cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 142 Documents
Karakteristik Biochar Limbah Bubuk Kopi Produksi UMKM Kopi Tirtoyudo, Malang Selatan Razhika Faradila; Soni Sisbudi Harsono; Yuni Lasari
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p03

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari sebagian besar UMKM kopi di Malang Selatan ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, hal ini dapat dilihat dari menumpuknya limbah kopi di sekitar tempat pengolahan. Penelitian ini merupakan inisiasi dari tim peneliti untuk memberikan pengetahuan dan kepercayaan terhadap pelaku UMKM Kopi Tirtoyudo dalam meningkatkan nilai guna Limbah Kopi dan ekonomi sirkular. Secara umum tujuannya memberikan informasi terkait kualitas pembakaran biochar limbah bubuk kopi melalui analisis proksimat dan sosialisai terkait pengolahan limbah kopi menjadi energi alternatif yaitu biochar. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan Biochar Limbah Kopi dengan suhu 500oC memiliki komposisi terbaik dengan nilai kadar air 9,33%, kadar abu 4,08%, pH 9,55, C-Organik 13,15% dan zat terbang 14,55%. Hal ini dikarenakan kopi memiliki komposisi yang baik untuk mengembalikan unsur hara dan dilakukan pengeringan sebelum run-off biochar.Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keahlian kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM Kopi Tirtoyudo di Malang Selatan agar dapat mengembangkan teknologi energi terbarukan biochar dari limbah bubuk kopi (Spent Coffee Ground) menjadi alternatif penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, murah dan ramah lingkungan.
Perhitungan Luas Daun Tanaman Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) dengan Manual dan Digital (ImageJ) Choirul Umam; Abdurrahman ‘Uluwiy; Rohmatul Auliya; Ratna Nurshakti Putri; Muhammad Tsabit Alwi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p02

Abstract

Daun merupakan organ penting dalam tanaman yang merupakan parameter utama dalam analisis pertumbuhan tanaman. Salah satu tanaman penting di Indonesia adalah tanaman kayu putih, dimana tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan utama minyak atsiri dunia. Untuk mengukur luas daun, kecepatan dan ketepatan dalam pengukuran menjadi krusial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengukuran luas daun yang praktis dan terkalibrasi karena proses penghitungannya dilakukan secara otomatis melalui citra gambar dan diproses oleh aplikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap: Tahap 1, perhitungan secara digital dengan runtutan: pengambilan citra daun digital, dan perhitungan luas daun secara digital. Tahap 2, perhitungan luas daun konvensional melalui metode gravimetri dan kertas milimeter. Penelitian ini menggunakan daun kayu putih yang didapatkan dari 7 pohon kayu putih yang terdapat di beberapa desa di Kabupaten Bangkalan- Jawa Timur dengan total daun yang digunakan sebanyak 105 daun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa analisis citra gambar menggunakan software ImageJ pada daun Kayu Putih terbukti lebih praktis dan efisien dibanding dengan metode manual yakni milimeter blok dan gravimetri. Pengukuran daun menggunakan ImageJ layak untuk digunakan dan dikembangkan dengan dasar hasil penelitian ini dan penelitian-penelitian terdahulu. Rata-rata nilai error pengukuran daun menggunakan ImageJ terhadap metode milimeter blok adalah 8,46% dengan nilai korelasi sebesar 0,9353 sedangkan pengukuran luas daun menggunakan ImageJ terhadap metode gravimetri adalah 47,31% dengan korelasi sebesar 0,7328. Hal ini menunjukkan keterikatan yang sangat kuat pada metode milimeter blok dan kuat pada metode gravimetri.
