cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen
ISSN : 23032065     EISSN : 25025430     DOI : 10.21831
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
Analysis of the Role of Spiritual Well-Being on Ethical Judgment Among Accounting Students Rosdiana, Siti; Junaidi, Junaidi; Anwar, Suhardi M.; Sahrir, Sahrir
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.77030

Abstract

The purpose of this study was to determine how the spiritual well-being (SWB) variable as a personal factor affects the ethical judgment of accounting students both directly and through mediating variables such as materialism, ethical ideology, and ethical beliefs. Structural Equation Modeling (SEM) was used to test the research hypothesis model. A total of 288 survey data were collected from accounting students from universities in Sulawesi and outside Sulawesi. The results showed that the variables of spiritual well-being and ethical ideology and ethical beliefs of accounting students have a positive and significant relationship; however, the variables of spiritual well-being and materialism show an insignificant relationship. The moral factors of ethical ideology and ethical beliefs of accounting students show a positive and significant influence on ethical considerations; the materialism variable is rejected because it shows an insignificant relationship to students' ethical judgments. The implications of this study are that it can be a reference for further researchers related to the proposed variables. Keywords: Spiritual Well-Being, Ethical Ideology, Ethical Judgment, Accounting, SEM ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana variabel kesejahteraan spiritual (SWB) sebagai faktor pribadi mempengaruhi penilaian etis mahasiswa akuntansi baik secara langsung maupun melalui variabel mediasi seperti materialisme, ideologi etika, dan keyakinan etika. Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk menguji model hipotesis penelitian. Sebanyak 288 data survei dikumpulkan dari mahasiswa akuntansi dari universitas di Sulawesi dan di luar Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kesejahteraan spiritual dan ideologi etika serta keyakinan etika mahasiswa akuntansi memiliki hubungan yang positif dan signifikan; namun, variabel kesejahteraan spiritual dan materialisme menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Faktor moral ideologi etika dan keyakinan etika mahasiswa akuntansi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertimbangan etis; variabel materialisme ditolak karena menunjukkan hubungan yang tidak signifikan terhadap penilaian etis siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah dapat menjadi dasar acuan untuk peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan variabel diajukan. Kata Kunci: Kesejahteraan Spiritual, Ideologi Etis, Penilaian Etis, Akuntansi, SEM
Catalyzing Growth: The Interplay of Governance and Market Development in Achieving SDGs Fadila, Ardhiani; Pangestuti, Dewi Cahyani
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.78154

Abstract

Stock market development is influenced by various factors, including governance quality. This study analyzes the impact of the World Governance Indicators (WGI) on stock market development in Indonesia from 2008 to 2022 using regression analysis and non-parametric robustness tests. The WGI indicators examined include Voice and Accountability, Political Stability, Government Effectiveness, Regulatory Quality, Rule of Law, and Control of Corruption. The regression analysis results indicate that none of these indicators significantly affect stock market capitalization. However, the robustness test using Spearman correlation with quartile-based categorization reveals that Rule of Law and Voice & Accountability significantly correlate with stock market capitalization, highlighting the importance of institutional quality in investor confidence. Additionally, inflation negatively impacts market capitalization, while GDP growth does not exhibit a significant effect. The findings suggest that strengthening legal frameworks and enhancing government transparency are crucial for fostering a stable and attractive investment climate. Keywords: World Governance Indicators, Capital Market, Inflation, GDP ABSTRAK Perkembangan pasar modal dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas tata kelola. Penelitian ini menganalisis pengaruh World Governance Indicators (WGI) terhadap perkembangan pasar modal di Indonesia selama periode 2008-2022 dengan menggunakan analisis regresi serta pengujian robustnes non-parametrik. Indikator WGI yang diteliti mencakup Voice and Accountability, Political Stability, Government Effectiveness, Regulatory Quality, Rule of Law, dan Control of Corruption. Hasil regresi menunjukkan bahwa tidak ada indikator ini yang secara signifikan mempengaruhi kapitalisasi pasar. Namun, uji robustnes menggunakan korelasi Spearman dengan kategorisasi kuartil mengungkapkan bahwa Rule of Law dan Voice & Accountability memiliki korelasi signifikan dengan kapitalisasi pasar, menegaskan pentingnya kualitas institusi dalam meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, inflasi memiliki dampak negatif terhadap kapitalisasi pasar, sedangkan pertumbuhan PDB tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menekankan bahwa penguatan kerangka hukum dan peningkatan transparansi pemerintahan sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan menarik. Kata Kunci: World Governance Indicators, Pasar Modal, Inflasi, PDB
The Effect of Audit Tenure, Client Importance, and Auditor Specialization on Audit Quality Farumi, Muhammad Rifqi; Khamisah, Nur
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.78174

