cover
Contact Name
Sandi Pradana
Contact Email
sandi652@gmail.com
Phone
+6285174320551
Journal Mail Official
sandi@synergizejournal.org
Editorial Address
BTN CEMPAKA ASRI BLOK 6 NOMOR 14-15, Desa/Kelurahan Parungsari, Kec.Sajira, Kab. Lebak, Provinsi Banten, Kode Pos: 42371
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Published by Madiha Press
ISSN : -     EISSN : 30898099     DOI : -
Core Subject : Education,
"Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar" adalah jurnal ilmiah yang terbit dua kali setahun, pada bulan Januari dan Juli, yang berfokus pada inovasi dan transformasi dalam dunia pendidikan dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi pendidikan, dan peneliti untuk berbagi temuan, konsep, dan pendekatan baru yang dapat memajukan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Melalui penerbitan artikel-artikel yang berbasis riset dan teori, jurnal ini mendorong diskusi tentang berbagai aspek pendidikan dasar, termasuk pengembangan kurikulum, metodologi pengajaran, kebijakan pendidikan, serta implementasi teknologi dalam pembelajaran. Jurnal ini mencakup berbagai topik yang relevan dengan pendidikan dasar, termasuk namun tidak terbatas pada: Tahap awal pendidikan dasar Inovasi Kurikulum dan metode pembelajaran di tingkat dasar Pengembangan Profesionalisme Guru dan peningkatan kapasitas pendidik Kebijakan yang mendukung keberagaman di kelas Penerapan Teknologi Pendidikan dalam pembelajaran dasar Evaluasi dan Penilaian dalam pendidikan dasar Kebijakan Pendidikan Dasar di tingkat lokal dan nasional Pengembangan Karakter dan pendidikan moral pada anak usia dini dan dasar Keterlibatan Orang Tua dalam proses pendidikan dasar
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Terhadap Kualitas Pembelajaran di SD Negeri Gampong Baroh Melva Rossi; Sri Sundari
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar dari perspektif guru, termasuk tantangan yang dihadapi, dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, serta perubahan dalam metode pengajaran. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji kontribusi Kurikulum Merdeka dalam mendorong perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai efektivitas Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan pengalaman belajar siswa dan mendukung perbaikan kualitas pendidikan dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman dan pandangan guru dalam menerapkan kurikulum baru ini. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut dalam implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar.
Analisis Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Siti Sarah Amalia; Willy Tri Anggara
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gaya belajar siswa Sekolah Dasar dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 2 Meurandeh. Kurikulum Merdeka menitikberatkan pada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa, sehingga memahami gaya belajar mereka menjadi kunci dalam menciptakan proses belajar yang optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki beragam gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan mayoritas siswa menunjukkan preferensi terhadap gaya visual. Ini menunjukkan bahwa banyak siswa lebih mudah memahami pelajaran melalui media visual seperti gambar, diagram, dan video. Berdasarkan hasil ini, penting bagi guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang variatif dan inklusif, yang mampu menyesuaikan dengan beragam gaya belajar siswa. Guru disarankan menggabungkan berbagai metode, seperti penyampaian materi secara visual, kerja kelompok, dan kegiatan praktik langsung, guna menjangkau seluruh peserta didik. Dengan memahami serta menyesuaikan strategi pengajaran terhadap gaya belajar siswa, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menyenangkan, yang pada akhirnya berdampak positif pada motivasi dan pencapaian belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Merdeka.
Analisis Kesiapan Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Adinda Khairunisa; Nurhalimah Pasaribu
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemauan guru untuk menerapkan kurikulum independen di SDN 12 Langsa. Kurikulum independen adalah kebijakan pendidikan yang memberikan fleksibilitas bagi guru dan unit pendidikan dalam merancang pembelajaran mereka sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik perekaman data dalam bentuk pengamatan dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa guru SDN 12 Langsa Kelas IV baik dalam tiga aspek utama: rencana pembelajaran, implementasi pembelajaran, dan evaluasi. Guru dapat menentukan tujuan pembelajaran, aliran tujuan pembelajaran, dan modul pengajaran terkait. Ketika diimplementasikan, pembelajaran dilakukan secara aktif, menarik dan dibedakan. Evaluasi dilakukan terus menerus dari evaluasi awal ke ringkasan keseluruhan. Namun, ada tantangan dalam bentuk fasilitas terbatas dan kebutuhan pelatihan lainnya. Studi ini merekomendasikan dukungan berkelanjutan dari sekolah dan pemerintah untuk memastikan keberhasilan implementasi kurikulum Meldeka.
Analisis Kreativitas Siswa Sekolah Dasar DalamPembelajaran Kurikulum Merdeka Dina Gustiani; Dea Puspita Sari
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses penting yang bertujuan untuk mengembangkan pikiran, minat, dan bakat seseorang. Sistem pendidikan Indonesia mengalami banyak perubahan seiring dengan waktu, termasuk perubahan kebijakan dan kurikulum. Kurikulum bebas memberi siswa kesempatan untuk belajar dengan cara yang lebih fleksibel dan sesuai dengan minat mereka, mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Diharapkan bahwa hal ini akan meningkatkan hasil belajar siswa dan kualitas pembelajaran mereka, serta meningkatkan kreativitas mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kreativitas siswa di sekolah dasar selama pembelajaran Kurikulum Merdeka karena kreativitas merupakan komponen penting dalam pendidikan yang berkontribusi pada kemampuan berpikir kritis dan inovatif siswa. Diharapkan bahwa dengan memahami dinamika ini, akan ditemukan metode yang lebih efisien untuk meningkatkan kreativitas siswa selama proses belajar.  
Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Mengimplementasikan Teknologi Ke Dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Prayogi Prayogi; Yeliani Marlina Situmorang
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan teknologi pada pembelajaran Kurikulum Merdeka. Latar belakang penelitian didasari oleh tuntutan global terhadap pemanfaatan teknologi dalam pendidikan serta fleksibilitas Kurikulum Merdeka yang mendorong guru agar mampu berinovasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara di SD Negeri Sukarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki perangkat teknologi seperti chromebook, proyektor, layar, dan akses internet, meskipun jumlahnya masih terbatas sehingga penggunaannya harus dijadwalkan. Guru dituntut memiliki kesiapan dalam penggunaan media digital untuk menunjang pembelajaran, namun keterbatasan sarana dan kompetensi teknologi masih menjadi tantangan. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka bergantung pada ketersediaan perangkat, kesiapan guru, serta dukungan sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna menciptakan pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan siswa.
Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kemandirian Siswa Sekolah Dasar Muhammad Siful Azmi; Nurul Khaira Nazwa
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian siswa salah satu aspek terpenting dari proses pembelajaran yaitu dapat dipengaruhi oleh penerapan kurikulum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kurikulum terhadap tingkat kemandirian siswa. SD Gampong Baroh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket , wawancara , dan observasi yang dilakukan pada siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan memiliki pengaruh signifikan terhadap kemandirian siswa, terutama dalam hal pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta keterampilan belajar mandiri. Kurikulum yang lebih berbasis proyek dan pembelajaran aktif cenderung meningkatkan kemandirian siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional ebih terfokus pada guru. Oleh karena itu,diperlukan adanya pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel dan inovatif guna mendorong kemandirian siswa sejak dini.
Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Diva Ananda; Isni Dewinta Manik
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jtpd.v2i2.201

