cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 142 Documents
Optimalisasi Kandungan Serat pada Saus Bayam Dwi Rianto; Nuril Ahmad
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2017.v02.i02.p05

Abstract

Bayam merupakan sayuran dengan kandungan nutrisi yang tinggi yang dibutuhkan tubuh, salah satunya adalah serat yang mana sangat diperlukan dalam dietary sehari-hari. Namun dikarenakan umur simpannya yang tidak lama sehingga mudah rusak, maka perlu diolah menjadi produk tepat guna yang dapat memenuhi kebutuhan serat masyarakat dan dapat disimpan dalam waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kandungan serat yang optimal dengan menggunakan bahan perpaduan antara bayam dan ubi jalar dalam membuat saus bayam. Penelitian ini dilakukan dengan 2 variable perlakuan, variable pertama adalah perbandingan bayam dan ubi jalar sebanyak 3 level, yaitu: 25%:75%, 50%:50% dan 75%:25% (b/b). Variable ke dua yaitu lama pemasakan dengan 3 level, yaitu : 5 menit, 7 menit dan 9 menit pemasakan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar serat optimal adalah sebesar 7,12 % adalah pada perpaduan 21,35 % bayam dan 78,65 % ubi jalar dengan lama pemasakan selama 7,5893 menit
Pemanfaatan Bekatul Jagung dan Ragi Cap Jago untuk Pembuatan Ragi Tempe dan Karakteristik Tempe yang Dihasilkan Fika Amaliyah; Ni Wayan Wisaniyasa; Ni Luh Ari Yusasrini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2017.v02.i02.p06

Abstract

This study aims to determine the exact concentration of Cap Jago tempe yeast on corn bran substrate that is able to produce tempe yeast with the most total mold and to know the concentration of tempe yeast with corn bran substrate which produce tempe with the best characteristic. The study consisted of 2 step each of which used a complete randomized design. The first step is to addition concentration of Cap Jago tempe yeast are 5%, 10%, 15%, 20% and 25% with 3 replications to obtain 15 experimental units. The second step to applied selected inoculum with corn bran substrate on soybean with concentration 0.05%, 0.075%, 0.10%, 0.125% and 0.15%. Tempe that produced was tested by sensory evaluation. The best concentration determination based on the result of effectiveness index test. Tempe with the best sensory evaluation then analyzed. The result of research showed that the best concentration of Cap Jago tempe yeast was 20%. The best concentration of selected tempe yeast was 0.05% with criteria were yellowish white color, typical tempe aroma, typical tempe flavor, cohesive texture, water content 60.50% , ash content 1.02%, protein content 16.90%, fat content 20.23% and carbohydrate content 1.35%.
Analisis Karakteristik Pengeringan dan Sifat Fisik Kimia Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah dengan Variasi Irisan Ketebalan dan Suhu Pengeringan Yesinta Kristin Tamba; Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p01

Abstract

Pengolahan kulit buah naga merah menjadi teh herbal yakni memanfaatkan bahan sebagai minuman dan dapat diterima oleh masyarakat. Pengelolaan ini membuat awet hasil panen dalam proses pengeringan. Penelitian ini tujuannya mencaritahu Karakteristik Pengeringan dan Sifat Kimia Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah Dengan Variasi Irisan Ketebalan dan Suhu Pengeringan. Penelitian ini di susun memakai (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50oC, 60oC dan 70oC) dan faktor tebal irisan (3mm dan 5mm). Ada 6 interaksi perlakuan dan Perlakuan di ulang tiga kali guna memperoleh 18 unit percoban. Data hasil pengamatanya di analisa memakai ANOVA dan di lanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Ukuran yang di amati terdiri dari panas sensibel, kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa interaksi suhu pengeringan dan irisan ketebalan pada teh herbal kulit buah naga merah memberi dampak nyata dalam ukuran panas sensibel, kadar air, kadar abu, warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian yang memiliki perlakuan terbaik ditinjau dari syarat mutu teh kering yaitu suhu pengeringan 70oC dengan irisan ketebalan 3 mm. Hasil penelitian membuktikan perlakuan paling baik ada pada kadar air 8,055%, kadar abu 6,418%, uji hedonik dan skoring warna seduhan teh herbal kulit buah naga merah cukup khas dengan nilai 4,46 (suka) dan 4,46 (merah kekuningan), uji hedonik dan skoring aroma teh herbal kulit buah naga merah dengan nilai 4,13 (suka) dan 4,46 cukup khas dengan produk teh kering, uji hedonik dan skoring pada rasa teh herbal kulit buah naga merah bernilai 4,26 (suka) dan 4,4 memiliki rasa agak sepat.
Penerapan Metode Qualitty Function Deployment untuk Upaya Peningkatan Mutu Komoditi Bawang Merah (Allium ascalonicum) Varietas Lokal Kintamani Sophia Kristin Br Sitepu; I Widia Widia; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p02

