cover
Contact Name
Sandi Pradana
Contact Email
sandi652@gmail.com
Phone
+6285174320551
Journal Mail Official
sandi@synergizejournal.org
Editorial Address
BTN CEMPAKA ASRI BLOK 6 NOMOR 14-15, Desa/Kelurahan Parungsari, Kec.Sajira, Kab. Lebak, Provinsi Banten, Kode Pos: 42371
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Published by Madiha Press
ISSN : -     EISSN : 30639239     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan adalah platform akademis yang bertujuan untuk menyajikan penelitian-penelitian terkini dan inovatif dalam bidang ekonomi, manajemen, dan perbankan. Jurnal ini bertujuan untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik dalam ketiga bidang tersebut dengan menyebarluaskan temuan-temuan yang memiliki dampak signifikan terhadap teori dan praktik. Kami mengundang para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk berbagi penelitian dan pemikiran kritis mereka guna mendorong perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan manajemen perbankan yang efektif. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September.
Articles 27 Documents
Dampak Adopsi Financial Technology (Fintech) Terhadap Inklusi Keuangan Konvensional Dan Syariah di Negara Berkembang Uswatun Hasanah; Rifka Nazilatur Rohmah; Budi Suharto
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian studi pustaka sistematik ini menganalisis dampak adopsi Financial Technology (FinTech) terhadap inklusi keuangan konvensional dan syariah di negara berkembang. Dengan mensintesis 87 artikel ilmiah (2015-2025), hasil menunjukkan bahwa FinTech, terutama mobile banking dan digital payment, secara signifikan mengakselerasi jangkauan layanan keuangan, meningkatkan efisiensi biaya, dan mendukung literasi keuangan di sektor konvensional. Di sektor syariah, FinTech memfasilitasi akses pembiayaan halal (P2P syariah) dan merevolusi pengelolaan dana ZISWAF melalui transparansi digital. Meskipun demikian, adopsi FinTech dihadapkan pada tantangan utama berupa fragmentasi regulasi (dual compliance untuk syariah), risiko cybersecurity, dan kesenjangan infrastruktur digital (digital divide). Peluang terbesar terletak pada coopetition (kolaborasi bank dan FinTech) dan inovasi produk berbasis AI untuk personalisasi layanan. Kesimpulannya, FinTech berfungsi sebagai katalisator kuat, tetapi keberhasilan jangka panjang bergantung pada harmonisasi regulasi dan mitigasi risiko digital.
Peran Wakaf Produktif Dalam Mendorong Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) Muhamad Wardany Anwar
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk menganalisis peran wakaf produktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tengah kesenjangan pembiayaan global. Menggunakan protokol PRISMA pada 47 artikel (2015-2024), penelitian ini mengidentifikasi lima model pengelolaan wakaf produktif, di mana model wakaf tunai dengan manajemen mandiri terbukti paling efektif dalam mencapai dampak sosial-ekonomi dan kepatuhan syariah. Wakaf produktif memberikan kontribusi signifikan terhadap SDG 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak) melalui mekanisme pembiayaan UMKM dan penyediaan infrastruktur sosial berkelanjutan. Tantangan utama meliputi rendahnya akuntabilitas dan kompetensi nazhir, namun peluang transformasi digital (Blockchain, Fintech Syariah) serta kemitraan strategis menawarkan solusi untuk optimalisasi. Penelitian ini merekomendasikan reformasi regulasi dan peningkatan profesionalisme nazhir untuk memaksimalkan peran wakaf produktif sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang berkelanjutan.
Dampak Adopsi Digital Payment (QRIS) Terhadap Omzet dan Keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mahmud Sahroni
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i1.278