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDN No.12 Langsa, sekolah ini merupakan sekolah dasar yang mengembangkan kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kurikulum merdeka diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam mengembangkan kreativitas melalui kurikulum tersebut. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui persepsi guru dan siswa mengenai kurikulum merdeka di sekolah dasar dalam konteks pengembangan kreativitas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara dengan informan yang telah dipilih, serta pengumpulan dokumentasi. Sumber data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan informan menggunakan pedoman yang disusun berdasarkan fokus penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan tema penelitian ini. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dalam penerapan kurikulum merdeka serta dampaknya terhadap kreativitas siswa. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih bagi guru dalam merancang pembelajaran serta mendorong kreativitas siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk belajar secara mandiri dan kreatif. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari guna meningkatkan pemahaman siswa, seperti dalam mata pelajaran PKN yang melibatkan kegiatan tolong-menolong di lingkungan sekolah.  This research was conducted at SDN No.12 Langsa, an elementary school that implements the Merdeka Curriculum. The study aims to explore how the Merdeka Curriculum is implemented in the learning process at the school, as well as to identify the obstacles and challenges faced by teachers and students in developing creativity through this curriculum. Additionally, this research seeks to understand teachers' and students' perceptions of the Merdeka Curriculum in the context of creativity development at the elementary school level. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection methods include observations, interviews with selected informants, and document analysis. The data sources consist of both primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with informants using guidelines structured based on the research focus, while secondary data were collected from books, journal articles, and other scholarly works relevant to the research theme. Data analysis was conducted thematically to identify emerging patterns in the implementation of the Merdeka Curriculum and its impact on students' creativity. The interview results indicate that the Merdeka Curriculum provides greater flexibility for teachers in designing lessons and encourages students' creativity. Teachers act as facilitators, guiding students to learn independently and creatively. Learning is integrated with real-life experiences to enhance students' understanding, such as in Civic Education (PKN), where students engage in activities promoting mutual assistance within the school environment.
Implementasi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Elminda Aprillianda; Tria Nur Maulida
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jtpd.v2i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implentasi kearifan lokal dalam kurikulum merdeka di SDN Sukarejo Langsa. Kurikulum  merdeka  ialah rancangan yang memberikan kebebasan kepada sekolah dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal. Adanya unsur kebutuhan lokal atau kearifan lokal ini melatih peserta didik agar dapat mengkaji kearifan lokal yang ada di lingkungan sekitarnya dalam proses pembelajaran secara ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (studi kasus) dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu studi literature dari berbagai jurnal sebagai acuan untuk melihat perkembangan implementasi kearifan lokal dalam kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini menunjukkan di SDN Sukarejo sudah mengimplementasikan kearifal lokal dalam kurikulum merdeka yang dapat menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada peserta didik dan menjaga kearifan lokal di daerah Langsa Timur.
Optimalisasi Digital Storytelling dalam Pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah: Kajian Literatur Sistematis Waluyo Ari Wibowo
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jtpd.v2i2.295