Abstract

Salah satu pesaing utama komoditi bawang merah Kintamani adalah bawang merah Brebes. Pangsa pasar bawang merah Brebes lebih besar di bandingkan Kintamani baik pada level lokal Bali maupun nasional. Peningatan mutu komoditi bawah merah Kintamani perlu dilakukan melalui serangkaian perbaikan teknis budidaya agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria atribut produk bawang merah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen, pembobotan mutu komoditi bawang merah Kintamani dibandingkan bawang merah Brebes, dan aktivitas perbaikan yang harus dilakukan petani Kintamani. Penelitian ini menggunakan metode Quality Fuction Deployment (QFD) dengan alat analisis yaitu matriks House of Quality. Kualitas bawang merah dievaluasi berdasarkan 6 jenis atribut mutu, yaitu kebersihan umbi, warna umbi, ukuran umbi, kesegaran umbi, tidak ada kebusukan pada umbi, dan aroma sedap dengan sekala rating kepentingan 1-5. Responden penelitian adalah 20 orang pedagang sayur di Pasar Kreneng dan Pasar Badung di Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke-6 atribut mutu bawang merah yang dievaluasi, ukuran umbi memperoleh skor tertinggi dengan rata-rata 4,7 (sangat penting), skor tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas bawang merah Kintamai rata-rata 2,85 (kurang puas), lebih rendah dibandingkan bawang merah Brebes dengan skor 4,55 (sangat puas). Hasil analisis matriks House of Quality menunjukkan bahwa upaya perbaikan yang harus dilakukan oleh petani Kintamani adalah pengendalian hama dan organisme penggangu tanaman (OPT) pada tahapan budidaya bawang merah dengan bobot kepentingan tertingi yaitu sebesar 26%, dibandingkan aktivitas lainnya yang disarankan untuk memperbaiki mutu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Rancang Bangun Alat Penyiram Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Mikrokontoler pada Tanaman Kopi Suparman Suparman; Dimas Deworo Puruhito; Nuraeni Dwi Dharmawati; Ksatriyo Pinandito; Ayunda Gustiani Putri
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p04

Abstract

This research activity was carried out on coffee farmer groups in Mandan Sucen Gemawang Temanggung which emphasized the design of automatic sprinklers using microcontroller-based soil moisture sensors for coffee plants. Coffee plants need enough water for their growth. Manually sprinkling coffee plants requires sufficient resources, the problem is that there are human limitations in helping with maintenance and it takes quite a long time. The purpose of this research is to help coffee farmers by designing coffee sprinklers automatically. The research method used to complete this research is Research and Development which includes tool planning, tool design, tool testing, and analysis of an automatic plant watering system using a microcontroller-based soil moisture sensor on YL-69 type coffee plants. The output of the research is a prototype of an automatic plant sprinkler system using sensors, microcontrollers, relays and a 16x2 LCD display screen. From the calibration results, the accuracy of the tool is 97.41% and the error is 2.59%. This system can monitor and control the water requirements of coffee plants and automatic watering is carried out when the soil moisture is < 40%, the pump will start automatically and the pump will automatically turn off when the soil moisture is > 60%. The conclusion from the results of this study is that there is a sprinkler automatically using a microcontroller-based soil moisture sensor to assist coffee farmer groups in Mandan Sucen Gemawang Temanggung in watering coffee.
Desain Sistem Informasi Pemasaran Produk Agroindustri Berbasis Website Edukasi Pada Gapoktan Minggirsari Blitar I Wayan Arnata; I Ketut Satriawan; G. W. Wirayuda
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p05