Abstract

Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu instrumen kebijakan untuk mempercepat inklusi keuangan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Adopsi QRIS di lapangan tumbuh pesat, tetapi bukti empiris tentang dampaknya terhadap omzet dan keberlanjutan usaha pada level pelaku UMKM masih terbatas dan kebanyakan bersifat deskriptif. Penelitian ini menganalisis perbedaan omzet UMKM sebelum dan sesudah adopsi QRIS, sekaligus mengidentifikasi faktor yang memengaruhi peningkatan omzet dan keberlanjutan usaha pasca-adopsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif-kausal pada populasi pelaku UMKM di wilayah perkotaan yang telah mengadopsi QRIS minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner terstruktur (n=182) dan catatan omzet bulanan sebelum-sesudah adopsi, lalu dianalisis dengan Paired Sample t-Test dan Regresi Linear Berganda. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan omzet rata-rata naik 25,68% setelah adopsi QRIS (t=9,842; p<0,001), perbedaan yang signifikan secara statistik. Hasil regresi menunjukkan intensitas penggunaan QRIS, literasi digital pemilik usaha, dan akses pembiayaan berpengaruh positif terhadap omzet (Adjusted R²=0,461), sementara lama usaha tidak berpengaruh. Dampak QRIS terhadap kinerja UMKM bukan sesuatu yang otomatis terjadi; kapasitas digital pemilik usaha ikut menentukan hasilnya. Penelitian ini menambah literatur ekonomi digital dengan menunjukkan perlunya intervensi literasi digital yang menyertai perluasan infrastruktur pembayaran digital, agar dampaknya terhadap keberlanjutan UMKM lebih terasa.
Penerapan Kecerdasan Buatan untuk Mitigasi Risiko Kredit dan Efisiensi Operasional pada Bank Umum Digital Muhammad Afani Adam
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i1.279

Abstract

Transformasi digital di sektor perbankan mendorong bank umum digital mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bukan sekadar sebagai alat otomasi, melainkan sebagai instrumen pengambilan keputusan dalam penilaian kredit, pemantauan kecurangan, dan penyederhanaan proses operasional. Berbagai kajian menunjukkan bahwa adopsi AI di sektor perbankan berkaitan dengan peningkatan efisiensi layanan, penurunan biaya proses, dan penguatan analitik risiko, meskipun manfaat tersebut masih dibatasi oleh persoalan tata kelola, kualitas data, keterjelasan model (explainability), dan kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis kontribusi penerapan AI terhadap mitigasi risiko kredit dan efisiensi operasional pada bank umum digital, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen risiko dan teknologi informasi, observasi sistem apabila memungkinkan, serta dokumentasi berupa laporan tahunan, whitepaper, dan kebijakan internal bank. Data dianalisis menggunakan analisis tematik model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa AI paling bermanfaat bagi bank digital ketika digunakan untuk memperbaiki akurasi credit scoring, mempercepat keputusan kredit, mengurangi pekerjaan manual berulang, serta memperkuat pemantauan transaksi secara waktu nyata, tetapi dampak positif tersebut hanya bertahan apabila didukung tata kelola yang kuat, pengawasan manusia, standar data yang baik, dan peningkatan kompetensi karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI pada bank umum digital bukan sekadar teknologi efisiensi, melainkan kapabilitas strategis yang menghubungkan manajemen risiko, kualitas layanan, dan keunggulan operasional secara bersamaan.
Determinasi Minat Investasi Produk Keuangan Hijau (Green Bonds) di Kalangan Investor Ritel: Pendekatan Theory of Planned Behavior Ari Fatihatul Hidayah
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i1.280

Abstract

Pasar green bonds Indonesia berkembang cepat sejak sukuk hijau ritel pertama terbit pada 2018, tapi partisipasi investor ritel masih tertinggal jauh dari investor institusi, padahal 99,7% basis investor pasar modal Indonesia adalah ritel. Kesenjangan ini membuat kami bertanya: faktor psikologis apa yang sebenarnya mendorong atau menghambat minat investasi hijau di level individu? Penelitian ini menguji pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap minat investasi green bonds lewat kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Kami memakai pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data primer dari 245 investor ritel yang dikumpulkan lewat kuesioner digital terstruktur, lalu dianalisis dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) memakai SmartPLS 4.0. Hasilnya, ketiga variabel TPB berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi. Kontrol perilaku menjadi prediktor terkuat (β=0,398; p<0,001), diikuti sikap (β=0,312; p<0,001), dan norma subjektif sebagai prediktor terlemah (β=0,184; p<0,01). Model ini menjelaskan 54,7% varians minat investasi (R²=0,547). Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan literasi dan aksesibilitas produk, bukan semata sikap positif terhadap keberlanjutan, menjadi kendala utama partisipasi ritel. Penelitian ini menyumbang pada literatur sustainable finance dengan menunjukkan relevansi kontrol perilaku yang dipersepsikan sebagai determinan dominan di konteks pasar negara berkembang, sekaligus memberi implikasi praktis bagi regulator dan penerbit dalam merancang edukasi dan penyederhanaan akses produk keuangan hijau.
Pengaruh Live Streaming Commerce dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Impulsif pada Generasi Z Vina Putri Agustiyani
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i1.281

