cover
Contact Name
Syah Wardi
Contact Email
jupem333@gmail.com
Phone
+6282362274474
Journal Mail Official
jupem333@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mesjid Nomor 17 B Dusun VIII, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31232671     DOI : -
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam focus and scope include research results or conceptual studies on Islamic religious education and issues that have never been published elsewhere. The purpose of this journal is to provide a forum for scientists, researchers, and practitioners to publish original research articles or review articles. The scope of articles published in this journal includes various topics on Islamic Education Teaching and Islamic Education Studies in formal, non-formal, or informal contexts in Indonesian and international contexts.
Articles 10 Documents
PENDIDIKAN INKLUSI DALAM AL-QURAN Silaen, Aprilia Putri; Idris, Muhammad
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini meneliti tentang apa itu pendidikan inklusi, yang memiliki tujuan jelas untuk mengembangkan gagasan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai al-Quran. Tafsir kontemporer (al-Maraghi, at-Thabari, dan al-Qhurtubi) dan klasik adalah sumber utamanya. Penelitian ini dilakukan karena penelitian tentang pendidikan inklusi yang menggunakan metode tahlili sangat terbatas. Akibatnya, kesadaran akan pentingnya pendidikan inklusi dari sudut pandang Islam masih kurang. Pendidikan inklusi memiliki landasan teologis yang kuat dalam Islam, dengan prinsip kesetaraan dan penghargaan terhadap keberagaman sebagai dasar pembelajaran. Ini juga selaras dengan Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan. Selain itu, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat 1, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan yang berkualitas. UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, khususnya pasal 51, menekankan bahwa anak-anak dengan cacat fisik atau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas yang sama untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa. Untuk mengatasi diskriminasi dan meningkatkan kesetaraan akses pendidikan, penelitian ini menyarankan penggabungan teknik tahlili ke dalam kurikulum pendidikan inklusi.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM HADIS NABI SAW SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM: NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM HADIS NABI SAW SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Siagian, Hairun Nisa; M. Yemmardotillah
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Kurikulum tidak hanya dipahami sebagai perangkat teknis pembelajaran, melainkan sebagai sistem nilai yang membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan telaah literatur terhadap hadis-hadis bertema pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan perintah Rasulullah SAW dalam mendidik anak sejak usia dini, seperti hadis tentang perintah shalat pada usia tujuh tahun. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam hadis mencakup dimensi spiritual (ibadah), moral (akhlak), sosial (hubungan antarindividu), dan psikologis (tahapan perkembangan anak). Hadis-hadis tersebut memberikan fondasi yang kuat bagi penyusunan kurikulum pendidikan Islam yang integratif dan berbasis pada fitrah manusia. Dengan menjadikan hadis sebagai rujukan utama, kurikulum dapat disusun secara kontekstual dan relevan, baik dalam aspek tujuan, materi, metode, maupun evaluasi pendidikan.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN ASY’ARIYAH DALAM PENGUATAN AKIDAH DAN AKHLAK ISLAM: KONTRIBUSI PEMIKIRAN ASY’ARIYAH DALAM PENGUATAN AKIDAH DAN AKHLAK ISLAM Nurjannah Hsb, Fahmi; Surikno, Heri
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran Asy’ariyah merupakan salah satu madzhab dalam ilmu kalam yang memainkan peran penting dalam penguatan akidah umat Islam, khususnya dalam konteks Ahlussunnah wal Jama’ah. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah, tokoh sentral, dan pokok-pokok pemikiran Asy’ariyah serta relevansinya dalam pembelajaran akidah dan akhlak di lingkungan pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Asy’ariyah menekankan supremasi wahyu atas akal, ketuhanan yang absolut, serta pemahaman terhadap sifat-sifat Tuhan dan perbuatan manusia yang dikaitkan dengan konsep kasb (perolehan). Dalam aspek akhlak, Asy’ariyah meletakkan dasar keimanan yang tidak bergantung mutlak pada amal, namun tetap menekankan tanggung jawab moral. Pemikiran tokoh-tokoh seperti Abu al-Hasan al-Asy’ari, al-Baqillani, al-Juwaini, dan al-Ghazali menunjukkan keragaman pendekatan dalam memahami keterkaitan antara akal, wahyu, kehendak bebas, dan kehendak Tuhan. Dengan demikian, pemikiran Asy’ariyah relevan sebagai basis epistemologi dalam penguatan kurikulum studi akidah akhlak yang moderat, rasional, dan tetap berpijak pada nilai-nilai tauhid
Membangun Masyarakat Harmonis Melalui Pendekatan Wahdatul Ulum dan Ukhuwah Islamiyyah: Membangun Masyarakat Harmonis Melalui Pendekatan Wahdatul Ulum dan Ukhuwah Islamiyyah Hairun Nisa; Muhammad Al Farabi
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan konsep Wahdatul Ulum yakni kesatuan antara ilmu agama dan ilmu umum dalam kehidupan masyarakat. Dalam paradigma Islam, integrasi ilmu ini tidak hanya berlaku di dunia akademik, tetapi juga penting dalam membentuk masyarakat yang harmonis, beretika, dan berkontribusi. Penerapan Wahdatul Ulum menuntut penguatan nilai ukhuwah Islamiyyah melalui tahapan sosial-spiritual: ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), tafakul (saling memikirkan), dan itsar (mengutamakan orang lain). Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memperluas silatul ukhuwah dalam berbagai dimensi, termasuk ukhuwah Islamiyyah, wathaniyyah, insaniyyah, dan imaniyyah, untuk membentuk masyarakat yang inklusif dan kolaboratif. Dengan ukhuwah yang hidup, masyarakat mampu menjadi entitas yang kontributif terhadap pembangunan sosial dan kemajuan peradaban Islam. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dan analisis tematik berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an serta pandangan ulama klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Wahdatul Ulum dalam masyarakat dapat menjadi solusi atas tantangan disintegrasi sosial di era modern.