Abstract

This study aims to examine the effect of audit tenure, client importance, and auditor specialization on audit quality. The population in this study consisted of 185 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022, which were selected through purposive sampling method. The analysis was carried out using Logistic Regression through STATA 17 software. The results of this study indicate that audit tenure has no effect on audit quality, client importance has a negative and significant effect on audit quality and auditor specialization has a positive and significant effect on audit quality. The results of this study have significant implications for understanding how important it is to conduct audits conducted by specialist auditors because it has been proven by research that specialist auditors are able to provide higher audit quality, so perhaps policy makers and companies need to regulate in the client acceptance process that they must accept clients in the same industry in order to produce high quality audit reports. Keywords: Audit Tenure, Client Importance, Auditor Specialization, Audit Quality, Logistic Regression ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh yang diberikan oleh audit tenure, client importance, dan spesialisasi auditor terhadap kualitas audit. Populasi dalam penelitian terdiri dari 185 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022, yang dipilih  melalui metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Regresi Logistik melalui perangkat lunak STATA 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audit tenure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, client importance berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kualitas audit dan spesialisasi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap pemahaman betapa pentingnya melakukan audit yang dilakukan auditor spesialis karena telah terbukti secara riset bahwa auditor spesialis mampu memberikan kualitas audit yang lebih tinggi, sehingga mungkin pembuat kebijakan maupun perusahaan perlu mengatur dalam proses penerimaan klien bahwa harus menerima klien dalam industri yang sama agar dapat menghasilkan laporan audit yang berkualitas tinggi. Kata Kunci: Audit Tenure, Client Importance, Spesialisasi Auditor, Kualitas Audit, Regresi Logistik
Determinasi Penyebab Ketidakberhasilan dalam Pencapaian Opini WTP: Analisis pada Pemerintah Daerah di Indonesia Anantha, Tegar Galang; Wijaya, Henryanto
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.78261

Abstract

This study aims to identify the determinants contributing to the inability of local governments in Indonesia to attain an Unqualified Opinion (WTP) on their Local Government Financial Reports (LKPD) for the fiscal years 2020–2022. Employing a descriptive quantitative approach, the research investigates the underlying factors responsible for this failure by analyzing 143 Audit Reports (LHP) of LKPD that received opinions other than WTP from 81 local government entities. The findings reveal that the failure of local governments to achieve a WTP opinion during the 2020–2022 period was primarily driven by three key factors: (1) Non-compliance with Government Accounting Standards (SAP) in financial reporting, particularly in accounts related to fixed assets, current assets, capital expenditures, operating expenses, short-term liabilities, revenue, and unexpected expenditures. (2) Deficiencies in the Internal Control System (SPI), including inadequate accounting and reporting controls, as well as suboptimal budget management systems. (3) Violations of regulatory requirements, often involving administrative irregularities, potential financial losses, and insufficient oversight mechanisms. Keywords: Deficiencies in ICS, Violations of Regulatory Requirements, Audit Opinion, Misstatements, Recurring Issues ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinasi yang menyebabkan kegagalan pemerintah daerah di Indonesia dalam memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) periode tahun anggaran 2020-2022. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan untuk menyelidiki lebih mendalam faktor-faktor penyebab kegagalan pada 143 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD yang mendapatkan opini selain WTP pada 81 entitas pemerintah daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan pemerintah daerah dalam mencapai opini WTP selama tahun anggaran 2020–2022 dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1) Penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan SAP, terutama pada kelompok akun aset tetap, aset lancar, belanja modal, beban operasi, kewajiban jangka pendek, pendapatan, dan belanja tak terduga. (2) Kelemahan dalam SPI, meliputi sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, serta sistem pengendalian anggaran yang tidak optimal. (3) Ketidakpatuhan terhadap regulasi, yang seringkali mencakup penyimpangan administrasi, potensi kerugian, serta kekurangan dalam pengawasan. Kata Kunci: Kelemahan SPI, Ketidakpatuhan, Opini Audit, Salah Saji, Temuan Berulang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinasi yang menyebabkan kegagalan pemerintah daerah di Indonesia dalam memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) periode tahun anggaran 2020-2022.  Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan untuk menyelidiki lebih mendalam faktor-faktor penyebab kegagalan pada 143 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD yang mendapatkan opini selain WTP pada 81 entitas pemerintah daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan pemerintah daerah dalam mencapai opini WTP selama tahun anggaran 2020–2022 dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1) Penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan SAP, terutama pada kelompok akun aset tetap, aset lancar, belanja modal, beban operasi, kewajiban jangka pendek, pendapatan, dan belanja tak terduga. (2) Kelemahan dalam SPI, meliputi sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, serta sistem pengendalian anggaran yang tidak optimal. (3) Ketidakpatuhan terhadap regulasi, yang seringkali mencakup penyimpangan administrasi, potensi kerugian, serta kekurangan dalam pengawasan. Kata Kunci: Kelemahan SPI, Ketidakpatuhan, Opini Audit, Salah Saji, Temuan Berulang
Digital Bank Adoption in Indonesia: The Role of Price Value, Perceived Risk, and Intention to Use Nugroho, Mahendra Adhi; Sulistyani, Retno; Novitasari, Budi Tiara; Chinomona, Richard
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.81941

