancara dan observasi di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri selama bulan Oktober hingga November 2013. Analisis fishbone digunakan untuk identikasi akar masalah dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memilih akar masalah yang paling penting dan alternatif solusi. Hasil penelitian ini menunjukkan akar masalah yang diidentifikasi pergantian Tim Mutu RS yang tidak berjalan dengan baik dan tidak lengkapnya anggota sehingga menyebabkan tidak berjalannya program peningkatan mutu berkelanjutan dan pencapaian SPM. Pembentukan kembali Tim Mutu dengan tepat, dan kelengkapan organiknya menjadi titik awal solusi implementasi manajemen mutu di rumah sakit.Kata Kunci: Tidak lengkapnya laporan SPM, tim mutu RS  
Pengembangan Alur Pasien dan Berkas Rekam Medis sebagai Optimalisasi Sistem Informasi Rekam Medis P, Agni Hadi; Hariyanti, Tita; Susilo, Sugeng
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.3

Abstract

Alur sistem dan dokumen merupakan komponen penting dalam sistem informasi rekam medis baik berbasis komputer maupun konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi alur pasien dan berkas rekam medis yang sesungguhnya untuk merancang rekomendasi alur pasien dan alur berkas rekam medis. Data diperoleh dari wawancara dengan perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, koordinator keperawatan, penanggung jawab bidang layanan medis dan keperawatan, serta petugas rekam medis sebagai dasar dalam pengembangan alur pasien dan alur berkas rekam medis. Data menunjukkan alur yang diterapkan di rumah sakit terlalu panjang dan pada pasien rawat inap yang datang kembali tidak mendapatkan berkas rekam medis. Alur pasien IGD dan berkas rekam medis rawat inap belum sesuai dengan alur yang ditetapkan oleh Depkes RI. Alur pasien rawat jalan, rawat inap dan alur berkas rekam medis pasien rawat jalan sudah sesuai dengan alur yang ditetapkan oleh Depkes RI walaupun pada pengelolaan berkas rekam medis masih terdapat kekurangan. Untuk meningkatkan efisiensi alur perlu adanya tenaga distribusi, pemotongan alur Instalasi Gawat Darurat, dan pasien lama mendapatkan berkas rekam medis sebelumnya, serta koordinasi antara petugas rekam medis dan petugas pendaftaran rawat inap  saat ada pasien lama kembali ke rumah sakit.Kata Kunci: Alur pasien, alur rekam medis, dokumen
COGNITIVE IMPAIRMENT AND DEPRESSION ARE THE MOST IMPORTANT RISK FACTORS FOR FRAILTY Hariyanti, Tita; Sunarti, Sri; Vistiandini, Seravina Ayu
Malang Neurology Journal Vol 6, No 1 (2020): January
Publisher : Malang Neurology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2020.006.01.4