Metode Pendidikan Nabi Muhammad SAW: Relevansi Keteladanan dan Dialog dalam Pembentukan Karakter Muslim: Metode Pendidikan Nabi Muhammad SAW: Relevansi Keteladanan dan Dialog dalam Pembentukan Karakter Muslim Alvira Asri Br Purba; Zulfahmi Lubis
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai metode pendidikan yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercantum dalam hadis-hadis tematik, baik dalam lingkup makro maupun mikro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari literatur klasik dan modern, khususnya kitab-kitab hadis dan tafsir, serta karya ilmiah yang relevan. Dalam lingkup makro, metode pendidikan yang dikaji meliputi: keteladanan, kasih sayang, deduktif, perumpamaan, kiasan, memberi kemudahan, dan perbandingan. Sementara dalam lingkup mikro dibahas metode: tanya jawab, pengulangan, demonstrasi, eksperimen, pemecahan masalah, diskusi, serta pemberian pujian dan hukuman. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode-metode ini tidak hanya bersifat aplikatif pada masa Nabi, tetapi juga relevan untuk diadaptasi dalam sistem pendidikan Islam modern. Penggunaan metode-metode tersebut mampu membentuk proses pembelajaran yang efektif, humanis, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik.
Pembinaan Akhlak Anak dalam Perspektif Filosofi Islam dan Barat Irma Sulistia Silaen; Zulfiana Herni
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengertian, sumber, serta komparasi antara akhlak dan moral berdasarkan pandangan para ilmuwan Islam dan Barat. Dalam perspektif Islam, akhlak merupakan bagian integral dari iman yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis, dengan tujuan meraih rida Allah serta kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sementara itu, moral dalam tradisi Barat berlandaskan norma-norma sosial, rasionalitas manusia, dan filsafat etika, dengan orientasi utama menciptakan keteraturan serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur relevan, seperti Tahdzib al-Akhlaq karya Ibn Miskawaih, Ihya’ Ulum al-Din karya al-Ghazali, Educating for Character karya Thomas Lickona, serta pemikiran Plato dan Lawrence Kohlberg. Kajian ini juga menempatkan konsep akhlak dan moral dalam kerangka wahdatul ‘ulum (kesatuan ilmu) sebagai pendekatan integratif antara tradisi keilmuan Islam dan Barat. Data dianalisis secara kritis untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari kedua konsep tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak dan moral memiliki sejumlah kesamaan, terutama dalam orientasi untuk membentuk perilaku baik dan mencegah tindakan yang merusak. Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar pada aspek sumber nilai dan tujuan akhir. Akhlak memiliki landasan transendental dan berorientasi pada nilai ilahiah, sedangkan moral bersifat humanistik dan berorientasi pada keteraturan sosial.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PRAKTIK MUSYAWARAH DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI Vina Valisma; Keisya Zhahira; Kholid Muhammad Farhan; Salsabila Suraya Paris; Heri Surikno
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan musyawarah di lingkungan kampus yang tidak selalu berjalan optimal karena perubahan pola komunikasi generasi muda, pengaruh media sosial, serta berkembangnya individualisme sering kali memengaruhi cara mahasiswa menyikapi konflik, sehingga penting untuk mengetahui persepi mahasiswa terhadap praktik musyawarah dalam menyelesaikan konflik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengelompokan data, analisis deskriptif, dan penarikan kesimpulan sementara. Adapun sumber data penelitian ini ialah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian. Hasil penelitian yang diperoleh terkait mahasiswa Universitas Andalas khususnya Fakultas Teknologi Pertanian memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap musyawarah sebagai metode penyelesaian konflik. Mayoritas mahasiswa memahami prinsip musyawarah, menilai manfaatnya secara tinggi, serta menunjukkan minat kuat untuk berpartisipasi. Dukungan kampus tergolong baik meskipun fasilitas musyawarah belum optimal. Pelaksanaan musyawarah cenderung berlangsung secara informal. Temuan ini menegaskan bahwa musyawarah berpotensi menjadi metode utama penyelesaian konflik di kampus apabila pengalaman praktik dan dukungan fasilitas ditingkatkan
Internalisasi Nilai Wahdatul Ulum dalam Pengembangan Manajemen Diri Abd. Latif R; Afandi