Pengembangan Tepung Ubi Jalar Ungu Pregelatinisasi serta Aplikasinya pada Pembuatan Flakes Bryan Bryan; Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati; I Nengah Kencana Putra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p01

Abstract

Ubi jalar ungu mempunyai prospek yang baik sebagai bahan baku industri pangan terutama dalam bentuk tepung. Akan tetapi, tepung ubi jalar ungu mempunyai beberapa kelemahan seperti kelarutan dalam air yang rendah, daya serap air yang rendah dan bentuk gel yang dihasilkan kurang seragam. Modifikasi tepung ubi jalar ungu dengan pregelanisasi telah banyak dikembangkan, namun terjadi penurunan kadar komponen aktif antosianin dan antioksidannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu pregelatinisasi yang tepat untuk menghasilkan tepung ubi jalar ungu termodifikasi terbaik dan untuk mengetahui perbandingan tepung ubi jalar ungu termodifikasi dan tepung daun kelor untuk menghasilkan flakes dengan karakteristik terbaik. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu ubi jalar ungu dipregelatinisasi dengan suhu pengukusan 70oC, 80oC dan 90oC serta lama pengukusan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Hasil terbaik dari penelitian tahap pertama kemudian diaplikasikan pada penelitian tahap kedua yaitu pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap flakes ubi jalar ungu dengan beberapa taraf yaitu 0%, 3%, 6%, 9% dan 12%. Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa perlakuan pengukusan dengan suhu 70oC dan lama waktu pengukusan 5 menit menghasilkan tepung ubi jalar ungu termodifikasi terbaik dengan karakteristik rendemen sebesar 24,90%, kadar antosianin sebesar 25,65 mg/L, kadar pati sebesar 63,10%, kadar amilosa sebesar 28,73%, kadar amilopektin sebesar 34,37%, kadar antosianin 25,62 mg/L, viskositas 2597 cP, daya serap air 113,27% dan daya serap minyak 110,68%. Tepung ubi jalar ungu termodifikasi dengan perlakuan terbaik digunakan dalam pembuatan flakes ubi jalar ungu yang ditambahkan tepung daun kelor. Perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor 12% menghasilkan serpihan ubi jalar ungu terbaik dengan karakteristik rendemen 59,41%, kadar antosianin 8,02 mg/L, aktivitas antioksidan 19,31%, dan uji organoleptik dengan karakteristik aroma suka, agak pahit dan suka, tekstur agak renyah dan suka serta penerimaan panelis secara keseluruhan suka.
Karakteristik Bubuk Biji Buah Salak Bali : Kajian Suhu dan Waktu Penyangraian I Gusti Ngurah Pratama Putra; Luh Putu Wrasiati; Ni Made Wartini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p05

Abstract

Biji salak adalah salah satu hasil samping perkebunan salak yang jarang dimanfaatkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui karakteristik mutu dan sensoris bubuk biji buah salak Bali. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial digunakan pada penelitian ini. Terdapat dua faktor perlakuan yakni suhu dan waktu penyangraian dengan tiga level suhu penyangraian (190 ± 2°C, 200 ± 2°C dan 210 ± 2°C) dan waktu penyangraian (10 menit, 20 menit dan 30 menit). Variabel yang diamati antara lain uji kadar sari larut air, kandungan tanin, total fenol, kadar abu, kadar air, uji intensitas warna, uji skoring dan uji hedonik (parameter aroma, warna dan rasa), serta identifikasi senyawa citarasa. Analisis ragam digunakan dalam penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perlakuan yang memberikan pengaruh nyata atau sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level suhu, waktu penyangraian berpengaruh nyata (P < 0,05), akan tetapi interaksi antara kedua perlakuan tersebut berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan penyangraian pada suhu 210oC dan waktu penyangraian selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik menurut tingkat kesukaan panelis tertinggi dengan karakteristik kadar air 3,68%, kadar abu 3,34%, kadar kafein 0,0145%, kadar tanin 5,07g TAE/g, total fenol 20,07mg GAE/g, kadar sari larut air 13,51%, intensitas warna dengan nilai L* 57,05, a* 4,96, b* 17,88 dan warna yang didapat adalah French beige. Teridentifikasi beberapa senyawa dengan tingkat kemiripan diatas 90 % diantaranya asam palmitat dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 15,136 menit, asam linoleat dengan tingkat kemiripan 96% pada waktu retensi 16,993 menit dan (tetrahydroxycyclopentadienone) tricarbonyliron dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 17,197 menit.