Abstract

This study aims to explore the effect of price value and perceived risk on the intention to use digital banks and investigate the effect of intention to use on digital bank adoption. This study uses a quantitative approach by distributing questionnaires to digital bank users in Indonesia. This study used a purposive sampling technique and obtained a sample size of 296 respondents. The results of this study show that price value and perceived risk significantly affect the intention to use digital banks. This study also proved the significant influence of intention to use on adopting digital banks in Indonesia. This study can provide insight into policymaking for developing digital bank services in Indonesia. Keywords: Price Value, Perceived Risk, Intention to Use, Digital Bank Adoption ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh nilai harga dan risiko yang dirasakan terhadap niat untuk menggunakan bank digital dan menyelidiki pengaruh niat untuk menggunakan terhadap adopsi bank digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna bank digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan memperoleh jumlah sampel sebanyak 296 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai harga dan risiko yang dirasakan secara signifikan mempengaruhi niat untuk menggunakan bank digital. Penelitian ini juga membuktikan adanya pengaruh signifikan dari niat menggunakan terhadap adopsi bank digital di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan masukan dalam pengambilan kebijakan untuk mengembangkan layanan bank digital di Indonesia. Kata Kunci: Nilai Harga, Persepsi Risiko, Niat Menggunakan, Adopsi Bank Digital
Collaboration-Oriented Culture Towards Sustainability Report Quality: The Role of Competitive Pressure Atika, Atika; Prihastiwi, Diah Agustina; Aosiliana, Putri; Puspitasari, Fenny
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 1 (2025): Nominal April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i1.82106

Abstract

This research examines the impact of a collaboration-oriented culture on the quality of sustainability reports and the role of competitive pressure on this relationship. This quantitative research applies multiple regression analysis and moderated regression analysis to a sample of companies listed on the Indonesia Stock Exchange and the Sri Kehati index for the 2020-2022 period. Research data was obtained from the company's annual report and sustainability report. Research findings show that collaboration-oriented culture has a negative effect on the quality of sustainability reports. Competitive pressure was not found to weaken the negative effect of collaboration-oriented culture on the quality of sustainability reports. These findings indicate that the high and low competitive pressures faced by companies in their industry are unable to encourage companies to produce better-quality sustainability reports. This research has implications for companies to loosen collaboration-oriented culture to improve the quality of sustainability reports. This research also contributes to regulators (Indonesian Institute of Accountants and Financial Services Authority) to prepare sustainability report standards to improve the quality and comparability of reports. Keywords: Collaboration-Oriented Culture, Sustainability Report Quality, Competitive Pressure ABSTRAK Riset ini mengkaji dampak collaboration-oriented culture terhadap kualitas sustainability report serta peran tekanan kompetisi terhadap hubungan tersebut. Riset kuantitatif ini menerapkan analisis regresi berganda dan moderated regression analysis untuk sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan indeks Sri Kehati periode 2020-2022. Data riset diperoleh dari annual report dan sustainability report perusahaan. Temuan riset menunjukkan collaboration-oriented culture berpengaruh negatif terhadap kualitas sustainability report. Tekanan kompetisi tidak ditemukan memperlemah pengaruh negatif collaboration-oriented culture terhadap kualitas sustainability report. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tinggi rendahnya tekanan kompetisi yang dihadapi perusahaan pada industrinya tidak mampu mendorong perusahaan untuk menghasilkan sustainability report yang lebih berkualitas. Penelitian ini berimplikasi pada perusahaan untuk melonggarkan collaboration-oriented culture dalam rangka meningkatkan kualitas sustainability report. Penelitian ini juga memberikan kontribusi kepada regulator (Ikatan Akuntan Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan) untuk menyusun standar sustainability report dalam rangka meningkatkan kualitas maupun komparabilitas laporan. Kata Kunci: Budaya Berorientasi Kolaborasi, Kualitas Laporan Keberlanjutan, Tekanan Kompetisi
The Role of Corporate Governance in Financial Fraud Prevention: A Systematic Literature Review Dwinanda, Rizky Ridho; Utama, Anak Agung Gde Satia
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 2 (2025): Nominal September 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i2.81860