Abstract

Live streaming commerce telah menjadi salah satu wajah baru pemasaran digital di Indonesia. Flash sale yang berlangsung dalam hitungan menit, diskon eksklusif yang hanya muncul selama siaran berlangsung, dan obrolan langsung antara streamer dengan penonton membentuk suasana belanja yang berbeda dari e-commerce konvensional. Kondisi ini banyak ditemukan mendorong pembelian impulsif, terutama di kalangan Generasi Z yang tumbuh besar bersama media sosial dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya di ruang digital. Naskah ini merumuskan rancangan penelitian untuk menguji pengaruh live streaming commerce dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian impulsif pada Generasi Z yang pernah berbelanja melalui sesi live streaming di platform e-commerce Indonesia. Penelitian dirancang sebagai studi kuantitatif asosiatif dengan kuesioner online berskala Likert lima poin, ditujukan kepada responden berusia 18 hingga 27 tahun yang memiliki pengalaman berbelanja lewat live streaming. Data akan diolah dengan regresi linear berganda serta Structural Equation Modeling berbasis varian menggunakan SmartPLS, untuk menelusuri jalur pengaruh langsung maupun tidak langsung, termasuk peran kepercayaan konsumen sebagai mediator antara stimulus live streaming dan keputusan pembelian impulsif. Berdasarkan kajian teori dan temuan penelitian sebelumnya, live streaming commerce diperkirakan berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif, sedangkan kepercayaan konsumen diperkirakan memperkuat hubungan tersebut melalui persepsi kredibilitas, keandalan, dan integritas penyedia konten. Hasil penelitian ini diharapkan memperkaya kajian perilaku konsumen digital sekaligus memberi masukan bagi pemasar dalam merancang strategi live streaming yang efektif tanpa mengabaikan aspek etika terhadap konsumen muda.
Strategi Pengelolaan Work-Life Balance dan Flexi-Work dalam Meningkatkan Keterikatan Kerja pada Karyawan Sektor Perbankan Iis Maisaroh
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i1.282

Abstract

Karyawan level staf dan operasional di bank umum bekerja di bawah target penjualan yang ketat, jam layanan yang kaku, dan tuntutan interaksi nasabah yang tinggi. Tekanan semacam ini bisa menggerus keterikatan kerja mereka. Penelitian ini menguji pengaruh work-life balance (WLB) dan flexi-work terhadap employee engagement, baik secara parsial maupun simultan, pada karyawan bank di wilayah perkotaan. Kami menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi karyawan staf dan operasional bank umum. Sampel sebanyak 132 responden dipilih melalui purposive sampling, dan data dikumpulkan lewat survei kuesioner tertutup berskala Likert 1–5. Data dianalisis dengan regresi linear berganda memakai SPSS, setelah lebih dulu melalui uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas). WLB berpengaruh positif signifikan terhadap employee engagement (β = 0,300; t = 3,75; p < 0,001), dan flexi-work juga berpengaruh positif signifikan (β = 0,289; t = 3,99; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 23,7% varians employee engagement (R² = 0,237; F = 20,06; p < 0,001). Flexi-work memiliki kontribusi standar sedikit lebih besar (β = 0,317) dibandingkan WLB (β = 0,298). Hasil ini menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja bekerja sebagai mekanisme struktural yang memperkuat keterikatan psikologis karyawan terhadap organisasi, bukan sekadar tunjangan tambahan. Penelitian ini menambah literatur MSDM perbankan dengan argumen bahwa flexi-work perlu dilembagakan sebagai kebijakan permanen, bukan diperlakukan sebagai kebijakan darurat pascapandemi, karena ia berfungsi sebagai instrumen retensi dan produktivitas jangka panjang.

Page 3 of 3 | Total Record : 27