Uji Aktivitas Antoksidan dan Senyawa Fitokimia pada Tanaman Terung Pokak (Solanum torvum) Nunuk Helilusiatiningsih
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah terung Pokak di Indonesia cukup melimpah sebagai tanaman liar . Tujuan riset untuk menguji aktivitas antioksidan dan fitokimia tanaman terung Pokak. Metode analisa secara kuantitatif meliputi DPPH dan fitokimia. Hasil analisa sebagai berikut, buah : Kadar air 82,2%, kadar abu 1,64%, protein 9.77%, lemak 4,63%, karbohidrat 4,54%, Vitamin C 3,78%, fenol 33.95 mg/g, Tanin 0.94 mg/g, Flavonoid 1,38 mg/g, DPPH 85,58%. Biji : kadar air 39,90%, kadar abu 1,16%, protein 6.22%, lemak 0,48%, karbohidrat 52,97%, Vitamin C 2,46%, fenol 21,84 mg/g, Tanin 0.52 mg/g, Flavonoid 2.32 mg/g, DPPH 86,88%. Batang kering : kadar air 6,88%, kadar abu 7,92%, protein 14,28%, lemak 6,90%, karbohidrat 64,02%, Vitamin C 0,13%, fenol 92,14 mg/g, Tanin 1,61 mg/g, Flavonoid 8,04 mg/g, DPPH 78,47%. Kulit : kadar air 58,16%, kadar abu 0,26%, protein 5,74%, lemak 0,3%, karbohidrat 35,29%, Vitamin C 1,34%, fenol 25,53 mg/g, Tanin 0.53 mg/g, Flavonoid 2.76 mg/g, dan DPPH 85,49%. Daun Segar : kadar air 58,16%, kadar abu 0,26%, protein 5,74%, lemak 0,32%, karbohidrat 35,29%, Vitamin C 1,3%, fenol 25,53 mg/g, Tanin 0.53 mg/g, Flavonoid 2.76 mg/g, DPPH 85,49%. Daun Kering : kadar air 7,55%, kadar abu 7,52%, protein 25,8%, lemak 3,67%, karbohidrat 50,52%, Vitamin C 1,31%, fenol 12,87 mg/g, Tanin 0.20 mg/g, Flavonoid 1,76 mg/g DPPH 64,50%.
Strategic Planning for Green Logistics Implementation in Potato Agro-Industry Rindra Yusianto; Marimin Marimin; Suprihatin Suprihatin; Hartrisari Hardjomidjojo
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah penghasil kentang terbesar di Asia Tenggara. Produksi tahunan rata-rata 1,09 juta ton. Begitu pula produktivitasnya masih rendah, berkisar 16,4 - 18,22 ton / ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan perencanaan strategis Green Logistic Distribution Center (GLDC) pada agroindustri kentang dengan menggunakan Interpretative Structure Modelling (ISM). Kontribusi penelitian ini adalah kami menggunakan ISM untuk menganalisis kebijakan keberlanjutan program logistik hijau yang mencakup masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan seperti ketersediaan bahan baku (1), pemasok kentang (3), pasar (5), transportasi lalu lintas (7), faktor ekonomi (8), dan masalah lingkungan (9) meliputi keterkaitan variabel. dari sistem. Setiap tindakan terhadap tujuan tersebut akan menghasilkan program GLDC yang berhasil, sedangkan kurangnya perhatian terhadap tujuan tersebut akan menyebabkan kegagalan program. Dalam hal ini, daya penggeraknya besar tetapi memiliki sedikit ketergantungan pada program. Sementara sub-elemen tujuan lainnya dikategorikan sebagai tergantung, ini ditafsirkan lebih sebagai hasil dari tindakan obyektif lainnya. Dengan dua bentuk informasi, diagram matriks ISM dan DP-D, pendalaman program GLDC dimungkinkan untuk mendukung perencanaan strategis.
Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aplikasi Berbagai Efektif Mikroorganisme Lokal Muhammad Helmy Abdillah
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan hasil samping (by product) dari pengolahan tandan buah segar kelapa sawit (TBS) menjadi crude palm oil (CPO). Dalam 10 tahun terkhir (2010-2020), jumlah perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS) terus meningkat, sejalan dengan minat dunia internasional terhadap hasil minyak yang diolah dari TBS, namun hal tersebut memiliki dampak besar pada keberadaan TKKS yang jumlahnya semakin banyak di landfill area pabrik. Pemanfaatan TKKS sebagai pembennah tanah menjadi potensi menguntungkan. Keuntungan bagi PKS yang dapat mengurangi penumpukan TKKS dan keuntungan bagi petani dapat memanfaatkan TKKS sebagai kompos guna membenahi tanah pertanian. Namun pemanfaatan TKKS sebagai kompos cukup sulit dilakukan, sebab bahan yang alot dan kuat. Oleh karena itu, perlu cara pendekomposisian yang efektif dengan tingkat kehancuran yang tinggi serta kompos yang dihasilkan memenuhi standar mutu. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai kecepatan peningkatan temperatur dan kelembaban yang menentukan proses dekomposisi bahan serat TKKS serta menilai kualitas kompos dengan perlakuan berbeda. Penelitian ini menggunakan True Experimental Design faktorial dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (B0) yaitu serat TKKS yang tidak diberikan bioaktivator, sedangkan kelompok perlakuan yaitu serat TKKS yang diberikan bioaktivator dengan faktor tunggal berupa jenis bioaktivator yang diberikan dalam pembuatan TKKS menjadi kompos. Faktor tersebut yakni B1 (cairan EM4 500 ml + 500 ml air kondensasi AC), B2 (cairan MOL kombinasi leri, sisa sayuran dan keong mas Pomacea canaliculata 500 ml + 500 ml air kondensasi AC), B3 (leri dan bonggol pisang 500 ml + 500 ml), B4 (cairan Palm Oil Mill Effluent/ POME 1000 ml). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni kecepatan dan kestabilan peningkatan temperatur dan kelembaban pada pekan pertama dan stabil turun hingga pekan ke sembilan (60 hari) yakni berturut-turut adalah perlakuan B2; B4; B3; B1; B0. Perlakuan B2 dan B4 dapat mendegradasi material serat TKKS lebih efektif, terlihat dari indeks C/N rasio yakni 21,18 dan 24,10 yang memenuhi kriteria SNI 19-7030-2004.
Monitoring Curah Hujan dan Kelengasan Tanah Lahan Pertanian Menggunakan Sensor Berbasis Internet of Things (IoT) sebagai Dasar Pertanian Presisi Royhan Saydi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan larutan efektif mikroorganisme lokal yang tepat dalam mendekomposisi TKKS dengan cara menilai proses dan kualitas kompos yang memenuhi kriteria peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 pada lampiran 1 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik Padat. Penelitian ini menggunakan true experimental Design faktorial dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (B0) yaitu serat TKKS yang tidak diberikan bioaktivator, sedangkan kelompok perlakuan yaitu serat TKKS yang diberikan bioaktivator dengan faktor tunggal berupa jenis bioaktivator yang diberikan dalam pembuatan TKKS menjadi kompos. Faktor tersebut yakni B1 (cairan EM4 500 ml + 500 ml air kondensasi AC), B2 (cairan MOL kombinasi leri, sisa sayuran dan keong mas Pomacea canaliculata 500 ml + 500 ml air kondensasi AC), B3 (leri dan bonggol pisang 500 ml + 500 ml), B4 (cairan Palm Oil Mill Effluent/ POME 1000 ml). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni kecepatan dan kestabilan peningkatan temperatur dan kelembaban pada pekan pertama dan stabil turun hingga pekan ke sembilan (60 hari) yakni berturut-turut adalah perlakuan B2; B4; B3; B1; B0. Perlakuan B2 dan B4 dapat mendegradasi material serat TKKS lebih efektif, terlihat dari indeks C/N rasio yakni 21,18 dan 24,10 yang memenuhi kriteria Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011.