Abstract

This study systematically examines corporate governance mechanisms and their effectiveness in preventing financial fraud across diverse organizational contexts. The findings reveal that governance effectiveness is highly context-dependent, influenced by industry type, firm size, and regulatory environment. Tailored governance strategies incorporating structural oversight and cultural dimensions significantly reduce fraud risk. Moreover, regulatory frameworks and enforcement practices must strike a balance to maintain managerial motivation while ensuring accountability. Emerging governance challenges such as digitalization, board political connections, and stakeholder inclusivity require further empirical investigation. The study contributes to the literature by advocating integrated governance frameworks that combine formal and informal elements, offering insights for researchers and practitioners seeking to enhance fraud mitigation. These findings are important for developing adaptive, context-sensitive governance models that effectively address contemporary fraud risks. Keywords: Audit Committees, Board Composition, Corporate Governance, Financial Fraud Prevention, Fraud Mitigation Strategies  ABSTRAK Penelitian ini secara sistematis mengkaji mekanisme tata kelola perusahaan dan efektivitasnya dalam mencegah penipuan keuangan di berbagai konteks organisasi. Temuan menunjukkan bahwa efektivitas tata kelola sangat dipengaruhi oleh konteks, termasuk jenis industri, ukuran perusahaan, dan lingkungan regulasi. Strategi tata kelola yang disesuaikan dengan mengintegrasikan pengawasan struktural dan dimensi budaya secara signifikan mengurangi risiko penipuan. Selain itu, kerangka regulasi dan praktik penegakan harus menyeimbangkan motivasi manajerial dan akuntabilitas. Tantangan tata kelola baru seperti digitalisasi, koneksi politik dewan, dan inklusivitas pemangku kepentingan membutuhkan penelitian empiris lebih lanjut. Studi ini memberikan kontribusi dengan mendorong kerangka tata kelola terpadu yang menggabungkan elemen formal dan informal serta memberikan wawasan bagi peneliti dan praktisi untuk meningkatkan mitigasi penipuan. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan model tata kelola yang adaptif dan sensitif konteks untuk mengatasi risiko penipuan kontemporer.  Kata Kunci: Komite Audit, Komposisi Dewan, Tata Kelola Perusahaan, Pencegahan Penipuan Keuangan, Strategi Mitigasi Penipuan
Perkembangan Penelitian Anti-corruption Disclosure di Indonesia Hisan, Sevira Khairatun; Setiawan, Doddy
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 2 (2025): Nominal September 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i2.82463

Abstract

This study aims to provide an overview of the development of anti-corruption disclosure research in Indonesia published in SINTA 2, SINTA 3, and international journals. This research uses the Charting the Field method. The sample amounted to 23 articles that discussed anti-corruption disclosure in Indonesia from 2014-2024. Mapping was done by classifying articles based on population, sample, year of observation, topic, and method. This study shows that anti-corruption disclosure research articles in Indonesia are dominated by the private sector population. The sample varies from an entity to 2,438 observations with 2 - 3 years of observation. Most articles examine antecedent topics with variables of government ownership, company size, foreign ownership, and industry type, also index measurement topics. Articles are dominated by quantitative methods. Keywords: Anti-corruption Disclosure, Literature Review, Charting the Field, Research Trend ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai perkembangan penelitian anti-corruption disclosure di Indonesia yang dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi SINTA 2, SINTA 3, dan jurnal internasional. Penelitian ini menggunakan metode Charting the Field. Sampel penelitian ini berjumlah 23 artikel yang membahas tentang anti-corruption disclosure di Indonesia dari tahun 2014-2024. Pemetaan dilakukan dengan mengklasifikasikan artikel berdasarkan populasi, sampel, tahun pengamatan, topik, dan metodenya. Penelitian ini menunjukkan bahwa artikel penelitian anti-corruption disclosure di Indonesia didominasi oleh populasi sektor privat, terutama perusahaan seluruh sektor yang terdaftar di BEI. Sampel bervariasi mulai dari 1 instansi hingga 2.438 observasi dengan 2 – 3 tahun pengamatan. Sebagian besar artikel meneliti topik anteseden dengan variabel kepemilikan pemerintah, ukuran perusahaan, kepemilikan asing, dan tipe industri, serta topik pengukuran indeks. Artikel didominasi dengan metode kuantitatif. Kata Kunci: Pengungkapan Antikorupsi, Studi Literatur, Charting the Field, Tren Penelitian
Factors Affecting the Stability of Financial Banking System in Indonesia Shafitranata, Shafitranata -; Lesmana, Arseta Yudha
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 2 (2025): Nominal September 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i2.82505