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menghadapi persoalan yang berulang, yakni kecenderungan pembelajaran berpusat pada guru, dominasi hafalan fakta, serta kesulitan peserta didik membayangkan urutan, tokoh, dan makna peristiwa sejarah Islam. Digital storytelling (DST) menawarkan alternatif melalui penggabungan narasi, visual, suara, teks, dan aktivitas reflektif. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk serta karakteristik penerapan DST dalam SKI tingkat MI; mengidentifikasi dampaknya terhadap minat, pemahaman konsep, dan internalisasi nilai; serta memetakan tantangan dan strategi optimalisasinya. Penelitian menggunakan systematic literature review dengan kerangka PRISMA 2020. Korpus awal disusun dari artikel jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris pada periode 2016–Agustus 2026 melalui Google Scholar, ERIC, Scopus, SINTA, Garuda, dan Neliti menggunakan kombinasi kata kunci DST, SKI, MI, sekolah dasar, dan pendidikan dasar. Artikel diseleksi berdasarkan relevansi jenjang, fokus media/narasi digital, ketersediaan teks lengkap, dan status publikasi jurnal. Data diekstraksi dalam matriks, dikodekan, kemudian disintesis secara tematik-naratif. Sintesis menunjukkan bahwa DST paling sering hadir sebagai video animasi, presentasi audiovisual bernarasi, e-scrapbook, media interaktif H5P/Lumi, dan buku digital kontekstual. Dampak yang paling konsisten ialah naiknya perhatian, partisipasi, minat, pemahaman kronologi, dan daya ingat; dampak afektif muncul kuat bila cerita diikuti dialog nilai dan refleksi. Efektivitas tidak ditentukan oleh kecanggihan aplikasi, melainkan oleh koherensi narasi, segmentasi informasi, keterlibatan siswa sebagai pembuat cerita, serta kesiapan guru dan infrastruktur. Artikel menawarkan kerangka KISAH-MI sebagai strategi integrasi DST yang kontekstual dan terukur.
Strategi Integrasi Literasi Finansial-Digital dalam Pembelajaran Tematik SD/MI Linda Monika
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jtpd.v2i2.296

Abstract

Literasi finansial dan literasi digital menjadi kompetensi yang saling bertaut dalam kehidupan anak, tetapi keduanya masih lazim diajarkan sebagai domain terpisah. Pada jenjang sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), pemisahan tersebut problematis karena keputusan ekonomi sederhana anak, memilih barang, menggunakan uang saku, merespons iklan, dan melakukan transaksi digital dengan pendampingan, selalu berlangsung dalam lingkungan digital. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi model dan strategi pengintegrasian literasi finansial-digital dalam pembelajaran tematik; menganalisis potensi dampaknya terhadap perilaku konsumsi bijak, pengambilan keputusan ekonomi sederhana, dan etika digital; serta memetakan kendala, kesiapan guru, dan faktor pendukung implementasinya. Kajian menggunakan sintesis kualitatif berorientasi PRISMA terhadap artikel akses penuh berbahasa Indonesia dan Inggris pada rentang 2019–2026. Pencarian dirancang pada Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, SINTA, Scopus, dan DOAJ dengan kombinasi kata kunci terkait literasi finansial, literasi digital, pembelajaran tematik, dan pendidikan dasar. Sintesis menunjukkan bahwa bukti paling kuat masih tersebar dalam tiga rumpun: integrasi finansial melalui matematika kontekstual, pembelajaran berbasis proyek dan simulasi; literasi digital melalui multimedia interaktif, gim, dan pendidikan kewargaan digital; serta keterlibatan keluarga. Belum ditemukan bukti yang memadai mengenai model terpadu yang mengevaluasi secara serentak hasil finansial, digital, dan etis pada SD/MI. Artikel ini menawarkan kerangka TEMA-DUAL: tematik-kontekstual, eksplorasi digital aman, manipulasi keputusan ekonomi, aksi/proyek, dan asesmen reflektif. Kontribusi utama kajian ialah memindahkan fokus dari penggunaan perangkat menuju desain pengalaman belajar yang menautkan nilai, keputusan, dan jejak digital anak.

Page 2 of 3 | Total Record : 22