cover
Contact Name
Syah Wardi
Contact Email
jupem333@gmail.com
Phone
+6282362274474
Journal Mail Official
jupem333@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mesjid Nomor 17 B Dusun VIII, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31232671     DOI : -
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam focus and scope include research results or conceptual studies on Islamic religious education and issues that have never been published elsewhere. The purpose of this journal is to provide a forum for scientists, researchers, and practitioners to publish original research articles or review articles. The scope of articles published in this journal includes various topics on Islamic Education Teaching and Islamic Education Studies in formal, non-formal, or informal contexts in Indonesian and international contexts.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025)" : 2 Documents clear
Pembinaan Akhlak Anak dalam Perspektif Filosofi Islam dan Barat Irma Sulistia Silaen; Zulfiana Herni
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengertian, sumber, serta komparasi antara akhlak dan moral berdasarkan pandangan para ilmuwan Islam dan Barat. Dalam perspektif Islam, akhlak merupakan bagian integral dari iman yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis, dengan tujuan meraih rida Allah serta kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sementara itu, moral dalam tradisi Barat berlandaskan norma-norma sosial, rasionalitas manusia, dan filsafat etika, dengan orientasi utama menciptakan keteraturan serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur relevan, seperti Tahdzib al-Akhlaq karya Ibn Miskawaih, Ihya’ Ulum al-Din karya al-Ghazali, Educating for Character karya Thomas Lickona, serta pemikiran Plato dan Lawrence Kohlberg. Kajian ini juga menempatkan konsep akhlak dan moral dalam kerangka wahdatul ‘ulum (kesatuan ilmu) sebagai pendekatan integratif antara tradisi keilmuan Islam dan Barat. Data dianalisis secara kritis untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari kedua konsep tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak dan moral memiliki sejumlah kesamaan, terutama dalam orientasi untuk membentuk perilaku baik dan mencegah tindakan yang merusak. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar pada aspek sumber nilai dan tujuan akhir. Akhlak memiliki landasan transendental dan berorientasi pada nilai ilahiah, sedangkan moral bersifat humanistik dan berorientasi pada keteraturan sosial.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PRAKTIK MUSYAWARAH DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Vina Valisma; Keisya Zhahira; Kholid Muhammad Farhan; Salsabila Suraya Paris; Heri Surikno
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan musyawarah di lingkungan kampus yang tidak selalu berjalan optimal karena perubahan pola komunikasi generasi muda, pengaruh media sosial, serta berkembangnya individualisme sering kali memengaruhi cara mahasiswa menyikapi konflik, sehingga penting untuk mengetahui persepi mahasiswa terhadap praktik musyawarah dalam menyelesaikan konflik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengelompokan data, analisis deskriptif, dan penarikan kesimpulan sementara. Adapun sumber data penelitian ini ialah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian. Hasil penelitian yang diperoleh terkait mahasiswa Universitas Andalas khususnya Fakultas Teknologi Pertanian memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap musyawarah sebagai metode penyelesaian konflik. Mayoritas mahasiswa memahami prinsip musyawarah, menilai manfaatnya secara tinggi, serta menunjukkan minat kuat untuk berpartisipasi. Dukungan kampus tergolong baik meskipun fasilitas musyawarah belum optimal. Pelaksanaan musyawarah cenderung berlangsung secara informal. Temuan ini menegaskan bahwa musyawarah berpotensi menjadi metode utama penyelesaian konflik di kampus apabila pengalaman praktik dan dukungan fasilitas ditingkatkan

Page 1 of 1 | Total Record : 2