Abstract

The objective of this research to identify various factors that encourage the stability of Indonesia's banking and financial system from 2018 to 2023. The present research makes use of secondary data from 66 banks' audited financial statements that were chosen using the purposive sampling technique. The Random Effect Model method, which was chosen based on the findings of the Chow Test, Hausman Test, and Lagrange Multiplier Test, is used in this study to apply panel data regression. According to the analysis, NIM significantly reduces the stability of the financial system, but CAR and LDR significantly increase it. Furthermore, the stability of the financial system was not significantly impacted by NPL, ROA, DPK, or BOPO. These findings confirm the importance of effective capital management and liquidity optimization in maintaining banking stability. The decline in NIM indicates the need to improve efficiency in managing productive assets. Keywords: Financial Stability System, Pressure, Intermediation, Efficiency, Banking  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mendorong stabilitas perbankan dan sistem keuangan Indonesia dari tahun 2018 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan 66 bank yang telah diaudit yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode Random Effect Model, yang dipilih berdasarkan hasil dari Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, digunakan dalam penelitian ini untuk mengaplikasikan regresi data panel. Berdasarkan hasil analisis, NIM secara signifikan menurunkan stabilitas sistem keuangan, namun CAR dan LDR secara signifikan meningkatkan stabilitas sistem keuangan. Lebih lanjut, stabilitas sistem keuangan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh NPL, ROA, DPK, atau BOPO. Temuan ini menegaskan pentingnya efektifitas pengelolaan modal dan optimalisasi likuiditas dalam menjaga stabilitas perbankan. Penurunan NIM menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi dalam pengelolaan aset produktif. Kata Kunci: Stabilitas Sistem Keuangan, Tekanan, Intermediasi, Efisiensi, Perbankan
Pengaruh Akuntansi Manajemen Lingkungan, Inovasi Hijau, dan Biaya Lingkungan Terhadap Nilai Perusahaaan Budiono, Stefannie; Handoko, Jesica
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 14 No. 2 (2025): Nominal September 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/nominal.v14i2.82949

Abstract

High corporate value is the ultimate goal of a company. However, companies need to consider environmental issues in achieving corporate value. This study hypothesizes that several environmental factors, such as environmental management accounting, green innovation, and environmental costs, can be tested against the dependent variable of corporate value. This quantitative study uses manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2023 as its research subjects. Multiple regression analysis was used in this study. The findings indicate that environmental management accounting and environmental costs do not influence corporate value, while green innovation has a positive influence on corporate value. The implications of this study are that companies need to support the development of green innovation, which is believed to enhance corporate value. Additionally, the results of this study encourage companies to consider factors beyond environmental management accounting and environmental costs in enhancing corporate value. Keywords: Environmental Management Accounting, Green Innovation, Environmental Cost, Firm Value  ABSTRAK Nilai perusahaan yang tinggi merupakan tujuan akhir perusahaan. Namun perusahaan perlu memperhatikan isu lingkungan dalam mencapai nilai perusahaan. Penelitian ini menduga beberapa faktor lingkungan, seperti akuntansi manajemen lingkungan, inovasi hijau, dan biaya lingkungan yang dapat diuji terhadap variabel dependen nilai perusahaan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan dengan objek penelitian perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2021-2023. Teknik analisis regresi berganda digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa akuntansi manajemen lingkungan dan biaya lingkungan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan inovasi hijau memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Implikasi penelitian ini adalah perusahaan perlu mendukung pengembangan inovasi hijau yang diduga mampu meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini juga mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan faktor selain akuntansi manajemen lingkungan dan biaya lingkungan dalam meningkatkan nilai perusahaan. Kata Kunci: Akuntansi Manajemen Lingkungan, Inovasi Hijau, Biaya Lingkungan, Nilai Perusahaan