cover
Contact Name
Asty Raisha Agma
Contact Email
astyraishaagma@gmail.com
Phone
+6282384495089
Journal Mail Official
astyraishaagma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JUPIKMAS
ISSN : 31232566     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JUPIKMAS) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Eksistensi Tambua Tansa di Nagari Manggopoh Illahi, Agung; Abdul Hafiz Fathoni; Fadhel Anshari Ilallah; Dzaky Farhan; Akmam
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juli
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian tradisional Minangkabau menghadapi ancaman penurunan eksistensi akibat modernisasi dan minimnya regenerasi pelaku seni. Tambua Tansa, sebagai warisan musik tradisional khas Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memiliki nilai historis dan filosofis yang belum terdokumentasi secara sistematis. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis kondisi eksistensi, dan merumuskan strategi pelestarian Tambua Tansa melalui pendekatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi partisipatif, wawancara mendalam kepada tetua adat dan seniman, serta dokumentasi audio-visual. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan pada tanggal 9 Januari hingga 9 Februari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tambua Tansa masih bertahan dalam upacara adat dan peringatan hari besar nagari, namun menghadapi tantangan regenerasi pemain, keterbatasan instrumen, dan minimnya dukungan kelembagaan. Intervensi KKN berhasil menghasilkan dokumentasi digital, pelatihan dasar bagi generasi muda, dan inisiasi pembentukan sanggar Tambua Tansa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Tambua Tansa memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat nagari, akademisi, dan pemerintah daerah melalui program revitalisasi berbasis kearifan lokal.