Abstract

The rapid development of internet technology in the modern era has not been fully utilized by farmers resulting in economic disparities among farmers due to product sales through extended supply chains so that there are significant differences in prices for agro-industrial commodities at the farmer and market levels. Meanwhile, farmers are still less interested in reading, resulting in limited knowledge of processing agricultural products to increase economic value. The research aims to design a sales and education system and produce a website for marketing agro-industry products based on an educational website that is good enough. The study was carried out in several stages, namely problem identification, website design using the waterfall method, website testing using the black box method, making questionnaires based on the user acceptance test (UAT), validity and reliability tests, distributing website acceptance questionnaires by users based on the user acceptance test (UAT) and data processing. The research results are to get a website design that combines sales and education systems in one website that is already running well by getting a 100 percent score when tested internally using the black box method. Website acceptance test by users using the user acceptance test (UAT) method results in a design factor of 77.86%, a content factor of 78.75%, and a usability factor of 78.24%. The real test for the entire website scores 78.2% and is included in the good category to be accepted in society.
Jenis Pengemasan dan Penyimpanan terhadap Kualitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Icha Triska Puteri; Rita Hayati; Ainun Marliah
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p06

Abstract

Chili is a horticultural commodity that is easily damaged physically, chemically and biologically. This study aims to determine the effect of the type of packaging, storage and interaction on the quality of cayenne pepper (Capsicum frutescens L.). This research will be carried out at the Horticulture Laboratory, Seed Science and Technology Laboratory and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh City. The research was carried out from March 2022 to May 2022. This research was carried out using a Completely Randomized Block Design (RCBD) with a factorial pattern of 6 x 2 with 3 replications so that there were 12 treatment combinations and 36 experimental units. Each experimental unit consisted of 50 samples of cayenne pepper, so that in total there were 1,800 cayenne peppers. The parameters observed included measurement of weight loss, color measurement, organoleptic test, measurement of water content, measurement of capsaicin levels and vitamin C levels. The best quality of cayenne pepper was found in the type of banana leaf packaging. The best quality of cayenne pepper was found at low temperature storage. The best quality of cayenne pepper was found in the combination of banana leaf packaging and storage at low temperatures.
Pengaruh Rasio Campuran Surfaktan dan Minyak Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Karakteristik Mikroemulsi Minyak Daun Nilam Fachriansyah Ismaimoon; Lutfi Suhendra; A. A. Dewi Anggreni
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio campuran surfaktan dan minyak daun nilam terhadap karakteristik mikroemulsi minyak daun nilam serta menentukan rasio campuran surfaktan dan minyak daun nilam yang tepat dalam memperoleh karakteristik mikroemulsi terbaik. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor rasio campuran surfaktan dan minyak daun nilam yaitu: 100:0; 98:2; 96:4; 94:6; 92:8; 90:10; 88:12; 86:14; 84:16; 82:18. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan uji BNJ. Perlakuan terbaik merupakan rasio minyak daun nilam tertinggi yang masih terbentuk mikroemulsi. Mikroemulsi dengan rasio terbaik dilakukan uji stabilitas terhadap pH dan pengenceran selama penyimpanan 8 minggu dengan pengamatan setiap 2 minggu. Data dianalisis menggunakan regresi linier untuk mengetahui stabilitas mikroemulsi minyak daun nilam. Hasil penelitian menunjukkan rasio campuran surfaktan dan minyak daun nilam berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap karakteristik mikroemulsi minyak daun nilam. Rasio surfaktan dan minyak daun nilam 84:16 merupakan perlakuan terbaik untuk membuat mikroemulsi minyak daun nilam dengan karakteristik memiliki kenampakan yang transparan, nilai indeks turbiditas mikroemulsi minyak daun nilam sebelum dan sesudah sentrifugasi yaitu 0,229± 0,0048% dan 0,024± 0,0006% serta memiliki ukuran partikel 24,5±13,8 nm, dan ukuran droplet terbanyak yaitu 17,9 nm. Mikroemulsi minyak daun nilam dengan rasio surfaktan dan minyak daun nilam 84:16 stabil selama 8 minggu penyimpanan.
Perbandingan Kadar Air, Asam Lemak Bebas dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Curah dan Minyak Tandusan di Desa Baluk, Jembrana Ni Putu Widayanti; Ayu Saka Laksmita W; Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p08