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan paradigma Wahdatul Ulum dalam manajemen diri perspektif pendidikan Islam. Wahdatul Ulum merupakan konsep penyatuan ilmu yang mengintegrasikan Islamic Studies dengan Islamic Science, menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum dengan keyakinan bahwa seluruh pengetahuan bersumber dari Allah SWT. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi implementasi Wahdatul Ulum dalam tiga aspek fundamental manajemen diri: memperkukuh akidah Islam, melaksanakan ibadah berkualitas, dan mengukuhkan akhlakul karimah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, menganalisis literatur primer dan sekunder melalui teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Wahdatul Ulum dalam manajemen diri memberikan kontribusi signifikan dalam tiga dimensi. Pertama, memperkukuh akidah melalui pemahaman bahwa seluruh ilmu berorientasi pada pengenalan dan penghambaan kepada Allah, membentuk kesadaran tauhid yang menjadi poros pengembangan diri. Kedua, meningkatkan kualitas ibadah dengan menjadikan ilmu sebagai landasan pemahaman makna dan esensi setiap ritual, serta memperluas konsep ibadah mencakup seluruh aktivitas kehidupan yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketiga, mengukuhkan akhlakul karimah sebagai wujud nyata integrasi ilmu, iman, dan amal yang membentuk kepribadian beradab dan bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen diri berbasis Wahdatul Ulum tidak hanya berorientasi pada kesuksesan duniawi, tetapi juga membentuk insan kamil yang memiliki keseimbangan spiritual, intelektual, dan moral sesuai tujuan pendidikan Islam
SINERGI PROGRESIVISME DAN ESENSIALISME DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN: INTEGRASI NILAI, INOVASI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA Salman Ahyani; Qurrota Akyunin; Amril; Liana Novita
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan di era modern menuntut adanya pembaruan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan peserta didik. Namun demikian, pembaruan tersebut tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tantangan ini semakin relevan seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, kreativitas, pembelajaran bermakna, serta penguatan karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan landasan filosofis yang mampu menjembatani tuntutan modernitas dengan nilai-nilai keislaman yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengintegrasikan dua aliran filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, dalam kerangka pendidikan Islam, serta menelaah relevansinya terhadap penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada peserta didik, pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis proyek. Sementara itu, esensialisme berperan penting dalam menjaga nilai-nilai fundamental Islam seperti akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta penguasaan pengetahuan pokok. Integrasi kedua aliran ini menciptakan keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai, sehingga mampu melahirkan model pembelajaran pendidikan Islam yang dinamis, relevan dengan zaman, dan berakar kuat pada nilai spiritual Islam
ETIKA PENELITIAN SEBAGAI FONDASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Farizal Fadly, Muhammad; Rangkuti, Miswar Rasyid
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika penelitian merupakan landasan penting dalam menjaga integritas dan kualitas penelitian ilmiah, termasuk dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam (IRE). Penelitian etis tidak hanya memastikan validitas data dan hasil penelitian, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap hak-hak peserta penelitian. Artikel ini membahas prinsip-prinsip etika penelitian, mulai dari kejujuran, objektivitas, integritas, akurasi, tanggung jawab sosial, hingga legalitas, yang menjadi pedoman bagi peneliti dalam setiap tahapan melakukan penelitian PAI. Selain itu, artikel ini menyoroti berbagai bentuk pelanggaran etika penelitian, seperti fabrikasi, pemalsuan, dan plagiarisme, yang dapat merusak kredibilitas akademik dan kepercayaan publik. Melalui penerapan etika penelitian yang konsisten, penelitian di bidang PAI dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan yang beradab dan bermartabat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, penegakan etika penelitian bukan sekadar formalitas prosedural tetapi pilar penting dalam pengembangan peradaban ilmiah yang mendukung kemajuan pendidikan agama di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10