Abstract

Background: Frailty is a condition that causes a decline or failure in homeostasis mechanism on older people resulting in increased susceptibility to stressor. The risk factors of frailty include: cognitive impairment and depression.Objective: To prove the relation between cognitive impairment and depression with frailty.Methods: This study is using cross-sectional approach. Samples are collected from 222 citizens from the elderly population of Malang using accidental sampling method. Variables measured in this study are frailty that is determined by Fried Criteria, cognitive impairment that is determined by MMSE score and depression status that is determined by GDS score.Results: The analysis result of relation between cognitive impairment and depression and frailty using the Spearman correlation test produces the value of p = 0,000 and the correlation coefficients for rare 0,500 and 0,508 respectively. Different levels of cognitive impairment and depression in the frail group compared to pre-frail and robust groups resulted in p = 0,000, whereas the level of cognitive impairment and depression in the pre-frail group compared to robust group yielding p values of 0.735 and 0.944 respectively.Conclusion: There is a relation between cognitive impairment and depression on frailty. There was a significant difference in the levels of cognitive impairment and depression in the frail group compared to the pre-frail and robust groups, whereas in the pre-frail group compared to robust group the levels of cognitive impairment and depression did not have a significant difference.
Co-Authors . Djumahir Achmad Rudijanto Achmad Yunus Adiwignyo, Dandy Drestanto Agnes Widayu Estiningsih Agni Hadi P, Agni Hadi Ahsan Alberto, Alberto Andriana, Kiki Rizki Fista Anisa Ramadhani Kusumastiti ANISYAH ACHMAD Aryo Dewanto Asfi Manzilati Asiana Oktavia Purwaningsih Athallandi, Kemal Bramantya Surya Pratama, Bramantya Surya Catharina Louise Rhynanti Chriswantara, Riz’q Threevisca David David Dewi Kartikawati Ningsih Dewi Kartikawati Ningsih, Dewi Kartikawati Dewi Lelonowati Dewi Lelonowati Dewi, Sagung Manik Dwi Purnama Dhimas Anggi Septiansyah Dolly Irbantoro Dwi Indriani Lestari Dwi Saputro Edy Supriyanto Endiki Surya Wira Pratama Erich Hudisusanto Erika Widayanti Lestari Eriko Prawestiningtyas Fajar Juli Nursanti Fantri Pamungkas, Fantri Fatchur Rohman Fatchurohmani . Fitri Anita Fitri Anita Frista, Ardaleni Gladys Kurniawan Hamdani, Romi Harien Lestari Harjayanti, Nofita Dwi Harsono Harsono Harsono Mardiwiyoto Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Hasan, Haliza Heni Dwi Windarwati Hinting, Lia Natalia I Gede Sastrawan Iriene Kusuma Wardhani Irsan, Istan Irmansyah Juwitasari Juwitasari Kartikasari, Dhian Komang Ayu Krisna Dewi Kristianingsih, Rey Kuncoro, Wahyudi Kurnia Widyaningrum Kusuma Wardhana, Eka Chandra Kusumastiti, Anisa Ramadhani Laily Yuliatun Lelonowati, Dewi Lidia Emilinda Lilik Zuhriyah Lilis Widianah Lucia Pujiastuti, Lucia Lukman Hakim Mahardika, Yesika Yuristi Mardiana Kusumawati, Anita Markes, Anabela Masrochanah, Siti Maulana, Ragil Maya Dewi Hanggraningrum Menis Rahmawati Muhammad Barlian Nugroho Mulyatim Koeswo Nanik Setijowati Nasar Radfan Ni Luh Putu Ninik Pujaning Dyah Nofita Dwi Harjayanti Novia , Kristia Nur &#039;Aini Nursanti, Fajar Juli Nurul Laili Nuthea, Merry Palastri, Aisha Rifda Pradina, Fifin Prahadiani, Saesar Revita Prayoga, I Wayan Eka Putra Purwati, Ajeng Budi Puspitasari, Vicky Qomariyah, Durrotul R. Henggar Sulistiarto Rahmani Ratri, Devita Rahmani, Nuraida Fara Ratri, Devita Rahmani retnaningtyas, sri Retno Lestari Rezkiah, Fahmy riskiyah, Riskiyah - Sabatina, Sindy Sabrina Aulia Rahma Sadewo, Ageng Bagus Salizar Binti Mohamed Ludin Satria Pandu Persada Isma Septiana, Celsy Citra Setijowatie, Eva Diah Siahaan, Sahat Manampin Silvy Rahmah Yanthy Sindy Sabatina Siti Juhariah Siti Umi Ernawati, Siti Umi Soegeng Hery Priyanto Sri Andarini Sri Soenarti Sri Sunarti Sri Winarsih Sugeng Susilo, Sugeng Sujianto Sujianto Sujiono Sujiono Sujiono Sujiono Sujiono, Sujiono Suminar Pertiwi, Dian Tae, Vidria Handayani Thomas Erwin Christian Junus Huwae Tina Handayani Nasution Titin Andri Wihastuti Tjatur Budi Winarko Tontowi Jauhari Tony Suharsono Tri Wahyu Sarwiyata Unix Cahya Husada Vistiandini, Seravina Ayu Wahyu Febrianto Wahyu Purnomo Wardhani, Iriene Kusuma Wati, Linda Ratna Wening Prastowo Widodo Mardi Santoso, Widodo Mardi Wijaya, Yunus Adi Windarwati, Heni Dwi Wiwin Indriani Wulandari, Meidina Yayi S Prabandari Yayi Suryo Prabandari Youandi, Abdi Agus Yulianto, Wahyu Yuni Kartika S, Yuni Kartika Zhafira Anisah Kesuma