Aplikasi Sensor Soil Moisture YL-69 dan Sensor Ultrasonic HC-SR07 pada Smart Irrigation I Wayan Krisma Kartika; I Putu Adhi Satria; I Gede Galang Wididana; Nyoman Anom Dewa Brata Paramartha; Ida Bagus Irawan Purnama; I Gusti Putu Mastawan Eka Putra; I Wayan Raka Ardana; Anak Agung Ngurah Gde Sapteka
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan air merupakan salah satu permasalahan utama petani dalam pertanian maka penggunaan sistem irigasi harus dapat mengaliri air dengan efektif dan efisien pada lahan pertanian. Mengatasi permasalahan petani tersebut, penelitian ini mengusulkan kendali otomatis dan pemantauan pada irigasi dalam sistem pertanian yang disebut dengan smart irrigation. Smart irrigation ini mengalirkan air dengan menyesuaikan kelembaban tanah yang dibutuhkan tanaman pada perkebunan dan menyesuaikan ketinggian air yang dibutuhkan tanaman pada persawahan. Smart irrigation ini dilengkapi sensor soil moisture YL-69 yang akan mengukur kelembaban tanah yang dapat diaplikasikan di kebun dan sensor ultrasonic HC-SR07 yang akan mengukur ketinggian air yang dapat diaplikasikan di sawah. Kelebihan smart irrigation ini selain dapat menyesuaikan dengan kodisi kebutuhan air terhadap tanaman, juga dilengkapi dengan pengaturan rentang batas normal melalui aplikasi Android. Sehingga, smart irrigation dapat diatur dengan mudah oleh petani menyesuaikan dengan tanaman yang akan ditanam, tanpa mengubah pengkodean untuk mikrokontroler. Smart irrigation juga dilengkapi dengan kontrol manual dari Android, serta antisipasi jika terjadi gangguan pada sensor dan memudahkan petani dalam melakukan irigasi. Dalam pengujian sensor ultrasonik pada ketinggian air 8 cm diperoleh rata-rata galat (error) sebesar 3,318966875 persen. pengujian sensor soil moisture pada tanah basah diperoleh rata-rata galat (error) sebesar 0,692159283 persen. Dengan demikian sensor soil moisture dan  sensor ultrasonik dapat digunakan dengan baik pada smart irrigation  di kebun maupun sawah.
Karakteristik Fisiko Kimia Nori Berbahan Dasar Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan daun kelor Moringa oleifer L. Elsita Rambu Kahi; James Ngginak; Merpiseldin Nitsae
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditi perairan NTT yang sangat potensial adalah rumput laut. Berbagai macan spesis rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi nori. Nori adalah lembaran rumput laut yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik fisikokimia produk nori yang berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii dan daun kelor (Moringa oleifera L.) Metode peneletian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one-way Anova (anova satu jalur), kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range (DNMRT). Perlakuan yang digunakan adalah nori formulasi rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan daun kelor yaitu P1 (100% Kappaphycus alvarezii), P2 (80% Kappaphycus alvarezii: 20% daun kelor) dan P3 (60% Kappaphycus alvarezii: 40% daun kelor). Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi Kappaphycus alvarezii dan daun kelor terbukti dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan nori. Nori Kappaphycus alvarezii dan daun kelor memiliki kandungan protein 0,043 %, kadar abu 7,0 %, hasil uji organoleptik terkait parameter warna nori menunjukan warna hijau kecoklatan. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek tekstur menunjukan pengaruh yang signifikan yakni pada perlakuan ketiga (P3 54,00%). Uji organoleptik untuk aspek rasa menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan kesatu (P1 51,00%).

Page 4 of 15 | Total Record : 142