Abstract

The scarcity of cooking oil in various regions is a significant problem in the food security sector. One alternative that can be done to overcome this phenomenon is to develop Tandusan oil as a product of local wisdom in Baluk Village, Jembrana. The purpose of this study was to determine the water content, free fatty acids, and peroxide number of the Tandusan oil and compare it with the bulk oil on the market. Testing the oil quality parameters uses three samples with the AOAC (Association of Official Analytical Chemists) method. The test results from this study obtained that the water content in the three samples of tandusan oil was 0.16%; 0.12%; and 0.14% while in the bulk oil sample, it was 0.47%; 0.45%; and 0.48%. The free fatty acid content obtained from the tandusan oil test was 0.49%; 0.42%; and 0.46% while in the bulk oil sample, it was 2.39%; 2.41%; and 2.45%. The measured peroxide number in the tandusan oil was 0.52 mg eq/kg; 0.55 mg eq/kg; and 0.50 mg eq/kg whereas in the bulk oil, it is 3.49 mg eq/kg; 3.55 mg eq/kg; and 3.59 mg eq/kg. Tandusan oil has better oil quality than bulk oil and meets SNI 2902:2011 and SNI 3741: 2013 so it is safe to use as food
Perbandingan Hidrolisis Enzimatik Bahan Jerami Padi dengan Metode Perlakuan Menggunakan Autoclave dan Microwave Yesinta Kristin Tamba; , Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Ida Bagus Putu
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p01

Abstract

Enzim selulase yang dihasilkan oleh Trichoderma reesei dan Aspergillus niger memiliki aktivitas yang berbeda. Hidrolisis enzimatik menggunakan enzim selulase tersebut secara terpisah akan menghasilkan glukosa yang sedikit, namun ketika kedua enzim sellulase tersebut dikombinasikan maka akan menghasilkan glukosa yang lebih banyak. Hasil glukosa tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas enzim, namun juga volume dari glukosa yang di hidrolisis. Pada bahan lignoselulosa, delignifikasi sangat berpengaruh terhadap volume glukosa yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dengan dua tahap, yaitu pretreatment dan hidrolisis itu sendiri. Tahap pertama adalah pretreatment bubuk jerami padi dengan menggunakan autoclave, dan pretreatment bubuk jerami padi dengan menggunakan microwave. Tahap kedua adalah tahap hidrolisis dengan 2 variabe perlakuan, pertama adalah perbandingan kadar enzim selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger sebanyak 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, 1:3, 2:1 dan 3:1 (unit/unit), yang kedua adalah waktu hidrolisis itu sendiri, observasi dilakukan setiap 8 jam sekali selama 72 jam. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil glukosa tertinggi adalah 277 mg/ml dengan menggunakan bubuk jerami padi yang telah di delignifikasi menggunakan microwave selama 48 jam dengan perpaduan enzim selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger sebanyak 3:1 dengan aktivitasenzim sebesar 2,630 IU/ml

Page 6 of 15 | Total Record : 142